usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 29 Oktober 2014

Dana Operasional Kementerian Baru dari Dana Cadangan Pemerintah di APBN 2014


Jakarta, 29/10/2014 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi kementerian baru dalam Kabinet Kerja, seperti Kementerian Koordinator Bidang Maritim. Menurutnya, dari periode APBN 2014 yang akan berakhir 2 bulan lagi, dana operasional dari kementerian tersebut akan disiapkan dari dana cadangan operasional pemerintah.
“Karena sisa tahun anggaran tinggal dua bulan, kami akan mencoba men-support keberadaan kementerian baru tersebut, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Maritim, dengan bagian dari (periode) APBN 2014 yang memang disiapkan untuk cadangan operasional pemerintah. Dan itu bisa dilakukan untuk dua bulan ke depan,” jelasnya di kantornya pada Rabu (29/10).
Ke depannya, saat penyusunan APBN 2015, dana operasional untuk kementerian ini dapat disiapkan untuk posnya tersendiri. Namun, dengan catatan bahwa status kementerian tersebut sudah jelas, terkait dengan peraturan yang menaunginya.
“Nanti ketika menyusun APBN 2015, semua kementerian, baik yang baru, yang digabungkan atau dipisah, sudah jelas semua. Dan sudah jelas juga siapa komisi (DPR) yang jadi partner, karena setiap anggaran kementerian harus disetujui komisi bersangkutan,” pungkasnya.

Kementerian Luar Negeri Sambut Menteri Baru



Setelah secara resmi dilantik sebagai anggota Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan menghadiri Rapat Kabinet yang pertama, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi beserta Bapak Agus Marsudi disambut mantan Menteri Luar Negeri dari Kabinet Indonesia Bersatu II, Marty M. Natalegawa beserta Ibu Sranya Natalegawa dan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri bersama para pejabat Eselon I dan II serta para sesepuh Kemlu termasuk mantan Menteri Luar Negeri N. Hassan Wirajuda dan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Senin sore (27/10). Tampak hadir dalam acara, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir beserta Ibu Yasmin serta mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal beserta Ibu Rosa Djalal.
Dalam sambutannya, Sekjen Kemlu Y. Kristiarto S. Legowo menyampaikan bahwa sekali lagi salah satu putra terbaik Kemlu kembali terpilih untuk membantu Presiden RI. Selain itu, Sekjen mengucapkan terima kasih kepada mantan Menlu Marty atas segala bimbingannya dan berjanji bahwa seluruh jajaran Kemlu akan terus mengabdi dan melakukan yang terbaik berdasarkan contoh yang telah diberikan.
Mantan Menlu, Marty Natalegawa menyampaikan keyakinannya atas kompetensi Menlu Retno Marsudi dan Wamenlu Abdurrahman M. Fachir. “Di ruangan ini kita semua memiliki keyakinan dengan kecakapan dan kesungguhan Ibu beserta Bapak. Maka berbagai misi yang dipercayakan kepada Ibu dan Bapak semua Insya Allah dengan ridha Allah SWT akan dapat dilaksanakan dengan baik,” demikian disampaikan Marty.
“Tentunya kita semua paham sangat memahami sebagaimana segala bentuk tugas dan misi termasuk misi luar negeri merupakan suatu proses, bukan suatu peristiwa. Sebagai sesuatu yang sifatnya proses tentu upaya ini ada yang sudah membuahkan hasil dan ada pula yang belum 100% membuahkan hasil. Tugas para pemimpin berikutnyalah utk tidak saja mengkonsolidasikan yang sudah dicapai melainkan juga untuk mencapai yang belum dicapai,” tambah Marty.
Secara khusus, mantan Menlu menyampaikan apresiasi pada para mantan Menlu yang dalam kurun waktu masing-masing telah bekerja keras tanpa pamrih untuk memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Politik Luar Negeri.
Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi pada para mantan Menlu. “Saya tidak akan berada di sini dan akan bisa menjalankan tugas kalau tidak ada Pak Marty. Kalau tidak ada Pak Hassan Wirajuda, tidak ada Pak Alwi Shihab, tidak ada Pak Ali Alatas, dan tidak ada menteri luar negeri-menteri luar negeri yang telah memberikan kontribusinya pada Republik di masa yang lalu,” demikian disampaikan Menlu.
Menlu juga menyampaikan pesan dari presiden RI dalam rapat kabinet, “Pertama adalah bahwa semua adalah untuk kepentingan rakyat. Dan hal yang selalu beliau sampaikan adalah kerja, kerja, dan kerja. Oleh karena itu beliau juga memerintahkan bahwa setelah rapat kabinet semua menteri kembali ke kementeriannya untuk langsung melakukan konsolidasi dengan masing-masing tim.
Secara khusus, Menlu meminta seluruh jajaran Kemlu untuk memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan kerja yang baik. “Untuk memulai kerja, kerja dan kerja tentunya yang perlu pertama kita lakukan bersama dan saya kira tidak ada satu pun dari kita yang hadir di sini untuk tidak setuju bahwathe we feeling harus ada. Yang kedua, caring environment di Kementerian Luar Negeri harus ada. Karena tanpa situasi itu kita tidak akan mungkin kerja. Apalagi kerja, kerja, kerja. Oleh karena itu saya mohon dengan sangat hormat dukungan, doa, kerja sama, bersama kita semua menuju dengan the we feeling, caring environment, untuk maju ke depan, untuk mewujudkan Indonesia yang baik dan untuk rakyat Indonesia.” demikian disampaikan Menlu.
Dalam acara tersebut, dilaksanakan penyerahan Memorandum Akhir Tugas secara simbolis oleh mantan Menlu Marty Natalegawa kepada Menlu Retno Marsudi 

Jumat, 24 Oktober 2014

Desk Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN Kemenko Polhukam menyelenggarakan kegiatan Diseminasi di Medan



Jakarta, polkam.go.id, 16/10/2014. Desk Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN Kemenko Polhukam akan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 30 Oktober 2014 dengan menghadirkan tiga narasumber dari tingkat nasional dan satu narasumber dari daerah yang memiliki kompetensi mengenai komunitas ASEAN pada ketiga pilarnya termasuk prioritas Indonesia dalam pilar politik dan keamanan ASEAN.
Kegiatan diseminasi serupa telah dilaksanakan Desk pada 16 Oktober 2014 bertempat di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan diseminasi tersebut dibuka Asisten I Setda Prov Sumut, Hasiholan Silaen, selaku wakil Pemda Sumut dan dari Kemenko Polhukam sambutan disampaikan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi, Bapak Irjen Pol. Alberto Simanjuntak. Dalam acara diseminasi hadir 3 orang narasumber dari tingkat nasional yaitu Dubes Ngurah Swajaya (Kemlu), Brigjen TNI Jan Pieter Ate (Direktur Kerja Sama Internasional Kemhan), Dr. Tri Nuke Pudji Astuti (Peneliti Senior LIPI) dan Dra. Rosmeri Sabri MA (Dosen FISIPOL Universitas Sumatera Utara).
Diseminasi tersebut dihadiri unsur pemerintah dan masyarakat madani Provinsi Sumatera Utara  seperti perwakilan pemerintah daerah tingkat dua se-Sumut, universitas, LSM, dan wartawan. Setelah mendengarkan paparan komprehensif mengenai peluang, tantangan dan prioritas terkait pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015 pada ketiga pilarnya yaitu komunitas politik dan keamanan, komunitas ekonomi dan komunitas sosial budaya, dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dipandu oleh Asdep 2/II Kerma ASEAN, Dupito D Simamora. Pemerintah dan masyarakat madani perlu merapatkan barisan dalam menyebarluaskan pemahaman, memaksimalkan kesiapan, dan menjadikan Indonesia di depan dan terdepan agar menjadi winner dalam komunitas ASEAN nantinya. Apresiasi disampaikan atas upaya Desk dengan harapan pemerintah pusat dan daerah mengambil peran terbesar dalam melakukan persiapan nasional secara berkelanjutan.

Acara diseminasi dilanjutkan dengan kuliah umum di depan siswa dan pengajar Singapore International School (SIS) di Medan. Dalam sesi tanya jawab, pelajar dan pengajar SIS Medan yang hampir seluruhnya warga negara Indonesia menunjukkan ketertarikan dan perhatian khusus pada komunitas ASEAN yang nantinya akan menjadi bagian dari masa depan mereka. Paparan Desk dan diskusi dilakukan dalam bahasa Inggris.

Menko Kesra Serahkan BLM PNPM Mandiri Untuk Parigi Moutong

Parigi,19 Oktober- Menko Kesra HR. Agung Laksono menyerahkan dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan sebesar 40,2 milyar kepada Bupati Parigi Moutong Moutong Samsyurizal Tombolotutu di Pantai Kayu Bura Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (19/10). (yn/humas).
Selain itu, Menko Kesra Agung laksono juga menyerahkan beberapa bantuan dari sejumlah Kementerian di antaranya solar cell /listrik tenaga surya 100 unit dari Kemenkokesra, Alquran 242 exemplar dari Kemenag, 1 unit komputer dari BRI,  Raskin dari Bulog untuk 36.537 RTS rumah tangga sasaran dan bantuan dari Kemendikbud untuk Paudni sebesar 3.012.783.000 rupiah.
Sumber: www.menkokesra.go.id

Kemenko Perekonomian, Chairul Tanjung: Ekonomi Tidak Bergerak di Ruang Hampa

Chairul Tanjung: Ekonomi Tidak Bergerak di Ruang Hampa

Jakarta (17/10) - Menjelang berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dan pergantian pemerintahan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih selanjutnya, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kalla, perekonomian Indonesia pada tahun mendatang diperkirakan menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan. Melalui sambutannya di acara bertajuk "Prospek Ekonomi Indonesia 2015", Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus merangkap sebagai ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung menyatakan bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami perlambatan ekonomi. Hal tersebut merupakan konsekuensi pelaksanaan kebijakan Quantitative Easing ke arah sebaliknya yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Beberapa tahun yang lalu, negara adidaya dunia, Amerika Serikat memberlakukan kebijakan Quantitative Easing yang mengakibatkan aliran uang banyak masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Efek lanjutannya adalah, angka permintaan terhadap komoditas dalam negeri meningkat dengan signifikan. Selain itu, harga-harga komoditas utama negeri seperti bijih coklat dan batubara juga meningkat tajam. Singkat kata, laju dan volume ekspor meningkat dan menciptakan imbal hasil yang lebih tinggi.
 
Sebagai respon terhadap tingginya angka inflasi dan jumlah pengangguran akibat pemberlakuan Quantitative Easing tersebut, Amerika Serikat melancarkan tapering off untuk menaikkan suku bunga dalam rangka menarik uangnya kembali. Akibatnya, terjadi aliran uang keluar dari negara-negara berkembang. Harga-harga komoditas seperti CPO, emas dan batubara dalam negeri juga ikut melemah sehingga peningkatan jumlah transaksi tidak diikuti dengan aliran uang ke dalam pendapatan negeri dalam jumlah yang besar pula. Dampak tersebut ternyata tidak hanya berimbas ke perekonomian Indonesia tetapi juga ke perekonomian Cina, Meksiko, Brasil dan negara berkembang lainnya. Keadaan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai persiapan Indonesia untuk menghadapi situasi yang demikian, terlebih dengan masa transisi pemerintahan baru yang dibarengi dengan defisit ganda (neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan), potensi inflasi dan pelemahan rupiah.
 
Melalui pemaparannya, Chairul Tanjung meyakinkan para pebisnis, akademisi, dan petinggi lembaga keuangan yang hadir dalam seminar tersebut bahwa Indonesia mampu untuk menggenjot kembali perekonomiannya yang sempat lesu ini. Menurutnya, ekonomi tidak bergerak di ruang hampa. Ekonomi perlu suasana sosial dan politik yang kondusif untuk bisa bergerak sesuai dengang asumsi yang diharapkan. Dengan jumlah sumber daya yang melimpah dan bonus demografi, Indonesia berpeluang untuk mengembalikan situasi ekonomi yang menguntungkan. Meski demikian, Chairul Tanjung tidak menampikkan fakta bahwa hal tersebut tetap menyisakan kompleksitas dalam pemutusan kebijakan ekonomi dan dukungan dari seluruh komponen bangsa mutlak diperlukan.

3 Alasan Jokowi Batal Umumkan Kabinet


Jakarta - Presiden Joko Widodo membatalkan rencana untuk mengumumkan nama-nama menterinya, Rabu malam, 22 Oktober 2014. Semula pengumuman nama menteri yang akan bekerja dalam lima tahun mendatang akan dibacakan pada Rabu, pukul 19.00 WIB, di Dermaga 303, Terminal III, Pintu 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Karpet abu-abu sepanjang 20 meter yang semula membentang di Pos Bitung, Terminal III, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sudah digulung. Sementara persiapan pengumuman sudah dilakukan sejak Rabu siang. "Maaf ya teman-teman, acaranya batal," kata salah satu pegawai Biro Humas Istana Presiden yang menolak disebutkan namanya kepada wartawan. 
Beberapa jam setelah pembatalan pengumuman, orang dekat Jokowi dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membeberkan alasan pembatalan rencana itu. Berikut ini tiga di antara alasan tersebut:
1. Ingin Berhati-hati

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto berdalih pembatalan pengumuman menteri di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 22 Oktober 2014, bukan peristiwa ditunda. "Tak ada istilah ditunda atau dibatalkan dalam pengumuman menteri," katanya di depan rumah Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu malam, 22 Oktober 2014.

Menurut dia, konstitusi memberikan waktu pada presiden selama 14 hari untuk mengumumkan kabinet. Selama tidak melebihi batas waktu itu, ujar Hasto, tak ada terminologi penundaan atau pembatalan. "Hanya belum diumumkan saja," ujarnya. PDI Perjuangan, Hasto berdalih, menganggap pembatalan pengumuman menteri di Pelabuhan Tanjung Priok bukan peristiwa ditunda. "Tak ada istilah ditunda atau dibatalkan dalam pengumuman menteri," kata dia. 

Belum diumumkannya nama menteri oleh Jokowi, kata Hasto, untuk memastikan asas kehati-hatian dipenuhi dalam proses pemilihan. Prinsip ini sekaligus menjaga harapan dan kepercayaan rakyat ihwal kabinet yang bersih dari korupsi.
2. Tunggu Rekomendasi DPR

Mantan Ketua Tim Transisi Rini Soemarno mengatakan batalnya rencana pengumuman kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Rabu malam, 22 Oktober 2014, lantaran masih menunggu rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat soal nomenklatur kementerian baru. "Karena menunggu pertimbangan dari DPR," kata Rini di pintu masuk Istana Presiden, Rabu, 22 Oktober 2014.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengusulkan enam perubahan nomenklatur dalam susunan kabinet. Perubahan itu disampaikan Jokowi dalam surat bernomor 24/Pres/10/2014 tertanggal 21 Oktober. "Suratnya bersifat segera dan baru kami terima hari ini," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014.

Rini menolak menjelaskan lebih lanjut alasan pembatalan pengumuman kabinet. Ia langsung masuk ke dalam Kompleks Istana. Rabu malam tadi, rencananya Jokowi akan mengumumkan nomenkelatur kabinet dan nama-nama menteri di Dermaga 302, Terminal III, Pelabuhan Kontainer, Tanjung Priok. Pengumuman rencananya dilakukan pada pukul 19.00 WIB.
3. Tak Akomodir Calon PDIP

Sumber Tempo yang dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebutkan pembatalan pengumuman kabinet oleh Joko Widodo lantaran masih alotnya penyusunan nama-nama menteri yang disorongkan oleh PDI Perjuangan dan Jokowi-JK. Namun, informasi ini dibantah oleh Hasto. "Tak benar bila Megawati marah terkait susunan kabinet," dia menjelaskan.

Hasto berdalih pembatalan pengumuman menteri karena konstitusi memberikan waktu pada presiden selama 14 hari untuk mengumumkan kabinet. Selama tidak melebihi batas waktu itu, Hasto menambahkan, tak ada terminologi penundaan atau pembatalan. "Hanya belum diumumkan saja," ujar dia kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Bersamaan dengan pembatalan tersebut, Megawati segera menggelar pertemuan tertutup di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Penjagaan sangat ketat. Ajudan melarang wartawan mengambil gambar dari balik gerbang meski hanya merekam halaman rumah Megawati. Sebelumnya, Jokowi berencana mengumumkan menteri di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu malam.
Sumber :www.tempo.co

RI Serukan DK PBB Atasi Kejahatan Massal


Jumat, 24 Oktober 2014
“Indonesia menyerukan agar DK PBB bertindak tegas dalam atasi kejahatan massal, (mass atrocities) melalui perbaikan metoda kerjanya”, demikian ditekankan oleh Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Desra Percaya, pada sesi debat umum Dewan Keamanan PBB mengenai metoda kerja DK PBB pada hari Kamis, (23/10)bertempat di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.
Dubes Desra juga menekankan bahwa pembahasan mengenai code of conduct terkait penggunaan hak veto ke-5 negara anggota tetap DK PBB dalam menyikapi kejahatan massal segera dimulai. “Disepakatinya modalitas terkait penggunaan hak veto yang jelas, akan dapat membantu kinerja dan pelaksanaan mandat DK dalam menyikapi berbagai situasi yang merupakan pelanggaran hukum HAM dan hukum humaniter internasional, seperti pelanggaran HAM berat, genosida dan kejahatan perang. Contoh kasus yang paling jelas adalah kegagalan DK dalam menyikapi kekejaman Israel di Jalur Gaza”, ujar Dubes Desra.
Ditekankan pula pentingnya bagi PBB untuk bersikap lebih transparan dan inklusif dalam menanggapi berbagai tantangan global di bidang perdamaian dan keamanan internasional. “Indonesia melihat adanya urgensi bagi Dewan Keamanan untuk segera memberikan perhatian yang merata dan tidak menetapkan standar ganda dalam menjawab tantangan global yang bersifat kompleks dan multidimensional”, demikian ditambahkan Dubes Desra.
Sejak dibentuknya PBB pada tanggal 24 Oktober 1945 paska Perang Dunia ke-II, dunia telah mengalami berbagai perubahan mendasar dan pada saat yang sama juga dihadapkan pada sejumlah tantangan baru. Namun demikian metode kerja DK PBB yang stagnan dan bahkan tetap dibungkus dalam aturan yang bersifat provisional, seringkali menjadi kendala. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi dan tanggung jawab dalam melaksanakan mandatnya, DK harus menyesuaikan diri melalui perubahan atas metoda kerjanya.
Dewan Keamanan PBB adalah satu dari enam organ utama PBB yang memiliki mandat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional serta mengambil keputusan dalam bentuk resolusi yang bersifat mengikat secara hukum. DK PBB terdiri dari 5 negara anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap. Indonesia telah menjadi anggota tidak tetap DK PBB sebanyak tiga kali, yakni pada periode 1974 – 1975, 1995 – 1996, dan 2007 – 2008 dan mencalonkan diri kembali untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk masa periode 2019 – 2020.

Asia Timur-Pasifik Sumbang Sepertiga Pertumbuhan Ekonomi Dunia


Jakarta, 24/10/2014 MoF (Fiscal) News - Perekonomian global kembali menunjukkan tanda-tanda belum dapat pulih sepenuhnya tahun ini. Hal ini seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2014 yang kembali direvisi hingga hanya berada di kisaran 2,6 persen.
“Pertumbuhan ekonomi global direvisi ke bawah, dan diperkirakan berada di level 2,6 persen tahun ini,” demikian diungkapkan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati dalam pertemuan para menteri keuangan negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation(APEC) yang berlangsung di Beijing, Tiongkok sebagaimana dilansir situs resmi Bank Dunia.
Ia menambahkan, angka tersebut hanya sedikit mengalami peningkatan dari pertumbuhan ekonomi global tahun lalu yang sebesar 2,4 persen. “Tahun 2014 bisa jadi akan menjadi tahun yang mengecewakan bagi perekonomian dunia,” katanya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi global tahun depan pun berpotensi akan lebih rendah dari prediksi semula.
Namun demikian, ia mengungkapkan, negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik masih akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pertumbuhan ekonomi kawasan ini pun diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi global.
“(Pertumbuhan ekonomi) negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang anggota APEC diharapkan dapat memberikan kontribusi sekitar sepertiga dari pertumbuhan ekonomi dunia,” ungkapnya.

Rabu, 15 Oktober 2014

Mentan Launching 22 ekor Sapi Brahman Bibit Bersertifikat


news
Palembang - Menteri Pertanian, Suswono, didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syukur Iwantoro, melakukan launching 22 ekor sapi Brahman bibit bersertifikat di Balai Pembibitan Ternak Unggul, Sembawa, Palembang (14/10).
Jumlah ini menambah total ternak sapi bibit yang telah disertifikasi sejak didirikannya Lembaga Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak menjadi 234 ekor.
Dari 22 ekor sapi yang di launching tersebut terdiri dari 8 ekor sapi jantan dan 14 ekor sapi betina. Sapi betina bibit bersertifikat digunakan sebagai indukan penghasil ternak bibit.Sedangkan sapi pejantan bibit unggul bersertifikat digunakan sebagai penghasil semen beku di Balai Inseminasi Buatan dan sebagai pejantan pemacek dalam Intensifikasi Kawin Alam (INKA). Semen beku yang dihasilkan dari sapi pejantan bibit bersertifikat tersebut digunakan untuk optimalisasi peningkatan kelahiran ternak yang memiliki genetik baik melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB).
Bibit sapi Brahman ini merupakan hasil dari proses panjang hingga disertifikasi oleh Lembaga Serfitikasi Produk (Ls Pro) Benih dan Bibit Ternak. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, menyampaikan bahwa UPT Perbibitan menjadi ujung tombak penyediaan benih dan bibit ternak yang berkualitas.
Komitmen kuat pemerintah dalam memperbaiki perbibitan ternak untuk mendukung pembangunan peternakan dalam negeri, juga dibuktikan dengan telah dicapainya swasembada semen beku pada tahun 2012, dan swasembada sapi pejantan unggul pada tahun 2013.

Perkuat Birokrasi Daerah Otonom Baru


igi-1410

JAKARTA – Indonesia Governance Index (IGI) merilis indeks tata kelola pemerintahan tahun 2014 yang merupakan hasil survey dari 34 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hasilnya, birokrasi pada Daerah Otonom Baru (DOB) perlu diperkuat. Kesimpulan itu  menguatkan temuan Kemendagri pada tahun 2009, yang menunjukkan bahwa 80% DOB itu gagal dan belum dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. 
 
Padahal, menurut Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan negara setidaknya menghabiskan dana sekitar Rp 50 triliun untuk pembentukan DOB sejak tahun 1999. “Penting untuk membangun birokrasi yang kuat pada DOB, agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik, kendati terjadi persoalan dan gejolak politik di daerah,” ujarnya  dalam acara peluncuran nasional hasil indeks tata kelola (IGI), yang mengangkat tema Menata Indonesia dari Daerah, Selasa (14/10).
 
Dikatakan, faktor paling menentukan dalam penentuan DOB adalah pada tahap evaluasi. Untuk itu menurut Eksekutif Direktur Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Wicaksono Sarosa, pemerintah perlu membuka ruang partisipasi yang bersifat  transparan dalam proses evaluasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
 
Selain melibatkan publik, salah satu kriteria evaluasi yang baik adalah dilakukan secara menyeluruh.  “Evaluasi DOB terakhir hanya melihat dari sisi birokrasi, belum menyeluruh. Ke depan harus dilakukan evaluasi terhadap seluruh aspek baik secara fisik, fiskal, tata kelola, kinerja pemerintah maupun masyarakatnya,” ujarnya.
 
Menurut Peneliti Utama IGI Lenny Hidayat, survey dilakukan di 34 kabupaten/kota terpilih sebagai wilayah pilot project, dengan menggunakan acuan utama indeks pembangunan manusia dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.  Metode ini juga mengikutsertakan daerah-daerah pemekaran baru yang sudah terbentuk guna mengetahui apa saja potensi, serta kelemahan daerah tersebut. 
 
Lenny menambahkan, hasil penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa semakin tinggi pertumbuhan ekonomi tidak serta merta menurunkan tingkat kemiskinan. Fakta yang ada menunjukkan bahwa sumber daya alam lokal dieksploitasi hanya demi prestasi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. “Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan mengakibatkan human capital loss, sehingga sektor-sektor kunci di daerah kekurangan sumber daya manusia,” imbuhnya. 
 
Ditambahkan, hasil IGI provinsi tahun 2008 dan 2012 menunjukkan bahwa provinsi mampu memiliki peran untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang lebih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Tercatat 42% provinsi yang mampu menjaga keseimbangan, mampu menurunkan angka kemiskinan 1,2% per tahun.  Sementara 27% provinsi yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi saja, hanya mampu menurunkan tingkat kemiskinan rata-rata 1%. 

Menpora Lepas Atlet Difabel ke Incheon


Menpora Roy Suryo berbincang dengan Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta saat pelepasan keberangkatan kontingen Indonesia yang akan ke Incheon, Korea Selatan untuk mengikuti Asian Paragames 2014. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Menpora Roy Suryo berbincang dengan Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta saat pelepasan keberangkatan kontingen Indonesia yang akan ke Incheon, Korea Selatan untuk mengikuti Asian Paragames 2014. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Tangerang: Hari Selasa (14/10) malam Menpora Roy Suryo didampingi Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto, Staf Khusus Bambang Russ Effendy melepas keberangkatan 25 ofisial dan 70 atlet Difabel Indonesia di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Hadir pula Presiden NPC (National Paralympic Committee) Indonesia, Senny Marbun.
Para atlet Difabel Indonesia akan bertanding di Asian Paragames 2014 di Incheon, Korea Selatan yang digelar pada tanggal 18 hingga 24 Oktober mendatang dengan mengikuti 8 nomor cabang olahraga yang dipertandingkan seperti atletik, bulutangkis, tenis meja, angkat besi, tempin bowling, tenis kursi roda, panahan dan renang. 
“Pada Asian Paragames pertama empat tahun yang lalu di Guangzhou, China kita kebetulan rangkingnya cukup jauh yakni rangking 14 dengan 20 atlet. Tahun ini Alhamdulillah kita memberangkatkan 70 atlet”, kata Roy Suryo. Pada Asian Paragames 2014 di Incheon ini target yang dicanangkan adalah memperbaiki peringkat tetapi pihkanya tidak ingin membebani para atlet dengan target yang muluk-muluk. “Harusnya mereka bisa  memperbaiki peringkat yakni masuk ke 10 besar dengan target medali di atas lima”, harapnya.
Berbeda dengan CdM James Tangkudung yang menargetkan 10 medali emas, Menpora Roy Suryo justru hanya menargetkan para atlet difabel Indonesia bisa meraih 6 atau 7 medali emas. “Target kita sebenarnya ada dua yakni target prestasi dan target menjadi tuan rumah Asian Paragames di 2018 dan sesuai permintaan NPC yakni di Kota Solo, Jawa Tengah yang pada 2011 pernah menjadi tuan rumah ASEAN Paragames”, tambahnya.

Sumber: www.kemenpora.go.id

Presiden SBY Ucapkan Salam Perpisahan

SENTUL  --  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan salam perpisahan dihadapan seluruh Gubernur, Wali Kota dan Bupati dari seluruh Indonesia.
"Terima kasih kepada saudara semua, rakyat Indonesia, khusus pada jajaran pemerintah, terima kasih atas kebersamaannya. Secara khusus terima kasih ini adalah (penyelenggaraan) pemilu keempat oleh dunia katakan pemilu yang fair dan demokratis," kata Presiden saat menghadiri silaturahim nasional di Sentul, Bogor, Rabu (15/10) siang.
SBY mengatakan lima hari mendatang akan mengakhiri masa jabatannya dan Indonesia akan memiliki presiden yang baru. Pun, ia menyampaikan permohonan maaf karena belum memenuhi harapan masyarakat Indonesia.
"Ada sasaran yang belum dicapai, sebagai pemimpin saya mohon maaf. Saya meminta maaf bila selama 10 tahun ada sikap saya tidak berkenan. Tidak ada niat yang tidak baik dari saya," ucap SBY.
SBY mengajak semua pihak termasuk pemimpin daerah untuk mendukung kerja pemerintahan baru. Karena dukungan dari semua pihak merupakan salah satu kunci keberhasilan pemerintahan.
"Selamat bertugas, berbakti pada negara dan bangsa semoga negara kita semakin jaya, lima hari lagi saya akan mengakhiri masa tugas saya mohon diri," kata SBY.
Sumber :www.kemendagri.go.id

Pemerintah Himpun Dana Rp12 Triliun dari Lelang SUN 14 Oktober 2014


Jakarta, 15/10/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah kembali berhasil menghimpun dana sebesar Rp12 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (14/10) kemarin. Lelang ini sendiri dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang melalui situs resminya menyatakan, total penawaran yang masuk dalam lelang kemarin mencapai Rp32,85 triliun. Dari enam seri SUN yang dilelang, seri FR0070 merupakan SUN dengan penawaran tertinggi, mencapai Rp8,4 triliun. Namun, jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ini sebesar Rp1,3 triliun.
Selanjutnya, penawaran yang masuk untuk seri FR0071 mencapai Rp6,92 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ini sebesar Rp2,9 triliun. Di tempat ketiga, SUN seri SPN12151001 mencatatkan penawaran sebesar Rp6,44 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp2 triliun.
Keempat, seri FR0069 mencatatkan penawaran sebesar Rp5,24 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ini sebesar Rp3,35 triliun. Kelima, jumlah penawaran masuk untuk seri SPN12150806 mencapai RpRp4,09 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp1 triliun. Terakhir, seri FR0067 mencatatkan penawaran sebesar Rp1,76 triliun, dengan  jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,45 triliun.
Sebagai informasi, SUN seri SPN12150806 menawarkan imbal hasil berupa diskonto, akan jatuh tempo pada 6 Agustus 2015. Seri SPN12151001 juga menawarkan imbal hasil berupa diskonto, dan akan jatuh tempo pada 1 Oktober 2015.
Sementara itu, seri FR0069 menawarkan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875 persen, dan akan jatuh tempo pada 15 April 2019. FR0070 juga menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 8,375 persen, akan jatuh tempo pada 15 Maret 2024. Seri FR0071 menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 9 persen, akan jatuh tempo pada 15 Maret 2029. Terakhir, seri FR0067 menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 8,75 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Februari 2044

Wamenag: Pemimpin Jangan Terlena Pada Persoalan Teknis

Bandung (Pinmas) —- Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan jajaran pimpinan Kementerian Agama agar tidak terlena pada persoalan-persoalan yang bersifat teknis. Menurutnya, para pejabat adalah  penentu kebijakan dan karenanya harus mampu berhitung dan berfikir strategis tentang masa depan Kemenag.
“Eksistensi Kemenag di masa yang akan datang semakin mempunyai banyak tantangan. Karenanya, sebagai pemikir di kemenag, kita harus mampu  berpikir secara strategis tentang wujud Kemenag ke depan seperti apa,” demikian pesan yang disampaikan Wamenag saat menutup Rapim Eselon I Kementerian Agama Tahun Anggaran 2014, Bandung, Rabu (15/10) malam.
Wamenag menegaskan bahwa kehadiran Kemenag tidak bisa disamakan dengan kementerian lainnya. Kemenag di mata Wamenag mempunyai  sisi historis yang sangat fundamental. Menurutnya, dalam beberapa catatan literature diperoleh penjelasan bahwa HM Rasjidi mengisahkan, kehadiran Kemenag mampu menjembatani perbedaan yang tajam, potensi konflik yang bisa terjadi antara negara dan agama.
“Kehadiran kemenag bisa menyatukan keragamaan budaya yang merupakan kondisi objektif bangsa. Kehadiran kemenag bisa menjadi arah pembangunan nasional,” jelasnya.
Sehubungan itu, Wamenag meminta jajaran pimpinan Kementerian Agama untuk tidak berpikir pendep pada  satu atau dua tahun ke depan dan terjebak pada logika tahun anggaran. Para pejabat Kemenag perlu berhitung dan berpikir strategis tentang apa yang  perlu dimainkan Kemenag di masa mendatang.
Dikatakan Wameng bahwa setidaknya ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi Kemenag di masa mendatang, yaitu: pertama, munculnya kembali diskursus relasi agama dan negara. Menurut Wamenag, Negara memiliki warga negara, sedang agama memiliki umat. Ada dua kekuatan yang memperebutkan satu objek. “Ada kekuatan yang menuntut loyalitas penuh, yaitu negara dan agama,” terangnya.
“Saya berharap teman-teman semua bangkit untuk menjadi tulang punggung negara,” tambahnya.
Tantangan kedua terkait dengan kerukunan. Salah satu tema yang akan hangat adalah masalah kerukunan, sebagai salah satu  dampak dari kebebasan civil society yang menguat sehingga melemahkan posisi negara. “Kalau civil society sangat kuta tanpa diimbangi pemerintahan yang kuat, bisa muncul kebablasan. Kalau dulu yang tertindas adalah rakyat, ada kemungkinan ke depan yang tertindas adalah negara,” terangnya.
Tantangan selanjutnya, menurut Wamenag adalah dorongan sebagian kalangan untuk melakukan uji materi atas perundang-undangan yang terkait dengan agama. Misalnya, permohonan uji materi terhadap UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Dikatakan Wamenag bahwa kurang lebih ada 10 UU dalam 10 tahun terakhir yang terkait Kemenag. Misal: UU PNPS, UU Perlindungan Anak, UU Perlindungan Saksi, UU Perseroan terbatas, dan lainnya. “Semuanya punya dampak langsung pada Kemenag,” jelasnya.
Globalisasi adalah tantangan berikutnya yang juga harus disikapi. Ke depan, lanjut Wamenag, pasar bebas ASEAN akan segera dijalankan sehingga kita tidak bisa lagi mencegah  masuknya warga negara tetangga ke Indonesia. Kemenag harus bisa berkontribusi dalam penyiapan SDM.
Tentang kelima adalah terkait posisi strategis kemenag sebagai instansi vertikal. Wamenag mengingatkan agar posisi ini bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan.
Adapun tantangan keenam terkait reaktualissi nilai-nilai agama. Menutur Wamenag, semua agama sudah mengalami kelesuan pranata. “Apa yang akan terjadi manakala pranata yang mendukung agama sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena ada perkembangan teknologi canggih?” tanyanya.
Wameng mencontohkan, sekarang anak siapa yang bisa membaca barzanji? Barzanji itu, lanjutnya, merupakan  institusi yang mendukung nilai-nilai agama. Tapi tradisi itu pun sudah mulai rapuh dan kropos. “Tantangan Kemenag ke depan adalah bagaimana melakukan penguatan pranata ini kembali. Mungkin perlu pranata baru juga,” tandasnya.

Sumber: www.kemenag.go.id

Presiden RI: Bali Democracy Forum adalah untuk Berbagi dan bukan Mengajari



Bali Democracy Forum (BDF) berbeda dari forum-forum internasional lain karena sejak awal diniatkan sebagai forum untuk berbagi, bukan untuk mengajari. Hal ini yang membedakan BDF dengan forum-forum demokrasi lainnya. Demikian disampaikan Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan keterangan pers di sela-sela pelaksanaan Bali Democracy Forum VII di Bali International Convention Centre, Nusa Dua Bali (10/10).
Terkait tema BDF tahun ini 'Evolving Regional Democratic Architecture: The Challenges Of Political Development, Public Participation And Socio-Economic Progress In The 21st Century', Presiden menyampaikan bahwa pembangunan politik, pertumbuhan sosial ekonomi dan partisipasi publik merupakan elemen penting dalam sebuah demokrasi.
"Sama halnya pilihan antara kebebasan dengan keamanan yang juga penting bagi kehidupan sebuah bangsa. Semuanya penting, tidak harus dihadap-hadapkan dan bahkan ketiganya bisa kita sangkutkan," SBY menjelaskan.
Presiden menambahkan, "Sejak berdirinya Institute for Peace and Democracy (IPD), dan diselenggarakannya BDF, kami membangun satu kerangka yang kemudian diwujudukan setiap tahunnya dalam pilihan tema dan topik yang bernafaskan bahwa dalam kehidupan di sebuah bangsa, demokrasi itu tidak berjalan sendiri."
Di akhir keterangan pers, Presiden RI menyatakan akan menyampaikan kepada Presiden RI terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo agar BDF dapat terus diselenggarakan. "Nanti saya akan menyampaikan kepada Bapak Joko Widodo, presiden kami, agar tradisi yang penting ini bisa dilanjutkan," ujar Presiden RI. 
Bali Democracy Forum adalah perhelatan tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2008 dimana para pemimpin negara-negara dapat berbagi pengalaman dan pandangan mengenai demokrasi. BDF VII dihadiri oleh perwakilan dari 85 negara dan 4 organisasi internasional.

Senin, 13 Oktober 2014

Menteri PU Resmikan Tol Kertosono - Mojokerto


Tol Kertosono -  Mojokerto Seksi 1 (Moker) sepanjang 14,7 km Senin Siang (13/10) diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemecahan kendi berisi air sebagai simbol mulai dioperasikannya ruas tol ini.

Seksi 1 yang  dioperasikan  menghubungkan Bandarkedungmulyo -Jombang. Gerbang sisi barat (gerbang Bandar) berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sedang gerbang sisi timur disebut gerbang Jombang berada di Kecamatan Tembelang. 

Menteri PU berharap dengan  dioperasikanya seksi 1 ruas Moker ini diharapkan mampu menjadi pemicu daerah lain yang hingga kini masih terkendala dengan pembebasan lahan. Menurut Djoko Kirmanto jika hingga akhir tahun 2014 masalah lahan dapat terselsaikan maka dirinya menjamin tahun 2015 tol sepankang 40,5 km ini sudah rampung seluruhnya.

"Kami menghimbau dukungan Gubernur dan Bupati untuk segera menyelesaikan pembebasan lahannya agar tahun depan (2015) tol ini beroperasi," tutur Djoko Kirmanto.

 Masalah lahan selama ini memang masih menjadi permasalahan serius dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Namun demikian kesadaran masyararakat dinilai mulai meningkat meski masih ada sebagian yang bertahan melepaskan lahannya. 

Menurut Djoko, dalam hal lahan pemerintah tidak akan merugikan masyarakat pemilik lahan. Bahkan lebih diuntungkan ksrena dipergunakan untuk pembangunan infrastruktyr yang pada akhirnya dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitarnya.

Ditektur PT. Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), Wiwiek Santoso dslam penjelasannya menyatakan pihaknya selaku pemegang hak konsesi ruas tol Mojokerto -Kertosono (Moker) merupakan bsgian dari Group Astra yang bergerak dibidang infrastruktur dan logistik. 

Dijelaskan, pada ruas  Seksi 1 terdapat satu jembatan penyebrangan dan 25 buah terowibgan sebagai penghubung antar desa sekitarnya. Transaksi pembayaran tol berada di Gerbang Jombang atau gerbang sisi timur. Direncanakan, ruas tol ini akan menjadi 3 lajur yang dikerjakan dalam 4 seksi.

 "Total investasi yang dibutuhkan untuk ruas Moker diperkirakan mencapai Rp 3,48 triliun. Seksi 1 telah menelan Rp 1,4 triliun", ungkap Kepala Balai   Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V (BPJN) , Hedy Rahadian.

Selain ruas tol Moker seksi 1, Menteri PU juga meresmian proyek infrastruktur ke PU an lain. Lebih dari 60 paket proyek di Jawa Timur yang diresmikan. 13 paket diantaranya adalah Fly Over Peterongan (kota Surabaya), FO Pasar Kembang (Surabaya), jembatan Trisula (Blitar)dan Jembatan Kalimujur ( kab. Lumajang) dan jembayan Kalilengkong (kab. Malang). 

Adapun untuk proyek Sumber Daya Air terdapat 8 buah proyek antara lain rehabilitasi bangunan utama dan sitem irigasi DI. Sampean, Embung Batu Putih, Embung Krikilan (kab. Pasuruan), Pengendalian Banjir Kali Kemuning, Pelestarian Sumber Air Sumberaung, 2 buah Rumah Pompa , JIAT Perpipaan dan Pencucian Sumur (Mojokerto/Pamekasan) dan Perkuatan tebing Boezem Morokrembangan di kota Surabaya.

Kamis, 09 Oktober 2014

Menteri PPN Efektif Bertugas Jadi Plt Menakertrans

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, SE, MA resmi menerima tugas sebagai Pelaksana tugas (Plt) Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dari Menakertrans sebelumnya, Muhaimin Iskandar, di Gedung Kemenakertrans, Senin (6/10) pagi. Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat Kemenakertrans beserta seluruh karyawan kementerian tersebut. Usai serah terima tugas, Muhaimin Iskandar, Prof. Armida langsung memperkenalkan para pejabat Eselon I (Dirjen) Kemenakertrans kepada Menteri Armida. Dalam pertemuan dengan para Dirjen Kemenakertrans itu, dibahas secara singkat gambaran umum program kerja Kemenakertrans yang perlu segera dituntaskan dalam sisa masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. 
Dalam kesempatan itu, Muhaimin Iskandar menyampaikan gambaran umum program di bidang ketenagakerjaan yang sudah dan sedang dilaksanakan.   Secara umum, kata Muhaimin, beberapa prioritas program yang sedang dan akan terus dilaksanakan oleh Kemenakertrans, antara lain peningkatan perlindungan pekerja perempuan dan penghapusan pekerja anak, peningkatan dan perluasan keselamatan kerja, pengelolaan kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial, pengelolaan penerapan pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja, serta peningkatan pene­rapan norma keselamatan dan kesehatan kerja. 
Selain itu, fasilitasi penempatan transmigrasi, pembangunan pemukiman dan infrastruktur kawasan transmigrasi, pengembangan usaha di kawasan transmigrasi, pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan berbasis masyarakat, pengembangan dan penyediaan perluasan kesempatan kerja, serta pembinaan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. 
“Kita terus melakukan upaya yang selama ini sudah kita jalankan. Peningkatan kualitas hubungan industrial jaminan sosial tenaga kerja untuk kesejahteraan buruh dan pekerja, meningkatkan jumlah dan kualitas pengawas ketenagakerjaan serta revitalisasi balai-balai latihan kerja,” katanya. 
Sementara Menteri Armida mengatakan, sejak 2005 - 2009 sudah cukup familiar dengan isu-isu ketenagakerjaan. Jadi Menteri Armida optimistis bisa menuntaskan sisa-sia tugas yang ditinggalkan Muhaimin Iskandar dalam dua pekan ke depan. 
Secara umum, ada tiga poin penting yang menjadi perhatian Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas ­Padjadjaran ini dalam kapasitasnya sebagai Plt Menakertrans dua pekan ke depan. Pertama, memastikan pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan Kemenakertrans yang sudah dituangkan dalam APBN-P 2014 agar bisa berjalan dengan baik. Termasuk di dalamnya penyerapan anggaran yang perlu dipercepat. Kedua, program kegiatan yang berkaitan dengan penuntasan berbagai program-program prioritas 100 hari sisa pemerintahan KIB II di Kemenakertrans yang harus sudah dituntaskan sebelum 10 Oktober 2014. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan yang secara khusus di­monitor oleh UKP4, karena meru­pakan kegiatan prioritas. 
“Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting adalah persiapan transisi ke pemerintahan yang akan datang, khususnya terkait dengan penyusunan  renstra (rencana strategis) K/L teknokratik,” kata Menteri Armida. 
Untuk diketahui, Prof. Armida Alisjahbana sebenarnya sudah mengemban jabatan sebagai Plt Menakertrans sejak 1 Oktober setelah Menakertrans Muhaimin Iskandar mundur dari jabatannya dan memilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 90/P Tahun 2014 tertanggal 20 September 2014.

Ke Depan, Pedesaan Harus Menjadi Fokus Pembangunan


Jakarta, 09/10/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah menyiapkan sembilan agenda prioritas pemerintahannya yang disebut Nawa Cita. Melihat agenda-agenda tersebut, menurut Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro, pemerintah nantinya harus fokus pada pembangunan dari bawah, yaitu mulai dari pedesaan hingga kabupaten kota.

“Intinya melihat tantangan ke depan, kita membutuhkan kemandirian ekonomi yang kuat, bagaimana membuat ekonomi Indonesia lebih kompetitif,” katanya di Jakarta pada Kamis (9/10). Dengan kompleksitas ekonomi Indonesia yang cukup besar misalnya dilihat dari geografis-nya, penataan ekonominya sebaiknya dimulai dari bawah, yaitu perbaikan di level pedesaan, kabupaten dan kota.
“Sampai suatu saat, ekonomi Indonesia itu bisa digerakkan oleh ekonomi dari bawah tadi. Bukan semata-mata top down (pemerintah pusat ke daerah), tapi kita lebih mendorong inisiatif bawah,” jelasnya. Oleh karena itu, selama 5 tahun ke depan, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mendorong ekonomi bawah tadi agar dapat tergerak dalam konteks memperkuat ekonomi daerahnya. “Kita coba bagaimana fokus pada pembangunan dari bawah,” tegasnya.

Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Tahun 2030



Bali, 09/10/2014 MoF (Fiscal) News - Termasuk dalam negara berpendapatan menengah saat ini, Indonesia berpotensi tumbuh menjadi negara dengan pendapatan tinggi pada tahun 2030 mendatang. Menurut Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Luky Alfirman, hal tersebut dapat tercapai jika perekonomian Indonesia dapat tumbuh di kisaran 8,7 persen per tahun.
Namun, ia mengakui, target pertumbuhan tersebut memang agak sulit untuk dicapai. Ia menambahkan, ada dua skenario yang lebih realistis bagi Indonesia. "Skenario pertama, jika ekonomi tumbuh di kisaran 7 persen per tahun, Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2035," ungkapnya. Sementara itu, jika perekonomian tumbuh di kisaran 5,8 persen per tahun, indonesia dapat naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2040.
Kemungkinan-kemungkinan tersebut tetap terbuka, asalkan Indonesia dapat melakukan berbagai reformasi struktural untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas.

Selasa, 07 Oktober 2014

Menristek Kunjungi Fasilitas Riset Lembaga Eijkman


Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhamamad Hatta melakukan kunjungan  kerja ke Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada Selasa, 9 September 2014 untuk melihat fasilitas riset Lembaga Eijkman. Dalam kunjungannya Menristek disambut langsung oleh Direktur Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio beserta para jajarannya.

Dalam kunjungannya, Menristek beserta para pejabat terkait mengunjungi laboratorium genetik yang merupakan salah satu laboratorium kelainan sel-sel darah merah. pekerjaan yang dilakukan dalam laboratorium tersebut adalah penelitian membran sel (sel darah merah), seperti Thalasemia dan Hemoglobin.

“Dalam hal ini dilakukan dua penelitian, yaitu penelitian populasi dan penelitian pasien. Penelitian populasi dilakukan untuk melihat frekuensi dari penyakit dan data sangat berguna untuk program pencegahan. Penelitian menggunakan pasien untuk mencari faktor – faktor yang mungkin membuat klinis bervariasi,” ujar Dr. Iswati Alida yang merupakan salah satu peneliti Lembaga Eijkman.

Selanjutnya Menristek beserta rombongan mengunjungi fasilitas genomic dan fasilitas DNA forensik yang dipandu langsung oleh Prof. Herawati. Dalam kunjungannnya ke fasilitas DNA Forensik Prof. Herawati menjelaskan di laboratorium ini terdapat fasilitas forensik yang diberikan oleh pemerintah Indonesia karena keberhasilan menguak identitas dari pelaku bom bunuh diri. Kasus tersebut merupakan satu contoh translasi dari penelitian fundamental yang dilakukan menggunakan pendata genetik untuk identifikasi.

Pada saat kunjungan ke Laboratorium GCLP Dengue,  Dr. Tedjo menjelaskan penelitian genomic virus dengue di Indonesia dan uji klinik vaksin baru serta kegiatan yang ada di laboratorium Hepatitis.

Dalam acara ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Agus Puji; Deputi Bidang Jaringan Iptek, Agus R Hoetman; Staf Ahli Menristek Bidang Pangan dan Pertanian, Benyamin Lakitan; dan Staf Ahli Menristek Broto Sugeng Kardono.

Ungkapan Rasa Syukur Sebagai Induk Holding; Santuni Anak Yatim dan Para Janda

Di halaman masjid Nurul Hikmah Kantor Direksi PTPN III medan Jalan Sei batanghari No 2 telah dilaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada 120 anak yatim dan 22 janda di lingkungan sekitar kantor direksi. Penyerahan bingkisan dalam bentuk uang sebesar Rp 250.000 kepada masing-masing anak yatim dan uang sebesar Rp 500.000 beserta sembako yang terdiri dari 10 kg beras, 5 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dua kaleng susu kental manis, satu kaleng sarden dan 1 botol kecap manis kepada 22 orang janda yang diperoleh dari dana CSR.
Harianto, SH, Direktur SDM dan Umum dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pemberian santunan ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas dipilihnya PTPN III sebagai induk holding BUMN perkebunan yang menghimpun 14 PTPN di Indonesia.
“PP holding perkebunan sudah terbit pada tanggal 2 Oktober 2014 lalu oleh Menteri BUMN. Kita harus lebih baik dari hari ini dan inovasi sangat dibutuhkan karena beban berat menjadi induk holding bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipikul,” katanya di depan seluruh hadirin seraya mengharapkan doa agar PTPN III mampu menghadapi dan mengemban amanah pemegang saham.
Ia juga menghimbau kepada para karyawan yang ingin menyumbang untuk membantu para janda dan anak-anak yatim di lingkungan keluarga besar PTPN III khususnya di Kandir bisa melalui rekening tabungan yang sudah dipersiapkan. Harianto juga berharap agar semangat berbagi terhadap sesama ini menular ke tiap-tiap distrik di PTPN III. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Tengku Syahmi Johan, Direktur Produksi, Alexander Maha, Direktur Perencanaan dan pengembangan, para distrik manajer dan karyawan serta anak yatim dan janda penerima santunan.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA