usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Jumat, 30 Mei 2014

Turki Dapat Menjadi Penghubung Bagi Produk Ekspor Indonesia ke Eropa dan Afrika


KONYA – Turki merupakan mitra penting Indonesia dalam perdagangan Internasional. Posisi Turki yang strategis dapat menjadi penghubung untuk produk-produk Indonesia, termasuk produk pertanian ke pasar Eropa dan Afrika.

Menteri Pertanian RI Suswono mengungkapkan hal tersebut saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Selcuk, Rabu (28/5) di Konya, Turki. Pada acara yang juga  dihadiri civitas akademika, termasuk Rektor Universias Selcuk, Prof Dr Hakki Gokbel tersebut, Mentan memberikan kuliah umum dengan tema Memperkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Turki Melalui Kerjsama Pertanian dan Agribisnis.

Mentan Suswono menyatakan, Indonesia dan Turki dapat bersinergi memanfaatkan peluang pasar di masing-masing negara. Turki yang beriklim subtropis tentunya membutuhkan produk-produk pertanian yang hanya dapat tumbuh di iklim tropis. Demikian juga sebaliknya, Indonesia tentunya membutuhkan produk-produk pertanian yang hanya bisa dihasilkan di Negara subtropis, seperti Turki.

“Masing-masing memiliki produk unggulan yang dibutuhkan dan dapat diperdagangkan antar kedua Negara,” kata Mentan Suswono.

Mentan memamparkan, tahun 2013 lalu impor produk pertanian Indonesia dari Turki mencapai AS$ 88,6 juta, Jenis produk yang diimpor adalah tembakau dan gandum. Sementara ekspor produk pertanian Indonesia ke Turki meliputi minyak kelapa sawit, karet, dan produk pertanian lainnya dengan nilai AS$ 476,3 juta.

Kesempatan kuliah umum tersebut dipakai Mentan Suswono untuk mengklarifikasi tuduhan miring terkait produk minyak kelapa sawit, terutama dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan. Sejumlah negara tujuan ekpsor di pasar Eropa melancarkan kampanye negatif terhadap produk minyak kelapa sawit.

“Minyak kelapa sawit terbukti lebih unggul dari minyak nabati lainnya dalam hal ekonomi , sosial, dan lingkungan,” tegas Mentan.

Bahkan, lanjut Mentan, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Tine Sundtoft menegaskan, pelarangan produk minyak kelapa sawit adalah keliru, karena hal itu mempersulit upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Mentan menambahkan, sebagai negara yang memposisikan sektor pertanian sebagai andalan perekonomian, Indonesia sangat bekomitmen terhadap pelestarian sumber daya alam, termasuk dalam hal ini prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang harus diaplikasikan industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir.


Sejak tahun 1990 pemerintah Indonesia memiliki perangkat regulasi yang lengkap dan kuat untuk mengatur industri kelapa sawit. Tahun 2011 regulasi yang ada diperkuat lagi dengan keharusan memiliki ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) sebagai mandatory bagi industri kelapa sawit.

“Tahun 2014 ini semua industri kelapa sawit harus sudah memiliki ISPO,” jelas Mentan.

Menurut Mentan, upaya-upaya yang dilakukan Indonesia terkait pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan sudah diakui dan mendapat dukungan dari Parlemen Eropa. Dalam pertemuan baru-baru ini di Brussel, Parlemen Eropa dapat menyatakan, pembangunan industri kelapa sawit Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainable).

BI Akan Pastikan Pasokan Pangan Terkendali



Jakarta, 30/05/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) akan mewaspadai dan memastikan supply dan demand pasokan pangan tetap terkendali menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini untuk meminimalisir laju inflasi yang akan tinggi karena pengaruh musiman tersebut.
“Secara musiman memang inflasi akan naik di Bulan Juni dan puncaknya di Bulan Juli. Tapi kita perkirakan tidak akan sebesar tahun lalu,” ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (30/5).
Menurutnya, untuk mengendalikan tingkat inflasi tidak melonjak tajam pihaknya mengaku akan menjaga pasokan kepada masyarakat, secara khususnya mengenai harga pangan. Selain itu, BI meminta komitmen semua pimpinan daerah untuk menjaga pasokan, distribusi, dan informasi harga.
Kerja sama antara daerah, sambung dia, perlu diperkuat untuk menghindari adanya daerah yang kelebihan pasokan pangan, sementara ada daerah lain yang kekurangan pasokan. “BI sendiri akan mengeluarkan policy-policy prudent dari sisi moneter untuk menjaga agar permintaan tetap terkendali,” pungkasnya. (ans)

Kemenpera Terus Upayakan Kebijakan Rumah Murah Untuk Rakyat


JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan terus mengupayakan kebijakan rumah murah untuk rakyat Indonesia. Guna mengatasi masalah keterbatasan lahan akibat pertumbuhan hunian,  Kemenpera bahkan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan subsidi KPR FLPP untuk rumah tapak mulai 31 Maret 2015 mendatang.
“Kita akan fokuskan penyaluran KPR FLPP di Rusun, kalau bangun rumah tapak terus menerus, akan menggerus lahan produktif yang ada saat ini”, ungkap Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo di Kantor Kemenpera, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ke depan, imbuhnya, Kemenpera akan memfokuskan penyaluran bantuan subsidi KPR FLPP untuk Rumah Susun. Kelompok sasaran untuk KPR Sejahtera susun adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap paling banyak Rp 7 juta. Sedangkan harga Rusun memiliki batasan harga yang berbeda di setiap provinsi.  Batasan harga Rusun paling  rendah berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Rp 6,9 juta per meter persegi dan paling tinggi adalah di Provinsi Papua yaitu Rp 15 juta per meter persegi.
Hal senada juga disampaikan, Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kemenpera, Budi Hartono. Dirinya mengungkapkan BLU PPP siap mendukung kebijakan Kemenpera tersebut.
“Pembangunan rumah tapak dalam jangka panjang memiliki beberapa dampak negatif. Wilayah yang terus berkembang melebar menyebabkan semakin jauhnya tempat tinggal penduduk dari pusat perekonomian, sehingga menyebabkan tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung oleh masyarakat,” terangnya.
Semakin padatnya tempat tinggal penduduk di Jakarta, imbuhnya, membuat kota-kota di sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok menjadi kota penyangga untuk menjadi tempat tinggal penduduk. Saat ini keberadaan kota-kota penyangga bahkan telah meluas ke daerah Cikarang, Cikampek, Cilegon dan sekitarnya.
Tempat tinggal masyarakat yang jauh dari  pusat perekonomian, menyebabkan pemborosan di berbagai sektor, seperti sektor transportasi. Masyarakat saat ini lebih memilih berpergian dengan menggunakan kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum, yang pada akhirnya menyebabkan subsidi Bahan Bakar Minyak   pemerintah semakin besar. Selain itu akibat dari semakin melebarnya wilayah terdapat kerugian akan hal-hal yang tak bisa diukur nilai ekonomisnya, seperti kehilangan waktu yang berdampak pada berkurangnya banyak kesempatan yang bisa diperoleh seseorang.
“Untuk meningkatkan hunian di rumah susun, maka Kemenpera mengharap kerjasama dari pemerintah daerah untuk turut mendukung kebijakan ini dengan membatasi ijin rumah tapak di beberapa daerah dan turut melakukan sosialisasi tentang Rusun kepada masyarakat luas,” katanya.
Sebagai informasi, salah  satu pertimbangan besar bagi seseorang ketika akan membeli rumah adalah harga dan lokasi rumah yang strategis. Namun saat ini harga rumah semakin tinggi, rumah di lokasi strategis hanya dapat dijangkau oleh kalangan menengah ke atas. Hal ini menjadi dilema bagi masyarakat  dalam membeli rumah. Di satu sisi masyarakat ingin membeli rumah yang dekat dengan lokasi pekerjaan, namun rumah dengan harga yang terjangkau biasanya terletak di lokasi yang jauh dari tempat bekerja. Sementara lokasi yang jauh menyebabkan biaya transportasi yang besar dan memakan waktu perjalanan.
Selain itu, semakin terbatasnya lahan untuk perumahan di kota-kota besar membuat harga tanah semakin melambung tinggi. Tanah merupakan komponen utama yang memiliki proporsi tinggi dalam biaya pembangunan rumah. Karena itu para developer lebih memilih untuk membangun perumahan untuk kelas menengah keatas, karena keuntungannya yang lebih besar.
Untuk memperhatikan keseimbangan  pertumbuhan dan pembangunan wilayah bagi MBR agar memperoleh rumah yang layak dan terjangkau, Kemenpera telah mengeluarkan kebijakan kawasan hunian berimbang, yaitu dimana setiap developer harus membangun rumah dengan perbandingan sekurang-kurangnya 3 : 2 : 1, yaitu 3 rumah sederhana, berbanding 2 rumah menengah, berbanding 1 rumah mewah. Sedangkan untuk Rumah susun, komposisinya adalah sekurang-kurangnya 20% dari total luas lantai Rusun komersial yang dibangun. 
Untuk mendorong masyarakat agar memiliki rumah dengan harga yang terjangkau dan cicilan yang murah, Kemenpera juga mengeluarkan program KPR Fasilitas Likuiditas Penyediaan Perumahan (FLPP). Program ini dilaksanakan oleh Kemenpera bekerjasama dengan bank untuk menyediakan subsidi perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bungafixed 7.25% dengan jangka waktu paling lama 20 tahun. Dengan skema KPR FLPP ini, lebih  banyak bantuan yang dapat disalurkan, karena dana dari pemerintah yang digabungkan dengan dana dari bank terus bergulir.
“Pada tahun 2013 lalu Kemenpera melalui Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) telah menyalurkan KPR FLPP untuk 104.712 unit rumah. Sedangkan untuk 2014 ini, BLU PPP menganggarkan dana pembiayaan FLPP untuk 57.792 unit rumah senilai Rp 4,49 T,” terangnya.

Training Kit Liverpool Berlogo Garuda Indonesia


Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di  Central Park Mall, Jakarta, hari Kamis (29/5) malam. (foto: egan/kemenpora.go.id)
Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di Central Park Mall, Jakarta, hari Kamis (29/5) malam. (foto: egan/kemenpora.go.id)
Jakarta: Hari Kamis (29/5) malam Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta.
Peresmian Training Kit ini adalah bagian dari pengembangan kerjasama antara maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan klub sepakbola Inggris,  Liverpool pada tahun 2012 lalu.Training Kit ini akan digunakan oleh seluruh pemain dan staf kepelatihan Liverpool FC untuk musim 2014/2015 dan musim 2015/2016. Dalam peresmian ini juga hadir 3  pemain legendaris dari Liverpool FC yakni Phil Thompson, Dietmar Hamann dan Luis Garcia.
Menpora Roy Suryo mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kerjasama dan peresmian Training KitLiverpool FC ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia karena kita semua bangga karena ada tulisanIndonesia. Atas nama pemerintah Indonesia kita patut mengucap syukur dan selamat kepada Garuda Indonesia yang telah menjadi global flier,” katanya. 
“Klub sepakbola Liverpool sudah terkenal, usianya sudah 122 tahun sejak didirikan 15 Maret 1892. Ini adalah ide dan terobosan bagus. Saya mengapresiasi kerjasama selama dua tahun kedepan ini semoga dengan ini akan meningkatkan semangat para atlet olahraga kita khususnya sepakbola,” kata Roy Suryo.
Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan kegembiraannya atas peresmian Training Kit khusus Liverpool FC dengan logo Garuda Indonesia yang tertulis di bagian dada. "Ini adalah malam bersejarah bagi Garuda dan Bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya seluruh pemain Liverpool FC akan memakai Training Kit   dengan logo Garuda Indonesia untuk periode musim Liga Inggris 2014/2015 dan musim 2015/2016,” katanya. (ben)
sumber: http://kemenpora.go.id

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA