Pada hari Rabu, tanggal 6 Januari 2016 pukul 14.30 WIB, Menteri Sosial RI, Ibu Khofifah Indar Parawansa, telah melantik sebanyak 40 orang Pejabat Pimpinaaan Tinggi Pratama Eselon II. Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Aneka Bhakti Kantor Pusat Kementerian Sosial tersebut dihadiri oleh Pejabat Eselon I, II, III dan beberapa undangan lain.
Adapun nama yang baru dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor Orpeg.14B-I-8-2016 sampai dengan Orpeg.14B-I-48/2016 adalah sebagaimana dapat dilihat dalam tabel yang dapat diunduh di sini.
Ibu Menteri untuk segera mengenali serta meyesuaikan dengan jabatan yang baru dan melakukan Percepatan Kerja di tahun 2016 ini sesuai dengan apa yang di instruksikan Bapak Presiden. Akhirnya kepada para pejabat yang baru dilantik diucapkan selamat melaksanakan amanah yang telah dipercayakan kepada Saudara-saudara sekalian dan semoga sukses.
|
Kamis, 07 Januari 2016
Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Sosial RI
02.19.00
No comments
Museum KAA: 20 Negara Dipastikan Tampil di Global Village 2016
02.02.00
No comments
Poster publikasi acara Global Village 2016: Travel The World Within a Day. (Desain poster: Faris)
Bandung – Sebanyak dua puluh negara dipastikan akan menghadiri festival budaya Global Village 2016: Travel The World Within a Day yang digelar di Museum KAA Bandung, 08 Januari 2016 mendatang.
"Hingga hari ini sudah dua belas negara yang menyatakan mengkonfirmasi kepastian ikut menghadiri Festival Global Village ini. Kami bekerja sama dengan AIESEC Bandung dalam gelaran festival kali ini," kata Kepala Museum KAA, Thomas A. Siregar di Bandung, Selasa (05/01) kepada Tim Humas Sahabat Museum KAA.
Ia menjelaskan, keduabelas negara yang telah mengkonfimasi partisipasinya antara lain Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Tiongkok, India, Korea Selatan, Laos, Oman, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Meksiko, dan Selandia Baru.
"Kita akan menunggu konfirmasi kedatangan yang lain dalam waktu dekat ini," sebutnya.
Sementara itu, manajer pertunjukan, Faris, mengemukakan bahwa festival Global Village akan menampilkan beberapa mata acara antara lain penampilan nyanyian dan tarian, penampilan angklung dari anak-anak panti asuhan RPSAA Ciumbuleuit, dan stand pameran yang menyajikan pakaian, makanan, dan benda cinderamata khas negara masing-masing.
"Kita buat seperti ini karena supaya lebih interaktif. Jadi, para penampil harus benar-benar dekat dengan pengunjung Museum KAA. Kalau untuk stand pameran kami gelar outdoor di Selasar Timur Museum KAA," kata project officer AIESEC Bandung ini.
Faris menambahkan, para penampil itu adalah Exchange Participants AIESEC. Mereka telah berada di Bandung rata-rata dua bulan. Selain berbagi pengetahuan, mereka juga getol mempelajari Bahasa Indonesia dan kebudayaan setempat. Dia berharap agar acara ini dapat memberi kesempatan kepada para tamu yang datang untuk mempelajari dan berinteraksi langsung dengan budaya-budaya yang berbeda dari seluruh dunia.
"Dengan even ini mari kita buktikan ke dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi keragaman dunia. Ini sejalan dengan cita-cita Global Village untuk merayakan perbedaan, multikulturisme, dan toleransi secara global. Kami percaya bahwa cultural-understanding dapat terjadi dengan pikiran yang terbuka dan keingingan untuk belajar," ungkap Faris.
AIESEC merupakan organisasi pemuda internasional yang berada di 127 negara di dunia. Salah satu Local Committee AIESEC berada di Kota Bandung, Indonesia. Fokus organisasi ini adalah pada pengembangan kepemimpinan, manajemen, dan kesadaran sosial akan isu-isu dunia dengan cara-cara khas, yaitu melalui Exchange (pertukaran pelajar Internasional), Internship (Magang Internasional) dan Team Member Program. Sedangkan, Global Village sendiri merupakan salah satu program dari AIESEC Bandung yang diadakan rutin setiap tahunnya. Ini bukan kali pertama bagi Museum KAA berkerja sama dengan Local Committee AIESEC Kota Bandung. Sebelumnya telah ada beberapa program budaya yang digulirkan bersama.
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemerintah Tanda Tangani 644 Kontrak Proyek
01.37.00
No comments
Jakarta, 07/01/2016 Kemenkeu - Pemerintah terus berupaya menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mengawali tahun 2016, pemerintah telah melakukan penandatanganan 644 paket kontrak kegiatan senilai Rp8,81 triliun pada Rabu (6/1).
Penandatanganan dilakukan secara serentak di lima daerah, yaitu Medan, Banjarmasin, Surabaya, Manado, dan Jayapura, yang disaksikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui video conference dari ruang Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta.
Dari 644 paket pekerjaan tersebut, sebanyak 597 paket merupakan paket kecil dengan nilai kontrak di bawah Rp50 miliar, yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi di daerah. Sementara, 47 paket lainnya merupakan paket besar dengan nilai di atas Rp50 miliar.
Presiden berharap, dengan telah ditandatanganinya kontrak, pelaksanaan proyek-proyek tersebut dapat segera dilakukan. “Kontrak-kontrak harus dimulai di awal Bulan Januari dan pekerjaan juga harus dimulai di awal Januari,” tegas Presiden.
Ia mengungkapkan, pekerjaan proyek yang dilaksanakan pada awal tahun juga akan memberikan stimulasi pada pertumbuhan ekonomi, terlebih setelah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Dengan dimulainya era persaingan MEA, Presiden berharap, bergulirnya proyek infrastruktur oleh Kementerian PUPR tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan yang besar.
“Usahakan proyek-proyek ini banyak menyerap tenaga kerja. Artinya padat karya, tanpa melupakan bahwa kita harus menggunakan teknologi, harus menggunakan alat berat,” tegasnya.
Selain itu, presiden juga mengingatkan agar proyek-proyek tersebut dapat melibatkan lebih banyak kontraktor lokal, khususnya untuk proyek-proyek yang nilainya tidak lebih dari Rp50 miliar. Terakhir, ia juga menegaskan untuk meningkatkan penggunaan local content dalam proyek-proyek tersebut. “Jangan dikit-dikit impor, dikit-dikit impor, enggak. Stop itu, gunakan barang-barang lokal,” tambahnya.
Menag: Paku Alam X, Pemimpin yang Mengayomi Masyaraka
01.29.00
No comments
Yogyakarta (Pinmas) —- Kanjeng Bendara Pangeran Hario Prabu Suryodilogo baru saja dinobatkan sebagai Paku Alam X. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ikut hadir dalam upacara penobatan itu menilai, sosok Adipati Di Praja Dalem Kadipaten Pakualaman ini merupakan pemimpin yang bisa mengayomi dan mampu mendengarkan aspirasi masyarakat Jogjakarta.
“Kepemimpinan beliau adalah kepemimpinan yang bisa mengayomi kita dan mampu mendengarkan aspirasi masyarakat Jogja,” kata Menag usai mengikuti rangkaian acara Jumenengan Paku Alam X atau pengukuhan sebagai raja Paku Alam ke X di Bangsal Sewatama, Pakualam, Yogyakarta, Kamis (7/1)..
Di mata Menag Lukman, rangkaian acara pengukuhan ini merupakan budaya yang luhur. Seperti halnya, saat melihat Tarian “Angron Akung” yang usianya sudah begitu lama dan ditampilkan dengan penuh hikmat, kaya dengan simbol-simbol yang tentu dalam konteks kekinian memiliki makna dan nilai-nilai luhur. “Yogyakarta, khususnya Pakualaman, mempunyai tradisi panjang dalam menjaga nilai-nilai budaya itu,” papar Menag.
Menag yang didampingi Ibu Trisna Willy, Dirjen Bimas Islam Machasin, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, juga menyampaikan bahwa masyarakat Yogja masih mampu melestarikan nilai luhur yang sangat urgensi di tengah globalisasi sekarang ini.
Selain itu, Menag menilai sosok Pakualam X sebagai orang yang populis dan rendah hati, merakyat, serta tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya adalah keluarga dan keturunan Pakualaman. “Sangat cairlah, sangat merakyat,” tambah Menag yang pernah belajar bersama dengan Pakualam X saat menimba ilmu di SMP 11 Jakarta.
Tampak hadir dalam acara Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri bersama Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Terlihat hadir juga Sri Sultan Hamengkubuwana X serta para raja, antara lain Gendhing Pakurmatan Karaton Ngayogyakarta: Gendhing Rajamanggal Prabu Mataram sarta Tedhak Saking, Gendhing Pakurmatan Karaton Surakarta: Gending Srikaton, Gendhig pakurmatan Kadipaten Mangkunegaran: Ktw Puspawarna sarta Udan Mas, Pakurmatan Kebo Giro, dan para nata Cirebon lan Karangasem Bali.
Sumber : www.kemenag.go.id
“Kepemimpinan beliau adalah kepemimpinan yang bisa mengayomi kita dan mampu mendengarkan aspirasi masyarakat Jogja,” kata Menag usai mengikuti rangkaian acara Jumenengan Paku Alam X atau pengukuhan sebagai raja Paku Alam ke X di Bangsal Sewatama, Pakualam, Yogyakarta, Kamis (7/1)..
Di mata Menag Lukman, rangkaian acara pengukuhan ini merupakan budaya yang luhur. Seperti halnya, saat melihat Tarian “Angron Akung” yang usianya sudah begitu lama dan ditampilkan dengan penuh hikmat, kaya dengan simbol-simbol yang tentu dalam konteks kekinian memiliki makna dan nilai-nilai luhur. “Yogyakarta, khususnya Pakualaman, mempunyai tradisi panjang dalam menjaga nilai-nilai budaya itu,” papar Menag.
Menag yang didampingi Ibu Trisna Willy, Dirjen Bimas Islam Machasin, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, juga menyampaikan bahwa masyarakat Yogja masih mampu melestarikan nilai luhur yang sangat urgensi di tengah globalisasi sekarang ini.
Selain itu, Menag menilai sosok Pakualam X sebagai orang yang populis dan rendah hati, merakyat, serta tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya adalah keluarga dan keturunan Pakualaman. “Sangat cairlah, sangat merakyat,” tambah Menag yang pernah belajar bersama dengan Pakualam X saat menimba ilmu di SMP 11 Jakarta.
Tampak hadir dalam acara Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri bersama Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Terlihat hadir juga Sri Sultan Hamengkubuwana X serta para raja, antara lain Gendhing Pakurmatan Karaton Ngayogyakarta: Gendhing Rajamanggal Prabu Mataram sarta Tedhak Saking, Gendhing Pakurmatan Karaton Surakarta: Gending Srikaton, Gendhig pakurmatan Kadipaten Mangkunegaran: Ktw Puspawarna sarta Udan Mas, Pakurmatan Kebo Giro, dan para nata Cirebon lan Karangasem Bali.
Sumber : www.kemenag.go.id
Langganan:
Komentar (Atom)








