Selasa, 04/02/2014 - 11:33
Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Frankfurt Book Fair (FBF) melalui program strategis. Salah satunya dengan mengajukan diri untuk menjadi tamu kehormatan atau Guest of Honour (GoH) dalam Frankfurt Book Fair 2015.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti menjelaskan alasan Indonesia mengambil posisi sebagai tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair.
"Yang pertama, kita melihat pameran buku. Dalam hal ini kita melihatnya budaya di Indonesia," ujarnya, dalam acara Sharing Session III Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015, di Goethehaus Goethe-Institut Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2014) malam.
Kedua, tambah Wiendu, Indonesia dirasa layak untuk terus menerus tampil di panggung internasional. Karena, sisi-sisi intelektual Indonesia masih belum diketahui oleh dunia.
"Melalui buku kita bisa menunjukkan kekayaan Indonesia," ucapnya.
Wiendu menyampaikan, Kemdikbud telah membentuk lima komite, yaitu komite buku dan penerjemahaan, komite kerja sama, komite simposium atau protokol, komite totalitas diplomasi budaya dan komite pameran.
"Kelima komite ini sudah bekerjasama, intinya kita sudah serius ikut ini. Peran fungsi sebagai Frankfurt Book Fair sudah menuju pada Oktober 2015 nanti," ucapnya.
Sebelumnya, pada Juli 2012, Presiden Frankfurt Book Fair (FBF), Juergen Boos, telah berkunjung ke Indonesia untuk memastikan kesiapan Indonesia menjadi Guest of Honour (GoH) di FBF 2015. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, mewakili Mendikbud Mohammad Nuh, menerima kedatangan Presiden FBF pada courtesy call di di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (16/7/2012).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intens yang pernah disampaikan Mendikbud pada tahun 2011 mengenai keinginan Indonesia menjadi Guest of Honour pada Frankfurt Book Fair. Negara yang menjadi Guest of Honour dalam Frankfurt Book Fair akan menampilkan diri selama lima hari di paviliunnya dalam ruangan forum, dengan menghadirkan penulis, terjemahan buku-buku, sesi pembacaan, diskusi, serta acara-acara lainnya. (Desliana Maulipaksi)
Sumber : Kemendikbud








