Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, hari Rabu (12/2) pagi menjadi nara sumber pada Lokakarya Nasional Penerapan Teknologi Tepat Guna, di Hotel Santika Yogyakarta. (foto: nas/kemenpora.go.id)
(12/2) pagi pada Lokakarya Nasional Penerapan Teknologi Tepat Guna, di Hotel Santika Yogyakarta.
"Pada ASIAN Games di Guangzhou 2010, kita menduduki peringkat 15 dengan memperoleh 4 medali emas yang berasal dari cabor Perahu
Dragon 3 emas dan Bulutangkis 1 emas. Di ASIAN Games Incheon, untuk menduduki peringkat 10 kita harus memperoleh 9 medali emas, atau 2
persen dari 437 medali emas yang diperebutkan. Untuk mendapatkan 9 emas itu kita harus bekerja keras dengan prioritas nomor, bukan lagi cabor, karena ASIAN Games tinggal 7 bulan lagi," katanya.
Ditambahkan, hingga saat ini jumlah atlet yang akan diberngkatkan ke Incheon 149 orang. Menurut Djoko Pekik, dalam SEA Games XXVI yang berlangsung di Myanmar dua bulan lalu, prestasi Indonesia dianggap tidak berhasil karena kontingen Indonesia duduk di peringkat 4. "Untuk jadi juara umum SEA Games diperlukan 25 sampai 30 persen medali, dan kita mmematok 120 emas, tetapi hasilnya cuma 55 persen. Thailand jadi juara umum dengan memperoleh 107 medali emas, itu hanya 23 persen dari jumlah medali emas yang diperebutkan.
Dijelaskan, untuk pembinaan olahraga, mau tidak mau kita harus fokus pada nomor, bukan lagi pada cabor, mengingat kondisi anggaran yang ada. "Dalam hal anggaran, saat ini pemerintah menampatkan olahraga pada prioritas ke 14, dengan anggaran sebesar 0,33 persen dari APBN. Bandingkan dengan Diknas yang 20 perse. Tetapi dengan anggaran dana yang sedikit itu, mari kita manfaatkan secara optimal. Kuncinya adalah pada strategi, yaitu fokus pada prioritas," kata Djoko Pekik.
Sumber:








