usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Selasa, 21 April 2015

Menag: Agama Anjurkan Monogami

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa agama pada dasarnya menganjurkan monogami. Hal ini disampaikan Menag saat dimintai pendapatnya terkait dengan praktik poligami yang dilakukan sebagian masyarakat Indonesia.
Meski demikian, Menag mengakui bahwa pandangan seperti ini masih bisa diperdebatkan dan berpotensi memunculkan perbedaan pandangan. Hal itu, menurut Menag, akan kembali pada pilihan masing-masing.
“Pada dasarnya, agama menganjurkan monogami, meski jika hal ini diperdebatkan, pasti akan muncul perbedaan, dan jalan keluarnya akan menjadi pilihan masing-masing,” jelas Menag menjawab pertanyaan wartawan dalam tayangan di salah satu stasiun televise swasta, Jakarta, Selasa (21/04).  Dalam kesempatan itu, Menag  didampingi Staf Khusus Hadi Rahman, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, dan Kabag TU Pimpinan (Sesmen) Khoirul Huda.
Menurut Menag,  peraturan terkait poligami bisa dilihat pada UU No 1 Tahun 1974 dan  Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1983. Jika ada masyarakat menghendaki poligami, lanjut Menag, negara memberi syarat, harus ada ijin tertulis dari istri.
“Pada prinsipnya, negara tidak membatasi, namun syarat-syarat ini, lebih pada melindungi dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan. Ini jika poligami dilakukan secara resmi,” kata Menag.
Jika poligami dilakukan secara sirri, Menag menegaskan bahwa negara tidak bisa melindungi, jika di kemudian hari, ada masalah, karena tidak ada legalitas. Dalam kasus seperti ini, biasanya anak yang menjadi korban. “Mau monogami atau poligami, saya rasa, kita lebih baik melihat tujuan pernikahan. Bahwa pernikahan adalah sebuah peristiwa sakral, sebuah akad untuk membangun sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Jika hal ini tidak tercapai, berarti ada yang salah,” urai Menag.

Sumber : www.kemenag.go.id

Menko Perekonomian Yakin Ada Peningkatan Ekonomi Tahun Ini



Jakarta, 21/04/2015 Kemenkeu - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun ini akan meningkat, jika dibanding dengan angka pertumbuhan tahun 2014. Ini disampaikannya dalam diskusi yang merupakan rangkaian acara World Economic Forum East Asia 2015. “Indonesia memiliki tenaga kerja yang melimpah dan jumlah konsumen yang besar sebagai kekuatan fundamental pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” katanya seperti dikutip  melalui laman ekon.go.id pada Selasa (21/04).
Ia menggarisbawahi salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan investasi, yaitu dengan meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). PTSP yang diluncurkan pada Januari lalu di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ditujukan untuk menyediakan pelayanan perizinan dan non perizinan yang mudah, cepat, akurat, transparan dan akuntabel.
“Dari sisi investasi telah terjadi peningkatan di antara negara berkembang. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain, terbatasnya kesempatan untuk tumbuh di pasar domestik, faktor efficiency-driven, dan ketersediaan bahan baku di negara berkembang lainnya,” jelasnya.
Sofyan berharap bahwa tren menarik dari perdagangan dan investasi Selatan-Selatan dapat menjadi sebuah potensi positif dari negara berkembang, untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, ini juga berpotensi untuk memperkuat jaringan ekonomi global, dan meminimalisir gap antara negara berkembang dan negara maju.

Presiden: Stop Ekspor Bahan Mentah!


Jakarta, 21/04/2015 Kemenkeu - Meskipun memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan ekspor bahan mentah sebagai tulang punggung perekonomian. Presiden Joko Widodo menilai, sudah saatnya Indonesia melakukan hilirisasi.
Lebih lanjut Presiden menguraikan, pengalaman pada masa lalu menunjukkan bahwa booming SDA tidak mampu membuat fondasi pembangunan ekonomi yang baik, karena Indonesia hanya mengekspor bahan mentah dan melupakan hilirisasi.
Ia mencontohkan, pada saat terjadi booming minyak bumi pada era 1970-an dan kayu pada era 1980-an, Indonesia memang sempat menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi tidak berkesinambungan. Hal yang sama kembali terulang saat terjadi booming mineral mentah dan batu bara (minerba).
“Itu sebuah kesalahan, kenapa tidak kita kunci, kita miliki. Kalau kamu mau buat industri, buat di Indonesia. Batubara banyak di sini, sehingga akan ada keuntungan pajak, tenaga kerja, nilai tambah yang lain-lain, akan banyak sekali. Inilah yang akan kita lakukan,” papar Presiden baru-baru ini sebagaimana dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.
Oleh karena itu, pemerintah akan mulai menghentikan ekspor bahan mentah, termasuk mineral secara bertahap. Presiden menambahkan, sudah saatnya Indonesia melakukan hilirisasi. “Ini harus kita olah, hilirisasinya ada di Indonesia. Kita sudah tidak mau lagi kita kirim mentahan. Diolah di sana, kembali ke sini, kita beli,” tegasnya.
Selain memberikan nilai tambah pada produk ekspor, hilirisasi juga diyakini akan menciptakan lapangan kera yang cukup besar. “Itulah yang kita inginkan,” pungkasnya.

KADIN Janji Tindaklanjuti Hasil Konferensi

Selasa, 21 April 2015
Jakarta - Perhelatan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika benar-benar tidak berhenti pada selebrasi semata. Salah satu buktinya, KADIN dengan tegas berkomitmen untuk menindaklanjuti semua hasil konferensi yang terkait dengan isu perdagangan. Banyak peluang belum termanfaatkan.
Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Asosiasi, Noke Kiroyan, yang juga merupakan Ketua Pelaksana Asian-African Business Summit (AABS) 2015. “Setiap keputusan konferensi, kami ingin ada tindaklanjutnya secara kongkrit, terutama untuk sektor pengembangan bisnis di kawasan Asia Afrika,” ujarnya dengan mimik serius.
Pernyataan tersebut disampaikan pada saat penyelenggaraan Asian African Business Forum dengan tema “Revitalisasi Kemitraan Asia Afrika untuk Kemajuan dan Kemakmuran” pada 21 April 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC). Dalam kesempatan ini hadir tidak kurang dari 500 delegasi yang berasal dari 45 negara di kedua kawasan.
Noke menilai, pertemuan ini sangat strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan peluang bisnis dan investasi. “Infrastruktur dan industri strategis kita harapkan dapat tersentuh investasi. Semoga ada realisasi setelah pelaksanaan acara ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menggarisbawahi, kemitraan Asia Afrika kini memasuki masa yang menarik. Dikatakan, dalam dekade ini terdapat proyeksi pertumbuhan ekonomi yang membaik di kedua kontinen sehingga membuka aneka peluang kerjasama ekonomi dan bisnis yang lebih besar yang selama ini belum tergali. Sementara itu, keinginan aneka perusahaan dari kedua kontinen untuk melakukan perdagangan dan investasi semakin meningkat.
Adanya komlementaritas antara ekonomi negara-negara Asia dan Afrika, misalnya dalam kerangka Perjanjian Perdagangan Bebas antara negara-negara ASEAN dan Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC), negara-negara Afrika Sekatan menyediakan produk-produk pertanian, sedangkan negara-negara ASEAN menyediakan priduk elektronik, mesin-mesin, dan mobil,” katanya.
Kadin sendiri menargetkan, volumer pedagangan Indonesia ke Afrika akan meningkat sekitar 80 persen dalam kurun waktu tiga tahun kedepan, dari sekitar 11 milyar dolar menjadi sekitar 20 milyar dolar per tahun. Nilai tersebut pada galibnya masih jauh lebih rendah dibandingkan nilai perdaganagan Afrika dan Cina yang mencapai 200 milyar dolar, atau antara Afrika dan India sebesar 70 milyar dolar.
Kita perlu menjajagi peluang-peluang binsis, serta promosi perdagangan yang lebih baik lagi diantara negara-negara Asia Afrika,” kata Ketua Pelaksana AABS 2015, Noke Kiroyan.

Indonesia Tegaskan Kembali Komitmen Mendukung Kemerdekaan dan Memberikan Capacity Building pada Palestina.

Selasa, 21 April 2015
Menlu RI, Retno L.P Marsudi telah mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada pertemuan dengan Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah di sela sela rangkaian kegiatan Konferensi Asia Afrika 2015. 

Dalam pertemuan, Presiden RI menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, dan mengharapkan agar momentum KAA 2015 dan dokumen deklarasi Palestina yang akan menjadi salah satu dokumen akhir pertemuan, dapat mengoptimalkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Indonesia merupakan Negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Palestina, beberapa saat setelah Yasser Arafat mendeklarasikan kemerdekaan Palestina di Alger, Aljazair, 15 November 1988.

Kedua negara saat ini juga dalam tahap untuk merealisasikan penunjukan Konsul Kehormatan RI di Ramallah sebagai bentuk nyata pengakuan diplomatik Indonesia terhadap Palestina. 

Pada pertemuan ini, PM Palestina menyambut baik komitmen Indonesia untuk melanjutkan bantuan dalam berbagai program pengembangan kapasitas untuk Palestina. 

Selama periode 2008-2013, Indonesia telah menyediakan 128 program dan modul pelatihan yang dimanfaatkan oleh 1.257 peserta dari Palestina, meliputi UKM, Pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan perempuan, ESDM, good governance, pertahanan dan pengurangan kemiskinan. 

Saat ini, telah ada Indonesian cardiac center di Rumah sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza yang dalam proses pembangunan berkat bantuan sumbangan rakyat Indonesia. Selain itu tercatat sekitar 45 mahasiswa Palestina sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Indonesia, untuk berbagai jurusan.  

Wujud lain dukungan Indonesia untuk sektor ekonomi Palestina adalah menjadi tuan rumah Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) ke II, pada 1 Maret 2014 untuk mendorong dukungan pengembangan sektor swasta Palestina melalui perluasan jejaring pengusaha Palestina dengan negara negara Asia Timur. 

Dalam pertemuan tersebut juga ditandatangani perjanjian kerjasama  antara Kamar Dagang Palestina dan Indonesia untuk pendirian Palestinian – Indonesian Joint Business Council.  

Total nilai perdagangan Indonesia dan Palestina pada tahun 2014 tercatat sebesar US$  1.028 juta naik sebesar 85,75% disbanding tahun 2013.

Sambut Tamu KAA, Navigasi dan Pelayanan Penerbangan telah Dipersiapkan Dengan Prima


JAKARTA – Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara bersama dengan stakeholder terkait di bidang penerbangan telah menyiapkan para petugas ATC dan fasilitas navigasi penerbangan dengan prima untuk melayani kedatangan pesawat dari para delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang berlangsung pada 19-24 April di Bandung dan Jakarta.
“Untuk menjamin safety dan keteraturan pada pesawat VVIP tersebut, diterapkan prinsip first come first serve dan standar separasi antar pesawat VVIP juga diatur sesuai dengan best practices,” jelas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta, Senin (20/4).
Untuk penanganan lalu lintas penerbangan (Air Traffic) akan dilakukan oleh Jakarta Area Control Center (ACC) dan Approach Control Service (APP) Halim Aerodrome control tower (TWR), dan Bandung APP dan TWR.
Untuk mengantisipasi kedatangan pesawat delegasi KAA dari sekitar 106 wakil negara dan 19 organisasi internasional yang diundang oleh Pemerintah Indonesia, Ditjen Perhubungan Udara bersama dengan pemangku kepentingan di sektor udara telah melakukan langkah-langkah antisipasi, diantaranya adalah menyiapkan tempat parkir pesawat(parking stand) sebanyak 41 tempat di 3 Bandara dengan perincian : 19 parking stand di Bandara Halim Perdanakusuma, 15 parking stand di Bandara Soekarno Hatta dan 7 parking stand di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Sebagai cadangan, lanjut Jonan, dipersiapkan juga parking stand di Bandara SM. Badaruddin II Palembang dan Bandara Adi Sumarmo, Solo.
Menhub Jonan mengatakan, Ditjen Perhubungan Udara juga telah membentuk 3 (tiga) posko di Bandara yaitu : 2 (dua) posko berada di Bandara Halim Perdanakusuma yang terdiri dari posko untuk administrasi dan keprotokoleran dan posko untuk operasional pelayanan penerbangan. Sementara, 1 (satu) posko berada di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Ia mengimbau kepada masyarakat para pengguna jasa penerbangan bahwa dengan banyaknya pesawat para delegasi peserta KAA yang datang, akan mengakibatkan terjadinya keterlambatan penerbangan (delay).
“Kami meminta pengertian kepada masyarakat jika terjadi delay. (Dengan adanya kegiatan KAA) Tidak bisa semua tepat waktu,” ucap Menhub Jonan.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA