20/11/2013
Pushumas Kemenhut, Bangka Tengah : Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan selaku Ketua Tim Kerja MP3EI Koridor Sumatera membuka secara resmi Rapat Koordinasi Gubernur Se-Wilayah Sumatera, Rabu (20/11) di Bangka Tengah, Prov. Kep. Bangka Belitung. Tema Rakor kali ini adalah “Memantapkan Perekonomian Sumatera melalui Peningkatan Infrastruktur Wilayah, Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Rakor kali ini juga dihadiri oleh Gubernur Se-Wilayah Sumatera dan salah satu kegiatannya adalah penandatanganan kesepakatan Gubernur Se-Wilayah Sumatera tahun 2013 tentang Tindak Lanjut Percepatan Pembangunan Se-Wilayah Sumatera yang disaksikan oleh Menteri Kehutanan.
Dalam sambutannya Zulkifli Hasan menyampaikan agar menjadikan Tema Rakor kali ini, sebagai inspirasi dalam menjadikan perhelatan ini sarana penyatuan langkah, penyamaan persepsi, serta pencetusan sinergi dan koordinasi yang bersifat terobosan, guna menyukseskan MP3EI, khususnya pembangunan Koridor Ekonomi Sumatera. Hal itu selaras dengan tema besar Pembangunan Koridor Ekonomi Sumatera yaitu “ Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”. Tema ini menurut Menhut ditujukan untuk membangun kutub-kutub pertumbuhan baru di Sumatera yang berbasiskan pada pengelolaan komoditas ekonomi unggulan Sumatera yaitu, kelapa sawit, karet, batubara, perkapalan dan besibaja.
Di akhir sambutannya Menhut menyampaikan bahwa target kedepan nanti, kegiatan investasi dan pembangunan konektifitas di Sumatera dapat mendukung pengembangan science park, techno-park dan technology incubator di berbagai perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, sekaligus mempercepat pencapaian taraf perguruan tinggi di provinsi ini, hingga dapat memasuki kelompok perguruan tinggi berkelas dunia (world class university). (FOTOPUSHUMAS/habibi/arset)
sumber : kemenristek
Kamis, 28 November 2013
Kemenristek Sosialisasi Kendaraan Berbasis Listrik
23.49.00
No comments
Penggunaan
energi listrik dalam sistem transportasi sebagai energi listrik
alternatif pengganti BBM cukup beralasan, oleh karena itu tuntutan
pengguna mobil yang lebih
ramah lingkungan di Indonesia juga semakin meningkat. Riset di berbagai
lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi telah
menghasilkan beberapa prototipe kendaraan berbasis listirik.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dikalangan internal Kementerian Riset dan Teknologi, terhadap pemanfaatan teknologi kendaraan massal berbasis listrik yang memenuhi aspek “safety” dan “security”, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Publik “Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik”.
“Ini berawal dari arahan Bapak Presiden pada Hakteknas tahun lalu dan ini berlanjut kegiatan yang dilakukan sampai tahun 2014,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Riset dan Teknologi, Dadit Herdikiagung.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dikalangan internal Kementerian Riset dan Teknologi, terhadap pemanfaatan teknologi kendaraan massal berbasis listrik yang memenuhi aspek “safety” dan “security”, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Publik “Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik”.
“Ini berawal dari arahan Bapak Presiden pada Hakteknas tahun lalu dan ini berlanjut kegiatan yang dilakukan sampai tahun 2014,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Riset dan Teknologi, Dadit Herdikiagung.
Dalam laporannya Dadit mengatakan dalam kegiatan sosialisasi ini akan berupa presentasi dari para narasumber. Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek juga meminta dukungan semua untuk kegiatan ini. Ini adalah suatu kegiatan yang singkat dan kita harus memulai pada tahun 2013 dengan sekaligus melakukan kegiatan rutin yang harus diselesaikan pada tahun ini juga.
Dalam arahannya, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan bahwa Bapak Presiden ingin kita menghasilkan Kendaraan Massal Berbasis Listrik, harapannya adalah merupakan suatu upaya agar kita tidak tergantung pada BBM.
“Disamping itu mobil listrik ini selain untuk mengurangi BBM juga untuk mengurangi pencemaran sebab tidak mengeluarkan asap. Kemudian biaya juga menjadi murah,” ujar Menristek dalam sambutannya dalam Sosialiasi Publik Kendaraan Massal berbasis Listrik.
Menristek mengharapkan mobil listrik harus buatan kita sendiri. Ada 5 tahapan kunci dalam pembuatan mobil listrik, yang empat sudah kita kuasai semua tetapi satu yang belum kita kuasai adalah pembuatan baterainya. Ini yang perlu kita kuasai. “Sekarang ini kita berupaya mendorong untuk membuat baterai yang body-nya kecil dan densitinya besar, ini yang kita inginkan,” ungkapnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Staf Ahli Menteri Transportasi dan TIK, I Wayan Budiastra tentang Peran Kemenristek Untuk Pengembangan Mobil Listrik Nasional; Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis, Agus Puji dengn Paparannya Pengembangan Infrastruktur Baterai Lithium; Asisten Deputi SDM Iptek, Andika Fajar tentang Kegiatan TOT Kendaraan Berbasis Listrik; Asisten Deputi Iptek Pemerintah, Pariatmono tentang Prototype dan Forum Kendaraan Listrik; Asisten Deputi Legislasi Iptek, Kemal Prihatman; Kepala Biro Hukum dan Humas, Dadit Herdikiagung tentang Sosialisasi Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik; Kepala Biro Perencanaan, Ery Ricardo yang dimoderatori oleh Zulkifli Halim, Staf Khusus Menteri Bidang Peningkatan Kinerja. (humasristek/humaspuspiptek)
Penghargaan PWI Pusat kepada Menpora
23.38.00
No comments
Hari Senin (16/9) siang, pada upacara pembukaan Porwanas ke XI di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalimantan Selatan, Ketua Umum PWI Pusat Margiono menyerahkan piagam penghargaan kepada Menpora karena dianggap amat mendukung kegiatan olahraga yang diselenggarakan para wartawan. "Kami memberi penghargaan kepada Menpora yang selalu mendukung dan hadir setiap kali PWI menyelenggarakan acara olahraga," kata Margiono.
Keterangan foto: Menpora Roy Suryo menerima piagam pengharaan dari Persatuan Wartawan Indonesia yang diserahkan ketua umumnya, Margiono, hari Senin (16/9) siang pada upacara pembukaan Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional) ke XI, di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalimantan Selatan. (foto: tyo/kemenpora.go.id)
Sumber : kemenpora
PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILU 2014 DI PROVINSI RIAU
22.01.00
No comments
Bertempat di Pekanbaru, Riau Jumat (18/10), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerjasama dan sinergi untuk mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan pendidikan politik dan keterwakilan perempuan di parlemen pada Pemilu 2014. Sinergitas ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan sepuluh (10) angkatan yang terdiri dari empat angkatan untuk calon legislatif pusat dan enam angkatan untuk calon legislatif di daerah. Empat angkatan tingkat pusat telah dilaksanakan di Jakarta yang setiap angkatan diikuti 130 peserta.
Di Provinsi Riau merupakan angkatan kedua setelah Sulawesi Selatan dari enam angkatan di daerah yang terpilih berdasarkan peta politik dan konstruksi sosial budaya masyarakat yang mempengaruhi fluktuasi keterpilihan perempuan dalam parlemen. Pelaksanaan pembekalan perempuan caleg di Pekanbaru memiliki arti penting karena daerah ini potensial dan masyarakatnya memiliki inspirasi kuat untuk mengejar kemajuan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Inspirasi tersebut mendorong etos kerja dan peningkatan produktivitas bagi masyarakat Riau untuk lebih maju.
Hasil Pemilu 2009 menunjukkan di sepuluh provinsi kawasan barat di Sumatera memiliki keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi masuk dalam tiga kluster: pertama, yang perolehan mencapai 20% kursi DPRD provinsi hanya Sumatera Utara; kedua, yang perolehan 10% - 20% kursi DPRD terdapat di delapan provinsi yakni: Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, dan Riau sendiri sekitar 13%. Ketiga, yang perolehan dibawah 10% kursi DPRD provinsi yakni Aceh (6%).
Keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten/kota hasil Pemilu 2009, dari sepuluh provinsi kawasan Barat di Sumatera memiliki 151 kabupaten/kota dapat diidentifikasi dalam tiga kluster: pertama, 21 Kabupaten/Kota memiliki keterwakilan 6 - 10 kursi DPRD-nya; kedua, 63 kabupaten/kota memiliki keterwakilan perempuan 3-5 kursi DPRD; ketiga, 12 Kabupaten/kota tidak memiliki (0) nol keterwakilan di DPRD kabupaten/kota; 20 Kabupaten/Kota memiliki keterwakilan perempuan (1) satu kursi DPRD; dan 34 Kabupaten/kota memiliki keterwakilan perempuan 2 kursi DPRD. Secara garis besar sekitar 66 kabupaten/kota (44%) di kawasan barat rentan tidak memiliki keterwakilan perempuan di DPRD-nya
Untuk itu, peningkatan kapasitas perempuan calon legislatif pada Pemilu 2014 merupakan kebutuhan dan hak politik perempuan yang harus dipenuhi dan merupakan implementasi affirmative action, karena perempuan calon legislatif memiliki keterbatasan pengetahuan, sumberdaya politik dan pengalaman dalam persaingan di pasar politik. Hal ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 7 Tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Oleh sebab itu, perempuan caleg perlu diberikan berbagai informasi dan pengetahuan dari para nara sumber yang relevan dengan kebutuhan pembekalan calon legislatif di tingkat daerah.
“Saya berharap para peserta dan pimpinan partai politik peserta Pemilu untuk memanfaatkan momentum yang baik ini, untuk mengirimkan peserta yang dapat mengikuti secara disiplin, berpartisipasi aktif dan menyumbangkan pemikiran secara konstruktif sebagai bekal memasuki era kampanye Pemilu 2014”, tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP&PA).
Pemilu 2014 menghadapi tantangan yang cukup berat di tengah krisis politik di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar rupiah yang akan berdampak luas pada krisis ekonomi global. Secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, para caleg perempuan harus memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi dengan cara membangun ketahanan ekonomi keluarga melalui penghematan sumberdaya yang dimiliki dan mencintai rupiah untuk semua transaksi. Melemahnya nilai rupiah atas nilai dollar mengakibatkan harga bahan kebutuhan pokok lebih tinggi yang memicu terjadinya inflasi, sehingga perempuan yang memegang kendali kebutuhan konsumsi rumah tangga mengalami kegundahan. Tentu saja, hal ini kurang menguntungkan perempuan di desa dan di kota yang berpendapatan rendah yang berakibat berkurangnya kualitas gizi yang dikonsumsi oleh keluarganya sehari-hari.
Menteri PP&PA menambahkan, “Perempuan calon legislatif harus lebih peka atau sensitif terhadap denyut aspirasi rakyat yang paling dalam sebab aspirasi perempuan ada yang tersembunyi dan ada yang nyata. Bukti empirik menunjukkan, di satu pihak sebagian tokoh atau pemimpin masyarakat masih membatasi ekspresi perempuan, di lain pihak struktur kekuasaan formal cenderung mereproduksi kebijakan bias gender yang merugikan perempuan dan anak. Oleh sebab itu, perempnuan calon legislatif dalam melakukan kampanyenya lebih menekankan kepentingan, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan anak yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak yang bermuara pada kualitas hidup bangsa Indonesia.”
Pada kesempatan ini pula, Menteri PP&PA mengungkapkan harapannya ke dalam 4 point penting yang harus diperhatikan oleh para perempuan calon legislatif, yakni:
1. Harus memposisikan dan memerankan sebagai kampiun demokrasi yang sejati, sehingga persaingan di pasar politik berjalan fairness. Hindarilah politik homo homini lupus atau manusia bagai serigala yang menerkam manusia yang lain demi meraih kemenangan suara.
2. Harus tampil sebagai manusia paripurna yang penampilan politiknya senantiasa mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab guna meraih kemenangan perolehan suara Pemilu secara terhormat.
3. Harus mampu menebar senyum dan keramahan politik untuk menyapa konstituen baik di perdesaan maupun di perkotaan, dengan menunjukkan sifat kesejukkan dan kedamaian dalam berpolitik praktis akan menjamin stabilitas politik dan keamanan. Tidak terjebak dengan kepentingan sesaat dan pragmatis melainkan harus melihat kepentingan yang jauh kedepan dan strategis dalam membangun bangsa dan negara.
4. Menjauhkan diri dari praktik-praktik demokrasi transaksional yang semakin memperparah degradasi moral politik yang tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi generasi mendatang. Perempuan calon legislatif harus menunjukkan keteladanan dan kejujuran serta moralitas yang tinggi agar dapat memperoleh kepercayaan publik yang luas (trust public) guna meraih perolehan suara Pemilu untuk mencapai 30% keterwakilan perempuan di legislatif.
“Saya yakin terhadap pentingnya peningkatan jumlah 30% keterwakilan perempuan di parlemen pusat dan daerah hasil Pemilu 2014 yang akan menjadi penyangga utama dalam mengatasi berbagai permasalahan dan pengawal untuk mensukseskan agenda pembangunan berkelanjutan, yang pada intinya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan berkesetaraan gender sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 17 tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005 – 2025)”, pungkas Menteri PP&PA.
Sumber : HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Menag: Harus Ada Keterkaitan Antara Dana Yang Dikelola Dengan Kepentingan Umat
21.45.00
No comments
Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama telah menetapkan tujuh belas bank sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH); enam bank merupakan Bank Umum Syariah, sebelas bank merupakan Bank Umum Nasional yang mempunyai layanan syariah.
“Harus ada keterkaitan antara dana haji yang nantinya akan dikelola oleh bank syariah atau bank yang mempunyai layanan syariah dengan kepentingan umat,” pesan Menteri Agama kepada para direksi BPS-BPIH dalam kesempatan jumpa pers mengenai hasil seleksi, evaluasi, dan verifikasi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), Jakarta, Kamis (28/11).
“Kalau bank syariah tidak mempunyai rasa keumatan, itu sama saja dengan 100% kapitalis. Jadi sistemnya saja yang diambil, tapi semangat dari itu ditinggalkan. Jadi apa bedanya syariah dengan konvensional?” tegas Menag.
Menag menegaskan bahwa bank syariah atau bank yang mempunyai layanan syariah namun tidak mempunyai kepedulian terhadap masalah-masalah keumatan itu tidak ada bedanya dengan bank-bank kapitalis lainnya. Penegasan ini berulangkali disampaikan Menag mengingat mulai 1 Januari 2014, BPS-BPIH adalah 17 bank yang semuanya melakukan layanan syariah.
Persolan Keumatan
Lantas apa yang dimaksud dengan persoalan keumatan? Menag menjelaskan bahwa selain mengelola haji, Kementerian Agama juga mengelola pendidikan Islam. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam itu bediri ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka dan tidak tergantung kepada pembiayaan keuangan Pemerintah.
“Pendidikan Islam didirikan berdasarkan inisiatif para ulama, berdasarkan semangat keikhlasan yang sangat tinggi. Walaupun sang kyai tidak punya uang, santrinya tidak bayar. Ini realitas,” terang Menag.
“Saya minta perhatian bank-bank syariah selaku penerima dana setoran haji dalam hal-hal yang seperti itu,” tambahnya. Selain itu, lanjut Menag, Kementerian Agama juga mengelola madrasah. “Madrasah kita ribuan dan 90% di antaranya adalah swasta sehingga kualitasnya juga sangat beragam,” ujar Menag.
“Saya minta perhatian dari bank syariah penerima setoran dana haji untuk ikut membantu memajukan madrasah,” imbuhnya.
Menag menambahkan bahwa Kementerian Agama juga mempunyai mahasiswa fakultas ekonomi syariah dan siswa Madrasah Aliyah yang memerlukan tempat-tempat untuk praktik kerja. Karenanya, Menag meminta agar BPS-BPIH juga memberikan perhatian dan kesempatan pada hal-hal yang seperti itu.
“Hal ini sengaja saya sampaikan sekarang karena saya ingin membawa Bapak dan Ibu sekalian pada suasana seperti ini dalam rangka mengkaitkan kuangan haji dengan problematika keumatan,” tutur Menag disambut tepuk tangan para Direksi BPS-BPIH.
Reformasi Pengelolaan Keuangan Haji
Sebelumnya, dalam pengantar laporan, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menyampaikan komitmennya untuk melakukan hijrah ke arah reformasi pengelolaan keuangan haji di Indonesia yang halalan tayiban. Sehubungan itu, Anggito meminta peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam merealisasikan tugas ini.
“Kami ingin memperbaharui hubungan antara Kemenag dengan BPS-BPIH sebagai teman yang berjarak yang dilandasi spirit kerukunan, saling percaya, saling menghargai, amanah, dan professional,” kata Anggito.
“Mari kita tata hubungan yang professional dan transparan, tidak ada hubungan tersembunyi, kolutif, dan koruptif yang menguntungkan pribadi tertentu,” tambahnya.
Sementara itu, menggarisbawahi apa yang dikatakan Anggito, Menag menegaskan bahwa pertemuan ini dan selanjutnya adalah pertemuan yang tidak ada hubungannya dengan persoalan koruptif dan kolutif.
“Itu tidak ada. Seandainya ada seseorang yang mengatasnamakan Menteri, Dirjen, atau siapapun dari Kementerian Agama, untuk hal-hal seperti minta uang dan lainnya, dipancing saja, kalau bisa ditangkap sekalian,” tegas Menag. (mkd/pinmas/mkd)
Sumber : kemenag
Perahu Nelayan Konversi ke LPG, Hemat Anggaran Rp5 Triliun
21.38.00
No comments
Perahu Nelayan Konversi ke LPG, Hemat Anggaran Rp5 Triliun
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Minyak (ESDM) mengatakan terus meningkatkan percepatan Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Salah satu strateginya adalah menyasar nelayan yang selama ini menggunakan bahan bakar solar dan kemudian dikonversi ke LPG. Ketua Tim Percepatan Konversi BBG Kementerian ESDM Wiraadmaja mengatakan saat ini ada sekitar 534 ribu perahu kecil yang dimiliki para nelayan. Menurutnya, jika seluruh perahu tersebut dikonversi ke LPG maka akan menghasilkan penghematan bagi negara sebesar Rp5 triliun per tahun. "Jika itu semua bisa dikonversi ke LPG, negara akan irit Rp5 triliun per tahun dan nelayan akan menghemat Rp8 triliun per tahun," ungkap Wira dalam Forum Diskusi Percepatan Konversi BBG di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Wira mengatakan, hal tersebut dilakukan karena rata-rata konsumsi BBM setiap perahu mencapai 10 liter per hari. Sementara jika dikonversi ke LPG hanya akan membutuhkan 4 kg per hari. Wira menjelaskan selama ini kebanyakan para nelayan hidup di daerah terpencil dan jauh dari akses BBM subsidi sehingga mereka rata-rata membeli BBM Rp11 ribu -Rp12 ribu. Sementara jika berhasil dikonversi ke LPG, lanjut Wira, para nelayan akan mudah mendapatkan bahan bakar dengan harga yang murah karena LPG banyak dijual di warung-warung dan mudah di bawah. "Jika 534 ribu ini bisa dikonversi ke LPG maka akan mempermudah para nelayan," ujarnya.
Wira mengatakan pihaknya telah mulai melakukan konversi BBM ke LPG pada nelayan di Tanjung Agung. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan strategi percepatan konversi LPG pada nelayan-nelayan lain. "Roadmap untuk nelayan sudah ada namun memang belum berjalan optimal. Kalau ini sudah dimulai dari tahun 2013 maka pada tahun 2019 seluruh perahu nelayan tersebut akan dikonversi ke LPG," Tegas Wira.
Selain pada nelayan, lanjut Wira, pihaknya juga akan menyasar sektor pertambangan dan perkebunan, pelayaran, Truk dan Kereta Api. "Ke depan konversi ini akan dilakukan pada Kereta Api karena ini merupakan pengguna solar terbesar. Namun, ini masih butuh kajian karena regulasinya belum ada," Tandasnya.(rez)
(wdi)
Sumber: OKE ZONE.COM Tanggal 28 November 2013 Hal.1
Inilah Aksi Solidaritas Tak Ganggu Pelayanan RS Cinere Yang Perlu Dicontoh
02.14.00
No comments
Jakarta, 28 Nopember - Aksi solidaritas sejumlah dokter, Rabu, tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan.
"Petugas medis kami hanya mengikuti solidaritas dengan menggunakan pita hitam di lengan kanan," kata Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RS Puri Cinere, Merryanawaty Vinaria melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (27/11/2013)..
Dia menjelaskan, pihaknya turut mendukung aksi solidaritas tersebut, tetapi tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Pihak rumah sakit, tambah dia, tidak melarang dokter berunjuk rasa turun ke jalan.
Merryanawaty Vinaria mengatakan, dokter yang ikut aksi solidaritas adalah mereka yang tidak ada jam praktiknya, sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu.
Dia menambahkan bahwa dokter juga terikat dengan sumpahnya yang melayani masyarakat, sehingga ia berharap aksi yang dilakukan oleh dokter-dokter lain tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan.
Sebagai buktinya, tambah dia, RS Puri Cinere tetap melakukan aksi sosial yakni memberikan layanan gratis operasi katarak bagi 53 pasien dengan 61 mata.
"Aksi sosial ini bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-22 RS Puri Cinere," kata Merryanawaty Vinaria.
Aksi tersebut, tambah dia, dilakukan dengan menggunakan teknik Fako Emulis yaitu suatu teknik operasi berteknologi tinggi yang mencakup dengan bius lokal saja dan luka minimal.
Secara prosedur dapat dilakukan dalam waktu 15-20 menit di mana lensa keruh diangkat dan digantikan dengan lensa buata yang ditanam secara permanen dan teknik ini meminimalisir terjadinya komplikasi.
"Kami memberikan garansi hingga satu minggu kedepan, karena setelah operasi akan dilakukan pemeriksaan, semua itu diberikan secara cuma-cuma" katanya. (Ant/Gs)
Langganan:
Komentar (Atom)








