usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Sabtu, 20 Februari 2016

Menag Harap Majelis Taklim Jadi Magnet Generasi Muda Belajar Agama

Peran majelis taklim sangat signifikan dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang agama. Keberadaan majelis taklim juga penting dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang penuh toleransi dan melestarikan warisan para leluhur.

Namun demikian, tantangan kehidupan sosial semakin komplek dan berat. Karenanya, majelis taklim dituntut berinovasi dan berkreasi dalam dakwah sehingga dapat melahirkan tradisi-tradisi baik sesuai kondisi fakta yang kini hadapi. Mejelis taklim harus mampu menarik minat generasi muda untuk lebih giat belajar agama.

“Saya ingin titipkan pesan kepada seluruh umat muslim, bahwa generasi muda hadapi dengan tantangan yang luar biasa. Al Quran telah memberi peringatan dan nasihat sesungguhnya. Di sini perlunya majelis taklim bisa menarik generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan,” demikian penegasan Menag saat memberikan sambutan pada Milad MajelisTaklim (MT) Nurul Mustofa ke 20 dan ulang tahun Al Habib Hasan bin Assegaf ke-39 di Rawamangun, sabtu (21/02)..

Menurutnya, problem sosial dan munculnya pemahamaan keagamaan seperti ISIS dan Gafatar  menuntut generasi muda untuk waspada dan berhati-hati. Termasuk juga dalam  menyikapi kampanye dan propaganda gerakan Lesbian, Guy, Bisexual and Transgender (LGBT). “Sekarang kita melihat ada paham-paham tertentu yang harus kita waspadai, seperti orang menyebarkan ajaran yang bertolak belakang dengan ajaran Islam semisal ISIS dan Gafatar. LGBT juga harus kita waspadai,” sambungnya.

Sehubungan itu, Menag berharap majelis taklim mampu menyesuaikan metode dakwahnya sesuai perkembangan teknologi yang kini sangat akrab dengan para remaja dengan tetap mempertahankan ruh dakwah untuk terus memberikan nilai-nilai kebajikan sebagaimana ajaran Rasulullah Muhammad SAW. “Saya yakin Nurul Mustofa dan majelis taklim lainya dapat memberikan perhatian yang cukup besar kepada generasi kita,” tandas Menag.

Dikatakan Menag, pemerintah sangat mengapresiasi keberadaan majelis taklim yang telah membantu dalam menjalankan misi peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, pendidikan dan kerukunan ke arah yang semakin baik.

Peringatan Milad MajelisTaklim (MT) Nurul Mustofa ke 20 dan ulang tahun Al Habib Hasan bin Assegaf ke-39 ini dihadiri oleh ribuan jamaah yang memadati GOR Rawamangun. Ikut hadir  Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Muchtar Ali. Usai memberikan sambutan sebagai bentuk rasa syukur, Habib Hasan memotong nasi tumpeng dengan diiringi lantunan salawat.

sumber: www.kemenag.go.id

Menteri Basuki Meresmikan Rusun Ponpes Darul Ulum Jombang

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan Rumah Susun (Rusun) Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/2). Dalam sambutannya Menteri Basuki mengatakan rusun ini dibangun siap huni, sehingga sebelum diserahterimakan pada pengelola pesantren, sudah dilengkapi furniture seperti tempat tidur susun, lemari dan sarana lainnya.

Rusun terdiri dari dua tipe barak yakni enam unit barak besar dan enam unit barak kecil yang akan dihuni oleh 348 santri lajang. Menurutnya pondok pesantren adalah sarana pendidikan yang tidak hanya difokuskan pada pendidikan agama saja tapi juga menumbuhkan bibit muda tumpuan masa depan bangsa. “Orang pintar itu harus dan juga harus mempunyai akhlakul karimah” jelasnya.  

Rusun terdiri dari tiga lantai dibangun diatas tanah milik Ponpes Darul Ulum dengan luas 1.520 meter persegi. Pembangunannya  menggunakan dana APBN Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2015 senilai Rp 7,6 miliar dengan masa pengerjaan selama 180 hari. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Karya, konsultan supervisi PT Virama Karya dan sebagai konsultan perencana yakni PT Sewun Indo Consultant.

sumber: www.pu.go.id

Ihwal Kelapa Sawit, Indonesia Masih Hadapi Tantangan

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia masih menghadapi tantangan. Meski, sebagaimana catatan Kementerian Pertanian, pengembangan kelapa sawit saat ini sudah mengikuti konsep pembangunan berkelanjutan.

Konsep pembangunan berkelanjutan bagi perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu perhatian Kementerian Pertanian. Informasi dari laman ditjenbun.pertanian.go.id hari ini menunjukkan bahwa ada perencanaan dan realisasi kegiatan Inisiatif Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (SPOI) meliputi lima komponen strategis. Secara berurutan, kelima komponen itu adalah pertama, memperkuat pelaksanaan sertifikasi ISPO bagi pekebun terutama dalam pelaksanaan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan pelestarian lingkungan.

Kedua, memperkuat ISPO untuk pelestarian hutan, meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati dan mitigasi, serta mengurangi emisi gas rumah kaca. Ketiga, memfasilitasi dalam memediasi permasalahan/perselisihan dan pemberdayaannya.

Keempat, memperkuat sistem dan standar ISPO sehingga dapat diakui dan mendapat dukungan serta diterima masyarakat lebih luas. Kelima, mewujudkan platform nasional dan provinsi dalam memastikan transparansi dan mempromosikan kelapa sawit berkelanjutan.

Strategis
J

Sementara itu, catatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Konferensi Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2015 di Bali pada 25 November 2015 - 27 November 2015 menunjukkan bahwa kelapa sawit adalah komoditas strategis.

Masih menurut Amran, kelapa sawit dan turunannya mencatatkan devisa bagi Indonesia rata-rata Rp 250 triliun. "Secara organisasi, industri kelapa sawit sudah kuat," tuturnya.

Pada bagian selanjutnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) yang dalam kesempatan itu menjadi penyelenggara konferensi menunjukkan bahwa sampai dengan 2014 usai, produksi minyak kelapa sawit asal Indonesia mencapai angka 31,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 21,7 juta ton yang diekspor.

Kendati begitu, pengamat lingkungan dan kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ricky Avenzora mengingatkan, kemarin, dalam rilisnya bahwa masih ada tantangan bagi Indonesia terkait kelapa sawit. Peningkatan hasil produksi kelapa sawit Indonesia membuat peluang Indonesia menjadi negara penting bagi produsen bahan baku makanan dan obat-obatan.

Konsekuensinya, negara-negara industri besar seperti Amerika Serikat dan Eropa memunyai ketergantungan terhadap Indonesia. Hitung-hitungan Ricky, peningkatan 10 persen produksi kelapa sawit Indonesia akan membuat para produsen bahan baku makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat tergantung hingga 12 persen. Lantaran itulah, Ricky menengarai, Amerika Serikat punya kecenderungan memusuhi pertumbuhan kelapa sawit Indonesia.

Belum lagi, minyak kelapa sawit adalah produk favorit untuk energi terbarukan biofuel. Peran penting Indonesia terkait energi terbarukan itu pun kian menjadi keniscayaan.

sumber: www.bumn.go.id

RIZAL RAMLI: CPO Bagian Dari Solusi Ketahanan Energi Ramah Lingkungan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) merupakan bagian dari solusi ketahanan energi dunia yang ramah lingkungan.

Rizal menyampaikan hal tersebut terkait banyaknya pemberitaan negatif mengenai perkebunan kelapa sawit yang dinilai merusak lingkungan seperti peristiwa kebakaran hutan beberapa waktu lalu.

"Kita harus jelaskan CPO ini bagian dari solusi. Maka, soal isu lingkungan, ini (sawit) perlu diperjuangkan," katanya saat mengunjungi Kantor LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, peristiwa kebakaran hutan di Indonesia 2015 lalu tidak lebih besar dari kejadian serupa di Amerika Utara atau Rusia.

"Kebakaran kita itu, disebutnya karena kabun sawit. Tapi kalau statistiknya, kebakaran besar itu pertama di Amerika Utara, kedua di Rusia, baru ketiga di kita," kata Rizal yang ditunjuk sebagai salah satu inisiator terbentuknya Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) bersama Malaysia.

Rizal menjelaskan, minyak sawit memiliki dampak lingkungan yang lebih baik jika diolah menjadi bahan bakar.

Ia mengaku pemerintah akan segera membangun kawasan ekonomi hijau yang akan memproduksi bahan bakar nabati dari sawit untuk campuran bahan bakar pesawat jet.

"(Yang diproduksi) ini 'second generation' (generasi kedua) bahan bakar nabati, di mana bisa dicampur dengan premium sehingga bisa hemat impor premium. Nilainya 15 kali lipat dari avtur dan dengan adanya industri ini kita harap lima-tujuh tahun ke depan kita jadi eksportir utama 'jet fuel' (bahan bakar jet) ini," katanya.

sumber: www.bumn.go.id

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA