usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Selasa, 03 Maret 2015

Kemenag Jaring 984 Peserta Didik Masuk MAN Insan Cendekia

Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Madrasah kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC). Seleksi peserta program ini dibuka mulai 1 Maret – 1 April 2015 melalui online.
Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan, Senin (02/03) menjelaskan, pada tahun pelajaran 2015/2016, direktorat yang dipimpinnya akan menerima 984 peserta didik yang dijaring  dari alumni MTs berbasis pesantren dengan komposisi 60%, MTs regular 30%, dan SMP 10%.
“Kami akan mencari bibit-bibit unggul lulusan  MTs  atau  SMP untuk mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu melalui MAN Insan Cendekia (MAN IC),” katanya.
Komitmen ini, lanjut M. Nur Kholis Setiawan, merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam menyediakan pendidikan madrasah unggul tidak saja intelektualnya namun juga karakternya.
“Seleksi peserta didik baru MAN IC tidak hanya yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan berkualitas di bidang akademik, namun juga juga diukur dari kualitas mental dan akhlakul karimah,” tegas guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Nantinya, lanjut M. Nur Kholis Setiawan, 984 orang yang terseleksi akan ditempatkan di 9 MAN IC. Tiga  MAN IC adalah Madrasah Insan Cendekia yang selama ini telah berhasil melahirkan lulusam-lulusan berkualitas, yaitu:  MAN IC Serpong Banten, MAN IC Gorontalo, dan MAN IC Jambi.
Adapun 6 lainnya merupakan MAN Insan Cendekia baru hasil kerjasama pengembangan Kementerian Agama dengan Pemerintah Daerah, yaitu: 1) MAN IC Aceh Timur, Aceh; 2) MAN IC Siak, Riau; 3) MAN IC Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; 4) MAN IC Bangka Tengah, Bangka Belitung; 5) MAN IC Pekalongan, Jawa Tengah; dan 6) MAN IC Paser, Kalimantan Timur. 
Proses seleksi masuk MAN IC mencakup beberapa tahap, yaitu: masa sosialisasi Februari s.d. Maret 2015, pendaftaran online 1 Maret s.d. 1 April 2015, seleksi berkas 3 Maret s.d. 10 April 2015, pengumuman hasil seleksi berkas 10 April 2015. Adapun pelaksanaan tes tanggal 9 Mei 2015 dan pengumuman hasil tes tertulis 5 juni 2015.
Bagi yang diterima, diharapkan dapat mendaftar ulang pada tanggal 10 – 24 Juni 2015 dan awal masuk MAN IC pada tanggal 25 Juli 2015.

Sumber: www.kemenag.go.id

Pemerintah bersama REI Tindaklanjuti Program Pembangunan Satu Juta Rumah

Jakarta - Menindaklanjuti Program  Pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam mengatasi masalah kebutuhan rumah di Indonesia, DPP & DPD REI Se Indonesia mengadakan  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
Seperti diketahui, angka kebutuhan rumah di masyarakaat (backlog), menurut data Badan Pusat Statistik adalah 13,5 juta unit. Ketua Tim Ahli Wapres, Sofyan Wanandi mengatakan, orang-orang yang tidak memiliki rumah ini didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan begitu, ia berpendapat, membangun rumah untuk mereka, akan membantu pemerataan ekonomi antara MBR dengan masyarakat menengah ke atas.
"Kita perlu (program) ini untuk pemerataan. Di Indonesia, rasio (pengukur ketimpangan) sudah mencapai 0,42 bahkan sekarang sudah mendekati 0,43. Kalau tidak dikerjakan, masalah gap kaya-miskin bisa terus bertambah," ujar Sofyan saat diskusi panel bertema ‘Program Pengadaan Sejuta Rumah: Peluang & Tantangan’ ini.
Sofyan menjelaskan, jika angka rasio sudah menyentuh 0,5, maka Indonesia bisa seperti Mesir dan Libya. Di dua negara ini, ketimpangan pendapatan sangat kentara, terlihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang berbeda jauh.
"Kita tentu tidak ingin Indonesia seperti Mesir dan Libya. Maka pemerintah disamping menyelesaikan infrastruktur, pertanian, swasembada, beras dan jagung, kita harus melaksanakan perumahan ini," jelas Sofyan.
Pemerintah, lanjut Sofyan, menyadari betul adanya ketimpangan ekonomi ini di Indonesia. Buktinya, ada rumah-rumah untuk menengah ke atas dan ada pula rakyat miskin yang belum memiliki rumah.
"Nelayan, petani, maupun pekerja di sektor informal, ini yang perlu dibantu," tegas Sofyan.
Ia menambahkan, program satu juta rumah ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh provinsi di Indonesia dan segala Peraturan Daerah yang mengganjal program pembangunan dan perijinan pembangunan rumah di Daerah akan ditinjau kembali, bila perlu akan dicabut.
Disaat yang sama Direktur Utama BTN , Maryono mengatakan siap untuk menjadi motor dalam menggerakan program rumah bagi masyarakat. Ini adalah program pemerintah dan menjadi tugas mulia bagi kami untuk merealisasikannya.

Urusan Asian Games 2018, Menpora Tetap Tunggu Keppres


Hari Senin (02/3) Menpora Imam Nahrawi menerima Ismeth Wibowo dari Hyosung Indonesia yang datang bersama perwakilan Hyosung Indonesia Man Ooh dan Ali Soong di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Jakarta.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Hari Senin (02/3) Menpora Imam Nahrawi menerima Ismeth Wibowo dari Hyosung Indonesia yang datang bersama perwakilan Hyosung Indonesia Man Ooh dan Ali Soong di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Jakarta.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Hari Senin (02/3) Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto dan Staf Khusus M. Khusen menerima Ismeth Wibowo dari Hyosung Indonesia yang datang bersama perwakilan Hyosung Indonesia Man Ooh dan Ali Soong di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Menpora Senayan, Jakarta. 

Kedatangan Ismeth bersama rombongan untuk menjelaskan bahwa, pihaknya akan berinvestasi membangun wisma atlet Asian Games 2018 di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.“Kami siap dan ingin investasi membangun wisma atlet di Kemayoran seluas 11 hektar terkait persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang, ada 12 tower yang nantinya kita bangun, saat ini tinggal menunggu tanda tangan persetujuan Presiden,” kata Ismeth.

Menpora Imam Nahrawi menyambut baik gagasan Hyosung Indonesia tetapi menggaris bawahi tentang pemanfaatan wisma atlet nantinya pasca Asian Games 2018. “Yang penting adalah bagaimama pemanfaatannya pasca Asian Games seperti apa itu yang harus difikirkan lebih matang,” kata Menpora.

Hanya Menpora menilai gagasan ini belum bisa berjalan sebagaimana mestinya apabila Keppres Asian Games belum turun oleh Presiden RI. “Kita sebenarnya inginkan percepatan agar semua terencana dengan baik tetapi tetap saat ini kita masih menungu Keppres Asian Games di tanda tangani Presiden agar mana-mana kewenangan pemerintah pusat, daerah, sponsor dan lain sebagainya terlihat  jelas,” tutup Menpora.

Sumber: www.kemenpora.go.id

Tak Main - Main, Ambisi Perdagangan RI-Selandia Baru Rp 40 Triliun di tahun 2024

Auckland - Perdagangan bilateral Indonesia-Selandia Baru akan didorong sekuat tenaga. Tidak main-main, volume yang yang tahun 2013 sebesar Rp 17 triliun diharapkan melonjak menjadi Rp 40 triliun dalam waktu 9 tahun dari sekarang.

Itulah salah satu "janji" yang diikrarkan oleh Menlu Retno Marsudi dan Menlu Selandia Baru, Murray McCully, dalam Komisi Bersama Tingkat Menteri ke-7 yang dilaksanakan di Auckland, 3 Maret 2015. Dalam kesempatan itu dievaluasi dan dibahas kiat-kiat memajukan kerjasama bilateral di banyak bidang.

"Saya merasa sekarang waktunya untuk mengevaluasi apa-apa yang telah kita telah sepakati untuk kemudian kita implementasikan sebaik-baiknya bagi kemakmuran kedua bangsa," ujar Menlu Retno.

Untuk itu, McCully mendorong pengusaha kedua negara  bersungguh-sungguh menggali potensi ekonomi yang ada untuk bisa mencapai target yang diharapkan. Bahkan, Selandia Baru meminta agar Indonesia segera membuka Kantor Dagang di negeri kiwi tersebut. 

Diantara impor Selandia Baru dari Indonesia adalah buah manggis, batu bara, electronik, kayu, kertas dan lainnya. Adapun impor Indonesia dari sana kebanyakan berupa dairy product seperti susu, daging dan mentega. Tahun lalu Indonesia defisit 376 ribu dolar.

Saat ini, Indonesia ingin mengembangkan ekspor produk utama seperti kelapa sawit, produk elektronik, karet, produk kimia dan makanan olahan. Indonesia juga merencanakan segera mengekspor buah salak.

Menteri McCully mengakui pihaknya terus mendorong Indonesia mempertimbangkan pengembangbiakan sapi asal Sekandia Baru.  Kedua belah pihak sepakat menindaklanjutinya dalam kelompok kerja dalam waktu dekat.

Untuk meningkatkan perdagangan, diakui bahwa penerbangan langsung indonesia - Selandia Baru memainkan peranan penting dan karenanya harus diusahakan. Maklumlah, saat ini penerbangan langsung dari Selandia Baru ke negara-negara ASEAN hanya menuju satu negara yakni Singapura.

Menlu Retno setuju dengan Menlu McCully bahwa kerjasama geothermal dan energi terbarukan akan menjadi Prioritas dalam tahun ini dan mendatang. Hal ini utamanya dimaksudkan untuk mendukung listrik di Indonesia bagian timur.

"Saya kira pertemuan kali ini sangat produktif. Tidak hanya membicarakan soal ekonomi tetapi juga mencakup pertahanan, hubungan masyarakat hingga masalah regional dan internasional. Setelah ini tentu pekerjaan kita adalah implementasi. Tidak boeh berhenti diatas kertas," ujar Menlu Retno.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA