Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa bus shawalat yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah, Arab Saudi, kondisinya cukup baik. Bus tersebut, menurut Menag, rata-rata diproduksi pada tahun 2009 – 2014.
Hal ini disampaikan Menag setelah melakukan pengecekan secara langsung kualitas bus shalawat dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Makkah Arab Saudi. Bus Shalawat adalah sarana transportasi yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram.
Pengecekan kualitas bus ini dilakukan Menag secara langsung dengan menaiki bus Rawaheel yang pada musim haji 1436H ini akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram. “Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014,” jelas Menag melalui sambungan telepon kepada kontributor Pinmas, Senin (13/07).
Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.
Dikatakan Menag, jamaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1436H ini akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, yaitu: Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah. Penempatan jamaah pada 6 wilayah ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pemondokan jamaah tersebar sampai di 12 wilayah. “Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram,” jelas Menag.
Sumber: www.kemenag.go.id
Hal ini disampaikan Menag setelah melakukan pengecekan secara langsung kualitas bus shalawat dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Makkah Arab Saudi. Bus Shalawat adalah sarana transportasi yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram.
Pengecekan kualitas bus ini dilakukan Menag secara langsung dengan menaiki bus Rawaheel yang pada musim haji 1436H ini akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram. “Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014,” jelas Menag melalui sambungan telepon kepada kontributor Pinmas, Senin (13/07).
Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.
Dikatakan Menag, jamaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1436H ini akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, yaitu: Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah. Penempatan jamaah pada 6 wilayah ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pemondokan jamaah tersebar sampai di 12 wilayah. “Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram,” jelas Menag.
Sumber: www.kemenag.go.id








