usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Senin, 13 Juli 2015

Menag: Bus Shalawat Jamaah Haji Cukup Baik

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa bus shawalat yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah, Arab Saudi, kondisinya cukup baik. Bus tersebut, menurut Menag, rata-rata diproduksi pada tahun 2009 – 2014.
Hal ini disampaikan Menag setelah  melakukan pengecekan secara langsung kualitas bus shalawat dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Makkah Arab Saudi. Bus Shalawat adalah sarana transportasi yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram.
Pengecekan kualitas bus ini dilakukan Menag secara langsung dengan  menaiki bus Rawaheel yang pada musim haji 1436H ini akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram. “Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014,” jelas Menag melalui sambungan telepon kepada kontributor Pinmas, Senin (13/07).
Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.
Dikatakan Menag, jamaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1436H ini akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, yaitu:   Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah. Penempatan jamaah pada 6 wilayah ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pemondokan jamaah tersebar sampai di 12 wilayah. “Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram,” jelas Menag.

Sumber: www.kemenag.go.id

Kunker di Kalimantan Barat Menpora Tutup Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda di Mempawah


Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore memberikan arahan dan menutup acara Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro, Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore memberikan arahan dan menutup acara Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro, Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Mempawah: Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore didampingi Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti, Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Quro Muhammad Khalili Musairi memberikan arahan sekaligus menutup kegiatan Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Menpora merasa bangga karena sejak dilantik Presiden Joko Widodo baru kali ini bisa menginjakan kaki di Kalimantan Barat untuk pertama kali khususnya di Desa Sungai Pinyuh, Mempawah. "Ini merupakan sejarah dapat melaksanakan program unggulan memberikan pengetahuan wawasan nusantara agar para pemuda lebih bangga kepada Indonesia dengan segala keanekaragamannya menjadi rujukan negara lain yang ingin belajar bahwa keberbedaan dan keanekaragaman karena keanekaragaman adalah keistimewaan," kata Menpora dalam sambutannya.

"Pancasila adalah pondasi kuat sebagai anak bangsa Indonesia agar muncul perilaku akhlak yang baik, rukun dan guyub karena hal itu tidak ada di negara lain karena founding fathers negara kita membangun bangsa dengan keikhlasan mengorbankan segalanya," ujar Menpora.

"Hormati keberbedan yang ada kita harus bersatu karena perbedaan adalah anugerah tidak boleh bercerai berai, terima kasih seluruh kita yg hadir di bulan Ramadan ini kami ingin ada kerjasama terus menerus dari Kabupaten Mempawah dan Kemenpora agar program Kemenpora bisa dinikmati dan dirasakan masyarakat termasuk program olahraga dan pramuka," lanjutnya.

Menpora mengimbau agar Ponpes Ummul Quro bisa mengajukan sarana prasarana olahraga. "Kami akan membantu usahakan karena di Ponpes tertanam ketaatan kapada aturan-aturan, di dunia olahraga kita belakangan prestasinya kurang membanggakan ini harus ada perbaikan yang fundamental, olahraga harus jadi tradisi di masyarakat sesuai slogan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga selain di bidang pemuda, olahraga, pramuka dan agama," lanjutnya.

"Di Mempawah ada olahraga Anggar ke depan Mempawah harus berprestasi, Kepada Bapak Bupati apabila Anggar menjadi unggulan silakan usulkan sarprasnya agar olahraga ini menjadi prestasi nasional dan internasional dari Mempawah," harap Menpora.

Safari Ramadhan Bersama Menpora ini  dihadiri pula Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Djunaedi, Anggota DPRD kalbar Mulyadi Thawiq, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat Syawal Bondoreso, Wakil Bupati Kabupaten Mempawah   Gusti Ramlana, Asisten II Bidang Kesra Kabupaten Mempawah H. Ismail, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mempawah Zulkifli Salim, Camat Sungai Pinyuh Samsul Rizal, Kepala Desa Sungai Purun Kecil, Alim Ulama, tokoh masyarakat, TNI dan Kepolisian.

Jadi Tuan Rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika, Indonesia Siap Suguhkan Keramahan


Jakarta, Kemendikbud --- Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan olimpiade internasional astronomi dan astrofisika, International Olympiad of Astronomy and Astrophysics (IOAA), ke sembilan pada 26 Juli-4 Agustus 2015. Acara yang berpusat di Magelang Jawa Tengah ini merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia untuk berperan dalam kompetisi internasional.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Ia mengatakan,  ajang ini merupakan kesempatan bagi seluruh peserta untuk menunjukkan prestasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan selama bertahun-tahun pada bidang ilmu yang diminati, yaitu astronomi dan astrofisika. Dan ia berharap, pengalaman peserta yang berasal dari 42 negara selama di Indonesia nanti akan menyenangkan.
 
“Kita semua bangga Indonesia menjadi tuan rumah. Maka izinkan para peserta ini merasakan kehangatan Indonesia, izinkan mereka merasakan keramahan, dan izinkan mereka merasakan pengalaman positif yang akan mereka ceritakan sepanjang karirnya,” kata Menteri Anies pada rekaman sambutan peserta IOAA, di Kantor Kemendikbud, Senin (13/07/2015).
 
Mendikbud mengatakan, peserta IOAA termasuk perwakilan Indonesia harus menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Ia berharap, dari olimpiade ini akan muncul anak-anak berprestasi yang akan meningkatkan optimisme terhadap kompetensi anak-anak Indonesia.
 
Pemilihan Magelang sebagai lokasi acara juga bukan sebuah kebetulan. Indonesia ingin mengenalkan secara luas keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai peninggalan bersejarah yang dibangun dengan memerhatikan aspek astronomi.
 
Delegasi Indonesia peserta IOAA terdiri dari sepuluh siswa. Mereka dibagi ke dalam dua tim, yaitu Main Team dan Guest Team. Masing-masing terdiri dari lima siswa. Main Team yaitu M. Ahdillah Fadlila (MAN Insan Cendekia, Gorontalo), Brian Yaputra (SMA Sutomo 1, Medan), Naufal Alifyari (SMAN 5 Bekasi), Gunawan Setiawan (SMA Petra 2 Surabaya), dan M. Ali Syaifudin (SMA Semesta BBS Semarang). Sedangkan Guest Team yaitu Joandy Leonata Pratama (SMA Sutomo 1 Medan), M. Miftahul Fahmi (SMAN 3 Malang), Rafif Abdus Salam (SMAN 1 Bogor), Hammam Raihan Mohammad (SMAN 3 Bogor), dan Hana Widiapsari Nuraini (SMAN 8 Jakarta).
 
Sebelum berlaga, mereka menjalani masa karantina.Mereka dibimbing oleh para team leader, pengajar, tim tutor, dan tim mentor.

Cegah Krisis dengan Pengelolaan Keuangan yang Hati-hati dan Penuh Tanggung Jawab

Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa (P3K2 Amerop) Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemlu bekerja sama dengan Biro Administrasi Kementerian dan Perwakilan Kemlu, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) "Dampak Krisis Yunani Terhadap Perekonomian Indonesia" di Jakarta, Senin (13/7).
 
Signifikansi Krisis Yunani bagi Indonesia
 
Staf Ahli Bidang Manajemen, Duta Besar R. Bagas Hapsoro, selaku moderator menegaskan pengamatan para narasumber memberikan pemahaman lebih komprehensif dari aspek politik dan ekonomi krisis Yunani dan dampaknya bagi Indonesia.
 
Salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi adalah bagaimana menjalankan kebijakan luar negeri yang membumi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan perdagangan dan investasi serta pariwisata, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia di tengah krisis ekonomi global saat ini.
 
Duta Besar Dian Triansyah Djani, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kemlu menjelaskan bahwa masalah krisis Yunani berakar dari persyaratan dalam Maastrict Treaty tahun 1992 yang tidak dipenuhi Yunani secara hati-hati sehingga berujung pada terjadinya krisis.
 
"Dampak krisis Yunani tidak besar bagi Indonesia namun secara tidak langsung dapat menyebabkan melemahnya permintaan pasar maupun investasi langsung dari negara-negara Uni Eropa," kata Dubes yang akrab dipanggil Trian ini.
 
Raden Pardede, Ph.D, Co-Founder and Managing Partner CReco Research Institute, menyatakan bahwa krisis Yunani tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia.
 
"Namun apabila tidak ditangani secara hati-hati oleh Uni Eropa dapat berimplikasi negatif terhadap Eropa secara keseluruhan dan pada akhirnya secara langsung dan tidak langsung berdampak pada Indonesia," tukas Raden.
 
Sementara itu Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyatakan perlunya kehati-hatian dalam melakukan integrasi di kawasan khususnya terkait Monetary Union. Integrasi yang bersifat fiskal dan keuangan diharapkan tidak didasari oleh kepentingan politis karena akan menimbulkan masalah yang lebih besar di masa yang akan datang.
 
Belajar dari Yunani
 
Para narasumber sepakat bahwa krisis Yunani tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia. Justru Indonesia dapat banyak belajar dari krisis Yunani ini.
 
Penting untuk mengelola keuangan secara hati-hati dan penuh tanggung jawab. Pengelolaan rasio hutang didasarkan pada kapasitas negara dalam mengelola sektor-sektor produktif.
 
Indonesia juga perlu memerhatikan reformasi struktural yang terkait dengan jaminan sosial seperti sektor kesehatan dan pensiun. Program-program tersebut harus didesain dengan baik dan memiliki sustainability dalam jangka panjang.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lagi berdasarkan sumber daya alam namun lebih pada industri manufaktur dan sektor jasa khususnya pariwisata yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan sumber devisa.
 
FGD dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari pejabat eselon I dan II Kementerian Luar Negeri, pengamat ekonomi, pengamat politik, akademisi, dan tamu undangan lainnya.
 
Tujuan FGD ini, seperti disampaikan oleh Plt. Kepala BPPK, Duta Besar Salman Al Farisi, antara lain untuk, "Mendapatkan masukan yang lebih komprehensif dari para stakeholders mengenai gambaran prospek ekonomi global, khususnya terkait kondisi perekonomian Yunani dan pengaruhnya terhadap Indonesia."
 
Selain itu, Kemlu ingin mencari keseragaman pandangan dalam menyikapi potensi krisis ekonomi di Yunani dan kawasan Eropa secara umum sebagai lesson learned bagi Indonesia.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA