usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Kamis, 17 Juli 2014

Pemda Berharap Blok Cepu Segera Tingkatkan Produksi


PEKANBARU - Pemerintah daerah berharap produksi Blok Cepu dapat segera meningkat sesuai dengan rencana agar dana bagi hasil daerah juga meningkat dan dapat digunakan untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat sekitar blok tersebut.

Demikian antara lain benang merah diskusi dalam cara Rapat Koordinasi Penghitungan dan Evaluasi Realisasi Lifting Migas Triwulan II tahun 2014 di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin (14/7).

“Kami minta penjelasan kapan puncak produksi Blok Cepu. Dulu direncanakan Juni 2014, tapi sampai sekarang infrastruktur belum selesai,” kata Ali Hendro dari Dinas ESDM Jawa Timur.

Kepastian produksi Blok Cepu, lanjutnya, sangat penting bagi daerah karena digunakan sebagai dasar penyusunan APBD. Apabila terjadi perubahan rencana atau target, pemda berharap dapat segera memperoleh informasinya.

Menurut Kasubdit Penerimaan Negara Ditjen Migas, I Gusti Suarnaya Sidemen, produksi dari Blok Cepu menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesi untuk mendongkrak produksi minyak nasional. Akibat target produksinya tidak tercapai, pemerintah terpaksa merevisi lifting minyak 2014 dari 870.000 barel per hari menjadi 818.000 barel per hari. Peningkatan produksi blok ini masih terkendala masalah teknis. Alhasil, puncak produksi Blok Cepu sebanyak 165.000 barel per hari yang direncanakan terwujud pada September 2014, mundur menjadi sekitar Juli 2015.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani 17 September 2005 dan berakhir pada 2035, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mobil Cepu Ltd. (MCL), Ampolex Cepu Pte Ltd., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah: PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di bawah KKS Cepu. Bertindak sebagai operator adalah MCL.

Luas wilayah kerja pertambangan Blok Cepu keseluruhan adalah 919,19 km persegi, dengan perhitungan 624,64 km persegi di Kabupaten Bojonegoro, 255,60 km persegi di Kabupaten Blora dan 38,95 km persegi di Kabupaten Tuban.

Proyek Banyu Urip adalah proyek pertama yang dikembangkan pada masa setelah penandatanganan KKS, yang termasuk didalamnya pengembangan lapangan minyak Banyu Urip. Penemuan Lapangan Minyak Banyu Urip diumumkan pada April 2001 dan diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Pada masa produksi puncak, lapangan minyak Banyu Urip memiliki desain kapasitas produksi hingga 165.000  barel per hari. (TW)

Menag Ajak Kaum Muslim Pelajari dan Ajarkan Al-Quran

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan pada Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/07) malam yang bertepatan dengan 18 Ramadhan 1435 H.
Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak seluruh kaum Muslimin untuk mempelajaridan mengajarkan Al-Qur’an. “Dalam sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud disebutkan, Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” terang Menag.
“Hal ini tidak sebatas dalam konteks bacaan tekstual, namun juga mempelajari dan mendalami kandungan Al-Qur’an dalam berbagai seginya secara utuh dan komprehensif,” tambahnya.
Menurutnya, Al-Qur’an sangat penting bagi kita kaum Muslimin, dan karenanya hari turunnya Al-Quran senantiasa diperingati. Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi umat Islam dengan Al-Quran.
Bulan Ramadhan, lanjut Menag, disebut juga bulan Al-Qur’an. Sebab, dalam bulan suci ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu Al-Qur’an untuk disampaikan kepada seluruh umat, sebagai hudan linnas, petunjuk bagi manusia.
“Secara historis, Al-Qur’an turun bukan di ruang hampa, namun sebagai tanggapan berbagai problematika sosial kehidupan yang terjadi dalam masyarakat. Qur’an juga turun untuk memberi jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan kepada Nabi SAW, serta untuk memberi ketetapan hukum yang harus ditaati” tukas Menag.
Menag lalu menjelaskan tentang proses turunnya Al-Qur’an yang terjadi melalui dua tahap, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas yang dikutip oleh al-Sayuti dalam al-Itqan fi’Ulum Al-Qur’an. “Tahap pertama, Al-Qur’an turun secara serentak langsung dari Allah SWT (Lauh al-Makhfuzh) ke langit bumi (Bait al-Izzah). Kedua, kemudian secara bertahap, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi SAW selama lebih kurang 23 tahun. Diturunkan secara serentak pada malam Lailatul Qodar, sedang wahyu pertama yang mengawali pewahyuan secara bertahap disampaikan pada 17 Ramadhan,” jelas Menag.
“Dan, di antara hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar materi/norma hukumAllah SWT dapat dicerna dengan baik, sesuai dengan kondisi obyektif sosio-kultural masyarakat,” imbuh Menag.
Menag juga menegaskan, Al-Qur’an tidak hanya untuk masyarakat Arab pada awal abad ke-7 M, tapi juga untuk masyarakat modern, bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang.  “Al-Qur’an dicipta juga untuk masyarakat berkebudayaan dan berperadaban maju. Karenannya, kandungan Al-Qur’an tidak hanya membahas pokok-pokok ajaran agama (akidah, syariah dan akhlak), tapi juga mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dengan sesama dan lingkungan,” ujar Menag.
Al-Quran, kata Menag, juga mengandung berbagai isyarat iptek, tentang alam (kauniyah) yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam berbagai rekayasa, baik sosial maupun teknik. Al-Qur’an juga membawa misi perubahan yang memungkinkan masyarakat mewujudkan peradaban baru berkat kemampuannya mengembangkan iptek dan pengalaman hukum-hukum illahi, baik yang termaktub dalam kitab suci, maupun yang terbentang di alam raya,” beber Menag.
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya,” demikian Menag mengingatkan. (Gpenk/mkd/mkd)

sumber : www.kemenag.go.id

PU Lebih Siap Dukung Arus Mudik LebaranTahun Ini


Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan telah bahwa PU telah menghentikan pekerjaan jalan nasional pada 1 Juli 2014. Persiapan mudik Lebaran pada H-30 lebih cepat dari tahun sebelumnya dilakukan dalam upaya memastikan kelancaran arus mudik Lebaran. Meski demikian, masih ada perbaikan jalan yang dilakukan di di beberapa lokasi yang tidak akan banyak mempengaruhi kelancaran arus kendaraan saat arus mudik.

"Ada beberapa lokasi pekerjaan kecil, tapi tidak signifikan dan tidak mengganggu," ujar Djoko Kirmanto, Kamis (17/7) usai secara resmi meluncurkan situs ayomudik.com dan diskusi 'Ngopi Bareng Republika Online' (ngobROL) dengan netizen di Jakarta.

Menurut Djoko Kirmanto, telah melakukan kesiapan pada H-30, Kementerian PU  tetap akan mewaspadai semua kemungkinan yang bisa mengganggu kelancaran arus mudik. Termasuk kendala cuaca. Karena, belakangan ini terus terjadi hujan dengan intensitas cukup besar. Kementerian PU akan menaruh alat-alat berat beserta operatornya di lokasi-lokasi yang rawan longsor. Dengan demikian, jika terjadi longsoran jalan akan segera lekas ditangani.

Kondisi jalur mudik sejauh ini dipastikan cukup baik di seluruh daerah antara lain seperti Jawa, Sumatra, Bali dan Kalimantan. Walapun di beberapa titik masih ada perbaikan jalan yang rusak, namun Menteri PU tetap menegaskan bahwa jalur lebaran sudah siap digunakan untuk mudik.

Dikatakannya, kondisi jalur mudik tersebut berasal dari laporan kesiapan jalan  berdasarkan bukti lapangan. Tim dari Kementerian PU yang berisi pejabat eselon I sampai eselon III ditugasi oleh Menteri PU untuk mengecek kondisi lapangan.Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. "Laporan sudah saya terima. Hasilnya baik," jelasnya.

Beberapa lokasi yang masih dalam perbaikan yakni jalur tengah di Sumedang menuju ke Kadipaten. Kondisi jalan itu berlubang. Namun Menteri PU mengatakan bahwa petugas sudah melakukan penambalan. Sama halnya dengan di Lampung dan Pemalang. Ada jembatan yang katanya belum selesai diperbaiki. Dijelaskannya,  untuk jembatan lampung sudah bisa digunakan. Sedangkan jembatan comal ada perbaikan aspal dan sebentar lagi selesai.

Hal lain yang dilakukan Kementerian PU adalah menluncurkan microsite ayomudik.com. Bagi pemudik yang ingin mengetahui kondisi jalur mudik, Kementerian PU menyediakan microsite ayomudik,com yakni microsite yang berisi tentang semua informasi terkait kesiapan mudik.Ayomudik.com berisi informasi mudik, seperti rest area, tips mudik dengan enam kendaraan, seperti kendaraan pribadi, kapal laut, pesawat terbang, kereta api, motor, dan bus. Info mudik ini juga menyediakan peta perjalanan. Misalnya, peta rute perjalanan Jakarta-Boyolali, Jakarta-Surabaya, dan sebagainya.

‪Ayomudik.com juga bisa diakses secara mobile. Untuk sementara, informasi penting yang bisa diakses adalah daerah rawan banjir, rawan longsor, dan pasar. Kementerian PU juga membuat sebuah jingle Ayo Mudik berjudul "Selamat Pulang Kampung," dengan motto "Selamat Pulang Kampung, Pulang Kampung Harus Selamat."

Menteri PU mengungkapkan, microsite tersebut juga bisa menjadi pemicu kinerja Kementerian PU. Pemudik juga bisa menginformasikan kerusakan jalan kepada PU. "Tinggal di foto terus di upload. Secepatnya akan kami tangani," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian PU, Djoko Mursito mengatakan pembuatan website itu untuk menjaring masukan pada pemudik. Pasalnya setiap tahun orang dan media selalu mengatakan bahwa jalur lebaran belum siap. Selain itu, dengan adanya website itu Djoko berharap masyarakat juga peduli dengan sarana dan prasarana. "Kalau ada kerusakan segera laporkan," tuturnya. (ind)

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA