usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Sabtu, 19 Juli 2014

Pameran Kriya Seni Indonesia Wood & Good : Kriya Kayu Kontemporer Indonesia


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendukung pengembangan kesenian di Ibndonesia dengan melakukan berbagai upaya pelestarian seperti pameran, workshop dan lain-lain. Kali ini, Kemenparekraf mendukung penyelenggaraan Pameran Kriya Seni Indonesia “WOOD & GOOD : Kriya Kayu Kontemporer Indonesia” yang merupakan pameran ke-3 dari rangkaian kegiatan pameran pada tahun sebelumnya yang menekankan pada medium dan teknik dalam perkembangan kriya seni di Indonesia, yaitu: Pameran kriya seni serat (‘Indonesia Contemporary Fiber Art’, 2012) dan Pameran kriya seni logam (‘The Horizon of Strenght’, 2013).


Pada tahun ini pamera mengetengahkan karya-karya kriya seni kayu. Material kayu banyak dikenal sebagai wujud dari ekspresi keindahan alami sekaligus sumber inspirasi seniman untuk berkarya dan menciptakan kreasi nilai-nilai. Material kayu, sebagai medium ekspresi seni adalah hal yang tidak asing lagi bagi para seniman, perajin, dan perancang maupun pelaku kreatif bidang seni rupa secara luas Indonesia. Hal tersebut seiring dengan tumbuhnya pihak-pihak yang menyimpan dan merawat karya kriya dari material kayu sebagai koleksi yang dapat dibanggakan.

Pameran ini menampilkan 120 karya dari 47 seniman dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Madura dan Bali yang dikurasi oleh 3 Kurator Ahli dan berpengalaman di bidang Kriya dan Seni Kontemporer yaitu Asmujo Jono Irianto, Rizky A. Zaelani dan I Wayan Seriyoga Parta. Karya-karya yang dipamerkan merupakan obyek, benda, atau produk yang bisa memiliki nilai guna secara fungsional maupun secara artistik.

“Kesenian Indonesia banyak dan beragam, salah satunya adalah seni kriya, maka kreatifitas yang dimiliki anak bangsa ini harus dimanfaatkan dengan maksimal sehingga memberikan nilai tambah dan mensejahterakan. Kami  setuju bahwa karya kreatif bisa diukur secara kuantitas dan kualitas, jadi para seniman yg memamerkan hasil karyanya, menjadi bukti bahwa bangsa ini kreatif, dan semoga hal tersebut dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” kata Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya  pada pembukaan Pameran Seni Kriya Indonesia : Good and Wood di Ciputra Artpreneur, Kamis 19 Juni 2014.

Modal dasar sudah dimiliki bangsa ini sebagai modal awal, selanjutnya, kata Ahman, kreatifitas tersebut juga harus didukung oleh beberapa faktor seperti pergerakan komunitas, model bisnis serta dunia usaha yang mendukungnya. Jadi, biarkan para kreator yang merupakan penghasil karya menciptakan karya sedangkan kita baik sebagai pihak Pemerintah maupun swasta dapat memberikan dukungan baik secara moril, materiil ataupun secara fasilitasi.
“Sebuah pameran, dapat menjadi arena berkumpulnya  para seniman, selain untuk memamerkan karya juga menjadi tempat bertemu sehingga membuka peluang tercipta sebuah karya baru,” pungkasnya.
Salah seorang kurator yasal Bali yang berpartisipasi dalam pameran ini mengatakan bahwa karya yang berbahan utama kayu ini merupakan perlambang bahwa kayu yang menjadi salah satu komoditi di Indonesiadapat menjadi sebuah karya menarik, benilai tambah dan berdaya saing.
Harapannya pameran ini dapat mendorong pekriya untuk lebih kreatif, inovatif, inspiratif dalam penciptaan karya kriya sekaligus sebagai sarana promosi kriya Indonesia, sehingga pameran ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan talenta kreatif kriya kayu khususnya dan para pelaku kreatif bidang seni rupa di Indonesia pada umumnya.
Sumber: www.parekraf.go.id

Bappenas, BPS, FMS Diskusikan Indeks Kebahagiaan Indonesia 2013

Pada pertengahan April 2014, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia Tahun  2013. Dengan melakukan survey pada sekitar 9.720 sampel dari seluruh Indonesia menghasilkan indeks di level 65,11 dan berada di zona "bahagia". Indeks tersebut merupakan rata-rata dari angkas indeks yang dimiliki oleh setiap individu di Indonesia pada tahun 2013. Dengan demikian, orang Indonesia pada tahun 2013 berada pada level 15 point di atas titik pertengahan indeks, namun masih hampir 35 point untuk mencapai titik tertinggi.
Dalam melakukan survey, BPS menggunakan metode probabilty samplingPPS Systematic with Replecement. Responden yang disurvey adalah kepala rumah tangga atau pasangan yang dipilih menggunakan kish table yang ditetapkan oleh BPS. Adapun pengumpulan data dilakukan melaui wawancara langsung dengan responden. Wawancara dilakukan secara semi-private dan tidak terburu-buru sehingga responden berada dalam keadaan rileks dan dapat secara jujur memberikan jawaban.
Indikator yang digunakan BPS dalam survey ini adalah indikator objektif dan subjektif terkait 10 domain kehidupan esesnsial, yaitu: pertama, kesehatan; kedua, pendidikan;ketiga, pekerjaan; keempat, pendapatan rumah tangga; kelima, kondisi lingkungan;keenam, kondisi keamanan; ketujuh, hubungan sosial; kedelapan, keharmonisan keluarga;kesembilan, ketersediaan waktu luang; dan kesepuluh, kondisi rumah dan aset.
Menindaklanjuti hasil survey tersebut, Kementerian PPN/Bappenas menggelar pertemuan dengan BPS dan Forum Masyarakat Statistik (FMS) pada Selasa (15/07) di Ruang SS 1-2 Gedung Bappenas. Hadir dalam kesempatan ini diantaranya adalah Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA; Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas, Dr. Ir. Edi Effendi Tedjakusuma, MA; Deputi Neraca dan Analisis Statistik-BPS, Dr. Kecuk Suhariyanto; Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. H.M. Tahir Kasnawi; Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat, Ir. Thoman Pardosi SE, M.Si; dan Ketua FMS, Dr. Sudarno Sumarto.
Menurut Prof. Dr. H.M. Tahir Kasnawi, kesepuluh indikator yang dijadikan ukuran oleh BPS belum sempurna karena tidak memasukan unsur spiritualitas atau iman dan taqwa. Hal ini penting mengingat Bhutan merupakan negara pertama kali yang memperkenalkan konsep kebahagiaan pada tahun 1970 an, memasukan unsur spiritualias (Budhisme) ke dalam indikator kebahagiaan masyarakatnya. “Kesepuluh indikator tersebut hanya membawa kita pada hal-hal yang bersifat material semata,” katanya.
Sementara itu, Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA mengatakan bahwa tingkat kebahagiaan di suatu tempat berbeda dengan tempat yang lain. Hal ini beliau sampaikan saat menganggapi hasil survey BPS yang menyatakan bahwa tingkat kebahagiaan di daerah perkotaaan lebih besar (65,92 dari 0-100) dibandingkan dengan daerah pedesaan (64,32 dari 0-100). “Untuk hal-hal tertentu seperti persoalan pendapatan, daerah perkotaan memang lebih baik. Namun, untuk persoalan keharmonisan rumah tangga dan kondisi lingkungan daerah pedesaan jauh lebih baik,” ungkapnya.
Pertemuan ini menggarisbawahi beberapa hal penting, di antaranya: pertama, spiritualitas akan dimasukan ke dalam indikator kebahagiaan dalam survey Indeks Kebahagiaan Masyarakat Indonesia tahun-tahun berikutnya dimana sampai sekarang masih berada dalam tahap pengkajian; kedua, akan memperluas cakupan responden yang lebih beragam untuk survey Indeks Kebahagiaan Masyarakat Indonesia berikutnya.

Kementan Musnahkan 7.400 Kg Daging Celeng Ilegal


news
Cilegon – Kementerian Pertanian berhasil dalam menangani isu maraknya peredaran daging babi hutan atau celeng yang dioplos dengan daging sapi. Menteri Pertanian, Suswono, didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian, Walikota Cilegon dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) memusnahkan 7,400 kg (7,4 ton) daging celeng illegal di Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Banten , hari ini (16/7).
Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar seluruh daging celeng ini merupakan hasil dari 2 kali penangkapan selama bulan Juli yaitu pada 5 Juli 2014 sebanyak 4,5 ton dan 8 Juli 2014 sebanyak 2,9 ton.
Berdasarkan data, terjadi peningkatan yang luar biasa volume dan frekuensi setiap tahunnya sejak 2012 terutama pada saat menjelang bulan puasa. Mentan menjelaskan bahwa tahun 2014 peredaran daging celeng mengalami peningkatan hampir 3 kali lipat dari tahun lalu.
“Hal ini apakah tahun lalu banyak yang lolos atau memang volumenya baru sedikit,” ujar Mentan dalam sambutannya.
Selama periode Januari-Juli 2014, Badan Karantina Pertanian telah melakukan 19 kali penggagalan upaya penyelundupan daging babi hutan di Cilegon dan Lampung. Rincian tindakan karantina dari tahun 2012 hingga 10 Juli 2014 di Cilegon adalah 25.413 kg dan di Lampung sebesar 34.105 kg.
Badan Karantina Pertanian melakukan berbagai upaya hukum terkait pemasukan daging babi hutan dan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta masyarakat.
Pemilik maupun pihak yang membantu penyelundupan daging babi hutan dapat disangkakan Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
Mentan berharap kepolisian, kejaksaan serta hakim dapat menghukum seberat-beratnya para penyelundup daging babi celeng. Masyarakat pun diharapkan waspada terhadap peredaran daging celeng. Hal ini dapat dilakukan dengan mendeteksi perbedaan daging sapi asli dengan daging celeng yang beredar di pasar.

Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium


Pemerintah semakin serius mengembangkan kendaraan listrik untuk menurunkan tingkat kebutuhan energi nasional. Melalui upaya yang dilakukan Kementerian Riset dan Teknologi beserta pihak-pihak terkait, pengembangan komponen penting dari mobil listrik yaitu baterai lithium baru saja memiliki fasilitas pilot plant baru yang berada di kawasan Puspiptek Serpong. Peresmian workshop fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta.

“Dari lima teknologi kunci mobil listrik, soal baterai ini yang paling penting. Baterai selama ini diambil dari luar, untuk itu para peneliti mulai memikirkan bagaimana dapat membuat sendiri. Kementerian Ristek kemudian mendorong penelitian ini sampai dengan pembuatan workshop ini, “ ujar Menristek pada acara peresmian, Rabu, 16 Juli 2014 di Puslit Fisika – LIPI, Puspiptek, Serpong.

Menristek melanjutkan, keinginan dari riset adalah bagaimana membuat body baterai yang minimalis tetapi memiliki energi yang besar. Untuk itu dibentuklah konsorsium baterai lithium. Saat ini, teknologi baterai untuk mobil listrik masih mempunyai ruang yang cukup besar untuk riset dan terus berkembang menjadi lebih efisien kedepannya.

Konsorsium nasional riset baterai lithium sendiri dibentuk pada 2012 dimana program kegiatan risetnya dikemaswhole package dari hulu ke hilir dengan berjalan secara paralel dan sinergi. Di hulu riset pembuatan bahan kimia dilakukan dari batuan alam Indonesia seperti batuan posfat dari Kab. Bojonegoro, mangan dari Kab. Trenggalek daan Tasikmalaya, batuan lithium dari  Kab. Banjar, dll.

Senada dengan Menristek, Kepala LIPI, Lukman Hakim juga mengatakan salah satu fokus penelitian LIPI adalah baterai mobil listrik diantara lima teknologi kuncinya.

“Diharapkan dengan fasilitas percontohan ini akan lebih terintegrasi (penelitiannya). Peralatan yang bersifat hightechsangat dibutuhkan dan itu beberapa sudah dipenuhi berkat bantuan Kemenristek melalui pengadaan peralatan dalam workshop ini.  Model riset pengembangan yang sudah diambil inisiatifnya oleh Menristek diharapkan mendapat dukungan dari pihak-pihak lain dan bisa berkelanjutan,” ungkap Lukman.

Konsorsium baterai lithium yang diinisiasi oleh Kemenristek melibatkan unsur Academia, Business dan Government(ABG) yang terdiri dari perguruan tinggi (UI, UNLAM, ITS, dst), pihak industri dan peneliti litbang (LIPI, BPPT, BATAN, dst).

"Dukungan penuh dari Bapak Menristek sangat membantu dalam mewujudkan industri baterai lithium melalui pengadaan infrastruktur riset baterai lithium, baik berupa peralatan uji maupun peralatan proses secara laboratorium dan pilot plant,” ujar Ketua Konsorsium Nasional Riset Baterai Lithium, Bambang Prihandoko. 

Seusai meresmikan workshop fasilitas pilot plant baterai lithium, Menristek beserta jajarannya kemudian mengunjungi beberapa lab seperti P2M LIPI (proses pembuatan MnO2 dan Fe203), PSTBM-BATAN (pembuatan sampel uji baterai lithium) dan Puslit Fisika LIPI (proses pembuatan sel baterai dan uji).

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA