Kementerian Riset dan Teknologi, yang diwakili oleh Asisten Deputi Investasi Iptek Wisnu Sardjono Soenarso, hadir pada acara Demotech ITM 2014 pada tanggal 20 Mei 2014 atas undangan Himpunan Mahasiswa Mesin, Institut Teknologi Medan (ITM). Acara dibuka oleh Rektor ITM Ilmi Abdullah, dimana peserta hadir dari berbagai mahasiswa mesin perguruan tinggi di Medan.
Asisten Deputi Investasi Iptek, dalam paparannya yang berjudul “Optimalisasi Penguatan SDM Iptek Menuju Kesejahteraan Manusia”, menekankan masih rendahnya tingkat daya saing dan tingkat inovasi Indonesia dibandingkan dengan negara Singapura dan Malaysia. “Untuk itu perlu adanya penguatan Sumberdaya Manusia (SDM), khususnya di perguruan tinggi dalam penguasaan iptek dan untuk peningkatan inovasi perlu adanya peningkatan pembiayaan penelitian dan pengembangan (Litbang) baik itu dari pemerintah maupun swasta (industri),” ujar Wisnu. Lebih lanjut Agus Sediadi, Asisten Deputi Data dan Informasi Iptek mensosialisasikan pemanfaatan aplikasi legal berbasis open source untuk medorong kemandirian bangsa. (ad1/4-dep2/ humasristek) | |
Senin, 09 Juni 2014
Optimalisasi Penguatan SDM Iptek Menuju Kesejahteraan Manusia
23.59.00
No comments
Jelang Ramadan, Pertamina Siapkan SPBU 24 Jam
23.56.00
No comments
TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan pelayanan sepanjang jalur mudik. "Terminal bahan bakar minyak dan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), khususnya di jalur mudik, akan beroperasi 24 jam," kata Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan Ali Mundakir ketika dihubungiTempo, Ahad, 8 Juni 2014.
General Manager Marketing PT Pertamina Region III Afandi mengakui Pertamina gencar melakukan peningkatan pelayanan demi memenuhi kebutuhan konsumen pada masa mudik Lebaran. "Kami sudah merancang beberapa strategi menjelang Lebaran," kata Afandi kepada Tempo.
Menurut Afandi, strategi pertama Pertamina adalah memenuhi tangki bahan bakar pada H-3 dan H-4 jelang Lebaran. Yang kedua, menyediakan SPBU kantong untuk menyokong SPBU dengan pasokan BBM yang menipis. SPBU kantong yang berupa tangki dapat mempersingkat waktu penyediaan BBM.
"Biasanya pasokan diperoleh dari depot BBM. SPBU kantong mempersingkat waktu dari SPBU menuju depot," kata Manajer Marketing PT Pertamina Region III Milla Suciyanti.
Yang ketiga, Pertamina juga menyediakan Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan untuk daerah yang jauh dari SPBU. "Pertamina bekerja sama dengan anak perusahaan kami, Pertamina Retail, untuk membuka booth (tenda) penjualan Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan," kata Afandi. Menurut Afandi, harga Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan akan lebih mahal dari harga di SPBU.
Pertamina yakin, dengan persiapan matang, kebutuhan konsumen akan terpenuhi. "Konsumen tidak perlu khawatir sehingga tidak perlu sampai membeli BBM dalam jeriken. Membeli BBM dalam jeriken malah akan membahayakan keselamatan," Afandi menjelaskan. (Baca juga: Jelang Ramadan, Pertamina Tingkatkan Stok BBM)
PAMELA SARNIA
General Manager Marketing PT Pertamina Region III Afandi mengakui Pertamina gencar melakukan peningkatan pelayanan demi memenuhi kebutuhan konsumen pada masa mudik Lebaran. "Kami sudah merancang beberapa strategi menjelang Lebaran," kata Afandi kepada Tempo.
Menurut Afandi, strategi pertama Pertamina adalah memenuhi tangki bahan bakar pada H-3 dan H-4 jelang Lebaran. Yang kedua, menyediakan SPBU kantong untuk menyokong SPBU dengan pasokan BBM yang menipis. SPBU kantong yang berupa tangki dapat mempersingkat waktu penyediaan BBM.
"Biasanya pasokan diperoleh dari depot BBM. SPBU kantong mempersingkat waktu dari SPBU menuju depot," kata Manajer Marketing PT Pertamina Region III Milla Suciyanti.
Yang ketiga, Pertamina juga menyediakan Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan untuk daerah yang jauh dari SPBU. "Pertamina bekerja sama dengan anak perusahaan kami, Pertamina Retail, untuk membuka booth (tenda) penjualan Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan," kata Afandi. Menurut Afandi, harga Pertamax dan Pertamax Plus dalam kemasan akan lebih mahal dari harga di SPBU.
Pertamina yakin, dengan persiapan matang, kebutuhan konsumen akan terpenuhi. "Konsumen tidak perlu khawatir sehingga tidak perlu sampai membeli BBM dalam jeriken. Membeli BBM dalam jeriken malah akan membahayakan keselamatan," Afandi menjelaskan. (Baca juga: Jelang Ramadan, Pertamina Tingkatkan Stok BBM)
PAMELA SARNIA
Sumber: tempo.co
Langganan:
Komentar (Atom)








