usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Minggu, 27 September 2015

Tahun Depan, Pemerintah Tingkatkan Alokasi Dana Desa Jadi Rp46,9 Triliun



Jakarta, 25/09/2015 Kemenkeu - Pada tahun 2016, pemerintah dengan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan meningkatkan anggaran Dana Desa menjadi Rp46,9 triliun, atau 6,4 persen dari Transfer ke Daerah.
Seperti diketahui, pada tahun anggaran 2015 ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar Rp20,76 triliun atau 3,23 persen dari Transfer ke Daerah.
Selanjutnya, pada tahun 2017 Dana Desa direncanakan mencapai 10 persen dari Transfer ke Daerah. “Dan pada saat itu, rata-rata per desa bisa mendapatkan Dana Desa sekitar Rp1 miliar,” jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam Sosialisasi Kebijakan Dana Desa di Kabupaten Buleleng, Bali pada Jumat (25/9).
Namun demikian, agar setiap desa dapat memperoleh Dana Desa rata-rata Rp1 miliar, menurut Menkeu, perlu dilakukan pengendalian penambahan jumlah desa. Hal ini mengingat, telah terjadi penambahan jumlah desa, di mana dalam kurun waktu setengah tahun terakhir, telah terjadi penambahan hingga 661 desa.
“Saat ini jumlah desa telah bertambah 661 desa, yaitu 74.093 desa pada posisi akhir tahun 2014 menjadi 74.754 desa pada tengah tahun 2015,” tambahnya.

Marwan Optimis Dana Desa Pulihkan Perekonomian Nasional

Marwan Optimis Dana Desa Pulihkan Perekonomian Nasional

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar optimis dana desa berperan strategis dalam pemulihan kondisi perekonominan nasional, dimulai dari perekonomian desa. 
"Dana desa yang sudah diterima desa langsung digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur desa seperti jalan desa, irigasi, jalan usaha tani, sanitasi, embung, dan lainnya, hal ini besar sekali dampaknya terhadap pemulihan ekonomi desa yang tadinya ikut terkena imbas melambatnya perekonomian nasional," ujar Marwan, di Jakarta, Jumat (25/9).
Menurutnya, dampak positif dari proyek-proyek infrastruktur desa tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Perekonomian desa langsung pulih dan bergerak cepat, karena berbagai aktifitas usaha ekonomi muncul dan berkembang.
"Selain menyerap langsung banyak warga desa yang bekerja di proyek-proyek infrastruktur desa, juga muncul berbagai kegiatan usaha ekonomi yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan proyek-proyek desa, seperti usaha material, usaha kuliner, usaha pakaian, jasa transportasi, dan usaha lainnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan proyek dan para pekerjanya" papar Marwan.
Menteri asal PKB ini tidak terlalu merisaukan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu yang melaporkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 570 ribu orang pada bulan Maret 2015 menjadi 17,94 juta orang dari sebelumnya 17,37 juta orang pada bulan September 2014. Laporan ini mengisyaratkan terjadinya penurunan ekonomi di perdesaan yang berakibat meningkatnya kemiskinan.
"Data tersebut bulan Maret sebelum transfer dana desa dari Pusat ke daerah, jadi saya optimis saat ini kondisinya pasti berbeda karena dana desa sudah diterima desa dan digunakan untuk membangun infrastruktur desa yang menyerap banyak tenaga kerja, menciptakan banyak peluang usaha, menggerakkan aktifitas ekonomi, meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat desa, ini artinya dana desa berdampak langsung terhadap pemulihan perekonomian desa" terang Marwan.
Untuk itu Marwan menyarankan BPS segera melakukan survey atau sensus lanjutan untuk mengetahui kondisi perekonomian desa pasca turunnya dana desa dan penggunaannya untuk pembangunan infrastruktur desa. Ia yakin kondisinya akan berbeda dengan hasil survey atau sensus terakhir yang telah dipublikasikan.
"Saya yakin pasti dampaknya sangat positif, namun kita butuh data riil untuk mengetahui berapa persen perubahan positif yang ditimbulkan dana desa dalam perkembangan perekonomian desa, jadi ini akan menjadi masukan untuk evaluasi dan peningkatan kinerja dalam penggunaan dana desa dalam konteks pembangunan desa" imbuh Marwan.
Tokoh asal Pati ini optimis pemulihan perekonomian di desa akan berimbas positif terhadap pemulihan ekonomi daerah, dan selanjutnya pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya, saat ini keterkaitan dan saling mempengaruhi diantara pelaku, sektor dan wilayah ekonomi sudah demikian cepatnya. Jika pemulihan ekonomi desa berlangsung cepat dan berkelanjutan, maka langsung memicu pemulihan ekonomi daerah, yang selanjutnya mendorong pula proses pemulihan ekonomi nasional.
"Desa membangun Indonesia, inilah cita-cita yang terus kita doronguntuk benar-benar terwujud secara nyata" tandas Marwan.

Khutbah Idul Adha 1436H; Tujuan Berkurban Adalah Ketaqwaan



Jakarta (Pinmas) – Kaum muslimin harus mencermati kembali pesan al-Qur’an, bahwa tujuan berkurban adalah ketaqwaan. Ketaqwaan adalah tujuan utama manusia melakukan kurban. Ketika daging dan darah hewan kurban diangkat ketingkat yang lebih tinggi, yakni ketaqwaan itu sendiri, maka terjadi proses pemuliaan niat, penataan ulang dan penjernihan tujuang manusia beragama dalam hubungannya dengan lingkungan dan kemanusiaan semesta. Demikian disampaikan Amin Abddullah Guru Besar UIN Yogyakarta dalam khutbah Idul Adhanya di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (24/9).
Amin melihat, ada 3 nilai fundamental yang terkandung dalam berkurban, yakni; disiplin, etos dan dedikasi. Tiga hal di atas mampu menjadi alternatif solusi bagi berbagai permasalahan bangsa dan negara kita, seperti mutu pendidikan yang masih rendah, prestasi olah raga yang memprihatinkan, tawuran antar pelajar, antar RT, antar desa. Termasuk juga konflik agama, korupsi, narkoba, pembabatan dan pembakaran hutan dan lain sebagainya.
Menurutnya, semua itu terjadi sebagai dampak dari rendahnya disiplin nasional, lunaknya etos kerja, lemahnya dedikasi dan komitmen para pemimpin, lemahnya disiplin pribadi, kendornya disiplin masyarakat dan lunaknya disiplin berbangsa dan bernegara.
“Mari, kita ikuti jejak pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Mari kita gelorakan dan kobarkan semangat berkurban, dengan tiga nilai yang melekat tersebut di atas, di dalam setiap derap langkah kehidupan kita untuk meraih cita-cita besar berbangsa dan bernegara. Kita tegakkan disiplin nasional, perkuat etos kerja dan etos keilmuan, selalu mengedepankan dedikasi untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita, untuk mengukir peradaban dan masyarakat baru di era ini” ajak Amin.
Lebih dari 25 ribu Umat Islam dari Jakarta dan sekitarnya Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Hadir dalam Shalat Id tersebut, MenPAN RB Yuddy Crisnandi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Duta Besar Negara Sahabat. Bertindak sebagai H Hasanuddin Sinaga dan Khatib Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Amin Abdullah dengan tema khutbah: Berkorban untuk Kemajuan Bangsa dan Peradaban”
Usai Shalat idul Adha, MenPAN RB dan Mentan, menyerahkan Sapi Kurban atas nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla kepada Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Mubarok. Sementara itu, hwan kurban Menteri Agama yang saat ini berada di Tanah Suci selaku Amirul Hajj diserahkan Sekjen Nur Syam, didampingi Dirjen Bimas Islam Machasin, Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Karo Umum-Pgs Kapinmas Syafrizal.

Sumber : www.kemenag.go.id

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA