usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 29 Juli 2015

Potret Kerukunan Alor, Gereja Dibangun Pekerja Muslim

Alor (Pinmas) —- Menteri Agama mengunjungi  sejumlah lokasi pembangunan rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur.  Sedikitnya dua masjid (Babul Jihad dan al Falah), tiga gereja (Iktus Puldown, Betlehem, dan Paroki), dan satu madrasah (MAN Kalabahi) ditinjau Menag pada kesempatan bersilaturahim ke kota yang dikenal juga sebagai Surga Timur Indonesia.
Menag yang didampingi Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki, Kabag TU Pimpinan Khairul Huda, Wagub NTT Benny Lotelenonny, Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marsilinus dan jajarannya, mengapresiasi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Alor. Apresiasi diberikan mengingat kontribusi masyarakat demikian besar sehingga biaya pembangunan kebanyakan dari swadaya masyarakat. Hebatnya lagi, pekerja dari pembangunan rumah ibadah tersebut adalah orang-orang muslim.
“Saya sangat apresiasi para pekerja muslim yang membangun gereja ini,” kata Menag sembari mengungkapkan harapannya   agar pembangunan rumah ibadah di Alor terus berlangsung dengan baik.
“Ini merupakan potret kerukunan yang luar biasa,” tegasnya.
Potret kerukunan semacam ini, menurut Menag, perlu diinformasikan kepada masyarakat luas agar kerukunan di Indonesia tetap terjaga.

Sumber: www.kemenag.go.id

Menperin: Industri Perkapalan Nasional Tumbuh Signifikan


Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan industri perkapalan di Indonesia barjalan cukup signifikan. Hal ini selain didukung karena Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi juga adanya keberpihakan Pemerintah melalui berbagai program dan kebijakan strategis dalam pengembangan industri maritim nasional. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Forum Saudagar Bugis Makassar ke XV di Makassar, Selasa (28/7).
Pada forum tersebut, selain Menperin, narasumber yang hadir adalah Bupati Takalar-Sulawesi Selatan, Burhanuddin Baharuddin, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antaraserta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Sattar Taba selaku moderator.
Menperin menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang kaya diantaranya memiliki cadangan minyak bumi mencapai 9,1 milliar barel di laut, 8500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 species biota terumbu karang hidup di perairan Indonesia. “Program prioritas Nawa Cita diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, memiliki sumber daya yang berkelanjutan, serta mensejahterakan segenap rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurut pandangan Menperin, industri perkapalan memiliki beberapa karakter khusus antara lain yaitu proses produksi yang komplek dan simultan, berdasarkan pesanan, struktur organisasi jaringan dengan mengandalkan outsourcing untuk penyediaan komponen dan tenaga kerja, serta aktifitas utamanya adalah pembangunan kapal baru dan reparasi. Dari karakter-karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa stakeholder industri terdiri dari berbagai pihak, diantaranya industri pelayaran, industri komponen, pemerintah, biro klasifikasi, perbankan, dan asuransi.
“Bahkan sejak diterapkannya Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang azas cabotage, terjadi peningkatan jumlah armada kapal berbendera Indonesia dari 6.041 unit pada Juni 2005 menjadi 13.224 pada Februari 2014,” kata Menperin. Peningkatan jumlah armada kapal nasional itu berdampak pada peningkatan utilisasi fasilitas reparasi kapal.
Saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, dimana 5 perusahaan berstatus BUMN. Selanjutnya, galangan kapal nasional saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT dan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT. Namun demikian, dari 250 galangan kapal nasional, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas graving dock terbesar yaitu 300.000 DWT yang berlokasi di Batam dan Banten.
“Oleh karena itu, dalam roadmap yang telah kami susun, pada tahun 2025 industri perkapalan nasional ditargetkan akan mampu membangun berbagai jenis kapal sampai dengan ukuran 200.000 DWT dan didukung dengan industri komponen kapal yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tegas Menperin.
Sementara itu, strategi yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam mencapairoadmap tersebut, antara lain: peningkatan daya saing industri perkapalan nasional melalui pemberian insentif fiskal; peningkatan kemampuan desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN); penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal; pengembangan kemampuan SDM perkapalan melalui pelatihan dan sertifikasi; serta peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan kawasan khusus industri maritim.
Hingga lima tahun terakhir, kinerja Industri perkapalan nasional terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, pembangunan kapal baru mecapai 859,9 ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437 juta DWT. Menperin mengharapkan, strategi pembangunan industri perkapalan nasional mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menpora MoU dengan Singapura di Bidang Pemuda dan Olahraga

Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Singapura: Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo dalam melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.  

Kehadiran Presiden Jokowi dan rombongan yang tiba sekitar pukul 10.30 waktu Singapura disambut upacara kenegaraan di Istana Negara Singapura. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dimainkan oleh drum band. Selama kunjungan, Presiden RI antara lain melakukan pertemuan dengan Presiden Singapura, Tony Tan Keng Yam; Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan menghadiri beberapa pertemuan baik di bidang. Salah satunya Presiden menyaksikan MoU yang dilakukan Menpora di bidang olahraga dan pemuda.  

Kunjungan itu diharapkan mampu lebih memajukan kerja sama ekonomi kedua negara. Apalagi Singapura merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata dan kerjasama di bidang olahraga dan pemuda. "Saya senang kita Kemenpora bisa melakukan MoU di bidang olahraga dan pemuda dengan Singapura. Saya ingin ke depan dengan adanya kerjasama ini memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan olahraga dan pemuda bagi kedua negara," kata Menpora.  

Di bidang pemuda MoU yang dilakukan diantaranya yakni, Program pertukaran pemuda dan kunjungan oleh pemuda dan pejabat yang bertanggung jawab atas urusan pemuda, Partisipasi pemuda dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kerelawanan, Kerjasama dibidang pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan sosial kreatifitas pemuda, Kerjasama antar organisasi-organisasi kepemudaan di kedua negara, Pertukaran informasi dan data tentang masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan pemuda sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku di kedua negara.

Sementara di bidang olahraga yakni, Program-program pertukaran dan kunjungan oleh para delegasi atlet, pelatih, pekerja olahraga dan ahli olahraga, Kerjasama antara organisasi olahraga yang relevan dari kedua negara untuk memfasilitasi seminar dan program penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kinerja yang tinggi, ilmu dan kedokteran olahraga dan teknologi.

Pertukaran ide dalam meningkatkan pengembangan industri olahraga, Pertukaran informasi dan data tentang olahraga dalam kaitannya dengan kebijakan olahraga masing-masing negara dan program-programyang tunduk kepada peraturan perundangan-undangan yang relevan yang berlaku di kedua negara yang berkaitan dengan kerahasiaan informasi tersebut yang di ungkapkan, Mendorong dan meningkatkan kesadaran dan keikutsertaan dalam olahraga secara umum, dan Menyelenggarakan sesi-sesi pelatihan bersama antara tim olahraga kedua negara pada tingkat nasional dan regional.

Presiden Jokowi menurut rencana melakukan kunjungan kenegaraan (state visit) ke Singapura pada 28-29 Juli 2015. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan A. Djalil; Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA