Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta menghadiri peresmian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Kawasan MT Haryono Cawang, Jakarta. RS PON dibangun sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kesehatan otak dan saraf (neurologi), dengan menjadi pusat rujukan nasional serta mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang neurologi. Sebagai rumah sakit pusat neurologi yang berkelas dunia dan mampu bersaing secara global, RS PON dilengkapi peralatan kesehatan berteknologi mutakhir, salah satunya CT Scan 250 slice. ”Pendirian rumah sakit ini merupakan wujud dari gagasan dan cita-cita besar Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang menginginkan suatu neuro science center (pusat kesehatan otak & syaraf)”, ujar Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dalam laporannya pada saat peresmian RS Pusat Otak Nasional, di Kawasan MT Haryono, pada 14 Juli 2014. ”RS PON ini dirancang untuk menjadi rumah sakit rujukan nasional kesehatan otak dan syaraf yang juga berperan sebagai pengampu, serta pembina pelayanan otak dan syaraf bagi rumah sakit lain di Indonesia, sekaligus sebagai pusat pendidikan dan penelitian nasional kesehatan otak dan syaraf”, katanya. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini telah beroperasi sejak Maret 2014. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono berharap Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini kelak menjadi rumah sakit yang berkualitas dan menyediakan tenaga medis profesional untuk membawa institusi ini menjadi World Class Hospital. Pada kesempatan ini, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono berserta para Menteri dan Pejabat terkait menyempatkan diri melihat sejumlah ruangan dan peralatan medik yang terdapat di Rumah Sakit. | |
Senin, 21 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
21.02.00
No comments
Kemdikbud Akan Beri Penghargaan Publikasi Keaksaraan bagi Wartawan dan Umum
20.49.00
No comments
Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pembinaan dan Pendidkan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) akan memberikan penghargaan publikasi keaksaraan kepada wartawan dan masyarakat umum. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap wartawan dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyebarluaskan tulisan atau informasi mengenai pendidikan keaksaraan atau Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PBA) melalui media cetak atau daring.
Penghargaan ini selain sebagai apresiasi juga bertujuan untuk membangkitkan semangat di kalangan wartawan dan masyarakat umum untuk terus menyebarluaskan informasi tentang pendidikan keaksaraan ini di masa yang akan datang. Dan secara khusus, pemberian penghargaan ini untuk menyebarluaskan informasi program pendidikan keaksaraan dalam berbagai aspek agar dapat dikenali dan dipahami oleh masyarakat.
Kategori penghargaan terbagi dalam dua naskah, yaitu artikel dan feature. Naskah tersebut harus telah dipublikasikan di koran, majalah, tabloid, dan berita daring umum, yang merupakan tulisan asli dalam bahasa Indonesia dan bukan hasil terjemahan, saduran, maupun jiplakan (plagiat). Naskah juga harus mengangkat berbagai sudut pandang pendidikan keaksaraan dengan tema utama UNESCO: “Keaksaraan Menuju Abad 21”. Naskah yang dipilih merupakan naskah yang telah dimuat di media cetak atau media daring pada periode bulan Oktober 2013 sampai Juni 2014.
Peserta baik yang berasal dari wartawan maupun masyarakat umum dapat mengirimkan lebih dari satu tulisan. Namun demikian, untuk setiap pengirim hanya berhak untuk satu penghargaan. Naskah yang akan dinilai dapat diperoleh dengan dua cara. Pertama dengan dikirim ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, dan kedua melalui studi dokumentasi.
Ketentuan naskah yang dikirim ke panitia adalah satu eksemplar media cetak yang diterbitkan, satu lembar fotocopy tulisan yang diterbitkan, satu print screen naskah tulisan dari media daring yang dimuat, fail elektronik naskah asli diketik dalam format kertas A4 (jarak ketikan satu setengah spasi, dan diketik komputer dengan huruf Timer New Roman ukuran 12 point).
Peserta diminta untuk mengisi biodata yang terlampir di petunjuk teknis (bisa diunduh dihttp://kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/2895). Naskah diterima panitia paling lambat tanggal 30 Juni 2014. Hasil final naskah terbaik akan disampaikan melalui surat. Dan penyerahan penghargaan akan dilakukan pada puncak Acara Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat nasional yang waktu pelaksanaan akan disampaikan oleh panitia.
Bagi para pemenang disediakan hadiah berupa uang dan piagam penghargaan. Hadiah yang disediakan untuk tiga orang masing-masing kategori Rp10 juta/orang.
Menlu RI: Ramadhan, Waktu Untuk Pererat Tali Persaudaraan Keluarga Bangsa-bangsa
20.45.00
No comments
Ramadhan adalah waktu untuk memperbaharui tali persaudaraan dengan kerabat dan keluarga. Terlebih lagi, bulan Ramadhan adalah juga waktu untuk mempererat tali persaudaraan dengan keluarga bangsa-bangsa.Hal ini disampaikan Menlu RI Dr. R.M. Marty M. Natalegawa saat membuka acara buka puasa bersama, Pejambon Ifthar, di Gedung Pancasila, Kemlu RI (17/07).
Dalam kata sambutannya, Menlu RI menegaskan bahwa bagi kebijakan luar negeri Indonesia, menjalin tali persahabatan yang erat di antara bangsa-bangsa, penciptaan perdamaian dan penghargaan terhadap keberagaman adalah salah satu sumber kekuatan yang merupakan sebuah usaha yang terus menerus dan berkelanjutan.
"Di ruangan saat ini, jelas sekali, saya melihat mitra Indonesia yang kuat untuk pencapaian niat dan tujuan tersebut".
Acara rutin yang diadakan dalam rangka bulan suci Ramadhan 1435 H, ini dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan, antara lain Ketua Komisi I DPR RI, para Duta Besar negara sahabat anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), ASEAN, Perwakilan Tetap untuk ASEAN, negara mitra dialog lintas agama, Dean of Diplomatic Corp.
Acara ini turut mengundang keluarga mantan Menteri Luar Negeri RI, tokoh agama, akademisi, think tanks, pemimpin redaksi media massa nasional, dan sejumlah anak yatim piatu keluarga Kementerian Luar Negeri RI serta pelajar duafa Kelas Belajar Oky.
Pejambon Ifthar juga diisi dengan siraman rohani berupa Kuliah Tujuh Menit yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Machasin MA – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI.
Dalam kuliah singkatnya, Prof Machasin menegaskan arti dari bulan Ramadhan. "Berkat bulan Ramadhan bukan hanya terbatas bagi umat Muslim namun juga bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia".
Dalam kata sambutannya, Menlu RI menegaskan bahwa bagi kebijakan luar negeri Indonesia, menjalin tali persahabatan yang erat di antara bangsa-bangsa, penciptaan perdamaian dan penghargaan terhadap keberagaman adalah salah satu sumber kekuatan yang merupakan sebuah usaha yang terus menerus dan berkelanjutan.
"Di ruangan saat ini, jelas sekali, saya melihat mitra Indonesia yang kuat untuk pencapaian niat dan tujuan tersebut".
Acara rutin yang diadakan dalam rangka bulan suci Ramadhan 1435 H, ini dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan, antara lain Ketua Komisi I DPR RI, para Duta Besar negara sahabat anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), ASEAN, Perwakilan Tetap untuk ASEAN, negara mitra dialog lintas agama, Dean of Diplomatic Corp.
Acara ini turut mengundang keluarga mantan Menteri Luar Negeri RI, tokoh agama, akademisi, think tanks, pemimpin redaksi media massa nasional, dan sejumlah anak yatim piatu keluarga Kementerian Luar Negeri RI serta pelajar duafa Kelas Belajar Oky.
Pejambon Ifthar juga diisi dengan siraman rohani berupa Kuliah Tujuh Menit yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Machasin MA – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI.
Dalam kuliah singkatnya, Prof Machasin menegaskan arti dari bulan Ramadhan. "Berkat bulan Ramadhan bukan hanya terbatas bagi umat Muslim namun juga bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia".
Langganan:
Komentar (Atom)








