usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 19 Maret 2014

Bank Dunia Apresiasi Kebijakan Pelarangan Ekspor Mineral Mentah



Jakarta, 19/03/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Dunia mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014 yang mengatur larangan ekspor tambang dan mineral mentah. Hal tersebut disampaikan Manajer Sektor dan Ekonom Utama Bank Dunia untuk program perekonomian Indonesia Jim Brumby pada Selasa (18/3) di Jakarta.
Meski demikian, Bank Dunia berharap Pemerintah Indonesia dapat melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh, sehingga kebijakan tersebut dapat memberikaan manfaat yang maksimal bagi negara. Melalui kebijakan tersebut, menurutnya, pemerintah berusaha memacu dan mendorong perusahaan pertambangan domestik untuk membangun pabrik pengolahan serta pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri. "Memang (melalui kebijakan) ini nantinya akan menigkatkan jumlah smelter di  Indonesia, karena peraturan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk membangunnya (smelter)," jelas Brumby.
Ia menambahkan, efek positif lain dari penerbitan aturan tersebut adalah, pembangunansmelter menyebabkan penyerapan tenaga kerja lebih meningkat dan merata. "Lapangan pekerjaan pasti akan bertambah karena smelter yang dibangun di berbagai pelosok," jelasnya. Selain itu, komoditas mineral yang diekspor nantinya merupakan produk olahan, sehingga akan memberi nilai tambah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berdasarkan proyeksi Bank Dunia, kebijakan pelarangan ekspor mineral berpotensi menurunkan neraca perdagangan bersih Indonesia sebesar 12,5 miliar dolar AS, dan menyebabkan hilangnya 6,5 miliar dolar AS dalam pendapatan fiskal (termasuk royalti, pajak ekspor dan penghasilan pajak badan) untuk periode tahun 2014-2017.(ak)

RI-Norwegia Bidik Peningkatan Kemitraan dan Investasi Energi


Dialog Energi Bilateral RI-Norwegia
Indonesia dan Norwegia berkepentingan untuk lebih meningkatkan kemitraan di bidang energi. Tekad pengembangan kemitraan saling menguntungkan ini mengemuka dalam Pertemuan ke-7 Konsultasi Bilateral Energi Indonesia-Norwegia di Oslo, Norwegia, 17-18 Maret 2014.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto, menjelaskan pertemuan ini merupakan forum dialog yang digelar tiap 2 tahun guna membahas kerja sama konkrit di sektor migas, energi terbarukan, lingkungan, dan efisiensi energi serta kebijakan terkait.

Dalam sambutannya pada sesi pembukaan di Oslo (17/3), Duta Besar Yuwono menekankan pentingnya dialog ini memberikan kontribusi terhadap pencapaian energi terbarukan pada tahun 2025 seperti ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah mengenai Kebijakan Energi Nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Delegasi RI dalam pertemuan ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM, A. Edy Hermantoro, menekankan perlunya lebih mendorong aktifitas-aktifitas bersama pengembangan energi kedua negara.

“Di samping itu, Indonesia juga terus mendorong peningkatan investasi Norwegia di bidang energi dan energi terbarukan, mengingat kemajuan dan keahlian yang dimiliki Norwegia,” tutur Edy, selaku Co-Chairs pertemuan ini bersama dengan Dirjen Kementerian Perminyakan dan Energi Norwegia, Odd Sverre Haraldsen.

Pertemuan ke-7 Konsultasi Bilateral Energi Indonesia-Norwegia dihadiri oleh wakil-wakil pemerintah, BUMN, akademisi dan kalangan swasta / industri dari kedua negara. Delegasi Indonesia diantaranya terdiri dari Kementerian ESDM, Kemlu RI, KBRI Oslo, SKK Migas, PT Pertamina, PT Medco E&P, dan ITB.

Sedangkan dari Norwegia diantaranya dihadiri oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, wakil-wakil dari Kementerian Perminyakan dan Energi Norwegia, Kemlu Norwegia, serta kalangan industri seperti Statoil, Höegh LNG, Tinfos AS, Intsok dan DNV GL-Carbon Capture & Storage.

Topik-topik yang dibahas yaitu migas, energi terbarukan dan kelistrikan, dan lingkungan serta isu-isu terkait.

Selama 2 hari pertemuan, Delegasi juga berkesempatan mengunjungi 2 lokasi industri energi Norwegia di sekitar Oslo, yaitu pusat hydroelectric dan rainpower di Ranafos dan industri transportasi migas di Kongsberg Maritime. 

Dari topik-topik pembahasan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan ini, Duta Besar Yuwono mengatakan pihaknya akan mengawal dan memfasilitasi setiap aktifitas dan tindak lanjutnya.

“KBRI akan terus memelihara peran aktifnya. Termasuk saya akan terus berkomunikasi dan melakukan koordinasi dengan Duta Besar Norwegia di Jakarta guna memastikan tindak lanjut dari pertemuan ini,” tegasnya.

Norwegia merupakan salah satu negara terdepan di bidang pengembangan energi terbarukan dan teknologi pengolahan migas. Lebih dari 90% kebutuhan energi Norwegia dipenuhi melalui pemanfaatan hydropower. Norwegia juga menggunakan tenaga angin dan gelombang laut sebagai sumber energi.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik, yang hadir dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir aktifitas kerja sama di bidang energi antara Indonesia dengan Norwegia terus mengalami peningkatan.

“Saat ini, program kerja sama pengembangan energi yang tengah berlangsung diantaranya proyek energi terbarukan di Sumba, carbon capture and storage di Bandung, dan biogas di Lampung, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi,” jelasnya.   

Kerja sama di riset juga terus berkembang, diantaranya melalui MoU yang ditandatangani pada saat kunjungan Pangeran dan Putri Mahkota Norwegia ke Indonesia tahun 2012, yaitu antara Statoil, the Norwegian University of Science and Technology (NTNU) dan ITB. 

Indonesia dan Norwegia tengah membahas kerja sama antar universitas yang difokuskan pada clean energy dan underground technology. Program pelatihan pengelolaan hydropower yang melibatkan PT PLN juga akan berlangsung pada bulan Maret ini.

Beberapa industri besar Nowegia tercatat aktif bermitra dengan industri di tanah diantaranya Statoil, Höegh LNG, KF Gruppen, dan Tinfos AS. 

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA