usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Selasa, 04 Agustus 2015

Menlu Retno: Indonesia Usung Tiga Tema dalam AMM ke-48

Kuala Lumpur – Indonesia mengusung tiga tema dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-48 yaitu mainstreaming maritime diplomacy, perlindungan pekerja migran dan mendorong aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir terhadap protokol Southeast Asian Nuclear-Weapon-Free-Zone (SEANWFZ). Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, di sela-sela rangkaian AMM ke-48, kemarin (3/8), di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur.
 
Pada kesempatan tersebut, Menlu Retno menyebutkan bahwa terdapat 28 pertemuan yang akan dilakukan Indonesia sepanjang rangkaian AMM ke-48. Sebanyak 16 di antaranya termasuk dalam rangkaian AMM itu sendiri sementara 12 pertemuan merupakan pertemuan bilateral yang kemungkinan akan bertambah seiring dengan perkembangan yang ada. Sementara itu, dalam mengusung tema diplomasi maritim, Indonesia telah mencoba menyusun EAS Statement on Maritime Cooperation in the Asia Pacific dengan harapan akan mendapatkan dukungan negara-negara East Asia Summit (EAS) sebagai upaya mainstreaming maritime diplomacy di ASEAN.

Perlindungan Pekerja Migran
 
Mengenai tema perlindungan pekerja migran, ASEAN sudah mempunyai ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers yang dilanjutkan dengan pembentukan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW).
 
Namun demikian, Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berupaya untuk mendorong negara-negara ASEAN agar mempunyai instrumen yang mengikat secara hukum untuk melindungi para pekerja migran.Sementara mengenai isu nuklir, Indonesia akan mengangkat kembali mengenai perlunya negara-negara pemilik senjata nuklir melakukan aksesi terhadap protokol SEANWFZ agar wilayah Asia Tenggara bebas dari senjata nuklir. 

Menlu Lakukan Beberapa Pertemuan Bilateral
 
Adapun rangkaian pertemuan yang sudah dilakukan Menlu Retno, kemarin (3/8) adalah pertemuan dengan Ketua Global Movement of Moderates (GMM), Tan Sri Razali, pertemuan ASEAN dengan Komisi SEANWFZ dan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Interface AICHR Representatives.
 
Dalam pertemuan dengan Tan Sri Razali, Menlu Retno menyampaikan bahwa kedua pihak akan bekerja sama untuk melakukan semacam roundtable di Jakarta yang kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir tahun 2015.
 
Pada pertemuan dengan Komisi SEANWFZ, Indonesia menekankan kembali pentingnya pencapaian tujuan utama dari SEANWFZ Treaty yaitu menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas senjata nuklir. Selain itu, Indonesia juga mendorong implementasi secara penuh dari rencana aksi SEANWFZ Treaty serta mendorong negara-negara pemilik senjata nuklir untuk segera melakukan aksesi kepada protokol SEANWFZ.
 
Sebagai penutup dari rangkaian pertemuan yang dilakukan para Menlu ASEAN, kemarin (3/8) adalah pertemuan dengan wakil-wakil AICHR. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendorong agar dalam tahun kelima sejak pembentukannya, mandat AICHR dapat diperkuat yaitu selain mempromosikan HAM namun juga dilakukan perlindungan HAM. Selain itu, Indonesia juga memberikan dukungan terhadap program kerja AICHR untuk lima tahunkedepan, 2016 – 2020.
 
Sebagai upaya untuk mainstreaming AICHR agar dapat benar-benar terhubung dengan masyarakat ASEAN, maka Indonesia juga mendukung progress kerja AICHR, khususnya mengenai pendirian Dedicated Human Rights Division dalam ASEAN Secretariat. Selain itu, Indonesia juga mendukung penguatan Terms of Reference yang berdasarkan assessment dan rekomendasi yang dilakukan AICHR.
 
Mengenai agenda pertemuan bilateral dengan Menlu Malaysia, Dato’ Seri Anifah Aman, Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia akan mendorong pertemuan kedua utusan khusus perbatasan maritim kedua negara untuk segera  dimulai guna mempercepat penyelesaian negosiasi batas maritim antara Indonesia dan Malaysia.
 
Selain itu, Indonesia juga akan melakukan compare notes terkait migran Bangladesh dan Myanmar yang ditampung sementara oleh kedua negara, seperti melihat apa yang sudah dilakukan Indonesia dan apa yang sudah dilakukan Malaysia selama ini.

KEDISABILITASAN BUKAN HALANGAN UNTUK MERAIH PRESTASI


Jakarta, (4/8) di Bandara Soekano Hatta menyambut kedatangan para disabilitas intelektual yang mengaharumkan nama bangsa di ajang olahraga Special Olympics World Games (SOWG) yang diadakan di Los Angeles, Amerika Serikat pada 25 Juli s.d 2 Agustus 2015.

Kontingen SOIna sudah menyelesaikan tugas mengikuti pertandingan yang diadakan di beberapa tempat. Selama 8 hari atlet-atlet SOIna berusaha sebaikmungkin untuk memberikan yang terbaik, berjuang membela tanah air melalui olimpiade tingkat dunian terbesar yang dilaksanakan di kota para malaikat. 
Dalam wawancara yang dilakukan, Khofifah menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan sangat baik yang dibina di karantina selama 2 bulan. Kedisiplinan dan proses pengawalan dari atlet-atlet oleh seluruh pembina SOINA dan para pelatih, tim asistensi bersama yang luar biasa dan akhirnya dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, mereka mendapatkan 19 medali emas, 12 medali perak, dan 5 perunggu. 
Prestasi ini tentu mereka persembahkan untuk Indonesia tercinta dan mudah-mudahan rencana ke depannya, Kemenpora terus memaksimalkan ikhtiar ini dan pasti kompetisi ini akan terus mengalami peningkatan yang kualitatif. Dua tahun yang akan datang diadakan winter games dan pasti kompetisi world games akan lebih kualitatif. Oleh karena itu, mereka yang sekarang ini mengikuti Special Olympic World Games tidak bisa ikut ke world games (winter games) mendatang karena keputusan SOINA supaya ada pemerataan pada teman-teman yang lain untuk mengikuti perhelatan olahraga dunia bagi Special Olympic ini.
Menpora menyampaikan juga bahwa “ini sejarah baru bagi olahraga kita untuk Special Olympic World Games ini. Kali ini satu kebijakan yan kami keluarkan yaitu bonus disamaratakan dengan yang normal, baik sea games maupun olimpiade. Karena natinya untuk peraih medali emas mendapatkan 200 juta, medali perak 50 juta, dan medali perunggu 30 juta dan itu diserahkan ke rekening masing-masing tanpa dipungut pajak dan potongan apapun. Hal itu harus bisa diselesaikan secepat-cepatnya karena mulai hari ini sudah kita lakukan transfer pada peraih medali emas, perak, perunggu termasuk para pelatih. Saya kira ini sejarah baru yang perlu kita catat oleh kita semua.  
Dr. Pudji Hastuti, Msc mengungkapkan “saya bangga akan prestasi yang dicapai oleh atlet-atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) pada ajang Special Olympics World Games 2015, Los Angeles. Dengan berhasil melampaui prestasi pada ajang serupa 4 tahun lalu dan membawa pulang 19 medali emas, 12 medali perak dan 5 medali perunggu. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghambat mereka untuk berkarya dan meraih prestasi”.




Menperin: Ekonomi Kreatif Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Tangerang Selatan. Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis dengan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja, ekonomi kreatif juga memacu pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi kreatif bisa menjadi katalis industri baru, juga akselerator atau pemercepat aktivitas ekonomi yang sudah ada. Artinya sangat jelas, pelaku, pekerja hingga konsumennya turut mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menperin Saleh Husin usai menghadiri pembukaan Temu Kreatif Nasional 2015 di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (4/8/2015).

Acara itu dibuka resmi oleh Presiden RI Joko Widodo yang dilanjutkan dengan dialog dengan komunitas kreatif dan peresmian Indonesia Convention Exibiton (ICE) BSD City.

Pemerintah, lanjut Menperin, sangat mengapresiasi dan berterimakasih pada para pelaku ekonomi kreatif. Dengan beragam produk, mereka memberikan sentuhan inovasi kreasi dan teknologi sehingga mendongkrak nilai tambah.

Saleh Husin juga mencermati para pelakunya yang berusia muda. Menurutnya, bekal pengalaman, pendidikan, pergaulan dan keterbukaan anak-anak muda menjadi motor kreativitas yang tidak terbatas.

Kemenperin juga siap mempererat koordinasi dengan lembaga dan kementerian lainnya seperti Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kominfo, Kemenristek dan Dikti, Kementerian Perdagangan serta komunitas pelaku industri kreatif. Salah satunya ialah menggodok formula kebijakan yang mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Orientasinya adalah mencari solusi dan kebersamaan. Apa-apa yang dibutuhkan rekan-rekan pelaku, kita bahas bersama dan tentukan strategi pemecahan masalahnya secara sinergis," tegas Menperin.

Pada dialog dengan komunitas kreatif, Presiden Jokowi mendorong ajang seperti ini dimanfaatkan oleh semua pelaku untuk memberikan curah pikiran, gagasan, pengalaman dan unjuk kerja untuk kemajuan bersama.

"Termasuk juga memanfaatkan sesi  'Inventor Meet Investor' dan semua pihak harus saling memperkuat karena kita bersaing dengan produk ekonomi kreatif dari luar negeri," kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi menuliskan pesan di sebuah gawai, yaitu "Era ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia."

Temu Kreatif Nasional itu merupakan bagian dari peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka yang bertema "Dari Indonesia Untuk Dunia". Juga diiringi dengan pameran produk-produk industri nasional bertajuk "Industrialisasi untuk Kemandirian Bangsa" yang berlangsung dari 1-9 Agustus 2015.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA