| Diposting oleh Humas | |
RAJA AMPAT, PAPUA BARAT - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan membangun sebanyak 100 rumah khusus (Rusus) untuk anggota Polri yang bertugas di Polres Raja Ampat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Pembangunan Rumah Khusus tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah bagi anggota Polri yang bertugas di kabupaten tersebut.
"Kemenpera setidaknya akan membangun rumah khusus sebanyak 100 unit rumah bagi anggota Polres Raja Ampat yang ada di Pulau Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat," ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz kepada sejumlah wartawan pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Khusus Bagi Anggota Polres Raja Ampat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (26/11).
Menurut Djan Faridz, pembangunan rumah khusus ini merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Kemenpera untuk pemenuhan kebutuhan tempat tinggal untuk para petugas kepolisian yang bertugas di pulau-pulau terpencil di seperti di Pulau Waisai. Sedangkan tipe rumah yang akan dibangun tersebut adalah tipe 36 meter persegi. Terdiri dari 70 unit rumah tunggal dan 15 unit rumah kopel. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan per satu unit rumah tersebut sekitar Rp 100 juta lebih.
"Rumah khusus ini juga akan di bangun untuk para petugas selain anggota Polri yang ada di perbatasan dan daerah terpencil di seluruh Indonesia. Jika mereka telah memiliki tempat tinggal yang layak huni tentunya mereka akan lebih bersemangat untuk bekerja," harapnya.
Lebih lanjut, Menpera Djan Faridz menerangkan, selain pembangunan rumah khusus, Kemenpera juga memiliki program bedah rumah yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota di Papua. Pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk masyarakat di tanah Papua juga terus ditingkatkan sehingga mereka ke depan terbiasa tinggal di hunian vertikal tersebut. Kemenpera juga menggenjot embangunan MCK Komunal untuk masyarakat di daerah terpencil yang tersebar di beberapa kabupaten / kota di Papua dan Papua Barat.
"Kami harap dukungan Pemda dan masyarakat agar program perumahan di wilayah ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat," terangnya. Dan untuk menyambut Sail Raja Ampat tahun depan, Kemenpera juga membangun rumah pintar untuk meningkatkan industri kreatif masyarakat daerah tersebut," terangnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengungkapkan, Polri mengucapkan terimakasih atas bantuan perumahan bagi anggotanya yang bertugas di pulau-pulau dan daerah perbatasan.
Bantuan perumahan di Polres Raja Ampat, imbuhnya, sangat bermanfaat bagi anggotanya. Sebab selama ini anggota yang bertugas di daerah tersebut kebanyakan tinggal di Kota Sorong dan harus bolak balik dari Sorong ke Raja Ampat untuk bertugas. Semakin dekatnya tempat tinggal anggota Polres Raja Ampat dengan tempat bekerja juga akan membantu mereka dekat dengan keluarga serta sigap untuk menyelesaikan masalah Kamtibmas yang mungkin terjadi.
"Kemenpera selain membangun 100 rumah di Polres Raja Ampat juga akan memberikan bantuan Rumah Khusus untuk 25 unit di pegunungan Bintang dan anggota Brimob. Kami harap tahun 2014. mendatang Kemenpera bisa mengalokasikan lebih banyak bantuan perumahan untuk anggota Polri lainnnya yang tugasnya di daerah pelosok," harapnya.
Sumber : Kemenpera
|
Jakarta, 27/11/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan M. Chatib Basri melantik 7 orang pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (27/11). Tercatat ada 4 orang Direktur Jenderal dan 3 orang Staf Ahli yang dilantik, baik yang mengalami alih tugas maupun menggantikan pejabat lama yang telah memasuki masa pensiun.
Ketujuh jabatan eselon I beserta pejabat barunya yaitu Direktur Jenderal Anggaran yang dijabat oleh Askolani, dari sebelumnya Herry Purnomo, kemudian Direktur Jenderal Perbendaharaan yang dijabat oleh Marwanto Harjowiryono, dari sebelumnya Agus Suprijanto. Sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Menkeu menunjuk Boediarso Teguh Widodo, dan Robert Pakpahan ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang.
Sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan, Purwiyanto ditunjuk oleh Menkeu sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Isa Rachmatarwata ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, serta Andin Hadiyanto ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional. (fin)
Sumber : Kemenkeu








