“Saya menganggap KPH sebagai wujud aksiologis,” kata Kepala Badan Litbang Kehutanan, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc dalam sambutannya saat membuka acara Gelar Iptek (Geltek) Hasil Litbang Kehutanan untuk Mendukung KPH Tahun 2014 di Ballroom IPB International Convention Center, Bogor, Senin (12/05).
Untuk itu, Kepala Badan Litbang Kehutanan yang baru dilantik pada Jumat (09/05) tersebut juga berharap peneliti dapat meningkatkan komunikasi dan tidak soliter. Menurutnya, apabila penelitian dibingkai dengan bagus maka akan menggambarkan apa yang sesungguhnya dihasilkan. Selain itu, perlu keseimbangan antara penelitian dan pengembangan.
“(Pada) Litbang ini yang paling tertinggal adalah bang-nya (pengembangan) bukan lit-nya (penelitian). Kita sangat sibuk dengan lit (penelitian) tapi bang-nya (pengembangan) hanya sedikit sekali,” jelas Kepala Badan.
Lebih lanjut Kepala Badan menyampaikan bahwa dalam pembangunan sektor kehutanan, terutama untuk mendorong KPH mandiri, semua eselon 1 Kementerian Kehutanan harus bersinergi dan berkesinambungan. Ditjen Planologi di depan menarik gerbongnya dan Badan Litbang dengan R&D (Research and Development)nya harus bisa merajut (merangkul) semua eselon 1 Kementerian Kehutanan secara aksi.
“Beri kesempatan Litbang untuk memegang langsung 10-20 KPH dari 90-120 KPH, agar kami dapat mencermati betul bagaimana perjalanan KPH yang kita bangun dengan melibatkan peneliti sejak awal,” harap Kepala Badan.
“Kita di Litbang (akan) membentuk tim khusus mengawal proses, bukan melempar hasil penelitian, baik dari awal sampai dengan 10 tahun ke depan,” jelas Kepala Badan di hadapan 250 peserta yang hadir meliputi pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) seluruh Indonesia, perwakilan Dinas Kehutanan tingkat propinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, profesor riset, peneliti dan perwakilan eselon 1 lingkup Kementerian Kehutanan.
Menurut Kepala Badan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kehutanan telah dan akan memberikan manfaat yang sangat banyak kepada pembangunan kehutanan di Indonesia. Oleh karena itu, warga Litbang Kehutanan harus bangga.
“Teman-teman litbang harus bangga dengan Litbang (kehutanan). Litbang itu mestinya lintas ilmu, trust (meyakinkan) dan membanggakan,” kata Kabadan yang menyadari dalam menjalankan tupoksinya, Badan Litbang Kehutanan pasti banyak menghadapi persoalan, salah satunya adalah citra sulit berkembang.
Untuk itu, Kepala Badan menghimbau professor riset, peneliti dan struktural di jajaran Litbang untuk tidak lagi mencitrakan Litbang seolah-olah sulit berkembang. Menurutnya, Litbang harus mempunyai kebanggaan yang luar biasa.
“Kalau kita tidak mempunyai kebanggaan terhadap litbang, maka banyak kesempatan untuk mundur,” kata Kepala Badan yang bertekad menjadikan Litbang sebagai badan (institusi) yang elit dan membanggakan.
Terkait pengelolaan KPH, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dalam arahannya, menyambut baik geltek tersebut sebagai wujud dukungan litbang bagi KPH. Dirjen Planologi Kehutanan, Dr. Ir. Bambang Soepijanto, MM berharap event ini menjadi embrio kerjasama berkelanjutan dalam proses pengelolaan hutan di wilayah KPH. "Event ini juga menjadi sarana transfer knowledge antara peneliti dan pengelola KPH di tingkat tapak,” kata Bambang.
Sebelumnya, dalam laporannya, Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Ir. Tri Joko Mulyono, MM, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan awal dalam memberikan gambaran konkrit paket-paket Iptek yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kehutanan.
“KPH perlu waktu untuk mencermati paket-paket Iptek yang dibutuhkan oleh KPH dan disesuaikan dengan tipologi untuk tindak lanjut,” kata Sekbadan.
Untuk itu di akhir acara, Sekbadan berharap semua pihak terkait lebih fokus dan serius untuk menindaklanjuti pertemuan ini. “Ke depannya akan dilakukan Altek (alih teknologi) untuk lebih memahami substansinya,” kata Sekbadan.
Geltek Hasil Litbang Kehutanan yang bertujuan untuk memberi dukungan penuh terhadap pengelolaan KPH ini terselenggara atas hasil kerjasama Badan Litbang Kehutanan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Forests and Climate Change Programme_Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (FORCLIME-GIZ).
Penulis: Tri Hastuti S. Editor: Priyo Kusumedi & Risda Hutagalung








