Permasalahan pembekuan Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), menjadi salah satu fokus pembahasan
Rapat Kerja antara Komisi X DPR dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam
Nahrawi, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Rabu (2/03/2016).
Komisi X DPR mendesak Menpora segera menyelesaikan permasalahan
pembekuan PSSI yang telah berlangsung lebih dari setahun itu.
“Komisi X DPR-RI mendesak pencabutan SK
Menpora RI NO 01307 tentang pengenaan sanksi administratif berupa
kegiatan keolahragaan PSSI tidak diakui. Serta mengkaji kembali
persyaratan terhadap pencabutan SK tersebut,” kata Wakil Ketua Komisi X
DPR Utut Adianto (F-PDI Perjuangan), selaku pimpinan rapat, saat
membacakan salah satu poin kesimpulan.
Agar permasalahan segera selesai, masih
kata Utut, Komisi X DPR memberikan batas waktu kepada Menpora agar
segera mencabut pembekuan PSSI paling telat April 2016 mendatang. Hal
ini terkait adanya agenda Kongres FIFA di Meksiko Mei mendatang, yang
dikhawatirkan berimbas pada sanksi FIFA kepada PSSI.
“Dalam upaya mencabut sanksi FIFA
terhadap PSSI, maka Komisi X DPR-RI meminta Menpora untuk menyelesaikan
permasalahan pembekuan PSSI selambat-lambatnya bulan April 2016,” tambah
politisi asal dapil Jawa Tengah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua
Komisi X DPR Sutan Adil Hendra menilai, Menpora sudah memiliki itikad
baik untuk mencabut SK pembekuan PSSI itu. Tentunya, sebagai mitra kerja
dari Menpora, pihaknya senantiasa akan mendorong niat baik Menpora.
“Persoalan PSSI ini sudah satu setengah
tahun. Kita melihat itikad baik Menpora untuk menyelesaikan permasalahan
PSSI, yang akan segera mencabut SK pembekuan PSSI, tentu niat baik ini
kita dorong. Komisi X mendesak percepatan pencabutan itu, selambatnya
bulan April pencabutan harus sudah selesai, agar tidak sempat terjadi
sanksi FIFA,” tegas Sutan.
Terkait persyaratan yang diminta Menpora
agar pembekuan bisa dicabut, Politisi F-Gerindra itu meminta agar
dikaji terlebih dahulu, agar lebih realistis. Pasalnya, menurut Sutan
ada persyaratan yang sulit dilakukan oleh PSSI.
“Apa yang menjadi syarat Menpora itu
kita lihat tidak mungkin dilakukan oleh PSSI, kita minta itu dikaji.
Sehingga betul-betul objektif dan dapat terlaksana. Untuk pembinaan,
tata kelola, dan prestasi persepakbolaan, tentu perlu dilakukan refomasi
dalam segala hal, tapi ini harus dicabut dulu pembekuan itu. Semua
pihak harus mendukung,” tegas Sutan.
Sutan menilai, akibat pembekuan semua
kegiatan PSSI, telah berdampak pada seluruh pecinta bola, termasuk
pemain, wasit, masyarakat, dan ekonomi kerakyatan yang menjadi tidak
berkembang. Diharapkan, dengan pencabutan pembekuan PSSI, liga-liga
maupun kompetisi sepakbola segera berjalan, sehingga harapan pecinta
bola di Tanah Air dapat terkabul.
“Kami siap mengawal (proses ini).
Apalagi sebentar lagi kita akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018,
salah satu olahraga yang dipertandingkan itu kan sepakbola. Kalau
sepakbola nanti tidak dipertandingkan, maka gairah negara lain menjadi
kurang, sponsor juga berkurang, maka kita sendiri yang akan rugi,”
khawatir politisi asal dapil Jambi itu.
Menpora menegaskan agar sanksi dicabut,
perlu ada jaminan terselenggaranya pengelolaan yang transparan, tidak
ada kartel, dan tidak ada pengaturan skor. “Dalam waktu dekat, kami akan
mengirimkan delegasi ke FIFA, dan bisa bekerjasama dengan pemerintah
melakukan tata kelola sepakbola,” kata Menpora.
Sementara terkait penyelenggaraan Asian
Games 2018, Menpora menjelaskan isu Indonesia terancam sebagai tuan
rumah karena problem PSSI tidak benar dan sama sekali di luar
kesepakatan Indonesia dan OCA.
“Soal PSSI, ada berita kalau sanksi
tidak dicabut, Indonesia akan terancam menjadi tuan rumah Asian Games
2018. Itu bohong dan mengada-ada. Kami sudah berkoordinasi berulang kali
dengan OCA di sejumlah pertemuan dan tidak ada ituPencabutan sanksi
diperintahkan Presiden untuk dikaji dan sudah didalami,” jelas Menpora.
Selain masalah PSSI, raker juga membahas
mengenai Laporan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan 2015. Kedua,
pemaparan Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan 2016. Ketiga,
penjelasan Persiapan dan Kesiapan TAFISA 2016 di Indonesia dan
keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade 2016 di Brazil dan Sea Games
2017 di Malaysia. Keempat, pemaparan Perkembangan Persiapan Asian Games
ke XVIII Tahun 2018.
sumber: www.dpr.go.id