usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 29 Oktober 2014

Dana Operasional Kementerian Baru dari Dana Cadangan Pemerintah di APBN 2014


Jakarta, 29/10/2014 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi kementerian baru dalam Kabinet Kerja, seperti Kementerian Koordinator Bidang Maritim. Menurutnya, dari periode APBN 2014 yang akan berakhir 2 bulan lagi, dana operasional dari kementerian tersebut akan disiapkan dari dana cadangan operasional pemerintah.
“Karena sisa tahun anggaran tinggal dua bulan, kami akan mencoba men-support keberadaan kementerian baru tersebut, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Maritim, dengan bagian dari (periode) APBN 2014 yang memang disiapkan untuk cadangan operasional pemerintah. Dan itu bisa dilakukan untuk dua bulan ke depan,” jelasnya di kantornya pada Rabu (29/10).
Ke depannya, saat penyusunan APBN 2015, dana operasional untuk kementerian ini dapat disiapkan untuk posnya tersendiri. Namun, dengan catatan bahwa status kementerian tersebut sudah jelas, terkait dengan peraturan yang menaunginya.
“Nanti ketika menyusun APBN 2015, semua kementerian, baik yang baru, yang digabungkan atau dipisah, sudah jelas semua. Dan sudah jelas juga siapa komisi (DPR) yang jadi partner, karena setiap anggaran kementerian harus disetujui komisi bersangkutan,” pungkasnya.

Kementerian Luar Negeri Sambut Menteri Baru



Setelah secara resmi dilantik sebagai anggota Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan menghadiri Rapat Kabinet yang pertama, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi beserta Bapak Agus Marsudi disambut mantan Menteri Luar Negeri dari Kabinet Indonesia Bersatu II, Marty M. Natalegawa beserta Ibu Sranya Natalegawa dan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri bersama para pejabat Eselon I dan II serta para sesepuh Kemlu termasuk mantan Menteri Luar Negeri N. Hassan Wirajuda dan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Senin sore (27/10). Tampak hadir dalam acara, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir beserta Ibu Yasmin serta mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal beserta Ibu Rosa Djalal.
Dalam sambutannya, Sekjen Kemlu Y. Kristiarto S. Legowo menyampaikan bahwa sekali lagi salah satu putra terbaik Kemlu kembali terpilih untuk membantu Presiden RI. Selain itu, Sekjen mengucapkan terima kasih kepada mantan Menlu Marty atas segala bimbingannya dan berjanji bahwa seluruh jajaran Kemlu akan terus mengabdi dan melakukan yang terbaik berdasarkan contoh yang telah diberikan.
Mantan Menlu, Marty Natalegawa menyampaikan keyakinannya atas kompetensi Menlu Retno Marsudi dan Wamenlu Abdurrahman M. Fachir. “Di ruangan ini kita semua memiliki keyakinan dengan kecakapan dan kesungguhan Ibu beserta Bapak. Maka berbagai misi yang dipercayakan kepada Ibu dan Bapak semua Insya Allah dengan ridha Allah SWT akan dapat dilaksanakan dengan baik,” demikian disampaikan Marty.
“Tentunya kita semua paham sangat memahami sebagaimana segala bentuk tugas dan misi termasuk misi luar negeri merupakan suatu proses, bukan suatu peristiwa. Sebagai sesuatu yang sifatnya proses tentu upaya ini ada yang sudah membuahkan hasil dan ada pula yang belum 100% membuahkan hasil. Tugas para pemimpin berikutnyalah utk tidak saja mengkonsolidasikan yang sudah dicapai melainkan juga untuk mencapai yang belum dicapai,” tambah Marty.
Secara khusus, mantan Menlu menyampaikan apresiasi pada para mantan Menlu yang dalam kurun waktu masing-masing telah bekerja keras tanpa pamrih untuk memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Politik Luar Negeri.
Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi pada para mantan Menlu. “Saya tidak akan berada di sini dan akan bisa menjalankan tugas kalau tidak ada Pak Marty. Kalau tidak ada Pak Hassan Wirajuda, tidak ada Pak Alwi Shihab, tidak ada Pak Ali Alatas, dan tidak ada menteri luar negeri-menteri luar negeri yang telah memberikan kontribusinya pada Republik di masa yang lalu,” demikian disampaikan Menlu.
Menlu juga menyampaikan pesan dari presiden RI dalam rapat kabinet, “Pertama adalah bahwa semua adalah untuk kepentingan rakyat. Dan hal yang selalu beliau sampaikan adalah kerja, kerja, dan kerja. Oleh karena itu beliau juga memerintahkan bahwa setelah rapat kabinet semua menteri kembali ke kementeriannya untuk langsung melakukan konsolidasi dengan masing-masing tim.
Secara khusus, Menlu meminta seluruh jajaran Kemlu untuk memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan kerja yang baik. “Untuk memulai kerja, kerja dan kerja tentunya yang perlu pertama kita lakukan bersama dan saya kira tidak ada satu pun dari kita yang hadir di sini untuk tidak setuju bahwathe we feeling harus ada. Yang kedua, caring environment di Kementerian Luar Negeri harus ada. Karena tanpa situasi itu kita tidak akan mungkin kerja. Apalagi kerja, kerja, kerja. Oleh karena itu saya mohon dengan sangat hormat dukungan, doa, kerja sama, bersama kita semua menuju dengan the we feeling, caring environment, untuk maju ke depan, untuk mewujudkan Indonesia yang baik dan untuk rakyat Indonesia.” demikian disampaikan Menlu.
Dalam acara tersebut, dilaksanakan penyerahan Memorandum Akhir Tugas secara simbolis oleh mantan Menlu Marty Natalegawa kepada Menlu Retno Marsudi 

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA