Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan penyelenggara even Borobudur InterHash akan bekerjasama menggelar even Wonderful Adventure Indonesia pada bulan Mei 2014. Hash merupakan olahraga rekreasi berupa aktifitas jalan dan lari mencari jejak dengan penanda kertas atau tepung yang disebar di titik-titik strategis. Biasanya Hash mengambil lokasi di daerah yang masih alami seperti pedesaan, perbukitan dan pegunungan. Lebih dari itu, lintasan biasanya melewati area-area yang memiliki daya tarik wisata.
Keindahan alam dan budaya Indonesia merupakan daya tarik yang tidak pernah membosankan untuk dinikmati dan selalu mampu menjadi magnet bagi siapa saja dikunjungi, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Melihat antusiasme peserta InterHash yang diselenggarakan di Indonesia, penyelenggaraaan olahraga rekreasi Hash tahun depan (2014) akan dilaksanakan di Bali dan Nusa Tenggara Timur, pada 10--13 Mei 2014 mendatang, dua wilayah tersebut di atas akan menjadi tuan rumah Wonderful Adventure Indonesia Asia Pacific (WAI-ASPAC) Hash 2014.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenaprekraf, Firmasnyah Rahim, penyelenggaraan even yang akan berlangsung di Bali dan Flores ini merupakan salah satu bentuk komitmen yang dibangun dengan beberapa stakeholder.
"Di Bali, lokasi WAI adalah disekitar Tabanan dan Tampak Siring, sementara rute di Labuan Bajo akan berada didaerah Labuan Bajo dan sekitarnya. Berdasarkan laporan, hingga bulan November, sebanyak 1.796 peserta telah mendaftar ikut serta dalam ajang internasional persaingan mencari jejak dua tahunan yang pertama kali diadakan pada 1978. ," ujar Firmansyah pada launching WAI-ASPAC Hash 2014 di Hotel Grand Melia, 28 November 2013.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa penyelenggaraan WAI 2014 merupakan upaya untuk mewujudkan ‘wisata beyond Bali’. Kabar baiknya, ide ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak.
"Kegiatan Hash merupakan kegiatan olahraga yang dilaksanakan di alam sehingga peserta dapat melakukan olahraga sekaligus menikmati keindahan alam dan budaya sekitar. Berdasarkan pengalaman Borobudur InterHash tahun lalu, peserta yang terdaftar adalah sebanyak 5000 orang. Diharapkan hal serupa juga terjadi pada penyelenggaraan WAI," jelas Mari.
Dilanjutkannya, acara yang diorganisasi secara internasional ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bisa menunjukkan kemampuannya dan memperoleh kepercayaan dari peserta bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event besar bertaraf internasional. Selain itu, even ini juga diyakini dapat memberikan berbagai dampak baik bagi berbagai pihak.
"Indonesia memang memiliki banyak potensi untuk bisa menyelenggarakan olahraga jenis ini. Namun, di sisi lain Indonesia harus bersabar dan berupaya lebih kuat lagi sehingga mendapat kepercayaan utuh baik dari peserta maupun pihak terkait lainnya," pungkas Mari.
Salah satu tujuan penyelenggaraan WAI adalah mendorong wisata minat khusus dengan sasaran meningkatkan spending dan lama tinggal wisatawan. Selain WAI, Kemenparekraf juga sedang mendorong pengembangan sejumlah wisata minat khusus, misalnya wisata kapal pesiar.
Achyarudin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Even Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa WAI merupakan sebuah gagasan yang lahir dari berbagai kegiatan Hash yang berlangsung di dunia. Selain itu, hal ini dilakukan untuk branding Indonesia sebagai salah satu lokasi Hash menarik di dunia.
"Kekuatan Indonesia adalah daya tarik berupa kondisi alam dan masyarakat yang mengagumkan, sehingga menarik bagi wisatawan. Hal ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat internasional sebagai negara yang memiliki destinasi pariwisata yang khas dan menarik. Pada penyelenggaraan Borobudur InterHash 2012 misalnya, lama tinggal peserta di Indonesia mencapai 3 bulan, tentunya hal ini merupakan kabar baik bagi kita dimana wisatawan melakukan spending money yang cukup banyak dan lama tinggal yang cukup," ujarnya lagi.
Berdasarkan kesepakatan, WAI hanya akan dilakukan di Indonesia, karena tujuannya adalah memperkenalkan keindahan Indonesia. Diharapkan, ajang seperti itu menawarkan sebuah promosi kepada peserta dan dunia mengenai eksotika alam Indonesia dan mampu menjadi daya tarik dan magnet bagi wisatawan. (Puskompublik)
Sumber: Kemen Budpar
Penguatan Neraca Berjalan, Kunci Untuk Mendorong Penguatan Rupiah
Jakarta, 29/11/2013 MoF
(Fiscal) News - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat (AS) hingga mendekati Rp12 ribu per dolar diyakini disebabkan
oleh faktor eksternal dan internal. Menurut Menteri Koodinator Bidang
Perekonomian Hatta Rajasa, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah
disebabkan pengaruh eksternal terkait langkah tapering off yang
dilakukan oleh The Fed dan pengaruh internal yang berkaitan dengan
Defisit Neraca Berjalan (Current Account Deficit).
“Rupiah itu mencerminkan fundamental dipengaruhi faktor eksternal itu tapering off di Amerika, di sisi lain tambah current account deficit,” ujar Menko Perekonomian, Jumat (29/11).Untuk mendorong penguatan rupiah, menurutnya, harus ada penguatan neraca berjalan. Ia menyebutkan bahwa cara yang dapat ditempuh antara lain dengan mengurangi importasi dan menambah ekspor. Strategi berikutnya adalah memperkuat rupiah lewat pelaksanaan empat paket kebijakan fiskal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Sambil mendorong paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan, biodiesel dan sebagainya. Kemudian mengurangi pajak yang terkait dengan ekspor dan meningkatkan pajak barang mewah. Hal tersebut harus berjalan," ungkap Hatta.
Namun demikian, ketika ditanya dengan importasi Bahan Bakar Minyak, ia belum bisa memperkirakan pengaruh pelemahan rupiah terhadap harga BBM. “Nanti kita lihat dulu berapa konsumsi BBM, sebenarnya kuota tidak tercapai juga, kita lihat secara keseluruhan,” jelasnya.










