Minggu, 01 Desember 2013
Presiden : Korpri Harus Tetap Netral Dalam Proses Demokrasi
22.07.00
No comments
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) untuk tetap netral dalam proses demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang di tanah air. Para anggota KORPRI harus berdiri di tengah-tengah masyarakat, baik itu dalam proses Pemilukada, maupun Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 mendatang.
“Saya tidak ingin mendengar adanya pelayanan publik yang masih lambat. Esensi dari reformasi birokrasi yang kita jalankan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat.” ujar Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat Korpri pada sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Menpera Dr. Ir. Syarif Burhanudin, M.Eng saat menjadi inspektur upacara HUT Korpri ke – 42 di Jakarta, (29/11).
Presiden juga mengharapkan segenap anggota KORPRI terus mengabdi kepada bangsa dan negara serta tetap meningkatkan dedikasi, profesionalisme, integritas, dan semangat reformasi birokrasi. Tema yang diangkat pada HUT Korpri ke – 42 Tahun 2013 adalah Dengan Profesionalisme dan Netralitas, KORPRI Mendukung Keberhasilan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Untuk Menjaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Presiden dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar seluruh anggota KORPRI untuk terus meningkatkan komitmen pemberian pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat harus mendapat perlakuan dan pelayanan dari segenap aparatur pemerintahan dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, Presiden juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota, yang telah menjalankan sistem lelang jabatan untuk menghasilkan pejabat yang benar-benar mampu bekerja keras dan memberikan pelayanan prima kepada rakyat. “Sistem lelang jabatan ini diharapkan dapat memfasilitasi percepatan pembentukan tatanan pemerintahan yang makin bersih, makin transparan, dan makin berwibawa,” ungkapnya.
Presiden juga berpesan kepada anggota KORPRI agar meningkatkan profesionalisme sebagai aparatur negara dan mewujudkan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan budaya anti korupsi.
“Mari kita tunjukkan kepada rakyat bahwa jajaran aparatur pemerintahan di era reformasi saat ini merupakan pelayan masyarakat. Kedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” katanya.
Sumber : Humas Kemenpera
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar