usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Sabtu, 31 Mei 2014

23 NEGARA IKUTI KONFRENSI INTERNASIONAL ICT 2014

Bandung, 30/5 - Sebanyak 23 negara menyampaikan paparanya pada Konfrensi Internasional Teknologi Komunikasi Informasi (ICoICT) 2014 di Kota Bandung, Jumat.

"Panitia menerima paper ilmiah dari 23 negara di dunia antara lain Asia, Eropa dan Amerika," kata Ketua Pelaksana ICoICT 2014 Dade Nurjanah.

Kegiatan konfrensi ICT berskala internasional itu mengusung tema Internet of Things (IoT): Infrastructure, Computation and Its Application yang diselenggarakan sejak Rabu (28/5).

Menurut Dade ICoICT telah dua kali diselenggarakan sejak tahun 2013 bertujuan sebagai sarana bagi para praktisi dan ilmuwan untuk dapat membagikan ide serta hasil riset yang telah mereka lakukan. Hal itu akan berguna bagi perkembangan ICT di masa yang akan datang.

Selama acara tersebut, peserta mengikuti diskusi dan focus group discussion (FGD) bersama tutor dan panelis. Selain itu terdapat pula keynote speaker yang hadir pada ICoICT 2014 yakni Prof Jin Mitsugi, dengan tema "Advancements of Automatic Identification Technology" dan Prof Teddy Mantoro dengan tema "IoT: Emerging Trend of Sensing, Computing and Communication".

Sementara itu Rektor Telkom University Prof Dr Mochamad Ashari menyebutkan pertumbuhan ICT di Indonesia terus merangkak naik. Hal tersebut menjadi faktor penunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang tumbuh sebesar 4-5 persen setiap tahunnya.

Ia menyampaikan bahwa ICoICT diselenggarakan sebagai rangkaian acara Dies Natalis Telkom University pertama.

"Konfrensi ini rangkaian Dies Natalis Telkom University pertama, ICoICT 2014 diselenggarakan untuk memunculkan ide dan prototype inovatif di bidang ICT," kata Ashari.

Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua IEEE Indonesia Section Kuncoro Wastu Wibowo yang menyatakan ICoICT 2014 yakni IoT, akan berguna untuk menjawab tantangan global di bidang ICT.

"IoT adalah kemampuan untuk menghubungkan informasi dengan informasi yang lain. Tantangannya kini adalah bagaimana masyarakat umum dapat menggunakan informasi tersebut dengan cara yang baik dan benar serta merasakan dampak positif dari perkembangan ICT," kata Kuncoro Wastu Wibowo menambahkan.
Sumber :www.antaranews.com

Pariwisata Berkelanjutan Pangandaran Mendorong Mengurangi Perubahan Iklim Global

Pariwisata Indonesia sedang dalam keadaan baik, salah satu indikatornya adalah peningkatan kunjungan wisman dan wisnus di berbagai daerah tujuan wisata baru serta peningkatan investasi pariwisata, hal itu terbukti dari semakin tumbuh pembangunan hotel serta fasilitas pendukung pariwisata lainnya. Dalam perkembangannya, kemajuan sektor pariwisata ini pun melibatkan banyak pihak yang saling merangkul demi pencapaian bersama yakni pariwisata berkelanjutan.

Salah satu program pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sudah memberikan hasil dan mendapat respon positif baik oleh Pemda, masyarakat, LSM dan pelaku pariwisata, yaitu dilakukan di daerah tujuan wisata Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemulihan obyek wisata pasca-tsunami serta pengoptimalan potensi alam setempat terutama keindahan pantai yang memiliki daya tarik pariwisata.

Kegiatan  STREAM (Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation Measures) atau Pariwisata Berkelanjutan dengan Energi Efisiensi Melalui Kegiatan Adaptasi dan Mitigasi  merupakan proyek kerjasama UNWTO (United Nations World Tourism Organization) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam upaya memerangi perubahaan iklim di Indonesia.


"Kegiatan ini merupakan masterplan untuk pariwisata berkelanjutan. Kedepan, kami akan melibatkan UN-WTO sebagai lembaga yang dapat membantu kami merealisasikan hal ini.  Tahun ini akan dibuat proposal untuk menyusun kerangka kerjasama tahap berikutnya. Disini, keberadaan Kemenparekraf tidak sendiri tapi juga  melibatkan kementerian lain yang terkait," kata Lokot Ahmad Enda, Direktur Perencanaan Investasi dan Destinasi Pariwisata, di Pangandaran (6/7).
Dilanjutkan Lokot, kegiatan pengembangan pariwisata melalui program seperti ini, didaerah mana pun memiliki satu kunci keberhasilan penting, yakni komitmen serta keseriusan pemerintah daerah yang didukung oleh komunitas dan masyarakat setempat.  Melihat potensi pariwisata disini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selalu berpesan agar potensi Pangandaran bisa dimaksimalkan, berdaya saing, mudah dikenal, mudah dijual dan lain-lain.

"Konsentrasi lanjutan pengembangan pariwisata berkelanjutan ini ialah mengenai sampah. Alangkah baiknya bila pengelolaan limbah yang telah dilakukan terus didukung agar bisa dikembangkan lebih optimal," lanjutnya.
Sementara itu, salah satu mitra dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pangandaran adalah Ari Suhadi dari Indekon mengatakan, Indekon telah bekerjasama dengan UN-WTO selama 7 tahun. Dalam tahapannya, pengembangan pariwisata di Pangandaran inilah yang menginspirasi pengelolaan Destination Management Organization (DMO).

"Wajah Pangandaran pelan-palan berubah. Bisa dilihat, sekarang Sabtu dan Minggu, daerah ini sangat ramai, begitu pun saat hari kerja, ada saja pengunjung yang datang kesini," lanjutnya Ari.
Berkaitan dengan peran serta berbagai pihak yang telah mendukung program ini, diberikan Apresiasi kepada hotel dan pemangku kepentingan dalam rangka merayakan keberhasilan proyek STREAM, juga dilakukan peninjauan hasil kegiatan penghijauan dan pemanfaatan energi yang dilakukan di Bulaksetra, tak jauh dari lokasi Pangandaran. Lokasi ini merupakan sebuah sarana dimana masyarakat dapat membudidayakan mangrove, serta menikmati kebun hijau dengan udara bersih. Disini juga terdapat penggerak turbin yang dirancang sedemikian rupa sehingga ramah lingkungan.
Diharapkan, pengembangan pariwisata berkelanjutan memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat serta flora dan fauna di wilayah tersebut. Disamping itu dapat mendukung percepatan pergerakan ekonomi pariwisata yang pada gilirannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sumber: www.parekraf.go.id

Hadiri WEFEA ke-23, Presiden RI Terima Penghargaan Global Statesmanship Award


Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono hadiri 23rd World Economic Forum on East Asia (WEFEA) dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina (22-24/05).

Dalam kunjungan ini, Presiden RI menandatangani beberapa kesepakatan, termasuk perjanjian mengenai pembatasan Zona Ekonomi Eksklusif serta dua MOU mengenai kerjasama di bidang pendidikan tinggi dan upaya
 counter-terrorism antara Indonesia dan Filipina.

Presiden RI juga menghadiri kegiatan peletakan karangan bunga di
 Rizal Park Monument, melakukan pertemuan tête-à-tête dan menerima gelar kehormatan Order of Sikatuna with the Rank of Raja (Grand Collar) dari Pemerintah Republik Filipina. 

Dalam pertemuan bilateral, kedua Presiden RI dan Presiden Benigno S. Aquino III membahas isu strategis terkait dengan delimitasi batas maritim, perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi, kerja sama penanggulangan bencana; dan perlindungan pekerja migran.

Secara khusus, kedua Kepala Negara telah membahas kerja sama kedua negara di bidang penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas
 (transnational crimes) dan pemajuan hubungan antar masyarakat (people-to-people contact).

Presiden RI menilai penyelesaian perundingan perbatasan dalam hal ZEE merupakan tonggak baru yang akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. 

Dengan penyelesaian batas ZEE tersebut, kedua negara memiliki kesempatan untuk bekerja sama lebih erat di berbagai bidang, diantaranya dalam bidang kelautan dan perikanan,
 ecotourism dan kejahatan lintas batas.

“Penyelesaian batas ZEE Indonesia dan Filipina setelah melalui negosiasi selama 20 tahun dapat menjadi model dan contoh bagi penyelesaian damai sengketa wilayah perbatasan tanpa penggunaan kekuatan militer yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan dan dunia.”tegas Presiden RI.

Kedua negara juga sepakat untuk mengakselerasi kerja sama perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi lainnya. Tahun lalu, volume perdagangan kedua negara mencapai USD 4,59 miliar dengan rata-rata peningkatan perdagangan kedua negara mencapai 10,90%.

Trend
 positif ini diharapkan akan semakin meningkat ke depannya seiring peningkatan pertumbuhan perekonomian kedua negara. Kedua negara juga sepakat untuk menyiapkan suatu business forum agar komunitas bisnis Indonesia dan Filipina dapat mengidentifikasi dan menggali berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

Pada tataran regional, kedua negara sepakat untuk mengintensifkan kerja sama dalam kerangka BIMP-EAGA
 (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Agreement) dengan melibatkan peran aktif sektor swasta kedua negara.   

Presiden RI juga menghadiri pembukaan
 plenary 23rd WEFEA yang tahun ini mengambil tema “Leverage Growth for Equitable Progress”dan dihadiri oleh Presiden Republik Filipina, Benigno S. Aquino III, Perdana Menteri Republik Sosialis Viet Nam, Nguyen Tan Dung dan Wakil Presiden Republik Myanmar, Nyan Tun serta kalangan dunia usaha dan industri.

Presiden RI juga telah menerima penghargaan
 “Global Statesmanship Award” dari WEF yang didasarkan pada peran dan kontribusi Presiden RI terhadap kemajuan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan pembangunan.

Presiden RI adalah Kepala Negara/Pemerintahan ketiga atau pemimpin Asia pertama yang dianugerahi
 “Global Statesmanship Award” oleh WEF. Dua penerima sebelumnya adalah Presiden Brazil Lula da Silva (2010) dan Presiden Meksiko Felipe Calderon (2012). 

Kementerian Sekretariat Negara Pangkas Anggaran 2014

web_raker_22-5-2014.jpg









Rapat Kerja/Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet , Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Pertanahan Nasional, Badan Kepegawaian Negara, Lembaga Administrasi Negara, Arsip Nasional RI, Ombudsman RI, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di Gedung DPR RI , Jakarta Kamis, (22/5).  Rapat tersebut membahas Anggaran 2014 dimana Kementerian Sekretaraiat Negara berupaya untuk melakukan penghematan dan pemotongan belanja tahun anggaran 2014. 

Dalam penjelasan Menteri Sekretaris Negara yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Taufik Sukasah menjelaskan untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2014, Kemensetneg akan memotong anggaran 2014 sebesar Rp266.955.977.000,00 (dua ratus enam puluh enam miliar sembilan ratus lima puluh lima juta Sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah). Penghematan dan pemotongan belanja Kemensetneg dilaksanakan oleh Satker yang menggunakan sumber dana Rupiah Murni, tidak termasuk sumber dana PNBP dan BLU.

Dengan memperhitungkan penghematan dan pemotongan belanja, serta penambahan anggaran yang bersumber dari PNBP Pusdiklat Kemensetneg, alokasi anggaran Bagian Anggaran 007 Kemensetneg tahun 2014 diusulkan untuk berubah dari semula sebesar Rp2.169.953.347.000,00 (dua triliun seratus enam puluh sembilan miliar sembilan ratus lima puluh tiga juta tiga ratus empat puluh tujuh ribu rupiah) menjadi Rp1.903.622.796.000,00 (satu triliun sembilan ratus tiga miliar enam ratus dua puluh dua juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah).    

Rapat Kerja/Dengar Pendapat memberikan kesimpulan bahwa Komisi II DPR RI telah mencatat usulan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2014 dari seluruh Mitra Kerja Komisi II DPR RI untuk selanjutnya akan dibahas secara lebih rinci dalam RDP yang akan datang. Selain itu Komisi II DPR RI juga meminta kepada seluruh Mitra Kerja Komisi II DPR RI untuk melakukan simulasi terhadap rencana kegiatan dan anggaran Tahun 2014, untuk menyikapi kebijakan penghematan/pemotongan anggaran yang hasilnya segera dapat diserahkan kepada Komisi II DPR RI dan selanjutnya akan dibahas dalam RDP mendatang.

MALAYSIA PUNYA BANDAR UDARA BARU KHUSUS LCC


(Jakarta, 9/5/2014). Malaysia - Bandar Udara Penerbangan Murah (Low Cost-Carrier Airport) Malaysia yang baru yaitu Kuala Lumpur International Airport 2/ KLIA2 telah resmi beroperasi  pada tanggal 2 Mei 2014 pukul 00.000 menggantikan Bandara Low Cost Carrier Terminal (LCCT). LCCT lama akan dikembalikan fungsinya sebagai terminal pelayanan kargo.

Laporan khusus yang diterima redaksi www.dephub.go.id dari atase perhubungan RI di Malaysia Bambang Sudaryono menyebutkan KLIA2 yang dibangun dengan anggaran senilai RM4 milyar tersebut merupakan  salah satu poyek terbesar yang didanai oleh pihak swasta dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan lapangan pekerjaan baru. Dengan dibangunnya KLIA2, maka keseluruhan bandara baik KLIA1 dan KLIA2 saat ini dapat menangani 70 juta penumpang per tahunnya seiring dengan berkembang dan pesatnya perjalanan menggunakan jalur udara dan persaingan di wilayah ASEAN.

Terminal baru yang dibangun khusus untuk mengatasi pertumbuhan bisnis maskapai penerbangan murah  tersebut berdiri diatas lahan seluas 257,000 meter persegi atau kurang lebih sama dengan 24 lapangan bola, memiliki 60 pintu kedatangan / keberangkatan, 80 garbarata (aerobridge). Salah satu ciri utama dari KLIA2 adalah adanya jembatan penghubung bangunan antara terminal utama ke bangunan terminal satelit sepanjang 300m atau yang dikenali dengan nama “skybridge”. Jembatan penghubung ini merupakan jembatan penghubung terminal di bandara yang terpanjang di Asia dan ketiga terpanjang di dunia dimana para penumpang dapat melihat pesawat terbang yang sedang melintas dibawah jembatan tersebut dibandingkan dengan KLIA1 dimana para penumpang harus menaiki kereta api “aerotrain” dibawah tanah. Bandara ini memiliki tempat parkir kendaraan sebanyak 6.000 mobil, hotel transit yang berlokasi di dalam bandara dan Tune Hotel yang berlokasi di luar bandara.

Selain itu, KLIA2 juga mempunyai menara pengendali lalu-lintas udara (ATC Tower) sendiri terpisah dari menara pengendali lalu-lintas udara KLIA1. Menara baru dengan tinggi 133.8 meter dari permukaan tanah dan memiliki 33 tingkat atau di kenal dengan sebutan Menara Barat (West Tower) merupakan menara pengendali lalu-lintas udara tertinggi di dunia mengalahkan menara di Bandara Internasional Svarnabhumi di Bangkok, Thailand yang memiliki tinggi 132.2 meter.

Diperkirakan sebanyak 24 juta penumpang akan dilayani dalam 12 bulan pertama pengoperasian KLIA2 dari kapasitas 45 juta pertahunnya. Dengan dioperasikannya KLIA2, maka  Malaysia menjadi satu-satunya bandara yang mengoperasikan 3 buah landasan pacu di dalam satu kompleks bandara dikawasan ASEAN. Landasan pacu ketiga tersebut memiliki panjang 4km.

Diawal pengoperasiannya, MAHB memberikan pelayanan bus gratis dari KLIA2 dan LCCT-KLIA1 dari tanggal 1 Mei hingga 15 Mei 2014 setiap 15-20 menit, disusul seluruh transportasi umum mulai beroperasi sepenuhnya mulai tanggal 9 Mei 2014 begitu juga dengan pelayanan Keimigrasian serta Bea dan Cukai karena masih hanya beberapa maskapai penerbangan murah yang sudah siap pindah dan mulai beroperasi di KLIA2. Maskapai penerbangan murah yang akan beroperasi di KLIA2 adalah : Lion Air, Malindo Airways, Tigerair Mandala, Tiger Air, Cebu Pacific, sedangan AirAsia Group diperkirakan memulai operasionalnya setelah tanggal 9 Mei 2014. Hingga 8 Mei 2014 nanti atau seminggu pengoperasian perdananya, diperkirakan sebanyak 50-60 pergerakan pesawat rata-rata perharinya dan akan meningkat sebanyak 400 pergerakan perhari apabila maskapai penerbangan AirAsia sudah mulai beroperasi dan menjadikan KLIA2 sebagai pusat kegiatan AirAsia.

Selain berfungsi sebagai bandara yang khusus melayani penumpang penerbangan murah bandara yang memiliki konsep bandara di dalam mall (airport in the mall), diperkirakan akan menyaingi Bandara Changi di Singapura dan Bandara Svarnabhumi di Bangkok, Thailand mengingat di bandara baru tersebut memiliki pusat perbelanjaan terbesar seluas 32,000 meter persegi yang dapat menampung sebanyak 225 retail outlets di dalam bandara dan merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan konsep tersebut. Terdapat dua bagian pusat perbelanjaan, yaitu pada bagian luar bandara atau sebelum penumpang melakukan daftar masuk (check in) dinamakan Gateway@KLIA2 Mall terdiri dari tiga tingkat seluas 32,516 meter persegi dan pusat perbelanjaan yang terletak di dalam bandara atau sebelum ruang tunggu (boarding lounge) dinamakan air-side mall seluas 35,000 persegi.

Di bandara ini juga dipersiapkan angkutan terpadu yaitu angkutan udara, darat dan kereta api. Meskipun hanya berjarak kurang lebih 2 km dari KLIA1, bandara ini selain dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, taksi serta bus ke beberapa tempat di Kuala Lumpur, dapat juga dijangkau menggunakan jasa angkutan kereta api bandara KLIA Ekspress dan KLIA Transit dan ada juga wacana untuk memperpanjang jalur kereta api komuter regular milik Kereta Tanah Melayu Berhad dimasa depan.

Maskapai penerbangan Indonesia yaitu Lion Air merupakan salah satu maskapai pertama berkesempatan mendarat pada peresmian pengoperasian bandar udara tersebut, setelah maskapai malaysian malindo Airways. Lion Air mendarat pada pukul 00.25 dari Jakarta, kemudian  disusu pendaratan terakhir oleh maskapai penerbangan Pilipina yaitu Cebu Pacific yang mendarat pada pukul 00.35 dari Manila yang kemudian terbang kembali pada pukul 03.15. Cebu Pacific merupakan maskapai pernebangan yang melakukan lepas landas perdana dari pintu keberangkatan K4 KLIA2. (Red).

Jumat, 30 Mei 2014

Turki Dapat Menjadi Penghubung Bagi Produk Ekspor Indonesia ke Eropa dan Afrika


KONYA – Turki merupakan mitra penting Indonesia dalam perdagangan Internasional. Posisi Turki yang strategis dapat menjadi penghubung untuk produk-produk Indonesia, termasuk produk pertanian ke pasar Eropa dan Afrika.

Menteri Pertanian RI Suswono mengungkapkan hal tersebut saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Selcuk, Rabu (28/5) di Konya, Turki. Pada acara yang juga  dihadiri civitas akademika, termasuk Rektor Universias Selcuk, Prof Dr Hakki Gokbel tersebut, Mentan memberikan kuliah umum dengan tema Memperkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Turki Melalui Kerjsama Pertanian dan Agribisnis.

Mentan Suswono menyatakan, Indonesia dan Turki dapat bersinergi memanfaatkan peluang pasar di masing-masing negara. Turki yang beriklim subtropis tentunya membutuhkan produk-produk pertanian yang hanya dapat tumbuh di iklim tropis. Demikian juga sebaliknya, Indonesia tentunya membutuhkan produk-produk pertanian yang hanya bisa dihasilkan di Negara subtropis, seperti Turki.

“Masing-masing memiliki produk unggulan yang dibutuhkan dan dapat diperdagangkan antar kedua Negara,” kata Mentan Suswono.

Mentan memamparkan, tahun 2013 lalu impor produk pertanian Indonesia dari Turki mencapai AS$ 88,6 juta, Jenis produk yang diimpor adalah tembakau dan gandum. Sementara ekspor produk pertanian Indonesia ke Turki meliputi minyak kelapa sawit, karet, dan produk pertanian lainnya dengan nilai AS$ 476,3 juta.

Kesempatan kuliah umum tersebut dipakai Mentan Suswono untuk mengklarifikasi tuduhan miring terkait produk minyak kelapa sawit, terutama dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan. Sejumlah negara tujuan ekpsor di pasar Eropa melancarkan kampanye negatif terhadap produk minyak kelapa sawit.

“Minyak kelapa sawit terbukti lebih unggul dari minyak nabati lainnya dalam hal ekonomi , sosial, dan lingkungan,” tegas Mentan.

Bahkan, lanjut Mentan, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Tine Sundtoft menegaskan, pelarangan produk minyak kelapa sawit adalah keliru, karena hal itu mempersulit upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Mentan menambahkan, sebagai negara yang memposisikan sektor pertanian sebagai andalan perekonomian, Indonesia sangat bekomitmen terhadap pelestarian sumber daya alam, termasuk dalam hal ini prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang harus diaplikasikan industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir.


Sejak tahun 1990 pemerintah Indonesia memiliki perangkat regulasi yang lengkap dan kuat untuk mengatur industri kelapa sawit. Tahun 2011 regulasi yang ada diperkuat lagi dengan keharusan memiliki ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) sebagai mandatory bagi industri kelapa sawit.

“Tahun 2014 ini semua industri kelapa sawit harus sudah memiliki ISPO,” jelas Mentan.

Menurut Mentan, upaya-upaya yang dilakukan Indonesia terkait pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan sudah diakui dan mendapat dukungan dari Parlemen Eropa. Dalam pertemuan baru-baru ini di Brussel, Parlemen Eropa dapat menyatakan, pembangunan industri kelapa sawit Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainable).

BI Akan Pastikan Pasokan Pangan Terkendali



Jakarta, 30/05/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) akan mewaspadai dan memastikan supply dan demand pasokan pangan tetap terkendali menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini untuk meminimalisir laju inflasi yang akan tinggi karena pengaruh musiman tersebut.
“Secara musiman memang inflasi akan naik di Bulan Juni dan puncaknya di Bulan Juli. Tapi kita perkirakan tidak akan sebesar tahun lalu,” ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (30/5).
Menurutnya, untuk mengendalikan tingkat inflasi tidak melonjak tajam pihaknya mengaku akan menjaga pasokan kepada masyarakat, secara khususnya mengenai harga pangan. Selain itu, BI meminta komitmen semua pimpinan daerah untuk menjaga pasokan, distribusi, dan informasi harga.
Kerja sama antara daerah, sambung dia, perlu diperkuat untuk menghindari adanya daerah yang kelebihan pasokan pangan, sementara ada daerah lain yang kekurangan pasokan. “BI sendiri akan mengeluarkan policy-policy prudent dari sisi moneter untuk menjaga agar permintaan tetap terkendali,” pungkasnya. (ans)

Kemenpera Terus Upayakan Kebijakan Rumah Murah Untuk Rakyat


JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan terus mengupayakan kebijakan rumah murah untuk rakyat Indonesia. Guna mengatasi masalah keterbatasan lahan akibat pertumbuhan hunian,  Kemenpera bahkan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan subsidi KPR FLPP untuk rumah tapak mulai 31 Maret 2015 mendatang.
“Kita akan fokuskan penyaluran KPR FLPP di Rusun, kalau bangun rumah tapak terus menerus, akan menggerus lahan produktif yang ada saat ini”, ungkap Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo di Kantor Kemenpera, Jakarta beberapa waktu lalu.
Ke depan, imbuhnya, Kemenpera akan memfokuskan penyaluran bantuan subsidi KPR FLPP untuk Rumah Susun. Kelompok sasaran untuk KPR Sejahtera susun adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap paling banyak Rp 7 juta. Sedangkan harga Rusun memiliki batasan harga yang berbeda di setiap provinsi.  Batasan harga Rusun paling  rendah berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Rp 6,9 juta per meter persegi dan paling tinggi adalah di Provinsi Papua yaitu Rp 15 juta per meter persegi.
Hal senada juga disampaikan, Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kemenpera, Budi Hartono. Dirinya mengungkapkan BLU PPP siap mendukung kebijakan Kemenpera tersebut.
“Pembangunan rumah tapak dalam jangka panjang memiliki beberapa dampak negatif. Wilayah yang terus berkembang melebar menyebabkan semakin jauhnya tempat tinggal penduduk dari pusat perekonomian, sehingga menyebabkan tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung oleh masyarakat,” terangnya.
Semakin padatnya tempat tinggal penduduk di Jakarta, imbuhnya, membuat kota-kota di sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok menjadi kota penyangga untuk menjadi tempat tinggal penduduk. Saat ini keberadaan kota-kota penyangga bahkan telah meluas ke daerah Cikarang, Cikampek, Cilegon dan sekitarnya.
Tempat tinggal masyarakat yang jauh dari  pusat perekonomian, menyebabkan pemborosan di berbagai sektor, seperti sektor transportasi. Masyarakat saat ini lebih memilih berpergian dengan menggunakan kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum, yang pada akhirnya menyebabkan subsidi Bahan Bakar Minyak   pemerintah semakin besar. Selain itu akibat dari semakin melebarnya wilayah terdapat kerugian akan hal-hal yang tak bisa diukur nilai ekonomisnya, seperti kehilangan waktu yang berdampak pada berkurangnya banyak kesempatan yang bisa diperoleh seseorang.
“Untuk meningkatkan hunian di rumah susun, maka Kemenpera mengharap kerjasama dari pemerintah daerah untuk turut mendukung kebijakan ini dengan membatasi ijin rumah tapak di beberapa daerah dan turut melakukan sosialisasi tentang Rusun kepada masyarakat luas,” katanya.
Sebagai informasi, salah  satu pertimbangan besar bagi seseorang ketika akan membeli rumah adalah harga dan lokasi rumah yang strategis. Namun saat ini harga rumah semakin tinggi, rumah di lokasi strategis hanya dapat dijangkau oleh kalangan menengah ke atas. Hal ini menjadi dilema bagi masyarakat  dalam membeli rumah. Di satu sisi masyarakat ingin membeli rumah yang dekat dengan lokasi pekerjaan, namun rumah dengan harga yang terjangkau biasanya terletak di lokasi yang jauh dari tempat bekerja. Sementara lokasi yang jauh menyebabkan biaya transportasi yang besar dan memakan waktu perjalanan.
Selain itu, semakin terbatasnya lahan untuk perumahan di kota-kota besar membuat harga tanah semakin melambung tinggi. Tanah merupakan komponen utama yang memiliki proporsi tinggi dalam biaya pembangunan rumah. Karena itu para developer lebih memilih untuk membangun perumahan untuk kelas menengah keatas, karena keuntungannya yang lebih besar.
Untuk memperhatikan keseimbangan  pertumbuhan dan pembangunan wilayah bagi MBR agar memperoleh rumah yang layak dan terjangkau, Kemenpera telah mengeluarkan kebijakan kawasan hunian berimbang, yaitu dimana setiap developer harus membangun rumah dengan perbandingan sekurang-kurangnya 3 : 2 : 1, yaitu 3 rumah sederhana, berbanding 2 rumah menengah, berbanding 1 rumah mewah. Sedangkan untuk Rumah susun, komposisinya adalah sekurang-kurangnya 20% dari total luas lantai Rusun komersial yang dibangun. 
Untuk mendorong masyarakat agar memiliki rumah dengan harga yang terjangkau dan cicilan yang murah, Kemenpera juga mengeluarkan program KPR Fasilitas Likuiditas Penyediaan Perumahan (FLPP). Program ini dilaksanakan oleh Kemenpera bekerjasama dengan bank untuk menyediakan subsidi perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bungafixed 7.25% dengan jangka waktu paling lama 20 tahun. Dengan skema KPR FLPP ini, lebih  banyak bantuan yang dapat disalurkan, karena dana dari pemerintah yang digabungkan dengan dana dari bank terus bergulir.
“Pada tahun 2013 lalu Kemenpera melalui Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) telah menyalurkan KPR FLPP untuk 104.712 unit rumah. Sedangkan untuk 2014 ini, BLU PPP menganggarkan dana pembiayaan FLPP untuk 57.792 unit rumah senilai Rp 4,49 T,” terangnya.

Training Kit Liverpool Berlogo Garuda Indonesia


Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di  Central Park Mall, Jakarta, hari Kamis (29/5) malam. (foto: egan/kemenpora.go.id)
Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di Central Park Mall, Jakarta, hari Kamis (29/5) malam. (foto: egan/kemenpora.go.id)
Jakarta: Hari Kamis (29/5) malam Menpora Roy Suryo bersama Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Director of International Business Development Liverpool FC Jonathan Kane menghadiri peresmian Training Kit baru Liverpool Football Club dengan Logo Garuda Indonesia, di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta.
Peresmian Training Kit ini adalah bagian dari pengembangan kerjasama antara maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan klub sepakbola Inggris,  Liverpool pada tahun 2012 lalu.Training Kit ini akan digunakan oleh seluruh pemain dan staf kepelatihan Liverpool FC untuk musim 2014/2015 dan musim 2015/2016. Dalam peresmian ini juga hadir 3  pemain legendaris dari Liverpool FC yakni Phil Thompson, Dietmar Hamann dan Luis Garcia.
Menpora Roy Suryo mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kerjasama dan peresmian Training KitLiverpool FC ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia karena kita semua bangga karena ada tulisanIndonesia. Atas nama pemerintah Indonesia kita patut mengucap syukur dan selamat kepada Garuda Indonesia yang telah menjadi global flier,” katanya. 
“Klub sepakbola Liverpool sudah terkenal, usianya sudah 122 tahun sejak didirikan 15 Maret 1892. Ini adalah ide dan terobosan bagus. Saya mengapresiasi kerjasama selama dua tahun kedepan ini semoga dengan ini akan meningkatkan semangat para atlet olahraga kita khususnya sepakbola,” kata Roy Suryo.
Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan kegembiraannya atas peresmian Training Kit khusus Liverpool FC dengan logo Garuda Indonesia yang tertulis di bagian dada. "Ini adalah malam bersejarah bagi Garuda dan Bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya seluruh pemain Liverpool FC akan memakai Training Kit   dengan logo Garuda Indonesia untuk periode musim Liga Inggris 2014/2015 dan musim 2015/2016,” katanya. (ben)
sumber: http://kemenpora.go.id

Kamis, 29 Mei 2014

Pemerintah Terus Berupaya Kendalikan Volume Konsumsi BBM Bersubsidi



Jakarta, 28/05/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah menegaskan akan terus melakukan pengendalian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tidak melampaui kuota/volume yang sudah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan  Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri pada Senin (26/5).
Menurut Menkeu, pemerintah hingga kini terus mengupayakan berbagai cara, guna mengurangi konsumsi subsidi BBM tanpa menaikkan harga. “Besaran subsidi (subsidi BBM) itu terdiri dari dua, volume dan harga. Pilihannya ada dua, menaikkan harga BBM atau menurunkan volume (BBM)-nya,"  kata Menkeu.
Pemerintah, disebutkan Menkeu, saat ini lebih memilih mengendalikan BBM bersubsidi dengan mengurangi volume, dibandingkan dengan menaikkan harga. Pertimbangannya adalah seiring dengan perhelatan Pemilu 2014 yang saat ini tengah berlangsung. Apabila pemerintah menempuh kebijakan dengan penaikkan harga BBM, tentu akan diikuti pemberian kompensasi kepada masyarakat miskin.
“Tahun lalu, langkah kita adalah menaikkan harga BBM, jadi sedikit banyak itu kan terkompensasi. Dan dengan situasi politik seperti sekarang ini, tidak mudah menaikkan harga. Karena tidak mudah menaikkan harga, opsinya ada di volume," jelasnya.
Ihwal pengendalian volume BBM bersubsidi, Menkeu mengatakan, wewenang itu sepenuhnya berada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Soal volume (BBM bersubsidi), itu kembali lagi ke (wewenang) Kementerian ESDM,” imbuhnya. (ak)

Mendagri Minta PKK Netral di Pilpres 2014

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meminta  PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) untuk netral pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, tidak berpihak kepada pasangan calon presiden/calon wakil presiden.
Itu disampaikan Gamawan dalam sambutannya pada acara peringatan Bulan Bhakti  Gotong Royong Masyarakat XI Tingkat Nasional, di Jakarta, Kamis (22/5).  Acara itu, dihadiri Dirjen Pemberdayaan Masyasarakat dan Desa Tarmizi A Karim, Ketua Umum PKK Pusat Ny. Vita Gamawan Fauzi, serta para gubernur dan bupati, walikota se-Indonesia.
Gamawan mengatakan anggota PKK seluruh Indonesia jumlahnya mencapai delapan juta orang. Namun, secara pribadi dia tidak melarang kalau ada anggota PKK yang mendukung pasangan capres/cawapres tertentu. “Saya hanya melarang secara organisasi PKK tidak boleh memberikan dukungan kepada capres/cawapres,” papar mantan gubernur Sumatera Barat.
Ia menambahkan secara pribadi banyak anggota PKK yang menjadi pengurus partai politik. Sebab itu, banyak di antara mereka yang terpilih menjadi anggota legislatif, baik menjadi anggota DPR maupun DPRD pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
Menurut Gamawan, banyak anggota PKK terpilih menjadi anggota dewan karena memang selama ini mereka dekat masyarakat.  Ibu-ibu PKK dalam kesehariannya banyak melakukan kegiatan, atau pengabdian yang dirasakan langsung masyarakat, sehingga tanpa kata-kata masyarakat memberikan dukungan dengan memilihnya pada Pileg 2014.
“Inilah bukti nyata yang dilakukan ibu-ibu PKK sehingga masyarakat memberikan dukungan. Saya tidak melarang secara pribadi mereka anggota partai politik, tapi saya tidak akan memberikan rekomendasi kalau PKK menjadi partai politik, PKK seperti sekarang ini saja yang terus memberikan pengabdian kepada masyarakat,” papar Gamawan.
Sumber :poskotanews.com

Capaian Iptek, Tangga Mengenal Sang Pencipta

Bogor (Pinmas) —- Zaman terus berkembang. Beragam rahasia ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) terus terkuak dan menjadi temuan. Capaian-capaian iptek ini ibarat tangga-tangga (ma’arij) yang disusun sedikit demi sedikit dan dari generasi ke generasi hingga sekarang ini. Tidak hanya memahami fenomena alam, capaian iotek ini juga semakin membuat manusia mengenal Sang Pencipta.
“Capain teknologi bak ma’arij dan itu harus dimaknai bukan hanya untuk mengenal penciptaan itu sendiri, tetapi lebih untuk mengenal sang penciptanya,” demikian pensan yang disampaikan Prof Dr Ir H Hery Harjono dalam ulasan uraian hikmahnya pada perayaan Isra’ Mikraj Kenegaraan di Istana Bogor, Rabu (28/5) malam.
Menurutnya, Isra Mikraj adalah peristiwa besar yang terus menyisakan pertanyaan yang mendorong ke arah pemahaman ciptaan Allah SWT yang lebih baik dari waktu ke waktu, dan menuntun ke arah penghambaan total kehadirat-Nya. “Perkembangan Isra Mikraj seiring dengan perkembangan iptek yang ada,” tuturnya.
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini mengatakan bahwa pemahaman kita terhadap Isra Mikraj terus berkembang seiring dengan berkembang masyarakatnya, terutama berkaitan dengan perkembangan sosiologis dan pengetahuan yang ditandai oleh temuan-temuan baru pada bidang sains dan teknologi.
Berkilas sejarah, Harjono menjelaskan bahwa pada abad pertengahan, Al Farghani, seorang astronom muslim kelahiran Baghdad mencoba menghitung jarak bumi ke Arsy. Saat itu, Al Farghani memperoleh angka 120 juta km. Dalam padangan ilmu sekarang, jarak tersebut ternyata masih menempatkan letak Arsy dalam lingkup tata surya.
“Dengan kemajuan teknologi observasi yang terus berkembang, kini kita dapat menerawang sangat jauh sesuatu yang tak terbayangkan ketika peristiwa Isra Mikraj terjadi,” katanya.
Dalam uraiannya, Hery Harjono mengutip berbagai perspektif untuk menjelaskan peristiwa Isra Mikraj. Prof Djamaluddin misalnya, berpendapat bahwa perjalanan Isra Miraj adalah perjalanan dimensi, yang di dalamnya terdapat fenomena fisik dalam kerangka dimensi ruang-waktu dan non-fisik di luar dimensi yang kita kenal (garis bidang ruang dan waktu).
Dengan demikian Allah SWT telah memperjalankan Rasulullah SAW melalui perjalanan antar dimensi dari dimensi ruang-waktu lebih rendah ke dimensi yang lebih tinggi. Perjalanan antar dimensi ini memungkinkan Rasulullah SAW melihat kafilah-kafilah yang sedang dalam perjalanannya, dan dapat menembus ke masa lalu dengan menceritakan perjumpaannya dengan para Nabi. Ini berarti Rasulullah Saw berjalan dengan jasadnya.
Pendapat lain disampaikan Dr Agus Purwanto yang dengan menggunakan teori relativitasnya Einstein, mengatakan bahwa hanya ruh Rasulullah Saw yang melesat ke langit bersama Jibril. Apabila perjalanan Rasulullah beserta jasadnya dengan kecepatan cahaya, maka tubuhnya akan meledak.
Senada dengan itu, Ir Agus Mustofa mengemukakan teori  Annihilisasi, bahwa tubuh Rasulullah diubah menjadi substansi cahaya sehingga dapat bergerak dengan kecepatan cahaya.
Sementara  Quraisy Shihab menjelaskan bahwa penggunaan huruf ba dalam ayat “bi’abdihi” mengisyaratkan perjalanan Isra’ tersebut di bawah bimbingan dan taufik Allah SWT, bahkan Dia  menyertainya terus menerus. Menurut Quraisy,  peristiwa Isra Mikraj harus dikaitkan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya. “Sungguh keliru jika anda mengukur dengan ukuran kemampuan makhluk,” jelasnya.
Hery Harjono lalu mengutip QS Ar-Rahman ayat 33, “Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi makan tembuslah. Kau tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)”.
Ditambahkan Hery,  setahun setelah peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW bersama kaum muslimin hijrah ke Madinah dan itu menjadi penanda era baru, Rise of Islam. Menurutnya, ini bisa diartikan bahwa ‘ruh’ perubahan itu adalah peristiwa Isra Miraj.
Peristiwa besar tersebut, lanjut Hery,  selain merupakan ujian keimanan bagi kaum muslimin sebelum mengikuti hijrah Rasulullah SAW untuk menjemput era baru Islam, juga mendorong pemikiran terkait dengan jagad raya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kewajiban salat, arah kiblat, penentuan awal Ramadlan yang terkait dengan ibadah puasa, juga haji, semua itu mendorong kemajuan di bidang astronomi.
Sejarah pun mencatat bahwa Islam mulai menetapkan kalender pada masa khalifah Umar bin Khattab pada tahun 637M, 5 tahun setelah Rasulullah SAW wafat. (Arief/mkd/mkd)
Sumber: www.kemenag.go.id

Sabtu, 17 Mei 2014

Satu-Satunya di Dunia, Bank BRI Miliki dan Operasikan Satelit Sendiri



Image
T T T
Guna mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat infrastruktur perbankannya dengan jaringan komunikasi berbasis satelit. Menggandeng Space System/Loral, LLC dan Arianespace, Bank BRI mengambil alih slot orbit Satelit Palapa C2 milik, dan menjadikan satu-satunya bank di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri.
Upacara penandatanganan perjanjian antara  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Space System/Loral, LLC dan Arianespace dalam rangka Program Satelit BRI (BRI Sat) itu, dilakukan di kantor Bank BRI, di Jakarta, Senin (28/4), disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono.
Penandatanganan perjanjian itu juga dihadiri oleh Dubes AS Robert O. Blake Jr, Dubes Perancis Corinne Breuze, Senior Vice President Space System/Loral, LLC David Bernstein, Senior Vice President Arianespace  Jacques Breton, Menkominfo Tifatul Sembiring, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sofyan Basir menyatakan, pihaknya telah mengantongi lisensi slot 150.5 Bujur Timur yang berlaku efektif September 2015.
“BRI Sat sendiri diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2016 mendatang,” katanya.
Menurut Sofyan, saat ini jaringan komunikasi yang digunakan oleh Bank BRI untuk mendukung operasional di seluruh jaringan  kerja,  sudah mencapai kapasitas 23 transponder.  Kebutuhan jaringan komunikasi tersebut dipenuhi oleh 9 provider,  baik yang berbasis satelit maupun terestrial.
Namun, seiring dengan terus meningkatnya pengembangan bisnis, kebutuhan akan tersedianya jaringan komunikasi berbasis satelit terus meningkat. Beranjak dari kondisi tersebut di atas,  dan sesuai dengan arahan Presiden, kata Sofyan, Bank BRI berinisiatif  mengembangkan teknologi komunikasi satelit yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dirut Bank BRI itu meyakini, dengan keberadaan satelit akan mendukung pengembangan bisnis, serta meningkatkan tingkat efisiensi proses bisnis,  sehingga Bank BRI mampu menyediakan kualitas layanan yang prima.
“Dengan mengoperasikan satelit sendiri,  maka business process, standar layanan dan competitive advantage Bank BRI,  akan jauh lebih baik, sehingga kinerja perusahaan akan meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan wealth para pemegang saham,” papar Sofyan Basir.
Sebelumnya Menkominfo Tifatul Sembiring mengemukakan,  peralihan manajamen slot orbit 150.5 Bujur Timur itu akan ditetapkan dalam suatu aturan baru.
Ia juga menambahkan pihaknya juga membuka kerja sama dengan berbagai perusahaan telekomunikasi termasuk Indosat dalam pengelolaan satelit tersebut nantinya.
Tumbuh 6 Kali Lipat
Dalam laporannya, Dirut Bank BRI Sofyan Basyir mengemukakan, aset Bank BRI dalam periode  2003-2013 tumbuh lebih dari 6 kali lipat,  yaitu dari Rp 95 triliun menjadi Rp 606 Triliun. Pertumbuhan ini jauh diatas rata rata pertumbuhan industri perbankan nasional.  
“Dengan pertumbuhan asset yang konsisten tersebut,  market share Bank BRI meningkat dari 7.80% di tahun 2003,  menjadi 12.24% diakhir tahun 2013,” jelas Sofyan.
Dalam bidang perkreditan, kredit Bank BRI tumbuh lebih dari 10 kali lipat, yaitu dari Rp 47 triliun di tahun 2003, menjadi Rp 431 triliun di tahun 2013. Keberhasilan penyaluran kredit ini menjadikan Bank BRI sebagai penyalur kredit terbesar dengan market share 13.08%. di tahun 2013.
Dari sisi penghimpunan Dana, Bank BRI berhasil menghimpun  lebih dari Rp 486  triliun di akhir tahun 2013, atau meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan posisi tahun 2003,  yang tercatat sebesar Rp 76 triliun.
Sedangkan dari sisi laba, dalam satu dekade meningkat dari Rp 2,58 triliun di tahun 2003 menjadi     Rp 21,16 triliun di tahun 2013, atau  kurang lebih meningkat 8 kali lipat. “Hal  ini merupakan pencapaian laba tertinggi di perbankan nasional sejak tahun 2005,” jelas Sofyan.
Sofyan juga menyampaikan, Bank BRI merupakan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar. Sejak diluncurkan pada Nopember 2007,  sampai dengan  Desember 2013,   Bank BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 87 triliun  kepada  9,3 juta debitur.
(WID/Humas Setkab/ES)

Kamis, 15 Mei 2014

Kepala Badan Litbanghut: Menjawab Persoalan di Tingkat Tapak (KPH), Wujud Aksiologis Peneliti



Geltek KPH 2014FORDA (Bogor, 12/05/2014)_Menurut Kepala Badan Litbang Kehutanan, dalam menjalankan penelitiannya, peneliti harus bersifat aksiologis (filsafat ilmu: bagaimana manusia menggunakan ilmunya). Wujud aksiologis di sini mengandung makna bahwa peneliti dalam mengkonstruksikan penelitiannya wajib menjawab persoalan di tingkat tapak.
“Saya menganggap KPH sebagai wujud aksiologis,” kata Kepala Badan Litbang Kehutanan, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc dalam sambutannya saat membuka acara Gelar Iptek (Geltek) Hasil Litbang Kehutanan untuk Mendukung KPH Tahun 2014 di Ballroom IPB International Convention Center, Bogor, Senin (12/05).
Untuk itu, Kepala Badan Litbang Kehutanan yang baru dilantik pada Jumat (09/05) tersebut juga berharap peneliti dapat meningkatkan komunikasi dan tidak soliter. Menurutnya, apabila penelitian dibingkai dengan bagus maka akan menggambarkan apa yang sesungguhnya dihasilkan. Selain itu, perlu keseimbangan antara penelitian dan pengembangan.
“(Pada) Litbang ini yang paling tertinggal adalah bang-nya (pengembangan) bukan lit-nya (penelitian). Kita sangat sibuk dengan lit (penelitian) tapi bang-nya (pengembangan) hanya sedikit sekali,” jelas Kepala Badan.
Lebih lanjut Kepala Badan menyampaikan bahwa dalam pembangunan sektor kehutanan, terutama untuk mendorong KPH mandiri, semua eselon 1 Kementerian Kehutanan harus bersinergi dan berkesinambungan. Ditjen Planologi di depan menarik gerbongnya dan Badan Litbang dengan R&D (Research and Development)nya harus bisa merajut (merangkul) semua eselon 1 Kementerian Kehutanan secara aksi.
“Beri kesempatan Litbang untuk memegang langsung 10-20 KPH dari 90-120 KPH, agar kami dapat mencermati betul bagaimana perjalanan KPH yang kita bangun dengan melibatkan peneliti sejak awal,” harap Kepala Badan.
“Kita di Litbang (akan) membentuk tim khusus mengawal proses, bukan melempar hasil penelitian, baik dari awal sampai dengan 10 tahun ke depan,” jelas Kepala Badan di hadapan 250 peserta yang hadir meliputi pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) seluruh Indonesia, perwakilan Dinas Kehutanan tingkat propinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, profesor riset, peneliti dan perwakilan eselon 1 lingkup Kementerian Kehutanan.
Menurut Kepala Badan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kehutanan telah dan akan memberikan manfaat yang sangat banyak kepada pembangunan kehutanan  di Indonesia. Oleh karena itu, warga Litbang Kehutanan harus bangga.  
“Teman-teman litbang harus bangga dengan Litbang (kehutanan). Litbang itu mestinya lintas ilmu, trust (meyakinkan) dan membanggakan,” kata Kabadan yang menyadari dalam menjalankan tupoksinya, Badan Litbang Kehutanan pasti banyak menghadapi persoalan, salah satunya adalah citra sulit berkembang.
Untuk itu, Kepala Badan menghimbau professor riset, peneliti dan struktural di jajaran Litbang untuk tidak lagi mencitrakan Litbang seolah-olah sulit berkembang. Menurutnya, Litbang harus mempunyai kebanggaan yang luar biasa.
“Kalau kita tidak mempunyai kebanggaan terhadap litbang, maka banyak kesempatan untuk mundur,” kata Kepala Badan yang bertekad menjadikan Litbang sebagai badan (institusi) yang elit dan membanggakan.
Terkait pengelolaan KPH, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dalam arahannya, menyambut baik geltek tersebut sebagai wujud dukungan litbang bagi KPH. Dirjen Planologi Kehutanan, Dr. Ir. Bambang Soepijanto, MM berharap event ini menjadi embrio kerjasama berkelanjutan dalam proses pengelolaan hutan di wilayah KPH. "Event ini juga menjadi sarana transfer knowledge antara peneliti dan pengelola KPH di tingkat tapak,” kata Bambang.
Sebelumnya, dalam laporannya, Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Ir. Tri Joko Mulyono, MM, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan awal dalam memberikan gambaran konkrit paket-paket Iptek yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kehutanan.
“KPH perlu waktu untuk mencermati paket-paket Iptek yang dibutuhkan oleh KPH dan disesuaikan dengan tipologi untuk tindak lanjut,” kata Sekbadan.
Untuk itu di akhir acara, Sekbadan berharap semua pihak terkait lebih fokus dan serius untuk menindaklanjuti pertemuan ini. “Ke depannya akan dilakukan Altek (alih teknologi) untuk lebih memahami substansinya,” kata Sekbadan.
Geltek Hasil Litbang Kehutanan yang bertujuan untuk memberi dukungan penuh terhadap pengelolaan KPH ini terselenggara atas hasil kerjasama Badan Litbang Kehutanan, Ditjen Planologi Kehutanan dan Forests and Climate Change Programme_Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (FORCLIME-GIZ).

Penulis: Tri Hastuti S. Editor: Priyo Kusumedi & Risda Hutagalung

Menteri Pertanian Buka Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian 2014


Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) kembali digelar. Tema tahun 2014 adalah Pembangunan Bio-industri Pertanian untuk Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani. Hal ini sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015  yaitu Melanjutkan Reformasi Pembangunan bagi Percepatan Pembangunan Ekonomi yang berkeadilan.

Dalam sambutannya, Mentan mengatakan bahwa Musrenbangtannas 2014 ini memiliki nilai strategis mengingat kita berada pada transisi RPJMN 2010-2014 menuju RPJMN 2015-2019. Dengan demikian, rencana pembangunan tahun 2015 yang kita bahas pada Musrenbangtannas ini harus mampu meletakkan pondasi yang kuat pada kerangka RPJMN 2015-2019. Oleh karena itu, saya setuju pada Musrenbangtannas kali ini dibahas juga upaya-upaya terobosan baru dan penguatan dari keberhasilan yang pernah kita capai.

Mentan, Suswono menyampaikan “Banyak keberhasilan yang telah dicapai dalam 5 tahun terakhir ini, namun kita juga menyadari masih ada sasaran yang belum kita capai. Berdasarkan angaka sementara (ASEM) 2013 BPS, pproduksi padi tahun 2013 secara nasional mencapai 71,291 juta ton GKG, meningkat 2,23 juta ton atau 3,24 % dari pencapaian produksi tahun 2012 sebesar 69,056 juta ton GKG; Jagung mencapai 18,51 juta ton pipilan kering menurun 880 ribu ton atau 4,54% dari capaian tahun 2012 sebesar 19,387 juta ton; Kedelai mencapai 780 ribut ton biji kering, menurun 63 ribu ton atau 7,47% dari capaian tahun 2012 sebesar 843 ribu ton. Produksi gula mencapai 2,54 juta ton menurun 50 ribu ton atau 1,93% dari capaian tahun 2012 sebesar 0,42 juta ton”.  Mentan berharap, pada tahun 2014 ini bisa diupayakan semaksimal mungkin, sehingga kita dapat mencapai peningkatan produksi dan produktivitas pangan lebih tinggi lagi, katanya.

Khusus untuk pencapaian target swasembada kedelai memang sangat berat sehingga memerlukan upaya khusus dan terobosan untuk mencapainya. Upaya yang dilakukan pada tahun lalu dan saat ini memalui perluasan areal tanam kedelai belum mencapai target akibat berbagai kendala. Penetapan regulasi guna merangsang insentif petani untuk menanam kedelai melaui kebijakan penetapan harga terus diupayakan dengan sebaik-baiknya, papar Mentan.

Untuk berbagai upaya tersebut Kementerian Pertanian telah memiliki dokumen penting dan strategis untuk pembangunan pertanian ke depan, yaitu Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2013-2045 yang mengedepankan pembangunan pertanian bio-industri. Prinsip pertanian bio-industri pada dasarnya menekankan upaya meningkatkan kualitas, nilai tambah dan daya saing produk pertanian, mengintergrasikan usaha dari seluruh stakeholder dalam skala ekonomi, baik integrasi secara vertikal mencakup aspek hulu sampai hilir, maupun integrasi horizontal yang mencakup berbagai komoditas dan jenis usaha. Pertanian bio-industri membutuhkan pola pengelolaan yang terpadu, melibatkan institusi terkait dan stakeholder mulai dari aspek perancangan, implementasi, pelayanan, pembinaan dan pengendaliannya.

Pada kesempatan tersebut Mentan juga mengajak untuk fokus pada pengembangan kawasan sentra pertanian. Komoditas strategis dan unggulan yang dimiliki agar dikembangkan pada kawasan-kawasan andalan secara utuh, sehingga menjadi satu kesatuan dalam sistem pertanian bio-industri.

Pada akhir sambutannya Menteri Pertanian mengajak segenap jajaran pemerintah daerah, khususnya yang berada di lingkup pertanian, agar mulai tahun 2014 ini dilakukan berbagai perubahan mendasar guna meningkatkan kinerja anggaran dan kegiatan kita.

Perbaikan yang perlu dilakukan antara lain (1) melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi  dengan memanfaatkan lahan potensial yang belum dimanfaat kan secara optimal (2) meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan, agar senantiasa tepat dikaitkan dengan musim tanam dan waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan pada pencapaian target produksi;  (3) terus mengupayakan percepatan realisasi fisik di lapangan; dan (4) megintensifkan pengendalian dan pemantauan di lapangan agar dipastikan setiap kegiatan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan siklus produksi pertanian.

Acara Musrenbangtannas ini dihadiri para Kepala Dinas lingkup pertanian Provinsi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Sekretaris BAKORLUH Provinsi, pejabat yang membidangi perencanaan, dan pejabat dari kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, pejabat eselon-1, eselon-II, UPT-Pusat dan pejabat yang membidangi perencanaan dan evaluasi pelaporan lingkup Kementerian Pertanian. 

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA