| Pariwisata Indonesia sedang dalam keadaan baik, salah satu indikatornya adalah peningkatan kunjungan wisman dan wisnus di berbagai daerah tujuan wisata baru serta peningkatan investasi pariwisata, hal itu terbukti dari semakin tumbuh pembangunan hotel serta fasilitas pendukung pariwisata lainnya. Dalam perkembangannya, kemajuan sektor pariwisata ini pun melibatkan banyak pihak yang saling merangkul demi pencapaian bersama yakni pariwisata berkelanjutan. Salah satu program pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sudah memberikan hasil dan mendapat respon positif baik oleh Pemda, masyarakat, LSM dan pelaku pariwisata, yaitu dilakukan di daerah tujuan wisata Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemulihan obyek wisata pasca-tsunami serta pengoptimalan potensi alam setempat terutama keindahan pantai yang memiliki daya tarik pariwisata. Kegiatan STREAM (Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation Measures) atau Pariwisata Berkelanjutan dengan Energi Efisiensi Melalui Kegiatan Adaptasi dan Mitigasi merupakan proyek kerjasama UNWTO (United Nations World Tourism Organization) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam upaya memerangi perubahaan iklim di Indonesia. "Kegiatan ini merupakan masterplan untuk pariwisata berkelanjutan. Kedepan, kami akan melibatkan UN-WTO sebagai lembaga yang dapat membantu kami merealisasikan hal ini. Tahun ini akan dibuat proposal untuk menyusun kerangka kerjasama tahap berikutnya. Disini, keberadaan Kemenparekraf tidak sendiri tapi juga melibatkan kementerian lain yang terkait," kata Lokot Ahmad Enda, Direktur Perencanaan Investasi dan Destinasi Pariwisata, di Pangandaran (6/7). Dilanjutkan Lokot, kegiatan pengembangan pariwisata melalui program seperti ini, didaerah mana pun memiliki satu kunci keberhasilan penting, yakni komitmen serta keseriusan pemerintah daerah yang didukung oleh komunitas dan masyarakat setempat. Melihat potensi pariwisata disini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selalu berpesan agar potensi Pangandaran bisa dimaksimalkan, berdaya saing, mudah dikenal, mudah dijual dan lain-lain. "Konsentrasi lanjutan pengembangan pariwisata berkelanjutan ini ialah mengenai sampah. Alangkah baiknya bila pengelolaan limbah yang telah dilakukan terus didukung agar bisa dikembangkan lebih optimal," lanjutnya. Sementara itu, salah satu mitra dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pangandaran adalah Ari Suhadi dari Indekon mengatakan, Indekon telah bekerjasama dengan UN-WTO selama 7 tahun. Dalam tahapannya, pengembangan pariwisata di Pangandaran inilah yang menginspirasi pengelolaan Destination Management Organization (DMO). "Wajah Pangandaran pelan-palan berubah. Bisa dilihat, sekarang Sabtu dan Minggu, daerah ini sangat ramai, begitu pun saat hari kerja, ada saja pengunjung yang datang kesini," lanjutnya Ari. Berkaitan dengan peran serta berbagai pihak yang telah mendukung program ini, diberikan Apresiasi kepada hotel dan pemangku kepentingan dalam rangka merayakan keberhasilan proyek STREAM, juga dilakukan peninjauan hasil kegiatan penghijauan dan pemanfaatan energi yang dilakukan di Bulaksetra, tak jauh dari lokasi Pangandaran. Lokasi ini merupakan sebuah sarana dimana masyarakat dapat membudidayakan mangrove, serta menikmati kebun hijau dengan udara bersih. Disini juga terdapat penggerak turbin yang dirancang sedemikian rupa sehingga ramah lingkungan. Diharapkan, pengembangan pariwisata berkelanjutan memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat serta flora dan fauna di wilayah tersebut. Disamping itu dapat mendukung percepatan pergerakan ekonomi pariwisata yang pada gilirannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sumber: www.parekraf.go.id | |
Sabtu, 31 Mei 2014
Pariwisata Berkelanjutan Pangandaran Mendorong Mengurangi Perubahan Iklim Global
15.25.00
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar