usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 12 Agustus 2015

Menteri Luar Negeri RI Terima Kunjungan Secretary of State Tahta Suci Vatikan Kardinal Pietro Parolin

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, telah menerima kunjungan Secretary of State Tahta Suci Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI (11/08). 

Dalam hubungan diplomatik Indonesia dan Tahta Suci Vatikan yang telah menginjak usia 65 tahun, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama seorang Secretary of State Vatikan sejak kunjungan dalam rangka mendampingi Paus Yohanes Paulus II dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun 1989. 

Dalam pertemuan bilateral, Menlu RI dan Secretary of State Vatikan menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua Negara berjalan dengan sangat baik dan dalam prinsip saling menghormati kedaulatan dan integritas masing-masing Negara. Secara khusus, Kardinal Parolin menegaskan bahwa Vatikan memandang Indonesia sebagai contoh teladan kerukunan dalam masyarakat multi-kultural dan multi-religi dimana masyarakat hidup saling pengertian, saling berdampingan dan saling bekerjasama dengan damai melalui semboyan “Unity in Diversity”.

Pertemuan juga menyepakati penguatan kerjasama bilateral RI-Vatikan dalam empat bidang sebagai berikut:

1.    Dialog Lintas Agama. Kedua Negara sepakat untuk melanjutkan kerjasama dialog lintas agama.

2.    Kerja sama Sosial-Budaya. Kedua Negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama eksibisi seni dan budaya Indonesia di Museum Vatikan yang selama ini telah menampilkan relief Candi Borobudur dan artefak etnis Indonesia. Diharapkan kerja sama ini dapat membangun jembatan pemahaman lintas budaya.

3.    Kerja sama Antar Media, antara RRI dengan Radio & Televisi Vatikan. Kedua Negara sepakat untuk meneruskan kerja sama melalui peliputan perayaan Paskah di Larantuka, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2016.

4.    Kerja sama Pendidikan. Kedua Negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama pendidikan berupa pertukaran pelajar atau dosen, di antaranya yang sudah berlangsung antara Universitas Islam Negeri Jakarta dengan Universitas Urbaniana di Vatikan. Saat ini, terdapat lebih dari 1500 Pastor dan Suster dari Indonesia yang terlibat dalam pelayanan di Vatikan dan di seluruh Italia.

Selasa, 04 Agustus 2015

Menlu Retno: Indonesia Usung Tiga Tema dalam AMM ke-48

Kuala Lumpur – Indonesia mengusung tiga tema dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-48 yaitu mainstreaming maritime diplomacy, perlindungan pekerja migran dan mendorong aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir terhadap protokol Southeast Asian Nuclear-Weapon-Free-Zone (SEANWFZ). Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, di sela-sela rangkaian AMM ke-48, kemarin (3/8), di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur.
 
Pada kesempatan tersebut, Menlu Retno menyebutkan bahwa terdapat 28 pertemuan yang akan dilakukan Indonesia sepanjang rangkaian AMM ke-48. Sebanyak 16 di antaranya termasuk dalam rangkaian AMM itu sendiri sementara 12 pertemuan merupakan pertemuan bilateral yang kemungkinan akan bertambah seiring dengan perkembangan yang ada. Sementara itu, dalam mengusung tema diplomasi maritim, Indonesia telah mencoba menyusun EAS Statement on Maritime Cooperation in the Asia Pacific dengan harapan akan mendapatkan dukungan negara-negara East Asia Summit (EAS) sebagai upaya mainstreaming maritime diplomacy di ASEAN.

Perlindungan Pekerja Migran
 
Mengenai tema perlindungan pekerja migran, ASEAN sudah mempunyai ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers yang dilanjutkan dengan pembentukan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW).
 
Namun demikian, Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berupaya untuk mendorong negara-negara ASEAN agar mempunyai instrumen yang mengikat secara hukum untuk melindungi para pekerja migran.Sementara mengenai isu nuklir, Indonesia akan mengangkat kembali mengenai perlunya negara-negara pemilik senjata nuklir melakukan aksesi terhadap protokol SEANWFZ agar wilayah Asia Tenggara bebas dari senjata nuklir. 

Menlu Lakukan Beberapa Pertemuan Bilateral
 
Adapun rangkaian pertemuan yang sudah dilakukan Menlu Retno, kemarin (3/8) adalah pertemuan dengan Ketua Global Movement of Moderates (GMM), Tan Sri Razali, pertemuan ASEAN dengan Komisi SEANWFZ dan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Interface AICHR Representatives.
 
Dalam pertemuan dengan Tan Sri Razali, Menlu Retno menyampaikan bahwa kedua pihak akan bekerja sama untuk melakukan semacam roundtable di Jakarta yang kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir tahun 2015.
 
Pada pertemuan dengan Komisi SEANWFZ, Indonesia menekankan kembali pentingnya pencapaian tujuan utama dari SEANWFZ Treaty yaitu menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas senjata nuklir. Selain itu, Indonesia juga mendorong implementasi secara penuh dari rencana aksi SEANWFZ Treaty serta mendorong negara-negara pemilik senjata nuklir untuk segera melakukan aksesi kepada protokol SEANWFZ.
 
Sebagai penutup dari rangkaian pertemuan yang dilakukan para Menlu ASEAN, kemarin (3/8) adalah pertemuan dengan wakil-wakil AICHR. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendorong agar dalam tahun kelima sejak pembentukannya, mandat AICHR dapat diperkuat yaitu selain mempromosikan HAM namun juga dilakukan perlindungan HAM. Selain itu, Indonesia juga memberikan dukungan terhadap program kerja AICHR untuk lima tahunkedepan, 2016 – 2020.
 
Sebagai upaya untuk mainstreaming AICHR agar dapat benar-benar terhubung dengan masyarakat ASEAN, maka Indonesia juga mendukung progress kerja AICHR, khususnya mengenai pendirian Dedicated Human Rights Division dalam ASEAN Secretariat. Selain itu, Indonesia juga mendukung penguatan Terms of Reference yang berdasarkan assessment dan rekomendasi yang dilakukan AICHR.
 
Mengenai agenda pertemuan bilateral dengan Menlu Malaysia, Dato’ Seri Anifah Aman, Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia akan mendorong pertemuan kedua utusan khusus perbatasan maritim kedua negara untuk segera  dimulai guna mempercepat penyelesaian negosiasi batas maritim antara Indonesia dan Malaysia.
 
Selain itu, Indonesia juga akan melakukan compare notes terkait migran Bangladesh dan Myanmar yang ditampung sementara oleh kedua negara, seperti melihat apa yang sudah dilakukan Indonesia dan apa yang sudah dilakukan Malaysia selama ini.

KEDISABILITASAN BUKAN HALANGAN UNTUK MERAIH PRESTASI


Jakarta, (4/8) di Bandara Soekano Hatta menyambut kedatangan para disabilitas intelektual yang mengaharumkan nama bangsa di ajang olahraga Special Olympics World Games (SOWG) yang diadakan di Los Angeles, Amerika Serikat pada 25 Juli s.d 2 Agustus 2015.

Kontingen SOIna sudah menyelesaikan tugas mengikuti pertandingan yang diadakan di beberapa tempat. Selama 8 hari atlet-atlet SOIna berusaha sebaikmungkin untuk memberikan yang terbaik, berjuang membela tanah air melalui olimpiade tingkat dunian terbesar yang dilaksanakan di kota para malaikat. 
Dalam wawancara yang dilakukan, Khofifah menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan sangat baik yang dibina di karantina selama 2 bulan. Kedisiplinan dan proses pengawalan dari atlet-atlet oleh seluruh pembina SOINA dan para pelatih, tim asistensi bersama yang luar biasa dan akhirnya dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, mereka mendapatkan 19 medali emas, 12 medali perak, dan 5 perunggu. 
Prestasi ini tentu mereka persembahkan untuk Indonesia tercinta dan mudah-mudahan rencana ke depannya, Kemenpora terus memaksimalkan ikhtiar ini dan pasti kompetisi ini akan terus mengalami peningkatan yang kualitatif. Dua tahun yang akan datang diadakan winter games dan pasti kompetisi world games akan lebih kualitatif. Oleh karena itu, mereka yang sekarang ini mengikuti Special Olympic World Games tidak bisa ikut ke world games (winter games) mendatang karena keputusan SOINA supaya ada pemerataan pada teman-teman yang lain untuk mengikuti perhelatan olahraga dunia bagi Special Olympic ini.
Menpora menyampaikan juga bahwa “ini sejarah baru bagi olahraga kita untuk Special Olympic World Games ini. Kali ini satu kebijakan yan kami keluarkan yaitu bonus disamaratakan dengan yang normal, baik sea games maupun olimpiade. Karena natinya untuk peraih medali emas mendapatkan 200 juta, medali perak 50 juta, dan medali perunggu 30 juta dan itu diserahkan ke rekening masing-masing tanpa dipungut pajak dan potongan apapun. Hal itu harus bisa diselesaikan secepat-cepatnya karena mulai hari ini sudah kita lakukan transfer pada peraih medali emas, perak, perunggu termasuk para pelatih. Saya kira ini sejarah baru yang perlu kita catat oleh kita semua.  
Dr. Pudji Hastuti, Msc mengungkapkan “saya bangga akan prestasi yang dicapai oleh atlet-atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) pada ajang Special Olympics World Games 2015, Los Angeles. Dengan berhasil melampaui prestasi pada ajang serupa 4 tahun lalu dan membawa pulang 19 medali emas, 12 medali perak dan 5 medali perunggu. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghambat mereka untuk berkarya dan meraih prestasi”.




Menperin: Ekonomi Kreatif Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Tangerang Selatan. Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis dengan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja, ekonomi kreatif juga memacu pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi kreatif bisa menjadi katalis industri baru, juga akselerator atau pemercepat aktivitas ekonomi yang sudah ada. Artinya sangat jelas, pelaku, pekerja hingga konsumennya turut mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menperin Saleh Husin usai menghadiri pembukaan Temu Kreatif Nasional 2015 di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (4/8/2015).

Acara itu dibuka resmi oleh Presiden RI Joko Widodo yang dilanjutkan dengan dialog dengan komunitas kreatif dan peresmian Indonesia Convention Exibiton (ICE) BSD City.

Pemerintah, lanjut Menperin, sangat mengapresiasi dan berterimakasih pada para pelaku ekonomi kreatif. Dengan beragam produk, mereka memberikan sentuhan inovasi kreasi dan teknologi sehingga mendongkrak nilai tambah.

Saleh Husin juga mencermati para pelakunya yang berusia muda. Menurutnya, bekal pengalaman, pendidikan, pergaulan dan keterbukaan anak-anak muda menjadi motor kreativitas yang tidak terbatas.

Kemenperin juga siap mempererat koordinasi dengan lembaga dan kementerian lainnya seperti Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kominfo, Kemenristek dan Dikti, Kementerian Perdagangan serta komunitas pelaku industri kreatif. Salah satunya ialah menggodok formula kebijakan yang mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Orientasinya adalah mencari solusi dan kebersamaan. Apa-apa yang dibutuhkan rekan-rekan pelaku, kita bahas bersama dan tentukan strategi pemecahan masalahnya secara sinergis," tegas Menperin.

Pada dialog dengan komunitas kreatif, Presiden Jokowi mendorong ajang seperti ini dimanfaatkan oleh semua pelaku untuk memberikan curah pikiran, gagasan, pengalaman dan unjuk kerja untuk kemajuan bersama.

"Termasuk juga memanfaatkan sesi  'Inventor Meet Investor' dan semua pihak harus saling memperkuat karena kita bersaing dengan produk ekonomi kreatif dari luar negeri," kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi menuliskan pesan di sebuah gawai, yaitu "Era ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia."

Temu Kreatif Nasional itu merupakan bagian dari peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka yang bertema "Dari Indonesia Untuk Dunia". Juga diiringi dengan pameran produk-produk industri nasional bertajuk "Industrialisasi untuk Kemandirian Bangsa" yang berlangsung dari 1-9 Agustus 2015.

Senin, 03 Agustus 2015

Pemerintah Kembali Berhasil Selamatkan WNI dari Hukuman Mati di Arab Saudi


Pemerintah Indonesia kembali berhasil membebaskan seorang WNI di Arab Saudi dari ancaman hukuman mati. WNI atas nama Rika Mustikawati asal Sukaresmi, Tanah Sareal, Bogor divonis hukuman mati pada tanggal 15 Mei 2012 oleh Pengadilan Umum di kota Bisha, Ashir Arab Saudi, dengan dakwaan melakukan sihir terhadap istri majikannya a.n. Salma. Sejak jatuhnya vonis, Kemlu langsung memberikan informasi kepada keluarga dan menyampaikan pemberitahuan resmi.
Namun demikian, dengan upaya pembelaan dari KJRI Jeddah bersama pengacara tetap KJRI Jeddah, pada tanggal 14 November 2012 Mahkamah Banding menganulir keputusanPengadilan Umum dan meminta Pengadilan Umum untuk menyidangkan kembali kasus tersebut dengan susunan anggota majelis hakim baru.

Setelah beberapa kali proses persidangan, Pengadilan Umum kota Bisha akhirnya
membebaskan Rika Mustikawati dari hukuman mati dan hanya menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara. Pada bulan September 2014, keputusan Pengadilan Umum tersebutditetapkan oleh Pengadilan Banding, sehingga KJRI dan Pengacara Tetap KJRI mulai melakukan pengurusan berkas hukum pembebasan dan proses pemulangan.
“Sedianya tanggal 28 Juli 2015, Rika Mustikawati akan dipulangkan, namun masih terkendali oleh administrasi keimigrasian di Arab Saudi. KJRI akan terus mengupayakan dan diharapkan dalam waktu dekat pemulangan tersebut dapat dilakukan”, ungkap Dicky Yunus, Koordinator Fungsi Konsuler KJRI Jeddah yang bersama squad Konsulernya terus mengawal kasus ini.

Berbagai upaya telah dilakukan Perwakilan RI di Arab Saudi dalam rangka membela dan membebaskan Rika Mustikawati. Selain dengan menunjuk pengacara setempat, Dubes RI Riyadh juga telah menyampaikan surat kepada Raja Arab Saudi untuk memintakan pengampunan.

“Momentum baik yang telah diciptakan Menlu melalui pertemuannya dengan Raja dan Menlu Arab Saudi beberapa waktu lalu akan terus kita manfaatkan untuk mendorong percepatan penyelesaian kasus-kasus WNI kita di Arab Saudi. Semua pihak sudah memberikan kontribusi dalam setiap capaian seperti ini, baik Perwakilan RI, teman-teman aktivis advokasi BMI dan bahkan otoritas di Arab Saudi”.

Dengan demikian selama 2015 sudah 12 WNI yang berhasil dibebaskan dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi, sehingga total yg sdh dibebaskan di arab saudi sejak 2011 sebanyak 68 wni. Sementara itu, masih ada 24 wni terancam hukuman mati di Arab Saudi yg masih dalam proses hukum (12 pembunuhan, 9 perzinahan,  dan 3 sihir).

Kejuaraan Bola Basket Asia Wanita U-16 Dibuka


Menpora Imam Nahrawi hari Minggu (2/8) malam membuka Kejuaraan Bola Basket Asia untuk Wanita U-16 yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) di GOR Bola Basket Angkasa Pangkalan TNI AU, Kota Medan, Sumatera Utara. (foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Menpora Imam Nahrawi hari Minggu (2/8) malam membuka Kejuaraan Bola Basket Asia untuk Wanita U-16 yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) di GOR Bola Basket Angkasa Pangkalan TNI AU, Kota Medan, Sumatera Utara. (foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Medan: Menpora Imam Nahrawi hari Minggu (2/8) malam membuka Kejuaraan Bola Basket Asia untuk Wanita U-16 yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) di GOR Bola Basket Angkasa Pangkalan TNI AU, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan oleh Menpora, Presiden FIBA Sheikh Saud Ali Al-Thani, Sekjen FIBA Hagop Khajirian, Ketum PP PERBASI Danny Kosasih, Wagub Sumut Tengku Eri Nuradi, Konsulat Jenderal Tiongkok Zhu Hong Hai, dan Ketum Pengprov PERBASI Sumut sekaligus anggota DPR RI Sofyan Tan. 

Ini adalah tahun keempat digelarnya FIBA Asia U-16 yang digelar mulai 2 - 9 Agustus 2015. Kejuaraan ini terselenggara juga atas dukungan Kemenpora, Pemprov Sumut, dan Pemkot Medan. Ada 12 negara yang turut berpartisipasi, yang dibagi dalam dua level. Masing-masing level terdiri atas enam negara. Yakni, China, Jepang, Korea, China Taipei, India, Thailand, Hongkong, Indonesia (tuan rumah), Kazakhstan, Malaysia, Singapura, dan Uzbekistan. 

Acara diawali dengan tarian daerah yang dibawakan puluhan muda-mudi dari Sumut, dan dilanjutkan dengan gelar peserta dari semua negara. Ribuan penonton yang memadati GOR Angkasa bersorak-sorai ketika satu per satu peserta dari tiap negara memasuki lapangan. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya,     

Wagub Sumut Eri Nuradi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FIBA Asia dan PERBASI. "Dipilihnya Kota Medan sebagai penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan penghargaan dan kebanggaan bagi masyarakat Sumut, khususnya pecinta bola basket. Selamat datang di Kota Medan dan nikmatilah keindahan alam, budaya, kuliner, dan keramahtamahannya," ujar Eri.  

Menurut Eri, kejuaraan ini akan memberi efek positif untuk pengembangan olahraga bola basket di Sumut dan Indonesia. "Terima kasih. Apapun hasilnya dan siapapun juaranya, harus bisa dijadikan semangat untuk tetap berprestasi lebih baik lagi," katanya. 

Presiden FIBA Sheikh Saud Ali Al-Thani dalam sambutannya mengucap rasa syukur dan penghargaannya kepada Indonesia dan semua peserta yang telah sukses menyelenggarakan kejuaraan basket tingkat Asia. "Terima kasih, dan bertandinglah secara sportif," tutur Sheikh Saud.  

Menpora yang didampingi Asisten Deputi Olahraga Prestasi Bosar Napitupulu menyampaikan kejuaraan ini sangat berarti dalam pengembangan dan peningkatan prestasi bola basket tanah air. "Selamat kepada para atlet dan ofisial dari berbagai negara, semoga mendapat kesan yang positif selama di Medan secara khusus, dan Indonesia pada umumnya. Kejuaraan ini harus dapat ikut mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, apalagi ini level Asia yang diikuti oleh 12 negara. Tentu sangat membanggakan bagi Indonesia," ujar Menpora.

"Atas nama pemerintah, Kemenpora menyampaikan selamat kepada panitia penyelenggara. Semoga berjalan baik dan sukses. Dengan mengucap Bismillah, kejuaraan ini secara resmi saya buka," kata Menpora yang disambut aplaus para peserta dan ribuan audiens yang hadir.

Presiden: Indonesia Harus Jadi Contoh Hidup Rukun dan Damai

Makassar (Pinmas)— Presiden RI Joko Widodo mengemukakan, bangsa Indonesia yang merupakan salah satu negara muslim terbesar harus mampu menjadi contoh untuk hidup rukun dan damai.
“Kita juga harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat hidup rukun, dan damai,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan muktamar Muhammadiyah ke-47 dan muktamar satu abad Aisyiyah di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8).
Tampak hadir dalam pembukaan muktamar Muhammadiyah; Ibu Negara Ny. Iriana, Ketua MPRZulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman,  Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Saleh Husin dan Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi dan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Pada pembukaan muktamar yang dihadiri ratusan ribu warga Muhammadiyah, Presiden juga mengajak Muhammadiyah untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin serta melihat kebhinekaan menjadi rahmat yang baik.
“Sebagai organisasi Islam yang berwawasan kemajuan, tetap menjalankan Islam yang berkemajuan. Jadikan perserikat Muhammadiyah yang menjadikan Islam sebagai rahmat bagi dunia,” katanya.
Presiden juga mengatakan, Muhammadiyah yang didirikan di Jogjakarta pada tahun 1912 telah berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.
“Kontribusi Muhammadiyah sangat besar. Berapa juta orang yang menyelesaikan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, lalu koperasi, dan baitul mal. Kita terima kasih kepada Muhammadiyah telah berkontribusi pada negara ini,” ujarnya.
Ditambahkan kepala negara, bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam sangat memiliki peran besar dalam menyebarkan ajaran agama Islam di tanah air. Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa tema yang diusung dalam muktamar ‘Islam Berkemajuan’ sangat relevan untuk kondisi Indonesia saat ini.

Sumber: www.kemenag.go.id

Rabu, 29 Juli 2015

Potret Kerukunan Alor, Gereja Dibangun Pekerja Muslim

Alor (Pinmas) —- Menteri Agama mengunjungi  sejumlah lokasi pembangunan rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur.  Sedikitnya dua masjid (Babul Jihad dan al Falah), tiga gereja (Iktus Puldown, Betlehem, dan Paroki), dan satu madrasah (MAN Kalabahi) ditinjau Menag pada kesempatan bersilaturahim ke kota yang dikenal juga sebagai Surga Timur Indonesia.
Menag yang didampingi Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki, Kabag TU Pimpinan Khairul Huda, Wagub NTT Benny Lotelenonny, Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marsilinus dan jajarannya, mengapresiasi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Alor. Apresiasi diberikan mengingat kontribusi masyarakat demikian besar sehingga biaya pembangunan kebanyakan dari swadaya masyarakat. Hebatnya lagi, pekerja dari pembangunan rumah ibadah tersebut adalah orang-orang muslim.
“Saya sangat apresiasi para pekerja muslim yang membangun gereja ini,” kata Menag sembari mengungkapkan harapannya   agar pembangunan rumah ibadah di Alor terus berlangsung dengan baik.
“Ini merupakan potret kerukunan yang luar biasa,” tegasnya.
Potret kerukunan semacam ini, menurut Menag, perlu diinformasikan kepada masyarakat luas agar kerukunan di Indonesia tetap terjaga.

Sumber: www.kemenag.go.id

Menperin: Industri Perkapalan Nasional Tumbuh Signifikan


Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan industri perkapalan di Indonesia barjalan cukup signifikan. Hal ini selain didukung karena Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi juga adanya keberpihakan Pemerintah melalui berbagai program dan kebijakan strategis dalam pengembangan industri maritim nasional. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Forum Saudagar Bugis Makassar ke XV di Makassar, Selasa (28/7).
Pada forum tersebut, selain Menperin, narasumber yang hadir adalah Bupati Takalar-Sulawesi Selatan, Burhanuddin Baharuddin, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antaraserta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Sattar Taba selaku moderator.
Menperin menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang kaya diantaranya memiliki cadangan minyak bumi mencapai 9,1 milliar barel di laut, 8500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 species biota terumbu karang hidup di perairan Indonesia. “Program prioritas Nawa Cita diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, memiliki sumber daya yang berkelanjutan, serta mensejahterakan segenap rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurut pandangan Menperin, industri perkapalan memiliki beberapa karakter khusus antara lain yaitu proses produksi yang komplek dan simultan, berdasarkan pesanan, struktur organisasi jaringan dengan mengandalkan outsourcing untuk penyediaan komponen dan tenaga kerja, serta aktifitas utamanya adalah pembangunan kapal baru dan reparasi. Dari karakter-karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa stakeholder industri terdiri dari berbagai pihak, diantaranya industri pelayaran, industri komponen, pemerintah, biro klasifikasi, perbankan, dan asuransi.
“Bahkan sejak diterapkannya Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang azas cabotage, terjadi peningkatan jumlah armada kapal berbendera Indonesia dari 6.041 unit pada Juni 2005 menjadi 13.224 pada Februari 2014,” kata Menperin. Peningkatan jumlah armada kapal nasional itu berdampak pada peningkatan utilisasi fasilitas reparasi kapal.
Saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, dimana 5 perusahaan berstatus BUMN. Selanjutnya, galangan kapal nasional saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT dan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT. Namun demikian, dari 250 galangan kapal nasional, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas graving dock terbesar yaitu 300.000 DWT yang berlokasi di Batam dan Banten.
“Oleh karena itu, dalam roadmap yang telah kami susun, pada tahun 2025 industri perkapalan nasional ditargetkan akan mampu membangun berbagai jenis kapal sampai dengan ukuran 200.000 DWT dan didukung dengan industri komponen kapal yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tegas Menperin.
Sementara itu, strategi yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam mencapairoadmap tersebut, antara lain: peningkatan daya saing industri perkapalan nasional melalui pemberian insentif fiskal; peningkatan kemampuan desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN); penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal; pengembangan kemampuan SDM perkapalan melalui pelatihan dan sertifikasi; serta peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan kawasan khusus industri maritim.
Hingga lima tahun terakhir, kinerja Industri perkapalan nasional terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, pembangunan kapal baru mecapai 859,9 ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437 juta DWT. Menperin mengharapkan, strategi pembangunan industri perkapalan nasional mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menpora MoU dengan Singapura di Bidang Pemuda dan Olahraga

Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Singapura: Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo dalam melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.  

Kehadiran Presiden Jokowi dan rombongan yang tiba sekitar pukul 10.30 waktu Singapura disambut upacara kenegaraan di Istana Negara Singapura. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dimainkan oleh drum band. Selama kunjungan, Presiden RI antara lain melakukan pertemuan dengan Presiden Singapura, Tony Tan Keng Yam; Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan menghadiri beberapa pertemuan baik di bidang. Salah satunya Presiden menyaksikan MoU yang dilakukan Menpora di bidang olahraga dan pemuda.  

Kunjungan itu diharapkan mampu lebih memajukan kerja sama ekonomi kedua negara. Apalagi Singapura merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata dan kerjasama di bidang olahraga dan pemuda. "Saya senang kita Kemenpora bisa melakukan MoU di bidang olahraga dan pemuda dengan Singapura. Saya ingin ke depan dengan adanya kerjasama ini memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan olahraga dan pemuda bagi kedua negara," kata Menpora.  

Di bidang pemuda MoU yang dilakukan diantaranya yakni, Program pertukaran pemuda dan kunjungan oleh pemuda dan pejabat yang bertanggung jawab atas urusan pemuda, Partisipasi pemuda dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kerelawanan, Kerjasama dibidang pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan sosial kreatifitas pemuda, Kerjasama antar organisasi-organisasi kepemudaan di kedua negara, Pertukaran informasi dan data tentang masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan pemuda sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku di kedua negara.

Sementara di bidang olahraga yakni, Program-program pertukaran dan kunjungan oleh para delegasi atlet, pelatih, pekerja olahraga dan ahli olahraga, Kerjasama antara organisasi olahraga yang relevan dari kedua negara untuk memfasilitasi seminar dan program penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kinerja yang tinggi, ilmu dan kedokteran olahraga dan teknologi.

Pertukaran ide dalam meningkatkan pengembangan industri olahraga, Pertukaran informasi dan data tentang olahraga dalam kaitannya dengan kebijakan olahraga masing-masing negara dan program-programyang tunduk kepada peraturan perundangan-undangan yang relevan yang berlaku di kedua negara yang berkaitan dengan kerahasiaan informasi tersebut yang di ungkapkan, Mendorong dan meningkatkan kesadaran dan keikutsertaan dalam olahraga secara umum, dan Menyelenggarakan sesi-sesi pelatihan bersama antara tim olahraga kedua negara pada tingkat nasional dan regional.

Presiden Jokowi menurut rencana melakukan kunjungan kenegaraan (state visit) ke Singapura pada 28-29 Juli 2015. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan A. Djalil; Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA