 Jakarta, (4/8) di Bandara Soekano Hatta menyambut kedatangan para disabilitas intelektual yang mengaharumkan nama bangsa di ajang olahraga Special Olympics World Games (SOWG) yang diadakan di Los Angeles, Amerika Serikat pada 25 Juli s.d 2 Agustus 2015.
 Kontingen SOIna sudah menyelesaikan tugas mengikuti pertandingan yang diadakan di beberapa tempat. Selama 8 hari atlet-atlet SOIna berusaha sebaikmungkin untuk memberikan yang terbaik, berjuang membela tanah air melalui olimpiade tingkat dunian terbesar yang dilaksanakan di kota para malaikat.
Dalam wawancara yang dilakukan, Khofifah menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan sangat baik yang dibina di karantina selama 2 bulan. Kedisiplinan dan proses pengawalan dari atlet-atlet oleh seluruh pembina SOINA dan para pelatih, tim asistensi bersama yang luar biasa dan akhirnya dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, mereka mendapatkan 19 medali emas, 12 medali perak, dan 5 perunggu.
Prestasi ini tentu mereka persembahkan untuk Indonesia tercinta dan mudah-mudahan rencana ke depannya, Kemenpora terus memaksimalkan ikhtiar ini dan pasti kompetisi ini akan terus mengalami peningkatan yang kualitatif. Dua tahun yang akan datang diadakan winter games dan pasti kompetisi world games akan lebih kualitatif. Oleh karena itu, mereka yang sekarang ini mengikuti Special Olympic World Games tidak bisa ikut ke world games (winter games) mendatang karena keputusan SOINA supaya ada pemerataan pada teman-teman yang lain untuk mengikuti perhelatan olahraga dunia bagi Special Olympic ini.
Menpora menyampaikan juga bahwa “ini sejarah baru bagi olahraga kita untuk Special Olympic World Games ini. Kali ini satu kebijakan yan kami keluarkan yaitu bonus disamaratakan dengan yang normal, baik sea games maupun olimpiade. Karena natinya untuk peraih medali emas mendapatkan 200 juta, medali perak 50 juta, dan medali perunggu 30 juta dan itu diserahkan ke rekening masing-masing tanpa dipungut pajak dan potongan apapun. Hal itu harus bisa diselesaikan secepat-cepatnya karena mulai hari ini sudah kita lakukan transfer pada peraih medali emas, perak, perunggu termasuk para pelatih. Saya kira ini sejarah baru yang perlu kita catat oleh kita semua.
Dr. Pudji Hastuti, Msc mengungkapkan “saya bangga akan prestasi yang dicapai oleh atlet-atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) pada ajang Special Olympics World Games 2015, Los Angeles. Dengan berhasil melampaui prestasi pada ajang serupa 4 tahun lalu dan membawa pulang 19 medali emas, 12 medali perak dan 5 medali perunggu. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghambat mereka untuk berkarya dan meraih prestasi”.
|
0 komentar:
Posting Komentar