Selasa, 21 April 2015
Menlu RI, Retno L.P Marsudi telah mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada pertemuan dengan Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah di sela sela rangkaian kegiatan Konferensi Asia Afrika 2015.
Dalam pertemuan, Presiden RI menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, dan mengharapkan agar momentum KAA 2015 dan dokumen deklarasi Palestina yang akan menjadi salah satu dokumen akhir pertemuan, dapat mengoptimalkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Indonesia merupakan Negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Palestina, beberapa saat setelah Yasser Arafat mendeklarasikan kemerdekaan Palestina di Alger, Aljazair, 15 November 1988.
Kedua negara saat ini juga dalam tahap untuk merealisasikan penunjukan Konsul Kehormatan RI di Ramallah sebagai bentuk nyata pengakuan diplomatik Indonesia terhadap Palestina.
Pada pertemuan ini, PM Palestina menyambut baik komitmen Indonesia untuk melanjutkan bantuan dalam berbagai program pengembangan kapasitas untuk Palestina.
Selama periode 2008-2013, Indonesia telah menyediakan 128 program dan modul pelatihan yang dimanfaatkan oleh 1.257 peserta dari Palestina, meliputi UKM, Pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan perempuan, ESDM, good governance, pertahanan dan pengurangan kemiskinan.
Saat ini, telah ada Indonesian cardiac center di Rumah sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza yang dalam proses pembangunan berkat bantuan sumbangan rakyat Indonesia. Selain itu tercatat sekitar 45 mahasiswa Palestina sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Indonesia, untuk berbagai jurusan.
Wujud lain dukungan Indonesia untuk sektor ekonomi Palestina adalah menjadi tuan rumah Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) ke II, pada 1 Maret 2014 untuk mendorong dukungan pengembangan sektor swasta Palestina melalui perluasan jejaring pengusaha Palestina dengan negara negara Asia Timur.
Dalam pertemuan tersebut juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara Kamar Dagang Palestina dan Indonesia untuk pendirian Palestinian – Indonesian Joint Business Council.
Total nilai perdagangan Indonesia dan Palestina pada tahun 2014 tercatat sebesar US$ 1.028 juta naik sebesar 85,75% disbanding tahun 2013.
Dalam pertemuan, Presiden RI menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, dan mengharapkan agar momentum KAA 2015 dan dokumen deklarasi Palestina yang akan menjadi salah satu dokumen akhir pertemuan, dapat mengoptimalkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Indonesia merupakan Negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Palestina, beberapa saat setelah Yasser Arafat mendeklarasikan kemerdekaan Palestina di Alger, Aljazair, 15 November 1988.
Kedua negara saat ini juga dalam tahap untuk merealisasikan penunjukan Konsul Kehormatan RI di Ramallah sebagai bentuk nyata pengakuan diplomatik Indonesia terhadap Palestina.
Pada pertemuan ini, PM Palestina menyambut baik komitmen Indonesia untuk melanjutkan bantuan dalam berbagai program pengembangan kapasitas untuk Palestina.
Selama periode 2008-2013, Indonesia telah menyediakan 128 program dan modul pelatihan yang dimanfaatkan oleh 1.257 peserta dari Palestina, meliputi UKM, Pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan perempuan, ESDM, good governance, pertahanan dan pengurangan kemiskinan.
Saat ini, telah ada Indonesian cardiac center di Rumah sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza yang dalam proses pembangunan berkat bantuan sumbangan rakyat Indonesia. Selain itu tercatat sekitar 45 mahasiswa Palestina sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Indonesia, untuk berbagai jurusan.
Wujud lain dukungan Indonesia untuk sektor ekonomi Palestina adalah menjadi tuan rumah Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) ke II, pada 1 Maret 2014 untuk mendorong dukungan pengembangan sektor swasta Palestina melalui perluasan jejaring pengusaha Palestina dengan negara negara Asia Timur.
Dalam pertemuan tersebut juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara Kamar Dagang Palestina dan Indonesia untuk pendirian Palestinian – Indonesian Joint Business Council.
Total nilai perdagangan Indonesia dan Palestina pada tahun 2014 tercatat sebesar US$ 1.028 juta naik sebesar 85,75% disbanding tahun 2013.






0 komentar:
Posting Komentar