usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 29 Juli 2015

Potret Kerukunan Alor, Gereja Dibangun Pekerja Muslim

Alor (Pinmas) —- Menteri Agama mengunjungi  sejumlah lokasi pembangunan rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur.  Sedikitnya dua masjid (Babul Jihad dan al Falah), tiga gereja (Iktus Puldown, Betlehem, dan Paroki), dan satu madrasah (MAN Kalabahi) ditinjau Menag pada kesempatan bersilaturahim ke kota yang dikenal juga sebagai Surga Timur Indonesia.
Menag yang didampingi Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan Muharram Marzuki, Kabag TU Pimpinan Khairul Huda, Wagub NTT Benny Lotelenonny, Kakanwil Kemenag NTT Sarman Marsilinus dan jajarannya, mengapresiasi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Alor. Apresiasi diberikan mengingat kontribusi masyarakat demikian besar sehingga biaya pembangunan kebanyakan dari swadaya masyarakat. Hebatnya lagi, pekerja dari pembangunan rumah ibadah tersebut adalah orang-orang muslim.
“Saya sangat apresiasi para pekerja muslim yang membangun gereja ini,” kata Menag sembari mengungkapkan harapannya   agar pembangunan rumah ibadah di Alor terus berlangsung dengan baik.
“Ini merupakan potret kerukunan yang luar biasa,” tegasnya.
Potret kerukunan semacam ini, menurut Menag, perlu diinformasikan kepada masyarakat luas agar kerukunan di Indonesia tetap terjaga.

Sumber: www.kemenag.go.id

Menperin: Industri Perkapalan Nasional Tumbuh Signifikan


Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan industri perkapalan di Indonesia barjalan cukup signifikan. Hal ini selain didukung karena Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi juga adanya keberpihakan Pemerintah melalui berbagai program dan kebijakan strategis dalam pengembangan industri maritim nasional. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Forum Saudagar Bugis Makassar ke XV di Makassar, Selasa (28/7).
Pada forum tersebut, selain Menperin, narasumber yang hadir adalah Bupati Takalar-Sulawesi Selatan, Burhanuddin Baharuddin, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antaraserta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Sattar Taba selaku moderator.
Menperin menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang kaya diantaranya memiliki cadangan minyak bumi mencapai 9,1 milliar barel di laut, 8500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 species biota terumbu karang hidup di perairan Indonesia. “Program prioritas Nawa Cita diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, memiliki sumber daya yang berkelanjutan, serta mensejahterakan segenap rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurut pandangan Menperin, industri perkapalan memiliki beberapa karakter khusus antara lain yaitu proses produksi yang komplek dan simultan, berdasarkan pesanan, struktur organisasi jaringan dengan mengandalkan outsourcing untuk penyediaan komponen dan tenaga kerja, serta aktifitas utamanya adalah pembangunan kapal baru dan reparasi. Dari karakter-karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa stakeholder industri terdiri dari berbagai pihak, diantaranya industri pelayaran, industri komponen, pemerintah, biro klasifikasi, perbankan, dan asuransi.
“Bahkan sejak diterapkannya Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang azas cabotage, terjadi peningkatan jumlah armada kapal berbendera Indonesia dari 6.041 unit pada Juni 2005 menjadi 13.224 pada Februari 2014,” kata Menperin. Peningkatan jumlah armada kapal nasional itu berdampak pada peningkatan utilisasi fasilitas reparasi kapal.
Saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, dimana 5 perusahaan berstatus BUMN. Selanjutnya, galangan kapal nasional saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT dan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT. Namun demikian, dari 250 galangan kapal nasional, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas graving dock terbesar yaitu 300.000 DWT yang berlokasi di Batam dan Banten.
“Oleh karena itu, dalam roadmap yang telah kami susun, pada tahun 2025 industri perkapalan nasional ditargetkan akan mampu membangun berbagai jenis kapal sampai dengan ukuran 200.000 DWT dan didukung dengan industri komponen kapal yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tegas Menperin.
Sementara itu, strategi yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam mencapairoadmap tersebut, antara lain: peningkatan daya saing industri perkapalan nasional melalui pemberian insentif fiskal; peningkatan kemampuan desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN); penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal; pengembangan kemampuan SDM perkapalan melalui pelatihan dan sertifikasi; serta peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan kawasan khusus industri maritim.
Hingga lima tahun terakhir, kinerja Industri perkapalan nasional terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, pembangunan kapal baru mecapai 859,9 ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437 juta DWT. Menperin mengharapkan, strategi pembangunan industri perkapalan nasional mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menpora MoU dengan Singapura di Bidang Pemuda dan Olahraga

Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Singapura: Hari Selasa (28/7) pagi, Menpora Imam Nahrawi mendampingi Presiden Joko Widodo dalam melakukan kunjungan kerja di Singapura. Selain mendampingi, Menpora juga melakukan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pemuda dan olahraga.  

Kehadiran Presiden Jokowi dan rombongan yang tiba sekitar pukul 10.30 waktu Singapura disambut upacara kenegaraan di Istana Negara Singapura. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dimainkan oleh drum band. Selama kunjungan, Presiden RI antara lain melakukan pertemuan dengan Presiden Singapura, Tony Tan Keng Yam; Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan menghadiri beberapa pertemuan baik di bidang. Salah satunya Presiden menyaksikan MoU yang dilakukan Menpora di bidang olahraga dan pemuda.  

Kunjungan itu diharapkan mampu lebih memajukan kerja sama ekonomi kedua negara. Apalagi Singapura merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata dan kerjasama di bidang olahraga dan pemuda. "Saya senang kita Kemenpora bisa melakukan MoU di bidang olahraga dan pemuda dengan Singapura. Saya ingin ke depan dengan adanya kerjasama ini memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan olahraga dan pemuda bagi kedua negara," kata Menpora.  

Di bidang pemuda MoU yang dilakukan diantaranya yakni, Program pertukaran pemuda dan kunjungan oleh pemuda dan pejabat yang bertanggung jawab atas urusan pemuda, Partisipasi pemuda dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kerelawanan, Kerjasama dibidang pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan sosial kreatifitas pemuda, Kerjasama antar organisasi-organisasi kepemudaan di kedua negara, Pertukaran informasi dan data tentang masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan pemuda sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku di kedua negara.

Sementara di bidang olahraga yakni, Program-program pertukaran dan kunjungan oleh para delegasi atlet, pelatih, pekerja olahraga dan ahli olahraga, Kerjasama antara organisasi olahraga yang relevan dari kedua negara untuk memfasilitasi seminar dan program penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kinerja yang tinggi, ilmu dan kedokteran olahraga dan teknologi.

Pertukaran ide dalam meningkatkan pengembangan industri olahraga, Pertukaran informasi dan data tentang olahraga dalam kaitannya dengan kebijakan olahraga masing-masing negara dan program-programyang tunduk kepada peraturan perundangan-undangan yang relevan yang berlaku di kedua negara yang berkaitan dengan kerahasiaan informasi tersebut yang di ungkapkan, Mendorong dan meningkatkan kesadaran dan keikutsertaan dalam olahraga secara umum, dan Menyelenggarakan sesi-sesi pelatihan bersama antara tim olahraga kedua negara pada tingkat nasional dan regional.

Presiden Jokowi menurut rencana melakukan kunjungan kenegaraan (state visit) ke Singapura pada 28-29 Juli 2015. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan A. Djalil; Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi.

Selasa, 28 Juli 2015

Mentan Beri Bantuan untuk Bangun Sumur Dalam


news
SRAGEN — Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah salah satunya Sragen, Jawa Tengah, Senin (27/7). Dalam kunjungannya, Mentan menegaskan pentingnya penanganan kekeringan dan ancaman yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional. Program mendesak yang harus dilakukan adalah pembuatan sumur dangkal, sumur dalam, serta pemberian bantuan pompa air. Langkah ini untuk menyelamatkan tanaman pangan yang mengalami kekeringan cukup luas akibat musim kemarau.
Pembangunan sumur dalam dinilai sangat menunjang pencapaian swasembada beras khususnya pada musim kemarau. Mentan juga menjanjikan bantuan dana untuk pembangunan sumur dalam. Hal itu disampaikan Mentan dalam sambutannya saat menggelar kunjungan kerja di area persawahan di Dusun Ngunut, Desa Gebang, Kecamatan Masaran. Mentan juga menginstruksikan kepada Dinas Pertanian Jawa Tengah untuk memprioritaskan dana dekonsentrasi untuk pembangunan embung, sumur dalam, sumur dangkal, dan pompa air di daerah lain.
"Itu harus menjadi prioritas sekarang untuk menyelamatkan tanaman pangan dari ancaman kekeringan. Pembangunan sumur dalam itu akan difokuskan di wilayah Jawa Tengah. Saya minta setiap desa yang memiliki potensi sumber mata air melimpah bisa dibangun sumur dalam," katanya.
Pada kesempatan itu, Mentan juga menjanjikan bantuan sarana produksi pertanian kepada para kelompok tani. Salah satu kelompok tani, Taruna Maju Tani, di desa setempat mendapat bantuan langsung dari Mentan. 
Setelah meresmikan operasional sumur dalam bantuan pemerintah, Mentan mengajak petani berdialog interaktif. Kunker Mentan tersebut dihadiri sekitar 200 tamu undangan. Beberapa di antaranya, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Kuspriyanti; Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, Suryo Banendro; 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM); jajaran Muspika Masaran dan lain-lain. 

BKPM: Investasi di Indonesia Masuki Tingkatan Tinggi dan Berkelanjutan


Jakarta, 28/07/2015 Kemenkeu - Investasi di Indonesia telah masuk pada tingkat yang tinggi dan berkelanjutan. Berdasarkan data realisasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam lima tahun terakhir, pada umumnya setiap triwulan memperlihatkan adanya kenaikan angka realisasi yang signifikan dengan nilai menuju ke tingkat yang lebih stabil dan tinggi.
Dari data realisasi investasi tahun 2010 sampai dengan Juni 2015, terlihat semakin banyak proporsi proyek investasi baru jika dibandingkan dengan proyek investasi dalam rangka perluasan. Tercatat, proporsi proyek investasi baru mencapai 60,2 persen, sementara proyek investasi dalam rangka perluasan mencapai 39,8 persen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa selain kapasitas produksi untuk investasi yang ada terus meningkat, investasi yang dilakukan untuk industri dan produksi produk baru yang belum ada di Indonesia juga semakin tinggi.
“Untuk lebih memastikan bahwa kinerja investasi pada triwulan ketiga dan keempat tahun 2015 ini angka realisasi yang dicapai tetap tinggi, BKPM akan dan terus mengawal dan memfasilitasi permasalahan tahapan realisasi investasi,” ungkap Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangannya.

Senin, 13 Juli 2015

Menag: Bus Shalawat Jamaah Haji Cukup Baik

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa bus shawalat yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah, Arab Saudi, kondisinya cukup baik. Bus tersebut, menurut Menag, rata-rata diproduksi pada tahun 2009 – 2014.
Hal ini disampaikan Menag setelah  melakukan pengecekan secara langsung kualitas bus shalawat dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Makkah Arab Saudi. Bus Shalawat adalah sarana transportasi yang akan digunakan jamaah haji Indonesia selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram.
Pengecekan kualitas bus ini dilakukan Menag secara langsung dengan  menaiki bus Rawaheel yang pada musim haji 1436H ini akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram. “Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014,” jelas Menag melalui sambungan telepon kepada kontributor Pinmas, Senin (13/07).
Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.
Dikatakan Menag, jamaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1436H ini akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, yaitu:   Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah. Penempatan jamaah pada 6 wilayah ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pemondokan jamaah tersebar sampai di 12 wilayah. “Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram,” jelas Menag.

Sumber: www.kemenag.go.id

Kunker di Kalimantan Barat Menpora Tutup Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda di Mempawah


Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore memberikan arahan dan menutup acara Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro, Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore memberikan arahan dan menutup acara Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro, Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.(foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Mempawah: Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (10/7) sore didampingi Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti, Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Quro Muhammad Khalili Musairi memberikan arahan sekaligus menutup kegiatan Fasilitasi Peningkatan Wawasan Pemuda Tahun 2015 di Pondok Pesantren Ummul Quro Desa Purun Kecil Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Menpora merasa bangga karena sejak dilantik Presiden Joko Widodo baru kali ini bisa menginjakan kaki di Kalimantan Barat untuk pertama kali khususnya di Desa Sungai Pinyuh, Mempawah. "Ini merupakan sejarah dapat melaksanakan program unggulan memberikan pengetahuan wawasan nusantara agar para pemuda lebih bangga kepada Indonesia dengan segala keanekaragamannya menjadi rujukan negara lain yang ingin belajar bahwa keberbedaan dan keanekaragaman karena keanekaragaman adalah keistimewaan," kata Menpora dalam sambutannya.

"Pancasila adalah pondasi kuat sebagai anak bangsa Indonesia agar muncul perilaku akhlak yang baik, rukun dan guyub karena hal itu tidak ada di negara lain karena founding fathers negara kita membangun bangsa dengan keikhlasan mengorbankan segalanya," ujar Menpora.

"Hormati keberbedan yang ada kita harus bersatu karena perbedaan adalah anugerah tidak boleh bercerai berai, terima kasih seluruh kita yg hadir di bulan Ramadan ini kami ingin ada kerjasama terus menerus dari Kabupaten Mempawah dan Kemenpora agar program Kemenpora bisa dinikmati dan dirasakan masyarakat termasuk program olahraga dan pramuka," lanjutnya.

Menpora mengimbau agar Ponpes Ummul Quro bisa mengajukan sarana prasarana olahraga. "Kami akan membantu usahakan karena di Ponpes tertanam ketaatan kapada aturan-aturan, di dunia olahraga kita belakangan prestasinya kurang membanggakan ini harus ada perbaikan yang fundamental, olahraga harus jadi tradisi di masyarakat sesuai slogan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga selain di bidang pemuda, olahraga, pramuka dan agama," lanjutnya.

"Di Mempawah ada olahraga Anggar ke depan Mempawah harus berprestasi, Kepada Bapak Bupati apabila Anggar menjadi unggulan silakan usulkan sarprasnya agar olahraga ini menjadi prestasi nasional dan internasional dari Mempawah," harap Menpora.

Safari Ramadhan Bersama Menpora ini  dihadiri pula Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Djunaedi, Anggota DPRD kalbar Mulyadi Thawiq, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat Syawal Bondoreso, Wakil Bupati Kabupaten Mempawah   Gusti Ramlana, Asisten II Bidang Kesra Kabupaten Mempawah H. Ismail, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mempawah Zulkifli Salim, Camat Sungai Pinyuh Samsul Rizal, Kepala Desa Sungai Purun Kecil, Alim Ulama, tokoh masyarakat, TNI dan Kepolisian.

Jadi Tuan Rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika, Indonesia Siap Suguhkan Keramahan


Jakarta, Kemendikbud --- Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan olimpiade internasional astronomi dan astrofisika, International Olympiad of Astronomy and Astrophysics (IOAA), ke sembilan pada 26 Juli-4 Agustus 2015. Acara yang berpusat di Magelang Jawa Tengah ini merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia untuk berperan dalam kompetisi internasional.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Ia mengatakan,  ajang ini merupakan kesempatan bagi seluruh peserta untuk menunjukkan prestasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan selama bertahun-tahun pada bidang ilmu yang diminati, yaitu astronomi dan astrofisika. Dan ia berharap, pengalaman peserta yang berasal dari 42 negara selama di Indonesia nanti akan menyenangkan.
 
“Kita semua bangga Indonesia menjadi tuan rumah. Maka izinkan para peserta ini merasakan kehangatan Indonesia, izinkan mereka merasakan keramahan, dan izinkan mereka merasakan pengalaman positif yang akan mereka ceritakan sepanjang karirnya,” kata Menteri Anies pada rekaman sambutan peserta IOAA, di Kantor Kemendikbud, Senin (13/07/2015).
 
Mendikbud mengatakan, peserta IOAA termasuk perwakilan Indonesia harus menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Ia berharap, dari olimpiade ini akan muncul anak-anak berprestasi yang akan meningkatkan optimisme terhadap kompetensi anak-anak Indonesia.
 
Pemilihan Magelang sebagai lokasi acara juga bukan sebuah kebetulan. Indonesia ingin mengenalkan secara luas keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai peninggalan bersejarah yang dibangun dengan memerhatikan aspek astronomi.
 
Delegasi Indonesia peserta IOAA terdiri dari sepuluh siswa. Mereka dibagi ke dalam dua tim, yaitu Main Team dan Guest Team. Masing-masing terdiri dari lima siswa. Main Team yaitu M. Ahdillah Fadlila (MAN Insan Cendekia, Gorontalo), Brian Yaputra (SMA Sutomo 1, Medan), Naufal Alifyari (SMAN 5 Bekasi), Gunawan Setiawan (SMA Petra 2 Surabaya), dan M. Ali Syaifudin (SMA Semesta BBS Semarang). Sedangkan Guest Team yaitu Joandy Leonata Pratama (SMA Sutomo 1 Medan), M. Miftahul Fahmi (SMAN 3 Malang), Rafif Abdus Salam (SMAN 1 Bogor), Hammam Raihan Mohammad (SMAN 3 Bogor), dan Hana Widiapsari Nuraini (SMAN 8 Jakarta).
 
Sebelum berlaga, mereka menjalani masa karantina.Mereka dibimbing oleh para team leader, pengajar, tim tutor, dan tim mentor.

Cegah Krisis dengan Pengelolaan Keuangan yang Hati-hati dan Penuh Tanggung Jawab

Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa (P3K2 Amerop) Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemlu bekerja sama dengan Biro Administrasi Kementerian dan Perwakilan Kemlu, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) "Dampak Krisis Yunani Terhadap Perekonomian Indonesia" di Jakarta, Senin (13/7).
 
Signifikansi Krisis Yunani bagi Indonesia
 
Staf Ahli Bidang Manajemen, Duta Besar R. Bagas Hapsoro, selaku moderator menegaskan pengamatan para narasumber memberikan pemahaman lebih komprehensif dari aspek politik dan ekonomi krisis Yunani dan dampaknya bagi Indonesia.
 
Salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi adalah bagaimana menjalankan kebijakan luar negeri yang membumi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan perdagangan dan investasi serta pariwisata, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia di tengah krisis ekonomi global saat ini.
 
Duta Besar Dian Triansyah Djani, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kemlu menjelaskan bahwa masalah krisis Yunani berakar dari persyaratan dalam Maastrict Treaty tahun 1992 yang tidak dipenuhi Yunani secara hati-hati sehingga berujung pada terjadinya krisis.
 
"Dampak krisis Yunani tidak besar bagi Indonesia namun secara tidak langsung dapat menyebabkan melemahnya permintaan pasar maupun investasi langsung dari negara-negara Uni Eropa," kata Dubes yang akrab dipanggil Trian ini.
 
Raden Pardede, Ph.D, Co-Founder and Managing Partner CReco Research Institute, menyatakan bahwa krisis Yunani tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia.
 
"Namun apabila tidak ditangani secara hati-hati oleh Uni Eropa dapat berimplikasi negatif terhadap Eropa secara keseluruhan dan pada akhirnya secara langsung dan tidak langsung berdampak pada Indonesia," tukas Raden.
 
Sementara itu Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyatakan perlunya kehati-hatian dalam melakukan integrasi di kawasan khususnya terkait Monetary Union. Integrasi yang bersifat fiskal dan keuangan diharapkan tidak didasari oleh kepentingan politis karena akan menimbulkan masalah yang lebih besar di masa yang akan datang.
 
Belajar dari Yunani
 
Para narasumber sepakat bahwa krisis Yunani tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia. Justru Indonesia dapat banyak belajar dari krisis Yunani ini.
 
Penting untuk mengelola keuangan secara hati-hati dan penuh tanggung jawab. Pengelolaan rasio hutang didasarkan pada kapasitas negara dalam mengelola sektor-sektor produktif.
 
Indonesia juga perlu memerhatikan reformasi struktural yang terkait dengan jaminan sosial seperti sektor kesehatan dan pensiun. Program-program tersebut harus didesain dengan baik dan memiliki sustainability dalam jangka panjang.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lagi berdasarkan sumber daya alam namun lebih pada industri manufaktur dan sektor jasa khususnya pariwisata yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan sumber devisa.
 
FGD dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari pejabat eselon I dan II Kementerian Luar Negeri, pengamat ekonomi, pengamat politik, akademisi, dan tamu undangan lainnya.
 
Tujuan FGD ini, seperti disampaikan oleh Plt. Kepala BPPK, Duta Besar Salman Al Farisi, antara lain untuk, "Mendapatkan masukan yang lebih komprehensif dari para stakeholders mengenai gambaran prospek ekonomi global, khususnya terkait kondisi perekonomian Yunani dan pengaruhnya terhadap Indonesia."
 
Selain itu, Kemlu ingin mencari keseragaman pandangan dalam menyikapi potensi krisis ekonomi di Yunani dan kawasan Eropa secara umum sebagai lesson learned bagi Indonesia.

Rabu, 01 Juli 2015

Melalui Kemenko PMK, BRI Beri Bantuan Rp35 Miliar bagi Pontren



Jakarta (Pinmas) – Baitul Maal BRI memberikan 35 Miliar bantuan pendidikan bagi pondok pesantren. Dana tersebut bersumber dari Muzakki pegawai Bank Rakyat Indonesia dan disalurkan melalui Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Kementerian Agama yang menjadi leading sector pendidikan agama dan keagamaan. Launching bantuan ini dilakukan di kantor Kemenko PMK di bilangan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (1/7).
Menko PMK Puan Maharani mengatakan, melalui program ini akan diberikan bantuan kepada 151 Madrasah/Pondok Pesantren berupa bantuan beasiswa, bantuan apresiasi pendidik, bantuan sarana prasarana dan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP).
Puan mengajak seluruh Kementerian, khususnya yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Pondok Pesantren (PEP) dan Lembaga yang melakukan mengelolaan zakat, infak dan sedekah agar dapat membantu untuk berkembangnya madrasah dan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan. Sebab, pendidikan adalah pilar utama pembangunan bangsa.
“Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan, memegang peranan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga mengembangkan nilai-nilai karakter pada santrinya,” papar Puan.
Menurut Puan, pondok pesantren tidak hanya membekali santrinya dengan pengetahuan agama saja, akan tetapi sudah mulai membekali santrinya dengan keterampilan-keterampilan seperti pertanian, peternakan dan lain-lainnya.
“Hal ini terutama didasari oleh adanya tuntutan masyarakat yang menghendaki adanya output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan itu terampil dan siap pakai,” kata Puan.
Sementara itu, Menag dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi membangun masa depan. Karenanya, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam sehingga dapat bertransformasi menjadi lembaga pendidikan unggulan dan berkarakter.

Sumber: www.kemenag.go.id

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA