Rapat Kerja/Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet , Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Pertanahan Nasional, Badan Kepegawaian Negara, Lembaga Administrasi Negara, Arsip Nasional RI, Ombudsman RI, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di Gedung DPR RI , Jakarta Kamis, (22/5). Rapat tersebut membahas Anggaran 2014 dimana Kementerian Sekretaraiat Negara berupaya untuk melakukan penghematan dan pemotongan belanja tahun anggaran 2014.
Dalam penjelasan Menteri Sekretaris Negara yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Taufik Sukasah menjelaskan untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2014, Kemensetneg akan memotong anggaran 2014 sebesar Rp266.955.977.000,00 (dua ratus enam puluh enam miliar sembilan ratus lima puluh lima juta Sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah). Penghematan dan pemotongan belanja Kemensetneg dilaksanakan oleh Satker yang menggunakan sumber dana Rupiah Murni, tidak termasuk sumber dana PNBP dan BLU.
Dengan memperhitungkan penghematan dan pemotongan belanja, serta penambahan anggaran yang bersumber dari PNBP Pusdiklat Kemensetneg, alokasi anggaran Bagian Anggaran 007 Kemensetneg tahun 2014 diusulkan untuk berubah dari semula sebesar Rp2.169.953.347.000,00 (dua triliun seratus enam puluh sembilan miliar sembilan ratus lima puluh tiga juta tiga ratus empat puluh tujuh ribu rupiah) menjadi Rp1.903.622.796.000,00 (satu triliun sembilan ratus tiga miliar enam ratus dua puluh dua juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah).
Rapat Kerja/Dengar Pendapat memberikan kesimpulan bahwa Komisi II DPR RI telah mencatat usulan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2014 dari seluruh Mitra Kerja Komisi II DPR RI untuk selanjutnya akan dibahas secara lebih rinci dalam RDP yang akan datang. Selain itu Komisi II DPR RI juga meminta kepada seluruh Mitra Kerja Komisi II DPR RI untuk melakukan simulasi terhadap rencana kegiatan dan anggaran Tahun 2014, untuk menyikapi kebijakan penghematan/pemotongan anggaran yang hasilnya segera dapat diserahkan kepada Komisi II DPR RI dan selanjutnya akan dibahas dalam RDP mendatang.
|
Jakarta, 30/05/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) akan mewaspadai dan memastikan supply dan demand pasokan pangan tetap terkendali menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini untuk meminimalisir laju inflasi yang akan tinggi karena pengaruh musiman tersebut.
“Secara musiman memang inflasi akan naik di Bulan Juni dan puncaknya di Bulan Juli. Tapi kita perkirakan tidak akan sebesar tahun lalu,” ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (30/5).
Menurutnya, untuk mengendalikan tingkat inflasi tidak melonjak tajam pihaknya mengaku akan menjaga pasokan kepada masyarakat, secara khususnya mengenai harga pangan. Selain itu, BI meminta komitmen semua pimpinan daerah untuk menjaga pasokan, distribusi, dan informasi harga.
Kerja sama antara daerah, sambung dia, perlu diperkuat untuk menghindari adanya daerah yang kelebihan pasokan pangan, sementara ada daerah lain yang kekurangan pasokan. “BI sendiri akan mengeluarkan policy-policy prudent dari sisi moneter untuk menjaga agar permintaan tetap terkendali,” pungkasnya. (ans)








