Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung perkuliahan di kampus IAIN Pontianak Kalimantan Barat. Civitas Akademika IAIN
Pontianak, sebagaimana dikatakan Rektor Hamka Siregar, bersepakat untuk
memberi nama gedung lima setengah lantai itu dengan nama Prof. KH.
Saifuddin Zuhri.
Ketika rencana nama gedung ini disampaikan, Menag
Lukman mengaku awalnya ragu, apakah akan menerima atau menolak.
Keraguan itu menurutnya karena dua hal. KH Saifuddin Zuhri adalah
pendahulu Lukman sebagai Menteri Agama, yaitu pada tahun 1962- 1967, era
Presiden Soekarno.
“Selain itu, beliau adalah juga ayah saya,” kata Menag saat memberikan sambutan pada Pembinaan Civitas Akademika IAIN
Pontianak sekaligus Peresmian Gedung Kuliah Baru, Pontianak, Rabu
(02/03). Ikut hadir, Gubernur Kalbar Cornelius, Sekda Kalbar, Kakanwil
Kemenag Kalbar Syahrul Yadi, Rektor IAIN
Pontianak, perwakilan Pangdam Tanjungpura dan Polda Kalbar, Kajati
Kalbar, Walikota Pontianak, Bupati Kubu Raya, dan civitas akademika IAIN Pontianak.
Menag
mengaku ragu, apakah ayahnya ikhlas jika namanya digunakan untuk nama
gedung? Namun Menag akhirnya yakin, karena yang memberikan nama adalah
kampus pendidikan tinggi keagamaan seperti IAIN Pontianak. “Saya percaya karena IAIN
Pontianak mempunyai reputasi yang baik dan mudah-mudahan juga bisa ikut
menjaga nama baik beliau. Apalagi gedung ini akan digunakan untuk
kegiatan yang mendatangkan maslahat,” kata Menag disambut tepuk tangan
hadirin.
“Terima kasih atas penghargaan ini. Mudah-mudahan nama
beliau bisa menginspirasi dan memotivasi, dan kita mampu meneladani dan
melanjutkan nilai kejuangan yang selama ini diperjuangkan,” tambahnya.
Gedung kuliah Prof. KH Saifuddin Zuhri menempati salah satu sisi bagian depan areal IAIN
Pontianak yang total luasnya mencapai 4.5 hektar. Dengan luas sekitar
3000m, gedung ini memiliki 54 ruang kuliah, dilengkapi AC dan LCD.
Selain itu, gedung ini juga memiliki dua ruang aula serbaguna. Gedung
ini direncanakan akan menjadi salah satu pusat kegiatan perkuliahan dan
kemahasiswaan di IAIN.
“Dengan bertambahnya ruang kuliah, mudah-mudahan kemampuan IAIN Pontianak semakim besar dalam rangka memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” harap Menag.
Disinggung soal peran IAIN dalam deradikalisasi, Menag menegaskan bahwa pengaruhnya sangat signifikan. Sebab, lanjutnya, IAIN
adalah lembaga yang mengkaji ilmu pengetahuan keagamaan. Dengan wawasan
pengetahuan keagamaan yang memadai, maka perilaku radikal, ekstrim, dan
tindakan yang bertolak belakang dengan esensi agama akan hilang.
“Karenanya,
lembaga keagamaan, tidak hanya Islam, tapi juga Katolik, Kristen,
Hindu, Buddha, dan Khonghucu, semuanya mempunyai pengaruh signifikan
dalam menjaga agar pengetahuan keagamaan yang berkembang tidak
menyimpang dari esensinya, yaitu memanusiakan manusia,” tandas Menag.
Selain
gedung kuliah Prof. KH Saifuddin Zuhri, Menag Lukman juga meresmikan
Gedung Praktik Qiraah dan Ibadah H. Abdul Rani Mahmud serta Gedung
Parkir Roda Dua dan Futsal Indoor IAIN Pontianak. Pada kesempatan ini juga ditandatangani kerjasama antara IAIN Pontianak dengan Pemprov Kalbar yang akan memberikan dana bansos sebesar 1M bagi pembangunan sarana dan prasarana kampus.
sumber: www.kemenag.go.id
Rabu, 02 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar