usaha berhasil

Kamis, 18 Februari 2016

Temui Menag, Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan Pamit Untuk Bertugas

Duta Besar RI yang baru untuk Tahta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono pamit ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk menjalankan tugas barunya di Tahta Suci vatikan. Kedatangan Dubes yang dilantik Presiden 12 Januari 2016 lalu tersebut diterima Menag di Ruang Kerjanya, Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng barat 3-4 Jakarta, Kamis (18/02). Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Kabag Kerjasama Luar Negeri, Agus Soleh.

 “Minggu, 21 Februari, Saya rencana ke Vatikan Pak Menteri, selain memperkenalkan diri, ini sekalian saya pamit, mohon doa dan arahan Pak Menteri terkait amanah baru ini,” kata Dubes Agus.

Dikatakan Menag, Vatikan merupakan negara khusus, khas dan strategis. “Semoga Pak Dubes mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga dan memelihara hubungan dua negara,” harap Menag.
Kepada Menag, Dubes menyampaikan, pada 2017 Indonesia akan menajadi tuan rumah pertemuan Pemuda-Pemuda Katolik se-Asia. Dubes berkeinginan mengundan PAUS untuk berkunjung ke Indonesia.

“Pada 2017, Indonesia, tepatnya di Yogyakarta, akan ada pertemuan pemuda-pemuda Katolik se-Asia. Rencananya, kami hendak mengundang PAUS untuk berkenan hadir di Indonesia, karena pada pertemuan sebelumnya di Korea 2014 lalu, PAUS berkenan hadir,” imbuh Dubes
Atas rencana mengundang pimpinan tertinggu UMat Katolik tersebut, Menag melihat, kedatangan PAUS akan berdampak luar biasa pada Indonesia.

“Jika PAUS berkenan hadir di Indonesia, saya pikir, ini sangat baik, sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, dampaknya akan luar biasa di dunia. Hal ini bisa menunjukkan harmonitas dan toleransi kita pada dunia,” ucap Menag yang mengapresiasi rencana tersebut.

Dikatakan Dubes, PAUS datang kali terakhir di Indonesia, 26 tahun lalu, tepatnya pada 1989. Sedang pemimpin Indonesia terakhir yang mengunjungi Tahta Suci Vatikan adalah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

“Informasi dan laporan yang saya terima Pak Menteri, Tahta Vatikan menghargai toleransi yang relatif kuat di Indonesia. Bahkan Vatikan menyediakan sebuah space, lebih dari 120 M2 untuk museum Indonesia. Saat ini, sudah ada lebih dari 1.200 artefak dari Indonesia, seperti Borobudur, al-Qur’an kecil dan lain sebagainya, untuk dipamerkan di sana. Saya telah melakukan pendekatan dengan beberapa pihak untuk membangun Museum Indonesia tersebut. Harapannya, para wisatawan yang hadir ke Vatikan, akan melihat dan menyaksikan kemajemukan Bangsa kita,” papar Dubes.

sumber: www.kemenag.go.id

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA