Duta Besar RI yang baru untuk Tahta Suci Vatikan, Antonius Agus
Sriyono pamit ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk menjalankan
tugas barunya di Tahta Suci vatikan. Kedatangan Dubes yang dilantik
Presiden 12 Januari 2016 lalu tersebut diterima Menag di Ruang Kerjanya,
Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng barat 3-4 Jakarta, Kamis (18/02).
Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Kabag
Kerjasama Luar Negeri, Agus Soleh.
“Minggu, 21 Februari, Saya
rencana ke Vatikan Pak Menteri, selain memperkenalkan diri, ini sekalian
saya pamit, mohon doa dan arahan Pak Menteri terkait amanah baru ini,”
kata Dubes Agus.
Dikatakan Menag, Vatikan merupakan negara khusus,
khas dan strategis. “Semoga Pak Dubes mampu menjalankan amanah dengan
baik, menjaga dan memelihara hubungan dua negara,” harap Menag.
Kepada
Menag, Dubes menyampaikan, pada 2017 Indonesia akan menajadi tuan rumah
pertemuan Pemuda-Pemuda Katolik se-Asia. Dubes berkeinginan mengundan PAUS untuk berkunjung ke Indonesia.
“Pada
2017, Indonesia, tepatnya di Yogyakarta, akan ada pertemuan
pemuda-pemuda Katolik se-Asia. Rencananya, kami hendak mengundang PAUS untuk berkenan hadir di Indonesia, karena pada pertemuan sebelumnya di Korea 2014 lalu, PAUS berkenan hadir,” imbuh Dubes
Atas rencana mengundang pimpinan tertinggu UMat Katolik tersebut, Menag melihat, kedatangan PAUS akan berdampak luar biasa pada Indonesia.
“Jika PAUS
berkenan hadir di Indonesia, saya pikir, ini sangat baik, sebuah negara
dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, dampaknya akan luar biasa di
dunia. Hal ini bisa menunjukkan harmonitas dan toleransi kita pada
dunia,” ucap Menag yang mengapresiasi rencana tersebut.
Dikatakan Dubes, PAUS
datang kali terakhir di Indonesia, 26 tahun lalu, tepatnya pada 1989.
Sedang pemimpin Indonesia terakhir yang mengunjungi Tahta Suci Vatikan
adalah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
“Informasi dan laporan
yang saya terima Pak Menteri, Tahta Vatikan menghargai toleransi yang
relatif kuat di Indonesia. Bahkan Vatikan menyediakan sebuah space,
lebih dari 120 M2 untuk museum Indonesia. Saat ini, sudah ada lebih dari
1.200 artefak dari Indonesia, seperti Borobudur, al-Qur’an kecil dan
lain sebagainya, untuk dipamerkan di sana. Saya telah melakukan
pendekatan dengan beberapa pihak untuk membangun Museum Indonesia
tersebut. Harapannya, para wisatawan yang hadir ke Vatikan, akan melihat
dan menyaksikan kemajemukan Bangsa kita,” papar Dubes.
sumber: www.kemenag.go.id
Kamis, 18 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar