Kementerian Agama mentargetkan serapan anggaran Tahun 2016, 93 persen
dari pagu anggaran 57,120 triliun. Untuk mencapai target ini dibutuhkan
kerja keras dari kita semua, tidak terkecuali. Hal tersebut disampaikan
Sekjen Kemenag Nur Syam saat menyampaikan paparannya pada Rapat Kerja
Nasional Kementerian Agama Tahun 2016 di Jakarta, Selasa (1/3).
Dibanding
tahun 2014 yang mencapai 91,30 persen, serapan anggaran Kementerian
Agama tahun 2015 mengalami penurunan 2,07 persen. Diuraikan Sekjen,
dari sisa anggaran yang tidak terserap, ada belanja pegawai yang tidak
terserap 100 persen karena CPNS yang mestinya di akhir 2014 tuntasternyata tidak selesai hingga 2015.
“Ini
bukan salah proyeksi, itu sudah kita proyeksikan hingga mencukupi,
namun karena ada faktor tertentu tidak terselesaikan misalnya
penyelesaian K 2, sehingga tidak terserap sesuai prosentasi yang kita
harapkan,” ujar Sekjen.
Menurutnya, sektor pengadaan barang jasa
tidak terserap relatif banyak. Belanja modal dan bansos yang tidak
terserap seluruhnya membuat aspek inilah yang menyumbang tidak
tercapainya target,
“Untuk itu tolong dibenahi, say minta ke
kakanwil untuk 4 aspek belanja (pegawai, barang, modal dan bansos)
terutama tiga aspek terakhir agar dimaksimalkan sesuai yang kita
inginkan. Kita berharap betul prosentasi belanja pegawai diminimalisasi
ketidakterserapanya,” ujar Sekjen.
“Kita bersyukur kita di
tengah kesulitan masih bisa mencapai 89,23 ersen anggara kita terserap.
Tahun depan, jangan lagi mengakhirkan realisasi bansos,” imbuhnya.
Untuk
mencapai target serapan 93 persen, dikatakan Sekjen kita perlu
melakukan jadwal ulang serapan anggaran per triwulannya. Nur Syam
menekankan agar seluruh satuan kerja membuat proyeksi pelaksanaan
program dan anggaran di tahun 2016.
sumber: www.kemenag.go.id
Senin, 29 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar