Salah satu ketua KPK Laode Moh. Syarif
mengungkapkan optimismenya terhadap gerakan anti korupsi di Kementerian
Agama. Hal ini disampaikan Laode saat memberikan sambutan pada Seminar
“Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan” yang diselenggarakan Dharma
Wanita Itjen Kemenag bekerjasama dengan Australia-Indonesia Partnership
for Justice dan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).
“Saya
optimis, di bawah kepemimpinan Menag Lukman Hakim Saifuddin, serta
dibantu Bapak Irjen dan aparatur lainnya, Kemenag akan menjadi contoh
bagi kementerian lain (dalam pemberantasan korupsi,” terang Laode
disambut tepuk tangan peserta seminar, Jakarta, Selasa (01/03).
Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Irjen Kemenag M. Jasin, Ketua Dewan Pembina DWP Kemenag pusat Trisna Willy Lukman, Ketua DWP Kemenag pusat Endah Nur Syam, perwakilan Dubes Australia Lucia Pietropaoli, Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati Iskak, Gandjar Laksmana Bonaparte dari Tim SPAK, dan 26 DWP Kanwil Kemenag Provinsi.
Menurut Laode, Kementerian Agama adalah kementerian pertama yang didatangi oleh SPAK. Hal ini, tegas Laode, tidak terlepas dari kepemimpinan Menag LHS dan Irjen yang terbuka dalam gerakan anti korupsi sehinga SPAK
dapat diterima di Kemenag. Apalagi, internaslisasi integritas dan anti
korupsi banyak didapat pada nilai-nilai keagamaan sehingga wajar kalau
Kemenag menjadi tempat pertama bergulirnya SPAK.
“Saya sangat berharap, SPAK bisa mengunjungi kementerian dan lembaga lain dan semoga bisa diterima dengan baik,” ujarnya.
Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Australia diluncurkan oleb KPK
dan Australia bertepatan dengan Hari Kartini tahun 2014. Saat ini,
sudah lebih dari 200 ribu orang di 10 provinsi telah mengikuti pelatihan
untuk memahami bagaimana perempuan bisa memberantas korupsi, dari ibu
rumah tangga sampai anggota parlemen. SPAK juga sudah memiliki lebih dari 499 agensi.
Laode menyambut gembira perkembangan ini. SPAK
yang dulunya hanya berupa program, kini telah berubah menjadi gerakan.
“Saya, Pak Menteri, dan Pak Jasin tidak bisa jadi anggota SPAK. Tapi kemi sangat mendukung,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Kepada ratusan anggota DWP Kemenag, pusat dan daerah, Laode berpesan bahwa untuk menjadi anggota SPAK,
maka syarat utamanya adalah mencintai gerakan anti korupsi. Hal itu,
salah satunya bisa dimulai dengan bertanya kepada suami manakala
memperoleh pendapatan melebihi dari yang biasanya, terlebih jumlahnya
sangat signifikan.
Seminar Gerakan Anti Korupsi ini dijadwalkan
akan berlangsung sampai sore hari. Tampil sebagai narasumber, Busyro
Muqaddas (Peran Perempuan dalam Mencegah Korupsi), Gandjar Laksmana
Bonaparte (Delik-Delik Korupsi), serta Trisna Willy Lukman Hakim
Saifuddin.
sumber: www.kemenag.go.id
Senin, 29 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar