Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Dalam Negri (Kemendagri)
Yuswandi A Temenggung membuka rapat kordinasi nasional protokoler di
Hotel Aston Marina, Ancol, Jakarta, Rabu (24/2). Acara tersebut
menghadirkan para staf protokol tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam
sambutannya Yuswandi mengatakan, fungsi protokol sangat sensitif.
Sebab, banyak hal yang harus diantisipasi. Dinamika dan situasi di
lapangan perlu dicermati secara bijak. Menurut dia, para staf protokol
harus mampu menyusuaikan kondisi tersebut.
“Dalam protokoler itu
ada yang namanya values (standar tempat) dan subtansi. Kalau ada yang
tidak sesuai dengan SOP maka perlu segera dicari solusinya,” kata
Yuswandi.
Hal tersebut umumnya terjadi saat ada kunjungan di suatu
daerah. Menurut dia, terkadang banyak lokasi acara yang dinilai tak
memenuhi standar. Namun, bukan berarti kegiatan tersebut batal
berlangsung. Protokol harus bisa menyusun strategi agar values dan
subtansi seusai.
Pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo
Kumolo, kata dia, keberhasilan protokol dinilai dari hasil
penyelenggaraan acara yang tertib. Makanya, ia mendorong agar para staf
protokol ini bisa saling berkordinasi, khususnya antardaerah satu dengan
yang lainnya.
“Sebab, akan ada banyak hal yang terjadi di satu
daerah belum pernah dijumpai di daerah tertentu. Jadi jangan lupa
menjalin komunikasi dan berkonsolidasi,” ujar dia.
Para protokol
juga diminta untuk tidak terus menerus mematuhi buku pedomannya. Sebab,
bila harus mengacu pada panduan tersebut, maka saat ada dinamika dan
situasi yang tak terduga, akan menganggu acara itu sendiri. Sebab, hasil
dilihat dari tertibnya acara, bukan berantakan.
sumber: www.kemendagri.go.id
Rabu, 24 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar