Perum Perumnas yang kembali ditunjuk menjadi penyedia hunian murah
untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) langsung bergerak. Selain
membangun rumah sederhana tapak Perumnas juga akan membangun rumah susun
(rusun). Menurut Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto, mulai
tahun ini pihaknya akan lebih banyak membangun rusun karena harga tanah
kian mahal.
“Tahun 2015 kami berhasil membangun 16 ribu unit rumah murah, tahun
in targetnya membangun 25 ribu unit dengan rincian 15 ribu unit rusun
dan 10 ribu landed house (rumah sederhana tapak),” ujar Himawan kepada
housing-estate.com saat groundbreaking rusun Grand Sentraland di
Karawang, Jawa Barat, pekan ini.
Untuk mengembangkan hunian sebanyak itu Perumnas akan menggandeng
BUMN-BUMD yang memiliki lahan untuk dikembangkan bersama. Ia juga
mengajak kerjasama pemerintah daerah yang mau membangun hunian di
daerahnya. Selain membangun hunian baru Perumnas juga akan
merevitalisasi rusun lama miliknya yang tersebar di sejumlah daerah.
Rusun yang sekarang tingginya empat lantai akan ditingkatkan menjadi
belasan hingga puluhan lantai sehingga akan menampung lebih banyak
warga.
Untuk mendukung misi sebagai penyedia hunian murah pemerintah akhir
2015 lalu sudah memberi dana kepada Perumnas sebesar Rp1 triliun sebagai
penyertaan modal negara (PM). Himawan menegaskan Perumnas dari dulu
sampai sekarang tetap konsisten di jalur pengembangan hunian murah.
Properti komersial yang dikembangkan hanya 20 persen bekerjasama dengan
swasta dengan maksud mengatur cash flow. Ia mengklaim setiap tahun
mengembangkan area seluas 200 ha. Karena itu Perumnas setiap tahun
berusaha untuk berbelanja lahan seluas 300 ha sehingga tetap
berkelanjutan.
sumber: www.bumn.go.id
Jumat, 26 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar