Rapat Panja yang dipimpin Wakil Ketua
Komisi VIII Ledia Amaliah dengan Sekjen dan Kepala Pusat Kesehatan Haji,
Kemenkes, Kamis (4/2), menghasilkan beberapa butir kesepakan dalam
meningkatkan layanan kesehatan. Selain rencana membangun RS, pembangunan
klinik di embarkasi juga akan dilakukan sebagai perbaikan layanan
kesehatan sesuai standar Kemenkes.
Dalam rapat Panja yang membahas layanan
kesehatan haji, Komisi VIII dan Kemenkes menginventarisir beberapa
temuan dalam penyelenggaraan haji 2015 dan usulan peningkatan untuk
tahun 2016. Pembangunan RS di Arab Saudi sudah menjadi kebutuhan jemaah
saat berhaji. Selama ini akses kesehatan yang tersentralisasi dalam
bentuk fasiltas RS belum ada. Diharapkan, dengan adanya RS, jemaah yang
sakit dan perlu rawat inap bisa segera dirujuk ke RS tersebut.
Pengadaan obat-obatan juga langsung
diadakan di Arab Saudi dengan menempatkan pengumandah kesehatan di
lokasi haji. Bahkan, Panja juga telah mengusulkan adanya fasilitas
kesehatan mobile, sehingga dapat memperluas akses layanan
kesehatan. Posko kesehatan juga segera ditambah sesuai peningkatan kuota
haji Indonesia.
Pada bagian lain, rapat Panja juga
menginventarisir temuan soal layanan kesehatan selama penyelenggaran
haji 2015. Jemaah haji kelompok usia 51-60 tahun ternyata persentasenya
jadi yang tertinggi, yaitu 34 persen. Jemaah dengan risiko tertinggi
mencapai 60,90 persen atau 95.210 orang. Penyakit risiko tinggi yang
diderita jemaah paling banyak berupa hipertensi dan diabetes mellitus.sumber: www.dpr.go.id







0 komentar:
Posting Komentar