Ketua Komisi X DPR RI
Teuku Riefky Harsya (F-PD) ke Kudus, Jawa Tengah baru-baru ini,
didampingi Wakil Ketua Komisi X Abdul Kharis Almasyhari (F-PKS), dan
Anggota Komisi X Dadang Rusdiana (F-Hanura) mengunjungi destinasi wisata
religi ini, usai menggelar pertemuan dengan para rektor PTN dan BEM
se-Jawa Tengah.
Dalam pertemuan
tersebut hadir Rektor UNDIP Yos Johan Utama, Rektor UNNES Fathur
Rokhman, Direktur Polimarin Sri Tutie Rahayu, PTS di wilayah Semarang.
Rombongan juga menyempatkan ziarah ke makam Kanjeng Sunan Kudus.
“Alhamdulillah, saya,
Abdul Kharis Almasyhari, dan Dadang Rusdiana dapat berkesempatan shalat
Ashar berjama’ah di Masjid Menara Kudus. Masjid ini menggunakan
arsitektur bernuansa Hindu pada beberapa bagiannya. Karena saat masjid
ini dibangun, di wilayah tersebut masih banyak pemeluk agama Hindu,”
ungkap Riefky panggilan akrabnya kepada Media Cetak dan Media Sosial DPR
RI.
Riefky menuturkan
bahwa komplek Masjid Menara Kudus ini adalah salah satu cagar budaya
yang menjadi kebanggaan umat muslim, khususnya di Jawa bahkan tidak
hanya di Jawa tapi juga dunia. Di sisi lain, lanjutnya, ini terkait juga
dengan wisata religi yang sekarang juga sudah menjadi program prioritas
di Kementerian Pariwisata dimana wisatawan-wisatawan yang berwisata
mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman sehingga ibadahnya bisa lebih
baik.
“Tadi kita sudah
melihat bagian belakang masjid terdapat makam Kanjeng Sunan Kudus, salah
seorang Wali Songgo yang menyebarkan agama Islam di Jawa. Pada area
yang sama juga terdapat makam murid-murid beliau, makam para pangeran,
dan para kerabat beliau lainnya,” jelasnya.
Lebih jauh Riefky
menjelaskan bahwa ada aspirasi yang disampaikan oleh Ketua Yayasan
Masjid Menara Kudus dan Makam Kanjeng Sunan Kudus menyampaikan bahwa
perlu adanya perhatian untuk menjaga dan melestarikan dalam merawat
komplek cagar budaya ini. “Jelas nanti akan kita sampaikan dan kita
teruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.
Sementara Ketua
Yayasan Masjid Menara Kudus dan Makam Kanjeng Sunan Kudus, Nazib Hasan
menyampaikan bahwa tata ruang sekitar masjid nampak amburadul. Karena
terletak di pusat kota Kudus, hanya lima menit dari alun-alun kota
Kudus. Masjid ini dikepung oleh perumahan penduduk yang cukup padat,
sehingga mengurangi keindahan komplek bangunan Masjid Menara Kudus ini
yang sekarang masuk sebagai salah satu cagar budaya.
sumber: www.dpr.go.id






0 komentar:
Posting Komentar