Anggota komisi III
DPR RI, Junimart Girsang mempertanyakan minimnya anggaran yang diberikan
pemerintah kepada BNPT (badan nasional penanggulangan teroris). Hal
tersebut diungkapkannya saat Rapat dengar pendapat Komisi III dengan
BNPT, Senin (21\2) di ruang rapat Komisi III, Senayan Jakarta.
"Dengan realisasi
anggaran yang sangat jauh dari anggaran yang dianggarkan sebelumnya, apa
BNPT bisa bekerja dengan maksimal dan ekspektasi masyarakat terhadap
BNPT dapat terwujud,"tanya Junimart.
Sebagaimana
penjelasan dari Kepala BNPT, Saud Usman Nasution, Pagu anggaran BNNPT
tahun 2015 sebesar 311.780 Miliar, namun realisasi anggaran tahun 2015
sebesar 293, 743 Miliar. Sementara alokasi anggaran BNPT tahun 2016
sebesar 531.914 Miliar. Begitupun dalam jumlah personil, berdasarkan
analisa jabatan, analisa beban kerja dan peta jabatan, kebutuhan formasi
jabatan fungsional BNPT selama 5 tahun (2012-2016) sejumlah 148
formasi, namun yang terisi baru 97 formasi.
Menanggapi
hal tersebut sebagian besar anggota Komisi III DPR sepakat untuk
meningkatkan anggaran kepada BNPT, begitupun halnya dengan penambahan
personil yang idel. “Kami sejatinya setuju untuk meningkatkan anggaran
BNPT mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang tidak ringan. Namun
disini, saya berharap agar anggaran tersebut tidak overlapping
dengan anggaran yang dimiliki Polri. Mengingat kepolisian pun memiliki
Densus 88 yang notabene juga bertugas memberantas terorisme.






0 komentar:
Posting Komentar