Dalam rangka mempersiapkan karyasiswa untuk kembali memasuki dunia kerja, BPSDM menyelenggarakan Career Planning Development
(CPD) yang diselenggarakan di Bandung, 24-26 Februari 2016. Acara ini
selain bertujuan mempersiapkan karyasiswa untuk dapat beradaptasi
ketika kembali ke tempat kerja dengan potensi, motivasi dan semangat
baru, juga agar karyasiswa mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang
diperoleh untuk diimplementasikan di tempat kerjanya, memahami pola
karir yang ada dan dapat merencanakan karirnya sesuai dengan potensi dan
kompetensi yang dimiliki, serta memupuk rasa kebersamaan, kerjasama
sesama karyasiswa.
Dalam sambutan pembukaan acara CPD, Kepala BPSDM Anita Firmanti
menyampaikan kondisi dan kebijakan pengembangan SDM Kementerian PUPR.
Saat ini, Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana
kita harus siap menghadapi dan menerima persaingan SDM dengan negara
ASEAN. Untuk menghadapi persaingan tersebut, salah satunya adalah dengan
meningkatkan kompetensi SDM PUPR agar memiliki daya saing yang tinggi.
BPSDM sudah mempersiapkan instrument untuk mengembangkan dan
meningkatkan SDM PUPR antara lain melalui Pusdiklat Sumber Daya Air dan
Konstruksi, Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman dan Pengembangan
Infrastruktur Wilayah, Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan
Fungsional, serta untuk menilai dan memantau SDM melalui Pusat Penilaian
Kompetensi dan Pemantauan Kinerja.
Terlebih lagi dengan adanya kebijakan dari Kementerian PAN untuk
mengurangi jumlah PNS hingga satu juta orang karena beban negara sudah
terlalu besar dan dirasa sudah tidak efektif lagi. BPSDM akan menilai
kompetensi semua orang dan memantau kinerjanya. “Akan ada diagram yang
menunjukkan kinerja dan kompetensi seseorang. Bagi orang yang memiliki
kompetensi dan kinerja yang tinggi akan diutamakan untuk dipertahankan”,
ungkap Anita. Sedangkan yang memiliki kompetensi dan kinerja kurang
akan diberi kesempatan untuk memperbaiki, sebelum diambil tindakan bila
tidak ada perubahan.
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN
harus dikelola secara lebih professional, karena itu akan ada penilaian
kompetensi dan pemetaan karier sesuai amanat UU. Anita menegaskan bahwa
semua yang akan menduduki jabatan harus melalui tes, tidak lagi sekedar
ditunjuk berdasarkan kedekatan dengan pimpinan. “Pengembangan karier
berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan
instansi pemerintah”, tegasnya.
Selain itu, ASN minimal 1 tahun sekali harus diberikan kesempatan
mengikuti diklat, karena merupakan hak masing-masing ASN. Terkait
mengenai jabatan fungsional, Anita mengharapkan sepulang kembali ke
tempat kerja, karyasiswa akan menjadi Pejabat Fungsional, karena sudah
diwajibkan oleh UU. Jabatan fungsional sangat mendukung pengembangan
karir karena memberi kesempatan ASN naik jabatan dua tahun sekali.
Diakhir sambutannya, Anita mengharapkan agar dalam mengerjakan
thesisnya, karyasiswa berdasarkan basic ilmu yang dimiliki, dan dari perspective kebijakan makro. “Saya berharap thesis
dari adik-adik lebih cenderung kepada ilmu dasar yang dimiliki
masing-masing, jangan hanya mengambil hal-hal yang hanya gampangnya
saja. Anda harus belajar Apa yang kita hasilkan harus meaningful, jadi sekolah ada manfaatnya”, ujar Anita.
Acara pembukaan CPD selain dihadiri oleh Kepala BPSDM juga dihadiri
oleh Kepala Program Studi Magister Studi Pembangunan ITB- Iwan Kustiwan,
Kepala Bagian Program dan Evaluasi BPSDM- Zaenal Arifin, Kepala Bidang
Pendidikan dan Pelatihan Manajemen, Pusdiklat Menjafung- Canka Amprawati
Suryadi, Kabag. Anggaran dan Umum, Pusdiklat SDA dan Konstruksi- Sri
Martini Rahayoe, perwakilan dari Magister Akuntansi Unpad, dan 34
peserta karyasiswa.
Selain kebijakan pengembangan SDM, dalam acara yang berlangsung tiga
hari ini juga diberikan materi mengenai Pola Pengembangan Karir oleh
Biro Kepegawaian & Ortala Kementerian PUPR, Prinsip, Penyusunan
Rencana, Potensi dan Peluang Karir, serta Motivasi Berprestasi dalam
Pengembangan Karir oleh Tim Pusat Penilaian Kompetensi dan Pemantauan
Kinerja, Etika, Spritual dan Integritas ASN oleh Prof. Haryono Umar,
serta sesi psikologi oleh Sri Juni Kuntari.
sumber: www.pu.go.id
Rabu, 24 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar