Panitia Kerja ( Panja) SDGs BKSAP minta masukan dari Susilo Bambang
Yudhoyono khususnya terkait pembahasan dan penerimaan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Dulu, ini, kan pak SBY yang ikut mengawali Millenium Development
Goals (MDGs), tentu kita tanya seperti apa dan masukannya bagaimana,”
ujar Ketua Panja SDGs Nurhayati Ali Assegaf di sela-sela kunjungan ke
kediaman SBY di Cikeas, Senin (22/02/2016).
Menurut Nurhayati, saat menjadi Presiden, SBY pernah memimpin Ketua
Bersama Panel Tingkat Tinggi Pasca 2015 di Nusa Bali, untuk merumuskan
Agenda Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pasca 2015. Kerangka kerja
Agenda Pembangunan Pasca 2015 pernah dibahas di London pada 2012,
Monrovia dan Liberia, yang diikuti juga oleh SBY. Dari serangkaian
pertemuan itulah, akhirnya setelah MDGs berakhir pada akhir Desember
2015, akan digantikan oleh SDGs.
MDGs sejauh ini merupakan komitmen 192 negara pada tahun 2000 untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ada 8 target MDGs yang harus
dicapai sebelum 2015, selain menghapus kemiskinan yang ektrem dan
kelaparan, memenuhi pendidikan dasar, mempromosikan kesetaraan jender
dan pemberdayaan perempuan, mengurangi angka kematian anak, dan
meningkatkan kualitas kesehatan ibu.
Sebagai kelanjutan dari MDGs, SDGs kini menjadi model pembangunan
global yang tak hanya mencakup kesejahteraan rakyat di negara-negara
berkembang, tetapi juga di seluruh negara yang anggota PBB penerima
SDGs. Jika MDGs hanya ada 8 langkah mencapai target kesejahteraan, maka
SDGs memiliki 17 langkah pada 15 tahun ke depan.
Pada kesempatan yang sama Anggota Fraksi Gerindra Heri Gunawan
mengatakan “di satu sisi ini ranahnya Pemerintah tetapi kan, secara
Internasional ada beberapa yang menjadi kesepakatan bersama. Contoh,
masalah pertumbuhan, lapangan pekerjaan, kemiskinan, ini kan menjadi
perhatian secara Internasional. Dan itu kita sudah menyepakati karena
kita masuk ke dalam organisasi Internasional. Seperti, United Nations
ataupun PBB. Kan kita anggota di sana, sementara ada kebijakan dari PBB
ini harus begini, kita harus seperti ini, untuk setiap negara.”
Lebih lanjut Heri menegaskan, posisi DPR ingin memperkuat Panja ini
untuk disampaikan kepada Pemerintah. “ Kita ingin memberi dukungan
kepada Pemerintah, duduk bersama dengan Pemerintah Pusat serta
Pemerintah Daerah. Kita harus mengetahui duduk permasalahan pembanguan
berkelanujutan agar saling sinerji satu sama lain. Intinya Panja ini
bisa memberikan masukan kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah,
supaya kita bisa bersinergi bersama.” tegasnya.
Tim Panja SDGs Nurhayati didampingi Anggota FGerindra Heri Gunawan,
Anggota dari FPKB Siti Masrifah, Anggota dari FNasdem Amelia Anggraini,
Anggota dari FPPP Kartika Yudhisti, dan anggota dari FDemokrat
Syofwatillah Mohzaib.
sumber: www.dpr.go.id
Senin, 22 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar