“Anggaran Satlak 2015 masih bisa disisir,
dan tugas kita untuk mengefisienkan. Kenapa saat ini kita menyoroti
untuk pertanggungjawaban anggaran 2015, karena kita melihat masih tidak
efisien. Apalgi bicara efektifitas,” kata Yayuk, saat RDP dengan
Sesmenpora Alfitra Salam, KONI Pusat, Ketua Satlak Prima, di Gedung DPR,
Senayan, Kamis (11/02/2016).
Politisi F-PAN ini menambahkan, akibat
dari tidak efisien dan tidak efektifitasnya anggaran tahun lalu itu,
target peringkat 2 (dua) Indonesia pada Sea Games 2015 di Singapura,
melorot menjadi peringkat 5 (lima). Ia juga meminta dengan tegas, jangan
sampai ada anggaran yang diselewengkan.
“Jangan sampai ada kasus Hambalang lagi.
Kita tidak mau berurusan dengan KPK lagi. Saya minta agar BPK turun
(terlibat. red). Bila perlu, diaudit lebih luas lagi, sampai dengan ke
Pengurus Besar,” tegas Yayuk.
Selain itu, ia juga menyoroti permintaan
anggaran oleh Satlak Prima sebesar Rp 1,2 triliun untuk tahun 2016 ini.
Mengingat, tahun ini Komisi X DPR menyetujui anggaran sebesar Rp 570
miliar untuk Satlak Prima.
‘Kekurangan anggaran yang diminta dan
disetujui di APBN kurang lebih Rp 700 miliar. Namun, kita sisir lagi,
anggaran Rp 1,2 triliun, apa betul-betul itu kebutuhan Satlak Prima.
Saya tidak tahu, apakah itu nanti bisa dipenuhi di APBN-P 2016 nanti.
Tentu akan kita akan pelajari lagi,” tegas politisi asal dapil Jawa
Tengah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Panja
PAG 2018, Muslim, juga mempertanyakan kekurangan anggaran itu. Ia
khawatir, kekurangan itu akan mempengaruhi prestasi yang diukir
atlet-atlet Indonesia.
“Berkaitan dengan anggaran ideal, yang
katanya idealnya Rp 1,2 triliun, sedangkan baru ada Rp 500-an miliar.
Jika tidak dapat tambahan anggaran, apakah bisa, dapat prestasi yang
sesuai dengan yang ditargetkan,” tanya politisi F-PD itu.
sumber: www.dpr.go.id







0 komentar:
Posting Komentar