| Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendukung pengembangan kesenian di Ibndonesia dengan melakukan berbagai upaya pelestarian seperti pameran, workshop dan lain-lain. Kali ini, Kemenparekraf mendukung penyelenggaraan Pameran Kriya Seni Indonesia “WOOD & GOOD : Kriya Kayu Kontemporer Indonesia” yang merupakan pameran ke-3 dari rangkaian kegiatan pameran pada tahun sebelumnya yang menekankan pada medium dan teknik dalam perkembangan kriya seni di Indonesia, yaitu: Pameran kriya seni serat (‘Indonesia Contemporary Fiber Art’, 2012) dan Pameran kriya seni logam (‘The Horizon of Strenght’, 2013). Pada tahun ini pamera mengetengahkan karya-karya kriya seni kayu. Material kayu banyak dikenal sebagai wujud dari ekspresi keindahan alami sekaligus sumber inspirasi seniman untuk berkarya dan menciptakan kreasi nilai-nilai. Material kayu, sebagai medium ekspresi seni adalah hal yang tidak asing lagi bagi para seniman, perajin, dan perancang maupun pelaku kreatif bidang seni rupa secara luas Indonesia. Hal tersebut seiring dengan tumbuhnya pihak-pihak yang menyimpan dan merawat karya kriya dari material kayu sebagai koleksi yang dapat dibanggakan. Pameran ini menampilkan 120 karya dari 47 seniman dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Madura dan Bali yang dikurasi oleh 3 Kurator Ahli dan berpengalaman di bidang Kriya dan Seni Kontemporer yaitu Asmujo Jono Irianto, Rizky A. Zaelani dan I Wayan Seriyoga Parta. Karya-karya yang dipamerkan merupakan obyek, benda, atau produk yang bisa memiliki nilai guna secara fungsional maupun secara artistik. “Kesenian Indonesia banyak dan beragam, salah satunya adalah seni kriya, maka kreatifitas yang dimiliki anak bangsa ini harus dimanfaatkan dengan maksimal sehingga memberikan nilai tambah dan mensejahterakan. Kami setuju bahwa karya kreatif bisa diukur secara kuantitas dan kualitas, jadi para seniman yg memamerkan hasil karyanya, menjadi bukti bahwa bangsa ini kreatif, dan semoga hal tersebut dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” kata Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya pada pembukaan Pameran Seni Kriya Indonesia : Good and Wood di Ciputra Artpreneur, Kamis 19 Juni 2014. Modal dasar sudah dimiliki bangsa ini sebagai modal awal, selanjutnya, kata Ahman, kreatifitas tersebut juga harus didukung oleh beberapa faktor seperti pergerakan komunitas, model bisnis serta dunia usaha yang mendukungnya. Jadi, biarkan para kreator yang merupakan penghasil karya menciptakan karya sedangkan kita baik sebagai pihak Pemerintah maupun swasta dapat memberikan dukungan baik secara moril, materiil ataupun secara fasilitasi. “Sebuah pameran, dapat menjadi arena berkumpulnya para seniman, selain untuk memamerkan karya juga menjadi tempat bertemu sehingga membuka peluang tercipta sebuah karya baru,” pungkasnya. Salah seorang kurator yasal Bali yang berpartisipasi dalam pameran ini mengatakan bahwa karya yang berbahan utama kayu ini merupakan perlambang bahwa kayu yang menjadi salah satu komoditi di Indonesiadapat menjadi sebuah karya menarik, benilai tambah dan berdaya saing. Harapannya pameran ini dapat mendorong pekriya untuk lebih kreatif, inovatif, inspiratif dalam penciptaan karya kriya sekaligus sebagai sarana promosi kriya Indonesia, sehingga pameran ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan talenta kreatif kriya kayu khususnya dan para pelaku kreatif bidang seni rupa di Indonesia pada umumnya. Sumber: www.parekraf.go.id | |
Sabtu, 19 Juli 2014
Pameran Kriya Seni Indonesia Wood & Good : Kriya Kayu Kontemporer Indonesia
01.59.00
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar