|
Foto Bersama
Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari
Gumelar berfoto bersama dengan Executive Director UN Women, Ms. Phumzile
Mlambo-Ngcuka seusai pertemuan bilateral di Gedung UN New York (10/3).
New
York – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda
Amalia Sari Gumelar menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan bantuan
yang diberikan oleh UN Women melalui pertemuan bilateralnya dengan Executive Director Un Women, Ms. Phumzile Mlambo-Ngcuka yang dilaksanakan di Gedung UN Women New York (10/3).
Saat ini UN Women merupakan salah satu
partner pemerintah yang sangat mendukung dalam merealisasikan
kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak anak serta
perlindungannya di Indonesia melalui kantor perwakilannya di Jakarta,
dimana sejak tahun 2010 Kementerian Pemberdayaan Perempuan berubah
nomenklaturnya menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (KPP-PA).
Pada kesempatan tersebut, Linda
Gumelar menyampaikan berbagai kebijakan yang telah dihasilkan dalam
meningkatkan kedudukan perempuan dan anak, yaitu antara lain:
bekerjasama dengan Kementerian Keuangan dalam menggabungkan kebutuhan
yang responsif gender kedalam peraturan Menteri Keuangan, melalui
anggaran yang responsif gender dalam pembangunan dan telah
diimplementasikan di 34 Kementerian/Lembaga sejak tahun 2013;
merumuskan RUU kesetaraan gender dan telah menjadi inisiasi parlemen di
tahun 2010; Meningkatkan affirmative action dengan presentasi
minimum sebesar 30% pada setiap partai di Indonesia dengan diperkuat
adanya UU Partai Politik Tahun 2011; menerbitkan Buku Parameter Gender
dalam Pembentukan Perundang-Undangan dimana digunakan sebagai pedoman
oleh penegak hukum di Indonesia untuk mengintegrasikann isu gender dalam
pembuatan UU.
Selain itu, bentuk kerja sama yang
telah dihasilkan antara KPP-PA dengan UN Women selama ini antara lain:
membuat Rencana Aksi Nasional dalam melindungi dan mendorong hak
perempuan di daerah konflik, memetakan kedudukan dan perkembangan
kebijakan perempuan dan anak, mendukung hasil kerja KPP-PA sebagai
representasi di ACWC (ASEAN Commission on the Promotion and the Protection of the Rights of Women and Children).
“Sedangkan untuk tahun 2014 ini,
kami pun bekerja sama dalam merumuskan draft Peraturan Presiden dalam
pemberdayaan dan perlindungan perempuan di daerah konflik, menghasilkan
data terbaru tentang status dan hak perempuan dalam pengawasan, evaluasi
dan laporan, membuat alat kebijakan di Kementerian/Lembaga terkait
dengan menetapkan dokumen parameter gender dan merancang modul kurikulum
pembelajaran yang responsif gender yang digunakan untuk kemajuan
birokrat”, ujar Linda Gumelar saat menyampaikan bentuk kerjasama yang saat ini sedang dilakukan dengan perwakilan UN Women di Jakarta.
Diharapkan melalui pertemuan bilateral ini akan membuka lagi bentuk kerjasama lainnya
untuk meningkatkan status perempuan di bidang ekonomi, sosial, budaya
dan politik. Seperti diketahui bahwa bertukar pengalaman dan best
pratices serta kerjasama merupakan hal yang paling efektif dalam
perkembangan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, dan pemenuhan hak
anak di Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi
terhadap Pemerintah Indonesia dalam upaya pembangunan pemberdayaan
perempuan dan kesetaraan gender terutama dalam bidang pencapaian
butir-butir di MDGs dan kami sangat berharap Indonesia dapat terus
mengambil peran dalam peningkatan pemberdayaan perempuan di tingkat
regional. Selain itu UN Women juga akan terus mendukung kerjasama dengan
Indonesia.” Sambung Ms. Phumzile Mlambo-Ngcuka setelah mendengar penjelasan dari Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar. [HM]
|
Minggu, 16 Maret 2014
Pertemuan Bilateral antara Menteri PP-PA dengan Executive Director UN Women di New York
22.45.00
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar