|
Linda Amalia Sari Gumelar saat membacakan ASEAN statement dalam sesi ASEAN Joint Statement di Sidang CSW ke-58
New York - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar selain memberikan statement nasional pada sidang CSW ke-58, juga memberikan statement ASEAN pada sesi ASEAN JOINT STATEMENT,
dimana Linda Gumelar mendapatkan kesempatan untuk mewakili
negara-negara ASEAN; Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos,
Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Vietnam dan Thailand dalam
menyampaikan perkembangan dan pencapaian target MDGs di negara- negara
anggota ASEAN.
"Di
ASEAN, MDGs merupakan cerminan komitmen untuk membangun perhatian
masyarakat. ASEAN menyampaikan beberapa tujuan dan target untuk
meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan sehingga
membatasi gap pembangunan di ASEAN." ujar Linda Gumelar kemarin.
ASEAN
mengidentifikasi bahwa inti dari tantangan yang dihadapi oleh
negara-negara ASEAN dalam mencapai target MDGs adalah antara lain: Pertama,
masalah kesehatan yang tidak seimbang, dimana terdapat etnis minoritas,
perempuan, anak, lansia, masyarakat di desa dan orang dengan kebutuhan
khusus yang termarginalkan. Kedua, faktor non-medis, khususnya ketidaksetaraan gender akan berdampak pada perempuan, dan masyarakat di desa. Ketiga, kurangnya pengaurusutamaan gender, pemberantasan kemiskinan, ketahanan pertumbuhan dan aksi siaga bencana. Keempat, terdapat gap dalam pencapaian target MDGs di antara negara-negara ASEAN. Kelima,
disamping peningkatan data statistik di ASEAN, tersedianya data untuk
menggabungkan perspektif gender di program nasional dan regional masih
dibutuhkan dorongan.
Roadmap ASEAN yang telah disusun ini untuk mendukung negara-negara anggota ASEAN dalam memaksimalkan pembangunan dengan mengatasi gap
pembangunan antara negara-negara anggota, mengintegrasikan ekonomi dan
sosial budaya di ASEAN, mendorong kerjasama antara negara-negara anggota
ASEAN, dan juga memfokuskan pada 5 faktor yaitu antara lain advokasi
dan hubungan, pendidikan, SDM, keahlian dan juga kerjasama regional.
“ASEAN
juga berkomitmen untuk memberikan akses dan kesempatan dalam
pembangunan manusia, kesejahteraan sosial dan keadilan bagi seluruh
masyarakat negara anggota ASEAN. Selain itu, ASEAN mengakui pentingnya
kerjasama dalam menggabungkan perspektif gender pada setiap bidang
pembangunan. ASEAN juga mendorong pengarusutaman gender sebagai hal yang
mendasar untuk melindungi hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi
perempuan dan laki-laki dimana pendapat ini juga terefleksi ke dalam
Deklarasi Ha Noi.” sambung Linda Gumelar pada saat membacakan statement ASEAN.
Saat
ini, ASEAN juga telah mengembangkan dan mengimplementasikan jumlah
proyek regional dan berbagai kegiatan dalam "Rencana Aksi Komite
Perempuan ASEAN 2011 - 2015" untuk mendorong kesetaraan gender, keadilan
sosial, dan kesejahteraan dan hak perempuan. [HM]
|
Minggu, 16 Maret 2014
Menteri PP-PA, Linda Gumelar Mewakili Negara Anggota ASEAN Pada Sesi ASEAN Joint Statement
22.50.00
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar