Sabtu, 1 Februari 2014 –
Jambi (Pinmas)—- Provinsi Jambi akhirnya memiliki gedung Sekretriat Forum Kerukunan Umat Beragama (FkUB) yang representatif. Gedung Sekretriat FKUB tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar ditandai dengan acara gunting pita oleh Wamenag, Jumat (31/1).
Peresmian ini juga dibarengi dengan penyerahan bantuan kendaraan operasional bagi FKUB dari Pemerintah Provinsi yang diserahkan Wagub Jambi Fackrori Umar kepada Ketua FKUB Provinsi Jambi Ibnu Hajar. Hadir dalam peresmian sejumlah pejabat eselon II pusat, Kakanwil Kemenag Jambi M. Subhi, dan pemuka serta tokoh agama se-Provinsi Jambi.
Wamenag Nasaruddin dalam sambutannya mengapresiasi tokoh-tokoh agama dan pemerintah daerah atas peran aktif mereka dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Provinsi Jambi yang relatif tenang dan kondusif tanpa riak-riak besar yang bisa memicu potensi konflik. “Kita harus bangga, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dengan kerukunan dan toleransi terbaik dunia”,” ujar Wamenag.
“Dan hanya Indonesia satu-satunya bangsa di dunia yang setiap daerahnya memiliki gedung sekretariat FKUB seperti ini,” lanjut Wamenag.
Indonesia menurut Nasaruudin Umar adalah salah satu negara dengan mayoritas Islam terbesar dunia yang mampu melewati badai angin reformasi dunia dengan baik. Padahal, tidak sedikit badai reformasi itu berakibat merebaknya perpecahan bangsa sebagaimana yang terjadi di negara-negara Timur Tengah saat ini.
“Indonesia mampu melewati badai itu, karena kuatnya kerukunan bangsa dan umat beragama saat ini,” jelas Nasaruddin.
Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar tokoh-tokoh agama harus menjadi contoh terbaik bagi umatnya masing-masing. Tugas kita adalah menyampaikan sebaik-baiknya kepada umat nilai-nilai utama tentang nilai perbedaan yang ada, dan tidak untuk memaksakan kehendndak kepada umat lain. “Yang mempunyai kuasa mutlak atas hidayah atau petunjuk adalah Tuhan semata, tugas kita (tokoh agama) adalah menyampaikan,” kata Wamenag.
Keberagaman kita sebaiknya adalah keberagaman yang bersifat sentripetal, yaitu keberagamaan pada penekanan keyakinan spirit kesetaraan bagi orang dan agama lain. Sementara keberagamaan sentrifugal adalah keberagamaan suatu keyakinan pada orang lain.
“Seorang arif dalam beragama adalah pembaharu sejati yang selalu merangkul semua yang berseberangan, dan tidak pernah mencari kambing hitam, dan berusaha untuk mengedepankan dialog (tabayyun),” ujar Wamenag
Wamenag juga menekankan agar tokoh-tokoh agama jangan hanya dijadikan sebagai pemadam kebakaran bila ada perselisihan, pertikaian atau konflik. Tokoh agama jangan hanya dilibatkan ketika ada akibat yang harus diselesaikan, tapi diajak berdialog bagaimana mengantisipasi suatu masalah.
“Tokoh agama jangan hanya dilibatkan di hilir saja, tapi diperan-aktifkan di tingkat hulu,” terang Wamenag.
Diakhir sambutannya, Wamenag menyatakan bahwa keberadaan gedung FKUB ini bisa menjadi mercusuar yang tidak hanya menerangi bumi Jambi, tapi juga memancar ke seluruh nusantara dan dunia. (dm/mkd)
Sumber : Kemenag
Peresmian ini juga dibarengi dengan penyerahan bantuan kendaraan operasional bagi FKUB dari Pemerintah Provinsi yang diserahkan Wagub Jambi Fackrori Umar kepada Ketua FKUB Provinsi Jambi Ibnu Hajar. Hadir dalam peresmian sejumlah pejabat eselon II pusat, Kakanwil Kemenag Jambi M. Subhi, dan pemuka serta tokoh agama se-Provinsi Jambi.
Wamenag Nasaruddin dalam sambutannya mengapresiasi tokoh-tokoh agama dan pemerintah daerah atas peran aktif mereka dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Provinsi Jambi yang relatif tenang dan kondusif tanpa riak-riak besar yang bisa memicu potensi konflik. “Kita harus bangga, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dengan kerukunan dan toleransi terbaik dunia”,” ujar Wamenag.
“Dan hanya Indonesia satu-satunya bangsa di dunia yang setiap daerahnya memiliki gedung sekretariat FKUB seperti ini,” lanjut Wamenag.
Indonesia menurut Nasaruudin Umar adalah salah satu negara dengan mayoritas Islam terbesar dunia yang mampu melewati badai angin reformasi dunia dengan baik. Padahal, tidak sedikit badai reformasi itu berakibat merebaknya perpecahan bangsa sebagaimana yang terjadi di negara-negara Timur Tengah saat ini.
“Indonesia mampu melewati badai itu, karena kuatnya kerukunan bangsa dan umat beragama saat ini,” jelas Nasaruddin.
Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar tokoh-tokoh agama harus menjadi contoh terbaik bagi umatnya masing-masing. Tugas kita adalah menyampaikan sebaik-baiknya kepada umat nilai-nilai utama tentang nilai perbedaan yang ada, dan tidak untuk memaksakan kehendndak kepada umat lain. “Yang mempunyai kuasa mutlak atas hidayah atau petunjuk adalah Tuhan semata, tugas kita (tokoh agama) adalah menyampaikan,” kata Wamenag.
Keberagaman kita sebaiknya adalah keberagaman yang bersifat sentripetal, yaitu keberagamaan pada penekanan keyakinan spirit kesetaraan bagi orang dan agama lain. Sementara keberagamaan sentrifugal adalah keberagamaan suatu keyakinan pada orang lain.
“Seorang arif dalam beragama adalah pembaharu sejati yang selalu merangkul semua yang berseberangan, dan tidak pernah mencari kambing hitam, dan berusaha untuk mengedepankan dialog (tabayyun),” ujar Wamenag
Wamenag juga menekankan agar tokoh-tokoh agama jangan hanya dijadikan sebagai pemadam kebakaran bila ada perselisihan, pertikaian atau konflik. Tokoh agama jangan hanya dilibatkan ketika ada akibat yang harus diselesaikan, tapi diajak berdialog bagaimana mengantisipasi suatu masalah.
“Tokoh agama jangan hanya dilibatkan di hilir saja, tapi diperan-aktifkan di tingkat hulu,” terang Wamenag.
Diakhir sambutannya, Wamenag menyatakan bahwa keberadaan gedung FKUB ini bisa menjadi mercusuar yang tidak hanya menerangi bumi Jambi, tapi juga memancar ke seluruh nusantara dan dunia. (dm/mkd)
Sumber : Kemenag






0 komentar:
Posting Komentar