Jumat, 31/01/2014 - 17:47
Surakarta, Kemdikbud --- Menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bergerak di seluruh lini untuk mewujudkan generasi emas. Berbagai program pendidikan dilakukan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi.
Di antara jenjang pendidikan, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masih berada di bawah APK jenjang pendidikan lainnya. Tahun 2004, APK perguruan tinggi masih berada di level 14 persen.
"Artinya, ada 86 persen anak usia 19-23 tahun yang belum sempat kuliah," demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, usai menjadi pembicara kunci pada Forum Rektor Indonesia, di Taman Budaya Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/01/2014).
Mendikbud mengatakan, APK perguruan tinggi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2012, APK perguruan tinggi meningkat dua kali lipat menjadi 28 persen dari APK di 2004. Targetnya, hingga 2015 APK akan mencapai 35 persen.
"Tahun 2014 targetnya 33 persen, dan 2015 35 persen," katanya.Guna mencapai target tersebut, Mendikbud mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan Kemdikbud. Salah satunya adalah dengan ekspansi kapasitas perguruan tinggi.
Untuk menaikkan kapasitas, ada dua cara yang ditempuh. Pertama, adalah dengan menambah kapasitas di perguruan tinggi yang sudah ada. Dan cara kedua dengan membangun perguruan tinggi baru.
"Misalnya di UNS, setiap tahun ada 6200 mahasiswa. Maka kita minta tambahan 10 persen. Dan kita juga buka perguruan tinggi baru lagi," jelasnya.
Dengan menaikkan kapasitas perguruan tinggi, Mendikbud mengaku belum cukup untuk menaikkan APK. Masyarakat perlu jembatan keterjangkauan untuk bisa masuk ke perguruan tinggi.
"Itulah mengapa kita berikan beasiswa 20 persen untuk anak-anak yang tidak mampu," katanya.Mendikbud berharap, dengan kenaikan setiap tahun, di tahun 2045 APK perguruan tinggi mencapai 60 persen. (Aline Rogeleonick)
Sumber : Kemendikbud






0 komentar:
Posting Komentar