Kamis, 28 November 2013
Perahu Nelayan Konversi ke LPG, Hemat Anggaran Rp5 Triliun
21.38.00
No comments
Perahu Nelayan Konversi ke LPG, Hemat Anggaran Rp5 Triliun
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Minyak (ESDM) mengatakan terus meningkatkan percepatan Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Salah satu strateginya adalah menyasar nelayan yang selama ini menggunakan bahan bakar solar dan kemudian dikonversi ke LPG. Ketua Tim Percepatan Konversi BBG Kementerian ESDM Wiraadmaja mengatakan saat ini ada sekitar 534 ribu perahu kecil yang dimiliki para nelayan. Menurutnya, jika seluruh perahu tersebut dikonversi ke LPG maka akan menghasilkan penghematan bagi negara sebesar Rp5 triliun per tahun. "Jika itu semua bisa dikonversi ke LPG, negara akan irit Rp5 triliun per tahun dan nelayan akan menghemat Rp8 triliun per tahun," ungkap Wira dalam Forum Diskusi Percepatan Konversi BBG di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Wira mengatakan, hal tersebut dilakukan karena rata-rata konsumsi BBM setiap perahu mencapai 10 liter per hari. Sementara jika dikonversi ke LPG hanya akan membutuhkan 4 kg per hari. Wira menjelaskan selama ini kebanyakan para nelayan hidup di daerah terpencil dan jauh dari akses BBM subsidi sehingga mereka rata-rata membeli BBM Rp11 ribu -Rp12 ribu. Sementara jika berhasil dikonversi ke LPG, lanjut Wira, para nelayan akan mudah mendapatkan bahan bakar dengan harga yang murah karena LPG banyak dijual di warung-warung dan mudah di bawah. "Jika 534 ribu ini bisa dikonversi ke LPG maka akan mempermudah para nelayan," ujarnya.
Wira mengatakan pihaknya telah mulai melakukan konversi BBM ke LPG pada nelayan di Tanjung Agung. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan strategi percepatan konversi LPG pada nelayan-nelayan lain. "Roadmap untuk nelayan sudah ada namun memang belum berjalan optimal. Kalau ini sudah dimulai dari tahun 2013 maka pada tahun 2019 seluruh perahu nelayan tersebut akan dikonversi ke LPG," Tegas Wira.
Selain pada nelayan, lanjut Wira, pihaknya juga akan menyasar sektor pertambangan dan perkebunan, pelayaran, Truk dan Kereta Api. "Ke depan konversi ini akan dilakukan pada Kereta Api karena ini merupakan pengguna solar terbesar. Namun, ini masih butuh kajian karena regulasinya belum ada," Tandasnya.(rez)
(wdi)
Sumber: OKE ZONE.COM Tanggal 28 November 2013 Hal.1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar