Penggunaan
energi listrik dalam sistem transportasi sebagai energi listrik
alternatif pengganti BBM cukup beralasan, oleh karena itu tuntutan
pengguna mobil yang lebih
ramah lingkungan di Indonesia juga semakin meningkat. Riset di berbagai
lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi telah
menghasilkan beberapa prototipe kendaraan berbasis listirik.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dikalangan internal Kementerian Riset dan Teknologi, terhadap pemanfaatan teknologi kendaraan massal berbasis listrik yang memenuhi aspek “safety” dan “security”, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Publik “Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik”.
“Ini berawal dari arahan Bapak Presiden pada Hakteknas tahun lalu dan ini berlanjut kegiatan yang dilakukan sampai tahun 2014,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Riset dan Teknologi, Dadit Herdikiagung.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dikalangan internal Kementerian Riset dan Teknologi, terhadap pemanfaatan teknologi kendaraan massal berbasis listrik yang memenuhi aspek “safety” dan “security”, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Sosialisasi Publik “Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik”.
“Ini berawal dari arahan Bapak Presiden pada Hakteknas tahun lalu dan ini berlanjut kegiatan yang dilakukan sampai tahun 2014,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Riset dan Teknologi, Dadit Herdikiagung.
Dalam laporannya Dadit mengatakan dalam kegiatan sosialisasi ini akan berupa presentasi dari para narasumber. Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek juga meminta dukungan semua untuk kegiatan ini. Ini adalah suatu kegiatan yang singkat dan kita harus memulai pada tahun 2013 dengan sekaligus melakukan kegiatan rutin yang harus diselesaikan pada tahun ini juga.
Dalam arahannya, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan bahwa Bapak Presiden ingin kita menghasilkan Kendaraan Massal Berbasis Listrik, harapannya adalah merupakan suatu upaya agar kita tidak tergantung pada BBM.
“Disamping itu mobil listrik ini selain untuk mengurangi BBM juga untuk mengurangi pencemaran sebab tidak mengeluarkan asap. Kemudian biaya juga menjadi murah,” ujar Menristek dalam sambutannya dalam Sosialiasi Publik Kendaraan Massal berbasis Listrik.
Menristek mengharapkan mobil listrik harus buatan kita sendiri. Ada 5 tahapan kunci dalam pembuatan mobil listrik, yang empat sudah kita kuasai semua tetapi satu yang belum kita kuasai adalah pembuatan baterainya. Ini yang perlu kita kuasai. “Sekarang ini kita berupaya mendorong untuk membuat baterai yang body-nya kecil dan densitinya besar, ini yang kita inginkan,” ungkapnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Staf Ahli Menteri Transportasi dan TIK, I Wayan Budiastra tentang Peran Kemenristek Untuk Pengembangan Mobil Listrik Nasional; Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis, Agus Puji dengn Paparannya Pengembangan Infrastruktur Baterai Lithium; Asisten Deputi SDM Iptek, Andika Fajar tentang Kegiatan TOT Kendaraan Berbasis Listrik; Asisten Deputi Iptek Pemerintah, Pariatmono tentang Prototype dan Forum Kendaraan Listrik; Asisten Deputi Legislasi Iptek, Kemal Prihatman; Kepala Biro Hukum dan Humas, Dadit Herdikiagung tentang Sosialisasi Iptek Kendaraan Massal Berbasis Listrik; Kepala Biro Perencanaan, Ery Ricardo yang dimoderatori oleh Zulkifli Halim, Staf Khusus Menteri Bidang Peningkatan Kinerja. (humasristek/humaspuspiptek)






0 komentar:
Posting Komentar